Masjid Luar Batang Jakarta

February 07, 2019. Label:
Masjid Luar Batang Jakarta yang berada di Jl. Luar Batang V No. 1, Ancol, Penjaringan, Jakarta, didirikan oleh mujahid yang berasal dari Hadhramaut, Yaman Selatan, sekitar tahun 1716-1756 M, bernama Habib Husein bin Abu Bakar bin Abdillah Al-'Aydrus. Letak masjid cukup dekat dengan Museum Bahari, dan ada jalan tembus dari ujung Jl. Pasar Ikan.

Setelah masuk ke gang di dalam pasar, saya belok ke gang yang ke arah kiri dan melewati jembatan sederhana yang melintang di atas kanal, dengan perahu-perahu tradisional mengapung di atas permukaan air yang terlihat keruh dan kotor. Setidaknya ada dua jembatan yang bisa dilewati untuk menyeberangi kanal menuju Masjid Luar Batang. Beberapa langkah setelah jembatan itu saya sudah keluar dari gang dan berada di jalan agak besar.

Lanjut berjalan kaki arah ke kanan melewati rumah dan Menara Masjid Luar Batang Jakarta sudah terlihat sesudah beberapa puluh langkah dari jembatan. Sebelum sampai ke pintu gapura masjid yang berbentuk padurkasa, saya melewati paving blok dengan tanah lapang terbuka di sisi kanan. Sedangkan di sebelah kiri tampak beberapa buah sepeda motor. Jadi rupanya ada akses langsung sampai ke depan gapura masjid.

masjid luar batang jakarta utara

Tampak luar bangunan Masjid Luar Batang Jakarta yang ternyata cukup besar, dengan selasar di kiri kanan menuju masjid dan halaman terbuka yang cukup luas. Menara Masjid Luar Batang berbentuk bulat di bagian bawahnya, kemudian berbentuk persegi sampai ke dek pengamatan, dan lalu mengerucut sampai ke puncaknya yang lancip.

Ketika berkunjung ke Masjid Luar Batang Jakarta, menara yang kedua tengah dibangun di bagian sebelah kiri masjid. Saat ini menara itu mestinya sudah selesai dibangun. Di bagian kanan masjid terdapat dua buah pipa besi bermotif ukuran besar yang tersambung dengan pipa berukuran lebih kecil dengan kran-kran untuk tempat berwudhu.

Nama Luar Batang ini konon diberikan karena daerah itu berada di luar batang besar (groote boom) yang menutup jalan ke pelabuhan pada malam hari. Ini mungkin dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda untuk alasan keamanan dan pertahanan wilayah pemukiman dan pusat pemerintahan pendudukan. Meskipun batang itu kini sudah tidak ada bekasnya lagi, namun nama itu hingga kini tetap melekat menjadi nama wilayah di daerah itu.

masjid luar batang jakarta utara

Ruang utama Masjid Luar Batang Jakarta memiliki 12 pilar di tengahnya. Uniknya, ke-12 pilar ini sama sekali tidak menyangga atap masjid, dan hanya berfungsi sebagai tempat kipas angin, dan mungkin tempat bersandar yang nyaman. Pilar itu merupakan struktur penyangga atap masjid yang lama sebelum direnovasi dengan bentuk seperti sekarang.

Ruang imam dan mimbar Masjid Luar Batang Jakarta cukup luas dan berlangit tinggi, dengan akses di kiri kanannya. Mimbar kayunya terkesan biasa, namun ornamen di atas mihrab terlihat halus dan indah. Sudut langit-langit di sayap kiri kanan masjid dihias dengan kutipan ayat suci Al Qur'an dalam bentuk tulisan kaligrafi yang indah.

Sudut langit-langit sebelah kiri Masjid Luar Batang dihias dengan kutipan ayat suci Al Qur’an dalam bentuk tulisan kaligrafi yang indah. Ornamen pada dinding atas mihrab Masjid Luar Batang juga terlihat sangat cantik. Seperti kebanyakan masjid, terdapat tulisan kaligrafi yang berbunyi “Muhammad” pada dinding keramik depan sebelah kiri.

Di serambi Masjid Luar Batang Jakrta terdapat makam Habib Husein bin Abubakar Bin Abdillah al-Alaydrus, yang meninggal pada 24 Juni 1756. Konon saat wafat ia dalam usia yang masih relatif muda. Habib Husein pernah menyelamatkan nyawa seorang keturunan Tionghoa dari kejaran tentara VOC dalam peristiwa pembantaian tahun 1740.

Keberanian Habib Husein dalam memberi perlindungan, membuat keturunan Tionghoa itu kemudian masuk Islam dan menjadi pembantu Habib Husein dalam menyiarkan agama Islam di sekitar Penjaringan. Makam inilah yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai pelosok, sehingga Masjid Luar Batang Jakarta menjadi seramai seperti sekarang ini. Menurut cerita yang diyakini oleh banyak orang, bentuk makam Habib Husein ini tetap dipertahankan keasliannya hingga saat ini. Di ruangan yang sama terdapat juga makam Haji Abdul Khadir, murid keturunan Tionghoa yang pernah diselamatkannya dari kejaran serdadu VOC ketika itu.

