Taman Burung TMII Jakarta

Taman Burung TMII Jakarta berada di dalam kompleks Taman Mini Indonesia Indah, yang sudah saya kunjungi beberapa kali dalam rentang waktu yang panjang. Tidak banyak berubah di Taman Burung TMII ini hanya saja ada kesan bahwa koleksinya sepertinya tak banyak bertambah dan ada beberapa kandang yang saat itu terlihat kosong, mungkin sedang menunggu penghuni baru.

Bagi yang membawa kendaraan bermotor disediakan tempat parkir yang luas di sebelah kanan loket masuk, yang sekaligus akses keluar dan tempat dimana terdapat warung makan dan toko cindera mata. Ada pula parkir terbatas di tepi jalan sebelum pintu masuk Taman Burung TMII ini. Setelah membayar tiket masuk, dan melangkah ke dalam area taman, persis di dekat pintu masuk terdapat beberapa ekor nuri cantik. Setelah berhenti menikmatinya, kami melanjutkan langkah untuk masuk ke dalam kubah kawat raksasa dengan koleksi burung wilayah Indonesia Barat.

Taman Burung dibangun tahun 1975, dengan satu kubah saat diresmikan 19 Agustus 1976. Delapan kubah lagi diresmikan 27 April 1986. Kubah barat untuk burung wilayah Indonesia Barat, dan kubah timur untuk burung Indonesia Timur. Kubah terbesar berdiameter 68 m dan tinggi 30 mm, terkecil 20 mm dan tinggi 9 m. Di seluruh Kepulauan Indonesia diperkirakan hidup sekitar 250 jenis burung. Burung dari wilayah Indonesia Barat mencakup burung yang hidup di kepulauan Bali, Jawa, Sumatera, serta Kalimantan. Sedangkan burung wilayah Indonesia Timur mencakup burung asal Sulawesi, Nusatenggara, Papua, Kepulauan Maluku, serta pulau kecil di sekitarnya.

taman burung tmii jakarta

Di dalam kubah yang besar terdapat sebuah tempat yang berada di atas gundukan buatan dimana pengunjung bisa berfoto bersama burung Julang Sulawesi dan juga Burung Hantu dengan membayar sejumlah uang kepada penjaganya. Taman Burung TMII memiliki koleksi sekitar 2000 ekor burung yang terdiri dari 167 jenis yang ada di tanah air.

Salah satu koleksi menarik di Taman Burung TMII Jakarta adalah sejenis Burung Kuntul atau burung bangau cantik dengan bulu lehernya yang panjang dan kepala bagian atasnya berwarna coklat kekuningan. Paruhnya lancip tajam dan matanya kecil waspada yang berguna ketika mencari mangsa.

Burung jenjang Mahkota abu-abu yang cantik ada juga di Taman Burung TMII Jakarta. Burung ini lazimnya hidup berkelompok, namun saya tak melihat ada burung yang lain di dekatnya. Origami burung jenjang disebut tsuru, memakai nama Jepang untuk burung ini, atau disebut lipatan kertas burung bangau.

taman burung tmii jakarta

Danau buatan di Taman Burung TMII menjadi tempat nyaman bagi pelikan putih dengan garis hitam elok ini yang tengah berenang lambat dan santai di permukaan airnya. Selain pelikan juga ada angsa, bebek dan belibis yang berenang di danau ini. Danau juga menjadi tempat minum dan mandi burung yang dibiarkan hidup bebas di dalam taman.

Burung cantik lainnya di Taman Burung TMII Jakarta adalah Mambruk ubiaat (Goura cristata) yang masih kerabat merpati, dengan mahkota cantik di kepalanya yang menyerupai renda dan bulu gelap di sekitar matanya. Mambruk ubiaat merupakan hewan endemik Papua dengan makanan utama berupa buah dan biji-bijian.

Yang tak kalah menarik adalah Merak hijau (Pavo muticus) dengan jambul tegak yang merupakan salah satu dari tiga spesies merak suku Phasianidae dengan bulu hijau keemasan yang indah. Burung jantan dewasa panjangnya bisa mencapai 3 meter. Merak hijau merupakan burung yang bisa terbang. Sayang saya tak mendapat fotonya saat sayapnya mengembang.

