Foto Taman Burung

Di dalam kubah yang besar terdapat sebuah tempat yang berada di atas gundukan buatan dimana pengunjung bisa berfoto bersama burung Julang Sulawesi dan juga Burung Hantu dengan membayar sejumlah uang kepada penjaganya. Taman Burung TMII memiliki koleksi sekitar 2000 ekor burung yang terdiri dari 167 jenis yang ada di tanah air.

Inside the large dome there's a place that was above an artificial mound where visitors could take pictures with the Sulawesi hornbill and owl by paying a certain amount of money to the guard. TMII Bird Park has a collection of around 2000 birds consisting of 167 species in Indonesia.



Danau buatan di Taman Burung TMII menjadi tempat nyaman bagi pelikan putih dengan garis hitam elok ini yang tengah berenang lambat dan santai di permukaan airnya. Selain pelikan juga ada angsa, bebek dan belibis yang berenang di danau ini. Danau juga menjadi tempat minum dan mandi burung yang dibiarkan hidup bebas di dalam taman.

The artificial lake in the TMII Bird Park is a comfortable place for these white pelicans with beautiful black lines which were swimming slowly and relaxing on surface of the water. Apart from pelicans, there were also geese, ducks and grouse that swam in this lake. The lake was also a place for drinking and bathing of birds that were allowed to live freely in the park.



Danau Taman Burung TMII dengan pelikan putih bergaris hitam berenang lambat dan santai di sana. Di sana ada pula angsa, bebek dan belibis. Danau menjadi tempat minum dan menyegarkan badan bagi burung yang hidup bebas di dalam taman.

The TMII Bird Park Lake with white pelicans with black stripes were swimming slowly and relaxing there. There were also geese, ducks and grouse. The lake's a place to drink and refresh the body for birds that live freely in the park.



Merpati dengan garis leher elok sesaat setelah memamerkan suara merdunya. Di Taman Burung TMII juga ada burung berambut keriting, burung merak berjambul dan berbulu indah, Rangkong atau Enggang, dan banyak lagi yang lainnya.

A pigeon with a lovely neckline was photographed just after showing off her dove voice. In the TMII Bird Park there were also curly-haired birds, peacocks with crested and beautiful feathers, hornbills or Enggang, and many others.



Burung telinga kuning dengan paruh merah kuning ini bentuknya mirip dengan Burung Beo Nias, hanya saja Beo Nias bulu badannya hitam legam, sedangkan burung ini bulu badan dan sayapnya seluruhnya berwarna putih putih.

The yellow ear bird with a red and yellow beak looks similar to the Nias Parrot, except that the Nias Beo has jet black body feathers, while this bird has completely white and white body feathers and wings.



Sejenis burung jalak yang dibiarkan lepas di dalam kurungan kubah besar dengan pakan berupa pepaya dan pisang ditancapkan pada ranting kayu. Burung-burung ini hanya bisa dilihat dari jarak jauh, dan akan terbang menjauh jika didekati orang.

A type of starling that is left loose in a large dome cage with food in the form of papayas and bananas stuck on wooden branches. These birds can only be seen from a distance, and will fly away if eing bapproached by people.



Sejenis Burung Kuntul atau burung bangau dengan bulu lehernya yang panjang dan kepala bagian atasnya berwarna coklat kekuningan. Paruhnya lancip tajam dan matanya kecil waspada yang berguna ketika mencari mangsa.

A kind of egret or crane with long neck feathers and yellowish brown upper head. Its pointed beak is sharp and its small eyes are always in alert which come in handy when looking for prey.



Burung Bangau ini mirip dengan burung sebelumnya, mungkin sama, hanya saja leher burung ini mungkin tengah dipendekkan. Bisa juga burung yang bebeda karena paruh burung bangau ini tidak selancip dan setajam burung bangau sebelumnya.

Th stork is similar to the previous bird, maybe the same, it's just that this bird's neck is probably being shortened. It could also be a different bird because the crane's beak is not as sharp and sharp as the previous one.



Burung Hantu Beluk Ketupa atau Burung Hantu Kuning (Ketupa ketupu) yang hidup di Kepulauan Riau, Pulau Sumatera, Bangka, Belitung, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Burung ini bisa hidup hingga usia 30 tahun jika tidak diganggu manusia. Biasanya aktif di malam haria, dan tinggal di dalam hutan yang yang gelap, dan mencari makan sendirian.

