Air Terjun Parang Ijo Karanganyar

September 28, 2019. Label:
Jam pada gadget, sudah lama saya tak memakai jam tangan, hampir menunjukkan angka 4 di sore hari, dan hujan turun lagi cukup deras ketika kami meninggalkan Pura Kalisodo. Namun masih ada satu tempat lagi yang ingin saya kunjungi sebelum kembali ke kamar hotel, meski tidak terlalu yakin benar, yaitu mengunjungi Air Terjun Parang Ijo Karanganyar .

Saya pasang mata untuk melihat tanda ke Air Terjun Parang Ijo dan jalan simpang menanjak. Setelah cukup jauh tanda belum terlihat, saya meminta pak Jum bertanya arah. Jalan telah simpang terlewati, namun tidak jauh, dan lokasi parkir air terjun cukup dekat, 2 km saja. Mendengar informasi penduduk yang membesarkan hati itu, saya segera meminta pak Jum memutar kendaraan. Jika hujan masih turun, dan jarak ke air terjun jauh atau aksesnya sulit, maka cukuplah sampai di tempat parkir saja. Akses sampai ke parkir kendaraan Air Terjun Parang Ijo Karanganyar boleh dikatakan bagus, dan memang cukup dekat.

Dari area parkir, berpayung saya jalan ke loket dan bertanya akses. Di luar dugaan, petugas mengatakan aksesnya sangat mudah, jaraknya dekat, dan meskipun sudah jam 4 sore saya masih boleh masuk. Saya ambil gembolan kamera, membayar karcis, dan berjalan mengikuti trek rapi dengan ladang di sisi kanan. Syukurlah selepas membayar karcis hujan mereda.

air terjun parang ijo karanganyar

Trek jalan yang cukup bagus seperti ini yang saya lalui setelah melewati loket Air Terjun Parang Ijo. Jauh lebih bagus dari yang saya bayangkan. Hawa terasa dingin, syukur tak ada angin. Pemandangan sepanjang jalan menyejukkan mata. Area Air Terjun Parang Ijo ini telah dikembangkan dan dirawat dengan baik. Ini cukup menggembirakan.

Jalan terus menurun dan permukaannya masih basah oleh air hujan, namun tidak licin. Sesaat kemudian terlihat sebuah area datar disemen berukuran 2,5x2,5 meter, dimana terdapat tiang pancang yang diperkuat dua balok kayu dengan dua kawat baja menggantung melintasi jurang, berakhir di sebuah cungkup di ujung sana. Fasilitas Flying Fox.

Beberapa langkah berikutnya saya sudah melihat dasar lembah. Ada undakan jauh di sebelah kiri yang menuju ke arah air terjun serta ada undakan lagi mengarah ke kanan, arah berlawanan dengan arah undakan pertama. Undakan ke kanan itu arah ke kolam renang, warung makan, dan akses keluar yang berbeda dengan akses masuk.

Setelah sampai di dasar lembah, saya melewati sebuah jembatan dengan sungai mengalir di bawahnya. Lalu ada sepasang arca Dwarapala dan tengara arah ke kiri menuju ke Air Terjun Parang Ijo Karanganyar, Saraswati, Lingga Yoni, Gardu Pandang, Flying Fox, Tempat Bermain, dan Tempat Santai. Tengara ke kanan yang menuju ke arah kolam renang itu.

Pandangan lanskap pada Air Terjun Parang Ijo Karanganyar memperlihatkan area hijau di kiri kanan aliran air terjun. Ada dua jalur yang bisa dipakai pengunjung untuk melihat Air Terjun Parang Ijo, yaitu jalur bawah yang menuju ke kolam di dasar air terjun, dan jalur yang menuju ke Patung Saraswati di sebelah atas. Saya memilih jalur kedua yang ke atas.

Air Terjun Parang Ijo berada di lereng Gunung Lawu, dengan tinggi 50 meter. Parang adalah tebing, dan "ijo" adalah warna lumut di sekitar air terjun. Konon dulu ada pohon tua keramat yang tidak boleh ditebang. Pada 1942 terjadi banjir besar Baru Klinting yang menghanyutkan pohon itu karena meluapnya sungai yang bermuara di Kali Kluwak.

Karena berbukit-bukit, pohon tua itu tetap tegak di tempat baru, diantara tebing (parang), sehingga batangnya menjadi rambatan air yang turun dari tebing ke dasar lembah. Setelah bertahun menjadi aliran air, batang pohon ditumbuhi lumut hijau. Konon jika batang pohon dibacok, akan keluar cairan merah layaknya warna darah manusia.