Seekor merpati dengan garis leher memikat saya potret dengan lensa jarak jauh, sesaat setelah ia memperdengarkan suaranya yang merdu. Ada pula burung berambut keriting indah, meskipun tanpa bantuan perias, serta sejenis burung merak yang berjambul dan berbulu indah. Burung Rangkong atau Enggang, spesies burung yang dilindungi, juga ada.

Kontur tanah di dua kubah utama (Indonesia Barat dan Indonesia Timur) dibuat bergelombang. Di sepanjang lintasan terdapat kandang berkerangkeng bagi burung yang jarang dilihat seperti Elang Bondol, Beluk Ketupa, Elang-Ular Bido, Elang Laut Dada Putih, serta tempat makan bagi burung yang dibiarkan terbang atau berjalan bebas di dalam kubah. Burung besar lainnya yang menarik di Taman Burung TMII Kasuari dan Julang.

Taman Burung TMII masih tetap merupakan salah satu tempat terbaik di kompleks TMII untuk segala usia. Pengunjung bisa berjalan di sepanjang lintasan di dalam deretan kubah yang besar yang memberi kesempatan untuk melihat dari jarak dekat koleksi burung-burung liar yang berasal dari bagian timur dan bagian barat kepulauan Indonesia.

Taman Burung TMII Jakarta

Alamat : Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Telp 021-87795616, 8409163, 87792078, 8414567, 8409461, 8409432, 29369593. Lokasi GPS : -6.300518, 106.90105, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : 09.00 - 16.30. Harga tiket masuk : Rp.7.000.

Galeri Foto Taman Burung TMII

Danau Taman Burung TMII dengan pelikan putih bergaris hitam berenang lambat dan santai di sana. Di sana ada pula angsa, bebek dan belibis. Danau menjadi tempat minum dan menyegarkan badan bagi burung yang hidup bebas di dalam taman.

taman burung tmii jakarta

Merpati dengan garis leher elok sesaat setelah memamerkan suara merdunya. Di Taman Burung TMII juga ada burung berambut keriting, burung merak berjambul dan berbulu indah, Rangkong atau Enggang, dan banyak lagi yang lainnya.

taman burung tmii jakarta

Burung telinga kuning dengan paruh merah kuning ini bentuknya mirip dengan Burung Beo Nias, hanya saja Beo Nias bulu badannya hitam legam, sedangkan burung ini bulu badan dan sayapnya seluruhnya berwarna putih putih.

taman burung tmii jakarta

Sejenis burung jalak yang dibiarkan lepas di dalam kurungan kubah besar dengan pakan berupa pepaya dan pisang ditancapkan pada ranting kayu. Burung-burung ini hanya bisa dilihat dari jarak jauh, dan akan terbang menjauh jika didekati orang.

taman burung tmii jakarta

Sejenis Burung Kuntul atau burung bangau dengan bulu lehernya yang panjang dan kepala bagian atasnya berwarna coklat kekuningan. Paruhnya lancip tajam dan matanya kecil waspada yang berguna ketika mencari mangsa.

taman burung tmii jakarta

Burung Bangau ini mirip dengan burung sebelumnya, mungkin sama, hanya saja leher burung ini mungkin tengah dipendekkan. Bisa juga burung yang bebeda karena paruh burung bangau ini tidak selancip dan setajam burung bangau sebelumnya.

taman burung tmii jakarta

Burung Hantu Beluk Ketupa atau Burung Hantu Kuning (Ketupa ketupu) yang hidup di Kepulauan Riau, Pulau Sumatera, Bangka, Belitung, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Burung ini bisa hidup hingga usia 30 tahun jika tidak diganggu manusia. Biasanya aktif di malam haria, dan tinggal di dalam hutan yang yang gelap, dan mencari makan sendirian.

taman burung tmii jakarta

Julang Sulawesi atau Kangkareng Sulawesi (Penelopides exarhatus), sejenis Rangkong, dengan tanduk berwarna putih. Warna kuning pada wajah dan tenggorokan menunjukkan bahwa burung ini berjenis jantan. Jika bersuara mirip ringkikan atau klakson, dan suara pendek melengking berbunyi "claak". Burung ini bisa ditemukan di Pulau Lembeh, Pulau Muna, dan Butung (Buton).

taman burung tmii jakarta

Serak taliabu (Tyto nigrobrunnea), merupakan spesies burung hantu dalam famili Tytonidae, dan merupakan burung endemik di Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Sulawesi. Termasuk satwa langka karena rusaknya habitat hutan dimana mereka tinggal.