Owl Beluk Ketupa or Yellow Owl (Ketupa ketupu) that lives in Riau Islands, Sumatra Island, Bangka, Belitung, Java, Bali and Kalimantan. This bird can live up to 30 years if not disturbed by humans. Usually active at night, and live in dark forests, and looking for food alone.



Julang Sulawesi atau Kangkareng Sulawesi (Penelopides exarhatus), sejenis Rangkong, dengan tanduk berwarna putih. Warna kuning pada wajah dan tenggorokan menunjukkan bahwa burung ini berjenis jantan. Jika bersuara mirip ringkikan atau klakson, dan suara pendek melengking berbunyi "claak". Burung ini bisa ditemukan di Pulau Lembeh, Pulau Muna, dan Butung (Buton).

Sulawesi hornbill or Sulawesi Kangkareng (Penelopides exarhatus), a type of hornbill, with white horns. The yellow color on the face and throat indicates that this bird is male. It sounds like a whinny or a horn, and a short, shrill voice that sounds "claak". This bird can be found on Lembeh Island, Muna Island, and Butung (Buton).



Serak taliabu (Tyto nigrobrunnea), merupakan spesies burung hantu dalam famili Tytonidae, dan merupakan burung endemik di Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Sulawesi. Termasuk satwa langka karena rusaknya habitat hutan dimana mereka tinggal.

Serak Taliabu (Tyto nigrobrunnea), is an owl species in the Tytonidae family, and is endemic to Taliabu Island, Sula Islands, Sulawesi. Included into rare animals due to the destruction of the forest habitat where they live.



Burung Bangau dengan warna bulu leher dan kepala coklat kekuningan tengah hinggap di atas pohon. Burung Bangau bisa terbang tinggi, dan sering tidur di pohon-pohon besar yang sangat tinggi secara bergerombol hingga memenuhi dahan pohon.

Stork with yellowish brown neck feathers and head perched on the tree. Storks can fly high, and often sleep in large trees that are very tall in groups to fill the branches.



Elang bondol (Haliastur indus) merupakan burung pemangsa dari famili Accipitridae, yang hidup di daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Elang bondol dan salak condet pernah dijadikan sebagai maskot kota Jakarta.

The bondol eagle (Haliastur indus) is a bird of prey from the Accipitridae family, which lives in the areas of Sumatra, Kalimantan, Java, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku and Papua. The bondol eagle and the salak condet were once used as the mascots for the city of Jakarta.



Burung Jenjang mahkota abu-abu (Balearica regulorum) dengan mahkota sangat indah dan berleher panjang. Burung jenjang setia seumur hidup dengan pasangannya dan mengeluarkan suara ribut dambil menari saat memadu kasih.

The gray-crowned tiered bird (Balearica regulorum) with a very beautiful crown and long neck. Cage birds are faithful for life with their partners and make noisy sounds while dancing when making love.



Burung jenjang Mahkota abu-abu yang cantik ini lazimnya hidup berkelompok, namun saya tak melihat ada burung yang lain di dekatnya. Origami burung jenjang disebut tsuru, memakai nama Jepang untuk burung ini, atau disebut lipatan kertas burung bangau.

These beautiful gray crowned cranes usually live in groups, but I did not see any other birds nearby. Origami cranes are called tsuru, after the Japanese name for this bird, or so-called crane paper folds.



Merak hijau (Pavo muticus) dengan jambul tegak yang merupakan salah satu dari tiga spesies merak suku Phasianidae dengan bulu hijau keemasan yang indah. Burung jantan dewasa panjangnya bisa mencapai 3 meter. Merak hijau merupakan burung yang bisa terbang.

The green peacock (Pavo muticus) with an upright crest which is one of the three species of the Phasianidae peacock with beautiful golden green fur. Adult male birds can reach 3 meters in length. The green peacock is a bird that can fly.



Jenis burung jalak lainnya dengan bulu abu-abu dan ekor bagian pawah putih serta paruh kekuningan yang juga dibiarkan lepas di dalam kubah kawat. Potongan buah pepaya dan pisang menjadi makanan pokok burung ini, selain mungkin serangga.