Pendapat lain menyebutkan ketika Habib Husein hendak dimakamkan di daerah Tanah Abang, mayitnya tetiba lenyap dari "kurung batang" atau keranda, sehingga akhirnya dimakamkan di tempat yang sekarang. Karena keluar dari "kurung batang" maka dinamai Luar Batang, dan Habib Husein pun dijuluki sebagai Habib Luar Batang.

Masjid Luar Batang Jakarta

Alamat : Jl. Luar Batang V No. 1 Kelurahan Ancol, Kecamatan Penjaringan, Jakarta. Lokasi GPS : -6.123914, 106.806657, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sepanjang hari dan malam.

Galeri Foto Masjid Luar Batang

Sudut langit-langit sebelah kiri Masjid Luar Batang, yang dihias dengan kutipan ayat suci Al Qur’an dalam bentuk tulisan kaligrafi yang indah. Ornamen pada dinding atas mihrab Masjid Luar Batang juga terlihat sangat cantik. Seperti kebanyakan masjid, terdapat tulisan kaligrafi yang berbunyi “Muhammad” pada dinding keramik depan sebelah kiri.

masjid luar batang jakarta utara

Di serambi Masjid Luar Batang Jakrta terdapat makam Habib Husein bin Abubakar Bin Abdillah al-Alaydrus, yang meninggal pada 24 Juni 1756. Konon saat wafat ia dalam usia yang masih relatif muda. Habib Husein pernah menyelamatkan nyawa seorang keturunan Tionghoa dari kejaran tentara VOC dalam peristiwa pembantaian tahun 1740.

masjid luar batang jakarta utara

Sebuah jembatan bambu yang melintang di atas kanal, dengan perahu-perahu tradisional mengapung di permukaan airnya yang terlihat keruh dan kotor. Setidaknya ada dua jembatan bambu yang bisa dilewati untuk menyeberang kanal menuju Masjid Luar Batang.

masjid luar batang jakarta utara

Karpet masjid yang cukup tebal yang berbeda dengan warna karpet di shaf bagian depan. Mimbar kayu dengan tiga undakan itu terkesan biasa saja, tanpa ada ukiran pada kayunya. Pendingin di ruangan ini berupa unit AC duduk dan kipas angin.

masjid luar batang jakarta utara

Ruang imam dan mimbar khotbah Masjid Luar Batang yang cukup luas berlangit-langit tinggi, dengan akses pintu di kiri kanannya. Jika mimbar khotbah yang terbuat dari kayu terkesan biasa saja, namun ornamen pada bagian atas mihrab ini terlihat sangat halus dan indah.

masjid luar batang jakarta utara

Susunan kayu pada langit-langit bagian dalam Masjid Luar Batang yang mengingatkan pada susunan kayu pada bagian dalam Masjid Al Falah Kyai Mojo di Kampung Jawa Tondano Minahasa. Bedanya tidak ada ukiran kayu yang indah di Masjid Luar Batang sebagaimana di langit-langit Masjid Kyai Mojo.

masjid luar batang jakarta utara

Pandangan pada ruang utama masjid diambil dari titik tengah ruangan dengan merapat pada tembok. Ada tiga kolom pilar yang masing-masing terdiri dari empat baris, sehingga totalnya ada 12. Tidak satupun dari keduabelas pilar itu yang berfungsi sebagai penyangga.

masjid luar batang jakarta utara

Pandangan samping yang memperlihatkan dengan jelas bahwa kedua belas pilar itu sudah tidak lagi berfungsi sebagai penyangga. Ke-12 pilar yang mungkin merupakan struktur penyangga atap Masjid Luar Batang sebelum direnovasi dengan bentuk atap seperti yang sekarang ini.

masjid luar batang jakarta utara

Sebuah bedug lengkap dengan kentongannya yang lokasinya berada di selasar Masjid Luar Batang sebelah kanan. Bedug ini kabarnya merupakan bedug baru, sumbangan salah seorang anggota DPR.

masjid luar batang jakarta utara

Serambi dengan makam yang ada di sebelah kirinya. Makam inilah yang ramai dikunjungi oleh para peziarah yang berasal dari berbagai pelosok di tanah air, sehingga membuat Masjid Luar Batang menjadi seramai seperti sekarang ini. Makam Habib Husein ini menurut cerita tetap dipertahankan keasliannya.

masjid luar batang jakarta utara

Jalan masuk ke Masjid Luar Batang yang saat masih perlu perbaikan, agar tampak lebih asri dan tertata rapi. Menara yang saat itu masih dalam tahap pembangunan tampak di bagian kiri foto. Saat ini kondisinya sudah jauh lebih indah setelah dipugar pemprov DKI. Nama Luar Batang ini diberikan karena daerah itu berada di luar batang besar (groote boom) yang menutup jalan ke pelabuhan pada malam hari.

masjid luar batang jakarta utara

Pemandangan dari atas jembatan bambu yang saya ambil saat kembali ke tempat saya meninggalkan kendaraan di Jl Pasar Ikan. Kehidupan nelayan saat itu masih memprihatinkan, yang bisa dilihat dari kondisi perahu yang mereka gunakan. Tak ada yang kelihatan elok dan berkelas.

masjid luar batang jakarta utara

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Utara, Hotel Melati di Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Utara.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