taman burung tmii jakarta

Burung Bangau dengan warna bulu leher dan kepala coklat kekuningan tengah hinggap di atas pohon. Burung Bangau bisa terbang tinggi, dan sering tidur di pohon-pohon besar yang sangat tinggi secara bergerombol hingga memenuhi dahan pohon.

taman burung tmii jakarta

Elang bondol (Haliastur indus) merupakan burung pemangsa dari famili Accipitridae, yang hidup di daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Elang bondol dan salak condet pernah dijadikan sebagai maskot kota Jakarta.

taman burung tmii jakarta

Burung Jenjang mahkota abu-abu (Balearica regulorum) dengan mahkota sangat indah dan berleher panjang. Burung jenjang setia seumur hidup dengan pasangannya dan mengeluarkan suara ribut dambil menari saat memadu kasih.

taman burung tmii jakarta

Burung jenjang Mahkota abu-abu yang cantik ini lazimnya hidup berkelompok, namun saya tak melihat ada burung yang lain di dekatnya. Origami burung jenjang disebut tsuru, memakai nama Jepang untuk burung ini, atau disebut lipatan kertas burung bangau.

taman burung tmii jakarta

Merak hijau (Pavo muticus) dengan jambul tegak yang merupakan salah satu dari tiga spesies merak suku Phasianidae dengan bulu hijau keemasan yang indah. Burung jantan dewasa panjangnya bisa mencapai 3 meter. Merak hijau merupakan burung yang bisa terbang.

taman burung tmii jakarta

Jenis burung jalak lainnya dengan bulu abu-abu dan ekor bagian pawah putih serta paruh kekuningan yang juga dibiarkan lepas di dalam kubah kawat. Potongan buah pepaya dan pisang menjadi makanan pokok burung ini, selain mungkin serangga.

taman burung tmii jakarta

Burung dengan bulu kecoklatan dan berjambul ini cukup menarik karena di lehernya terdapat bulu-bulu putih yang panjang. Burung ini memakan biji-bijian yang disediakan di dalam wadah plastik.

taman burung tmii jakarta

Elang-laut dada-putih (Haliaeetus leucogaste), dengan bentangan sayap bisa mencapai tiga meter, dan merupakan burung laut terbesar yang sanggup terbang hingga kecepatan 115 km per jam. Elang laut dada putih adalah burung yang menjadi lambang Kabupaten Jepara. Makan utamanya ular laut, kura-kura dan penyu kecil, dan burung air.

taman burung tmii jakarta

Elang Bondol biasanya terbang melayang di ketinggian 20 - 50 meter di atas permukaan. Di India, burung ini dianggap sebagai wujud masa kini dari Garuda, burung suci tunggangan Dewa Wisnu. Elang Bondol berkembang biak pada bulan Januari-Agustus, dan Mei-Juli. Telurnya dierami selama 28-35 hari.

taman burung tmii jakarta

Burung pelikan atau Burung Undan memiliki kantung di bawah paruhnya dan hidup di air sebagai perenang yang baik dengan kaki pendek kuat yang berselaput. Makanannya biasanya ikan, katak, dan kepiting. Perkembangbiakannya berlangsung segera setelah mendapatkan pasangan dan berlanjut selama 3 - 10 hari sebelum bertelur.

taman burung tmii jakarta

Burung ini mungkin sejenis kuntul degan kaki panjang berwarna kemerahan, bulu badan atas dan sayap berwarna abu-abu, bulu leher dan dada warna putih, kepala atas bulunya hitam, dan ada semacam jengger kuning pada paruhnya.

taman burung tmii jakarta

Mambruk ubiaat (Goura cristata) yang masih kerabat merpati, dengan mahkota cantik di kepalanya yang menyerupai renda dan bulu gelap di sekitar matanya. Mambruk ubiaat merupakan hewan endemik Papua dengan makanan utama berupa buah dan biji-bijian.

taman burung tmii jakarta

Mambruk ubiaat (Goura cristata) yang masih kerabat merpati, dengan mahkota cantik di kepalanya yang menyerupai renda dan bulu gelap di sekitar matanya. Mambruk ubiaat merupakan hewan endemik Papua dengan makanan utama berupa buah dan biji-bijian.

taman burung tmii jakarta

Burung Merpati atau Burung Dara, yangmasuk dalam famili Columbidae dari ordo Columbiformes. Ada sekitar 300 spesies burung merpati yang dikenal hingga saat ini. Burung ini mebangun sangkarnya dari ranting dan bahan bekas lainnya yang diletakkan di pohon atau tempat lain dan mengerami satu atau dua telurnya secara bergantian.