Other types of starlings with gray feathers and white lower tail tails and yellowish beaks are also left loose in the wire dome. Pieces of papaya and bananas are the food of these birds, in addition to possible insects.



Burung dengan bulu kecoklatan dan berjambul ini cukup menarik karena di lehernya terdapat bulu-bulu putih yang panjang. Burung ini memakan biji-bijian yang disediakan di dalam wadah plastik.

The bird with brownish feathers and a crest was quite attractive because its neck had long white feathers. This bird ate the seeds provided in a plastic container.



Elang-laut dada-putih (Haliaeetus leucogaste), dengan bentangan sayap bisa mencapai tiga meter, dan merupakan burung laut terbesar yang sanggup terbang hingga kecepatan 115 km per jam. Elang laut dada putih adalah burung yang menjadi lambang Kabupaten Jepara. Makan utamanya ular laut, kura-kura dan penyu kecil, dan burung air.

The white-breasted sea eagle (Haliaeetus leucogaste), with a wingspan of up to three meters, is the largest seabird capable of flying up to a speed of 115 km per hour. The white-breasted sea eagle is a bird that is the symbol of Jepara Regency. Its main diet is sea snakes, turtles and small turtles, and water birds.



Elang Bondol biasanya terbang melayang di ketinggian 20 - 50 meter di atas permukaan. Di India, burung ini dianggap sebagai wujud masa kini dari Garuda, burung suci tunggangan Dewa Wisnu. Elang Bondol berkembang biak pada bulan Januari-Agustus, dan Mei-Juli. Telurnya dierami selama 28-35 hari.

Bondol eagles usually fly at an altitude of 20 - 50 meters above the surface. In India, this bird is considered as the present form of Garuda, the sacred bird on Lord Vishnu. Bondol eagles breed in January-August, and May-July. The eggs are incubated for 28-35 days.



Burung pelikan atau Burung Undan memiliki kantung di bawah paruhnya dan hidup di air sebagai perenang yang baik dengan kaki pendek kuat yang berselaput. Makanannya biasanya ikan, katak, dan kepiting. Perkembangbiakannya berlangsung segera setelah mendapatkan pasangan dan berlanjut selama 3 - 10 hari sebelum bertelur.

Pelicans or Ostriches have pockets under their beaks and live in the water as good swimmers with strong short-sleeved legs. The food is usually fish, frogs, and crabs. Breeding occurs immediately after mating and continues for 3 - 10 days before laying eggs.



Burung ini mungkin sejenis kuntul degan kaki panjang berwarna kemerahan, bulu badan atas dan sayap berwarna abu-abu, bulu leher dan dada warna putih, kepala atas bulunya hitam, dan ada semacam jengger kuning pada paruhnya.

This bird is probably a kind of heron with long reddish legs, gray upper body and wing feathers, white neck and chest feathers, black top head, and a yellow comb on its beak.



Mambruk ubiaat (Goura cristata) yang masih kerabat merpati, dengan mahkota cantik di kepalanya yang menyerupai renda dan bulu gelap di sekitar matanya. Mambruk ubiaat merupakan hewan endemik Papua dengan makanan utama berupa buah dan biji-bijian.

Mambruk ubiaat (Goura cristata), a relative of dove, with a beautiful crown on her head that resembles lace and dark fur around her eyes. Mambruk ubiaat is an animal endemic to Papua with the main food in the form of fruit and seeds.



Angsa Hitam Australia (Cygnus atratus) dengan mata tajam, bulu berwarna hitam atau abu-abu cerah dengan warna paruh merah yang kontras dengan warna tubuhnya. Angsa ini banyak terdapat di kebun binatang dan juga sering dijadikan koleksi peliharaan. Angsa hitam tersebar di pesisir Australia bagian selatan, tenggara dan di Tasmania.

Australian Black Swan (Cygnus atratus) with sharp eyes, black or light gray fur with a red beak that contrasts with its body color. These geese are widely available in zoos and are also often used as pet collections. The black swan is scattered on the coasts of southern, southeastern Australia and in Tasmania.



Burung Merpati atau Burung Dara, yangmasuk dalam famili Columbidae dari ordo Columbiformes. Ada sekitar 300 spesies burung merpati yang dikenal hingga saat ini. Burung ini mebangun sangkarnya dari ranting dan bahan bekas lainnya yang diletakkan di pohon atau tempat lain dan mengerami satu atau dua telurnya secara bergantian.