Relief Lingga Yoni, melambangkan kesuburan alat kelamin pria wanita, dalam posisi mendatar berada pada tebing sebelah kanan di sekitar area Air Terjun Parang Ijo. Bentuk Lingga Yoni ini mengingatkan saya pada relief yang ada di Candi Sukuh, meskipun detailnya agak berbeda. Undakan di sebelah kiri adalah jalan yang mengarah ke Gardu Pandang.

Saya lewatkan kesempatan untuk menapaki undakan yang menuju ke Gardu Pandang, meskipun saya melihat ada pasangan muda yang berjalan bergandengan tangan menuju ke arah sana. Biarlah mereka saja yang menikmati kebersamaan tanpa terganggu dengan kehadiran saya. Lagipula hari sudah mulai gelap sehingga pemandangan akan lebih terbatas.

Melihat adanya relief Lingga Yoni di Air Terjun Parang Ijo sungguh sebuah kejutan yang sangat menyenangkan buat saya, apalagi di dekatnya juga ada arca Dewi Saraswati yang meskipun masih kalah memikat dibandingkan arca dengan yang ada di Puri Taman Saraswati, namun arca itu juga elok dan dikerjakan dengan detail yang baik.

Sungguh tepat mampir ke Air Terjun Parang Ijo Karanganyar meskipun sudah lelah, hari mulai sore, dan hujan sempat membuat bimbang. Akses yang mudah, pemandangan indah, area yang terawat, serta adanya Lingga Yoni serta Patung Saraswati membuat Air Terjun Parang Ijo menjadi tempat wajib mampir jika berkunjung ke Candi Sukuh dan Candi Cetho.

Air Terjun Parang Ijo Karanganyar

Alamat : Dusun Munggur, Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Lokasi GPS : -7.62082, 111.13220, Waze. Jam Buka : 08.00. Harga tiket masuk : Rp.3.000 per orang.

Galeri Foto Air Terjun Parang Ijo Karanganyar

Pandangan lanskap pada Air Terjun Parang Ijo Karanganyar yang elok, memperlihatkan area hijau di kiri kanan aliran air terjun. Ada dua jalur yang bisa dipakai pengunjung untuk melihat Air Terjun Parang Ijo, yaitu jalur bawah yang menuju ke kolam di dasar air terjun, dan jalur yang menuju ke Patung Saraswati di sebelah atas. Saya memilih jalur kedua yang ke atas.

air terjun parang ijo karanganyar

Relief Lingga Yoni, melambangkan kesuburan alat kelamin pria wanita, dalam posisi mendatar ini berada pada tebing sebelah kanan di sekitar area Air Terjun Parang Ijo. Bentuk Lingga Yoni ini mengingatkan saya pada relief yang ada di Candi Sukuh, meskipun detailnya agak berbeda. Undakan di sebelah kiri adalah jalan yang mengarah ke Gardu Pandang.

air terjun parang ijo karanganyar

Melihat adanya relief Lingga Yoni di Air Terjun Parang Ijo ini sungguh sebuah kejutan yang sangat menyenangkan buat saya, apalagi di dekatnya juga ada arca Dewi Saraswati yang meskipun masih kalah memikat dibandingkan arca dengan yang ada di Puri Taman Saraswati, namun arca itu juga elok dan dikerjakan dengan detail yang baik.

air terjun parang ijo karanganyar

Sebuah area datar disemen berukuran 2,5×2,5 meter, dimana terdapat tiang pancang yang diperkuat dua balok kayu dengan dua kawat baja menggantung melintasi jurang, berakhir di sebuah cungkup di ujung sana.

air terjun parang ijo karanganyar

Ada undakan jauh di sebelah kiri yang menuju ke arah air terjun serta ada undakan lagi mengarah ke kanan, arah berlawanan dengan arah undakan pertama. Undakan ke kanan itu arah ke kolam renang, warung makan, dan akses keluar yang berbeda dengan akses masuk.

air terjun parang ijo karanganyar

Setelah sampai di dasar lembah, saya melewati sebuah jembatan dengan sungai mengalir di bawahnya. Air sungai yang membawa air yang berasal dari Air Terjun Parang Ijo.

air terjun parang ijo karanganyar

Sepasang arca Dwarapala dan tengara arah ke kiri menuju ke Air Terjun Parang Ijo, Saraswati, Lingga Yoni, Gardu Pandang, Flying Fox, Tempat Bermain, dan Tempat Santai. Tengara ke kanan yang menuju ke arah kolam renang, warung, dan jalan keluar.

air terjun parang ijo karanganyar

Pandangan dari atas tengara yang memperlihatkan taman yang cukup terawat serta sebuah kolam air mancur serta pohon pakis serta paku-pakuan.

air terjun parang ijo karanganyar

Lintasan bawah dengan jembatan yang menuju ke area kolam di dasar Air Terjun Parang Ijo yang saat itu debit airnya tak begitu besar. Saya memilih lintasan atas yang menuju ke relief Lingga Yoni.