taman burung tmii jakarta

Elang-ular bido atau Crested Serpent Eagle dengan bulu kepala atas hitam dan leher coklat kehitaman, perut, sisi tubuh dan lambung berbintik-bintik putih. Di sekitar mata sampai paruh tidak berbulu dan berwarna kuning, kulit kakinya kebal terhadap bisa ular. Makanan utamanya lar-ular kecil, burung kecil, tikus, kelinci dan mamalia kecil lainnya.

taman burung tmii jakarta

Mungkin ini yang disebut sebagai Itik Benjut dengan warna bulu coklat dengan mahkota coklat tua kemerahan, sebagian muka dan leher berwarna agak keputihan, ujung paruhnya melengkung, dan warna bulu leher coklat berbintik putih yang makin besar bintiknya ke bagian bawah belakang. Itik ini hidup di rawa, mangrove, sungai di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

taman burung tmii jakarta

Pintu besi dengan ram-raman kawat yang berputar ini adalah pintu masuk ke dalam dan pintu keluar dari kubah dimana satwa burung dipelihara, dan di sebelahnya ada lagi tirai besi, yang dimaksudkan sebagai pencegah kaburnya burung dari kubah.

taman burung tmii jakarta

Gua buatan di Taman Burung TMII yang berujung pada kolam dan sungai buatan dimana pengunjung bisa memberi makan pada unggas yang pakannya bisa dibeli pada kios yang ada di dalam. Anak-anak akan betah berada di sini, dan bisa sulit membawa mereka pergi karena senangnya.

taman burung tmii jakarta

Bangau tongtong (Leptoptilos javanicus) dengan bulu pada sayap, punggung, dan ekor berwarna hitam, tubuh bagian bawahnya putih, kepala botak, leher dan tenggorokan merah jambu dengan bulu kapas putih halus pada mahkota kepalanya. Burung Bangau Tongtong dulu banyak hidup di Jawa dan Bali, namun kini sudah jarang. Juga hidup di Sumatera timur dan Kalimantan.

taman burung tmii jakarta

Aliran sungai di Taman Burung TMII yang menjadi tempat berenang dan mencari makan bagi berbagai satwa air seperti bebek, angsa, pelikan, bangau, dan burung-burung lainnya. Di ujung sana adalah gua buatan itu.

taman burung tmii jakarta

Kasuari termasuk jenis binatang yang dilindungi. Badannya besar dengan tinggi bisa mencapai 170 cm, dan karenanya tidak bisa terbang. Burung berbulu hitam yang keras dan kaku ini berasal dari Papua. Ada tiga spesies Kasuari, yaitu Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius), dan Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti). Burung Kasuari hanya berpasangan pada musim kawin, dan terurnya dierami Kasuari jantan.

taman burung tmii jakarta

Keluar dari area Taman Burung kita akan sampai di area parkir dimana terdapat toko cindera mata serta sejumlah warung makanan yang menawarkan beragam kuliner dengan harga yang cukup wajar.

taman burung tmii jakarta

Gestur lainnya dari Burung Hantu Beluk Ketupa yang sempat saya potret saat itu.

taman burung tmii jakarta

Burung bangau paruh kuning dengan leher coklat kekuningan ini tengah melongok karena ada yang menarik perhatiannya. Leher panjangnya membuat ia bisa mencari makan dengan mencelupkan kepalanya cuku dalam di bawah permukaan air.

taman burung tmii jakarta

Burung Jenjang mahkota abu-abu ini memiliki kaki badan dan leher yang sangat panjang. Kakinya sangat kurus. Boleh jadi karenanya badannya juga sangat ringan dengan bulu yang tebal

taman burung tmii jakarta

Merak hijau ini memiliki mata lembut, yang biasanya dimiliki oleh jenis burung bukan pemangsa atau predator sebagaimana burung elang atau burung hantu. Warna hijau burung ini sangat indah.

taman burung tmii jakarta

Burung jalak abu-abu ini meskipun sangat suka makan buah seperti pepaya dan pisang namun memiliki mata yang sangat tajam dan galak.

taman burung tmii jakarta

Tatap mata setengah menyelidik namun mengingatkan saya pada orang yang sedang sakit. Melihat bentuk badannya, mungkin ia bukan burung yang sanggup terbang sangat cepat.