Pigeons or Burung Merpati, which are included in the Columbidae family of the Columbiformes order. There are about 300 species of doves known to date. This bird builds a cage from twigs and other used materials that are placed in a tree or other place and incubates one or two eggs alternately.



Elang-ular bido atau Crested Serpent Eagle dengan bulu kepala atas hitam dan leher coklat kehitaman, perut, sisi tubuh dan lambung berbintik-bintik putih. Di sekitar mata sampai paruh tidak berbulu dan berwarna kuning, kulit kakinya kebal terhadap bisa ular. Makanan utamanya lar-ular kecil, burung kecil, tikus, kelinci dan mamalia kecil lainnya.

The bido snake-eagle or Crested Serpent Eagle with black top head and blackish brown neck, white mottled belly, sides and hull. Around the eyes until the beak is hairless and yellow, the skin on the feet is immune to snake venom. Its main diet is small snakes, small birds, rats, rabbits and other small mammals.



Mungkin ini yang disebut sebagai Itik Benjut dengan warna bulu coklat dengan mahkota coklat tua kemerahan, sebagian muka dan leher berwarna agak keputihan, ujung paruhnya melengkung, dan warna bulu leher coklat berbintik putih yang makin besar bintiknya ke bagian bawah belakang. Itik ini hidup di rawa, mangrove, sungai di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Maybe this is what is known as a Lumpy Duck with brown hair color with a dark reddish brown crown, some of the face and neck are slightly whitish, the tip of the beak is curved, and the color of the neck fur is brown with white spots that the spots are getting bigger to the bottom of the back. These ducks live in swamps, mangroves, rivers in Java, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi and Nusa Tenggara.



Pintu besi dengan ram-raman kawat yang berputar ini adalah pintu masuk ke dalam dan pintu keluar dari kubah dimana satwa burung dipelihara, dan di sebelahnya ada lagi tirai besi, yang dimaksudkan sebagai pencegah kaburnya burung dari kubah.

This metal door with rotating wire ropes is the entrance to and exit from the dome where the birds are kept, and next to it is an iron curtain, which is meant to prevent birds from escaping from the dome.



Gua buatan di Taman Burung TMII yang berujung pada kolam dan sungai buatan dimana pengunjung bisa memberi makan pada unggas yang pakannya bisa dibeli pada kios yang ada di dalam. Anak-anak akan betah berada di sini, dan bisa sulit membawa mereka pergi karena senangnya.

An artificial cave in the TMII Bird Park which ends at an artificial pond and river where visitors can feed the birds whose feed can be purchased at a kiosk inside. The children will feel at home here, and it can be difficult to bring them away because of the joy they experience in there.



Bangau tongtong (Leptoptilos javanicus) dengan bulu pada sayap, punggung, dan ekor berwarna hitam, tubuh bagian bawahnya putih, kepala botak, leher dan tenggorokan merah jambu dengan bulu kapas putih halus pada mahkota kepalanya. Burung Bangau Tongtong dulu banyak hidup di Jawa dan Bali, namun kini sudah jarang. Juga hidup di Sumatera timur dan Kalimantan.

Stork tongtong (Leptoptilos javanicus) with black feathers on the wings, back and tail, white lower body, bald head, pink neck and throat with fine white cotton feathers on the crown of its head. The Tongtong crane used to live in Java and Bali, but now it is rare. Also live in East Sumatra and Kalimantan.


Aliran sungai di Taman Burung TMII yang menjadi tempat berenang dan mencari makan bagi berbagai satwa air seperti bebek, angsa, pelikan, bangau, dan burung-burung lainnya. Di ujung sana adalah gua buatan itu.

The river flows in the TMII Bird Park which is a place for swimming and foraging for various aquatic animals such as ducks, geese, pelicans, herons, and other birds. At the far end there is the artificial cave.



Kasuari termasuk jenis binatang yang dilindungi. Badannya besar dengan tinggi bisa mencapai 170 cm, dan karenanya tidak bisa terbang. Burung berbulu hitam yang keras dan kaku ini berasal dari Papua. Ada tiga spesies Kasuari, yaitu Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius), dan Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti). Burung Kasuari hanya berpasangan pada musim kawin, dan terurnya dierami Kasuari jantan.