air terjun parang ijo karanganyar

Melihat adanya relief Lingga Yoni di Air Terjun Parang Ijo ini sungguh sebuah kejutan menyenangkan buat saya. Tak jelas apakah dahulu di sekitar air terjun ini pernah terdapat reruntuhan candi, sehingga ada peninggalan Lingga Yoni yang elok ini.

air terjun parang ijo karanganyar

Saraswati adalah istri Brahma yang berkendaraan Angsa, dan merupakan salah satu dari tiga dewi utama dalam agama Hindu, selain Dewi Sri (Laksmi) dan Dewi Uma (Durga). Tangan kiri pertama Saraswati memegang Wina (kecapi) lambang seni, tangan kiri kedua memegang lontar lambang pengetahuan dan ilmu sejati, tangan kanan pertama memegang Genitri (tasbih) lambang kekuatan meditasi dan pengetahuan spiritual, dan tangan kanan kedua memegang Damaru (kendang kecil).

air terjun parang ijo karanganyar

Foto ini menggambarkan posisi relief Lingga Yoni terhadap Patung Dewi Saraswati yang berada di tebing di sisi kanan Air Terjun Parang Ijo.

air terjun parang ijo karanganyar

Tulisan pada kolam renang yang saya lihat dalam perjalanan meninggalkan area Air Terjun Parang Ijo. Lintasan jalan keluar yang berbeda dari jalan masuk ini tampaknya dimaksudkan untuk memudahkan pengunjung yang datang maupun yang pulang. Sebuah pengaturan yang bagus.

air terjun parang ijo karanganyar

Air Kolam Renang Parang Ijo ini terlihat bersih dan jernih, maklum menggunakan air pegunungan yang masih baik. Luncuran untuk anak kecil juga ada, meskipun sederhana saja.

air terjun parang ijo karanganyar

Buah pisang muda yang belum sepenuhnya terbuka terlihat menggantung pada pohonnya di atas aliran sungai yang membawa air dari Air Terjun Parang Ijo.

air terjun parang ijo karanganyar

Loket tiket Air Terjun Parang Ijo yang dibuka mulai jam 08.00 pagi, tanpa jam tutup, yang mengutip Rp.3.000 per orang. Di sebelah kiri terdapat papan pamer berisi poster tentang riwayat air terjun yang dibuat oleh KKN Mahasiswa UGM.

air terjun parang ijo karanganyar

Arca Dwarapala dengan papan penanda arah di belakangnya, serta pohon pakis di sebelahnya. Selain ke Air Terjun Parang Ijo, papan itu juga memberi informasi tentang adanya arca Dewi Saraswati, batu Lingga Yoni, Gardu Pandang yang saya tak sempat pergi ke sana, Flying Fox, tempat bermain, serta tempat untuk bersantai.

air terjun parang ijo karanganyar

Arca Dwarapala yang satunya lagi, dengan penanda arah ke sebelah kanan dimana terdapat fasilitas kolam renang, warung makan dan toilet, serta akses menuju arah keluar dari area air terjun.

air terjun parang ijo karanganyar

Jika saja deretan air terjun ini cukup tinggi rentang jatuh airnya, akan menjadi pemandangan yang jauh lebih elok lagi. Namun ukuran selalu bersifat relatif, karena bagi binatang sekecil kodok misalnya, air terjun itu sudah cukup elok dan tinggi yang sudah sulit bagi mereka untuk melompatinya.

air terjun parang ijo karanganyar

Pemandangan lainnya pada Air Terjung Parang Ijo, dengan ketinggian air jatuh yang lumayan sebenarnya. Namun karena debit air yang relatif kecil, tidak terbentuk kedung di dasar tebing rambatannya. Entah jika dulu pernah ada kedung dan lalu ditimbun agar tidak berbahaya bagi pengunjung.

air terjun parang ijo karanganyar

Papan informasi yang dipasangi tempelan poster berisikan informasi tentang Air Terjun Parang Ijo, mulai dari informasi lokasi hingga fasilitas dan akomodasi yang tersedia bagi pengunjung.

air terjun parang ijo karanganyar

Foto lainnya pada area sekitar Air Terjun Parang Ijo dengan rimbun semak yang cukup padat di sepanjang dinding tebingnya.

air terjun parang ijo karanganyar

Pandangan lainnya pada deretan air terjun kecil yang ada di sepanjang aliran sungai di hilir Air Terjun Parang Ijo, dengan tandan pisang muda di sebelah kanan. Tandan pisang seperti itu bisa dibilang sudah agak sulit dilihat oleh anak-anak yang tinggal di kota-kota besar di negeri ini.

air terjun parang ijo karanganyar

Info Karanganyar

Peta Wisata Karanganyar, Tempat Wisata di Karanganyar, Hotel di Tawangmangu.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