taman burung tmii jakarta

Elang-laut dada-putih tengah mengeluarkan suaranya, mungkin untuk mengusir kebosanan. Terbang di langit yang luas dengan bebas tinggal menjadi angan-angan yang nyaris mustahil bisa ia alami lagi.

taman burung tmii jakarta

Elang Bondol juga sebangsa burung yang biasa menikmati kebebasan dengan terbang tinggi dan hanya menukik ketika mengejar mangsanya.

taman burung tmii jakarta

Burung pelikan ini sangat sedap dipandang mata, apalagi jika sedang berenang di air seperti ini. Gelombang kecil pada permukaan air yang timbul karena gerak tubuh dan kakinya memberi pemandangan indah.

taman burung tmii jakarta

Burung ini termasuk jenis yang tenang, menikmati dengan sepenuhnya waktu yang ia pakai di air. Tak terlihat ada ketergesaan dalam geraknya.

taman burung tmii jakarta

Paruhnya yang sangat panjang membuat pelikan merupakan salah satu burung yang sangat unik. Kombinasi warna hitam dan putih pada bulunya juga memberi kontras yang elok.

taman burung tmii jakarta

Merpati dengan garis leher memikat ini terlihat menikmati waktu dengan hinggap santai di pohon yang tinggi. Memotret burung seperti ini mau tak mau memang harus memakai lensa tele.

taman burung tmii jakarta

Area hitam pada sekitar mata dengan bintik mata hitam besar yang dikelilingi lingkaran coklat tua terang membuat kesan misterius pada Mambruk ubiaat ini. Bulu pada kepalanya menambah keanehan burung ini.

taman burung tmii jakarta

Bintik mata hitam kecil membuat Angsa Hitam Australia ini memiliki sorot mata sangat tajam dan terkesan galak.

taman burung tmii jakarta

Pandangan dekat pada Angsa Hitam Australia dengan paruh berwarna pink pucat. Garis abu-abu putih pada bulunya terlihat indah.

taman burung tmii jakarta

Leher panjang, kepala yang kecil menekuk tajam, dan badan besar dengan bulu-bulu gemuk indah membuat angsa sering mempertontonkan "pose" yang cantik dipandang.

taman burung tmii jakarta

Pohon-pohon tua dan mati seperti ini menjadi pilihan untuk diletakkan di dalam kubah kandang burung, oleh karena tak bakal tumbuh menembus jaring.

taman burung tmii jakarta

Burung Dara seperti ini termasuk burung cerdas dan senang bersaing. Jika tidak maka bagaimana mungkin mereka bisa diadu cepat, dan bisa pula digunakan sebagai pengirim berita yang handal.

taman burung tmii jakarta

Gestur itik ini mengingatkan saya pada ekspresi malas, lamban, dan bodoh, meskipun mungkin tak demikian sifatnya. Selaput pada jari kakinya membuat itik ini bisa meluncur cepat saat berenang.

taman burung tmii jakarta

Ekspresi Bangau dan posisi tubuh bangau tongtong yang terlihat seperti seorang kakek tua renta yang akan tumbang ketika terkena angin. Biji matanya yang tak terlihat membuat ia terlihat seperti buta.

taman burung tmii jakarta

Pemandangan yang menyegarkan pada danau buatan dan taman berumput yang luas. Burung memang biasanya sangat senang hidup di lungkungan yang banyak air.

taman burung tmii jakarta

Salah satu kubah burung yang terlihat masih dalam kondisi sangat baik. Betapa pun besar dan eloknya kubah itu, namun tetap membatasi kebebasan burung yang ada di dalamnya.

taman burung tmii jakarta

Sudut pandang lain yang memperlihatkan kelok danau dan kontur taman. Taman Burung TMII ini terlihat dirawat dengan sangat baik dan bersih.

taman burung tmii jakarta

Kasuari, burung yang tak bisa terbang ini, memiliki tanduk di kepala yang membantunya saat berjalan di habitatnya di hutan yang lebat. Kakinya sangat kuat dan berkuku tajam.

taman burung tmii jakarta

Sorot mata yang tajam, tanduk yang terlihat keras, serta leher dan gelambir yang warnanya terlihat sangat cantik. Kakinya memang terlihat besar dan kuat, dengan bulu badan yang kasar.

taman burung tmii jakarta

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Timur, Hotel Melati di Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Timur.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