Cassowaries are protected species. Its body is large and can reach 170 cm in height, and therefore cannot fly. This hard and stiff black feathered bird comes from Papua. There are three species of Cassowaries, namely Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius), and Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti). Cassowary birds only pair during the breeding season, and the eggs are incubated by male cassowaries.



Keluar dari area Taman Burung kita akan sampai di area parkir dimana terdapat toko cindera mata serta sejumlah warung makanan yang menawarkan beragam kuliner dengan harga yang cukup wajar.

Upon exiting the Bird Park area, we arrived at a parking area where there were souvenir shops and a number of food stalls offering a variety of culinary delights at reasonable prices.



Gestur lainnya dari Burung Hantu Beluk Ketupa yang sempat saya potret saat itu.

Another pose of the Ketupa Beluk Owl.



Burung bangau paruh kuning dengan leher coklat kekuningan ini tengah melongok karena ada yang menarik perhatiannya. Leher panjangnya membuat ia bisa mencari makan dengan mencelupkan kepalanya cuku dalam di bawah permukaan air.

This yellow beak stork with a yellowish brown neck was peeking out because someone caught its eye. Its long neck allows it to forage by dipping its head deep enough under the surface of the water.



Burung Jenjang mahkota abu-abu ini memiliki kaki badan dan leher yang sangat panjang. Kakinya sangat kurus. Boleh jadi karenanya badannya juga sangat ringan dengan bulu yang tebal

This gray crowned bird has very long legs and a neck. Her legs are very thin. Perhaps because of that her body is also very light with thick fur



Merak hijau ini memiliki mata lembut, yang biasanya dimiliki oleh jenis burung bukan pemangsa atau predator sebagaimana burung elang atau burung hantu. Warna hijau burung ini sangat indah.

This green peacock has soft eyes, which are usually owned by non-predatory birds such as hawks or owls. The green color of this bird is very beautiful.



Burung jalak abu-abu ini meskipun sangat suka makan buah seperti pepaya dan pisang namun memiliki mata yang sangat tajam dan galak.

Although this gray starling really likes to eat fruit like papaya and banana, yet it has very sharp and fierce eyes.



Tatap mata setengah menyelidik mengingatkan saya pada orang yang sedang sakit. Melihat bentuk badannya, mungkin ia bukan burung yang sanggup terbang sangat cepat.

The half-inquisitive eyes reminded me of the sick person. Looking at his body shape, maybe he is not a bird that is able to fly very fast.



Elang-laut dada-putih tengah mengeluarkan suaranya, mungkin untuk mengusir kebosanan. Terbang di langit yang luas dengan bebas tinggal menjadi angan-angan yang nyaris mustahil bisa ia alami lagi.

A white-breasted sea-eagle was making its sound, perhaps to ward off boredom. Flying in the wide sky freely remained a dream that was almost impossible for him to experience again. But freedom not is without a risk, which is sometimes deadly.



Elang Bondol juga sebangsa burung yang biasa menikmati kebebasan dengan terbang tinggi dan hanya menukik ketika mengejar mangsanya.

The Bondol eagle is also a bird that usually enjoys freedom by flying high and only swoops when chasing its prey.



Burung pelikan ini sangat sedap dipandang mata, apalagi jika sedang berenang di air seperti ini. Gelombang kecil pada permukaan air yang timbul karena gerak tubuh dan kakinya memberi pemandangan indah.

This pelican is very pleasing to the eye, especially if it is swimming in water like this. The small waves on the surface of the water arising from the movements of his body and legs provide a beautiful view.



Burung ini termasuk jenis yang tenang, menikmati dengan sepenuhnya waktu yang ia pakai di air. Tak terlihat ada ketergesaan dalam geraknya.

This bird is a calm breed, fully enjoying the time it spends in the water. There was no rush in his movements.



Paruhnya yang sangat panjang membuat pelikan merupakan salah satu burung yang sangat unik. Kombinasi warna hitam dan putih pada bulunya juga memberi kontras yang elok.

Its very long beak makes the pelican one of the most unique birds. The black and white color combination of the coat also provides a nice contrast.



Merpati dengan garis leher memikat ini terlihat menikmati waktu dengan hinggap santai di pohon yang tinggi. Memotret burung seperti ini mau tak mau memang harus memakai lensa tele.

The pigeon with a charming neckline was seen enjoying time perching casually on a tall tree. Photographing birds like this inevitably requires using a rather telephoto lens.



Area hitam pada sekitar mata dengan bintik mata hitam besar yang dikelilingi lingkaran coklat tua terang membuat kesan misterius pada Mambruk ubiaat ini. Bulu pada kepalanya menambah keanehan burung ini.

The black area around the eyes with large black eye spots surrounded by light dark brown circles makes a mysterious impression on this Mambruk ubiaat. The feathers on its head add to the strangeness of this bird.



Bintik mata hitam kecil membuat Angsa Hitam Australia ini memiliki sorot mata sangat tajam dan terkesan galak.

Small black eye spots make this Australian Black Swan have very sharp eyes and seem fierce.



Pandangan dekat pada Angsa Hitam Australia dengan paruh berwarna pink pucat. Garis abu-abu putih pada bulunya terlihat indah.

A close look at the Australian Black Swan with a pale pink beak. The gray and white stripes on the fur look beautiful.



Leher panjang, kepala yang kecil menekuk tajam, dan badan besar dengan bulu-bulu gemuk indah membuat angsa sering mempertontonkan "pose" yang cantik dipandang.

Long and slim neck, small head that bent sharply, and big body with beautiful fat feathers make geese often show off "poses" that are beautiful to look at.



Pohon-pohon tua dan mati seperti ini menjadi pilihan untuk diletakkan di dalam kubah kandang burung, oleh karena tak bakal tumbuh menembus jaring.

Old and dead trees like this are the choice to be placed in the dome of the aviary, because they will not grow through the net.



Burung Dara seperti ini termasuk burung cerdas dan senang bersaing. Jika tidak maka bagaimana mungkin mereka bisa diadu cepat, dan bisa pula digunakan sebagai pengirim berita yang handal.

Pigeon like this is a smart bird and likes to compete. If not, then how could they be competed in a race, and they could also be used as reliable news senders.



Gestur itik ini mengingatkan saya pada ekspresi malas, lamban, dan bodoh, meskipun mungkin tak demikian sifatnya. Selaput pada jari kakinya membuat itik ini bisa meluncur cepat saat berenang.

This gesture of a duck reminds me of the expression of laziness, sluggishness, and foolishness, although it may not be so. The webs on its toes allow this duck to glide quickly while swimming.



Ekspresi Bangau dan posisi tubuh bangau tongtong yang terlihat seperti seorang kakek tua renta yang akan tumbang ketika terkena angin. Biji matanya yang tak terlihat membuat ia terlihat seperti buta.

The expression of the crane and the stork's body position that looks like an old old man who will fall when hit by wind. His invisible pupils made him look blind.



Pemandangan yang menyegarkan pada danau buatan dan taman berumput yang luas. Burung memang biasanya sangat senang hidup di lungkungan yang banyak air.

A refreshing view of the man-made lake and large grassy garden. Birds are usually very happy to live in environments with lots of water.



Salah satu kubah burung yang terlihat masih dalam kondisi sangat baik. Betapa pun besar dan eloknya kubah itu, namun tetap membatasi kebebasan burung yang ada di dalamnya.

One of the bird domes that was still in great shape. No matter how big and beautiful the dome is, it still limits the freedom of the birds in it.



Sudut pandang lain yang memperlihatkan kelok danau dan kontur taman. Taman Burung TMII ini terlihat dirawat dengan sangat baik dan bersih.

Another viewpoint that shows the winding of the lake and the contours of the park. The TMII Bird Park looked well cared for and clean.



Kasuari, burung yang tak bisa terbang ini, memiliki tanduk di kepala yang membantunya saat berjalan di habitatnya di hutan yang lebat. Kakinya sangat kuat dan berkuku tajam.

Cassowary, the flightless bird, has horns on its head which help it when it walks in its habitat in dense forest. The legs are very strong and the nails are sharp.



Sorot mata yang tajam, tanduk yang terlihat keras, serta leher dan gelambir yang warnanya terlihat sangat cantik. Kakinya memang terlihat besar dan kuat, dengan bulu badan yang kasar.

The sharp eyes, hard horns, and neck and wattle that look very pretty. The legs did look big and strong, with coarse body hair.



©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.