Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta

February 09, 2019. Label:
Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta Timur adalah sebuah warisan berharga lainnya dari mendiang Presiden Soeharto yang koleksinya sebagian besar berupa hadiah dari para petinggi negara, politisi, dan kalangan pebisnis, saat ia masih berkuasa dan berjaya di negeri ini. Mungkin tidak akan ada lagi presiden yang bisa menyamainya.

Ide membangun Museum Purna Bhakti Pertiwi datang dari mendiang Ibu Tien Soeharto agar masyarakat berkesempatan ikut melihat benda-benda sangat berharga itu, yang mimpi pun tak pernah melihat apalagi memilikinya. Masyarakat bisa menikmati koleksi luar biasa itu tanpa perlu mengeluarkan uang untuk membeli dan lalu pusing menyimpannya.

Meski letak museum agak jauh dari tempat parkir, namun ada kendaraan gratis antar jemput museum. Bangunan museum berbentuk kerucut itu, menyerupai nasi tumpeng dalam tradisi Jawa, dibangun di atas tanah seluas 19,7 hektar dengan luas bangunan 25.095m2 .

museum purna bhakti pertiwi

Ketika memasuki area utama museum segera terlihat ada dua patung penari Bali dari uang kepeng di kiri kanan lintasan, serta patung Ibu Tien Soeharto di arah depan. Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta diresmikan Soeharto pada 23 Agustus 1993, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-70 Tien Soeharto, 3 tahun sebelum kematiannya pada tahun 1996.

Sebuah ukiran halus yang menggambarkan penghuni hutan pada kayu berukuran besar terlihat berdiri tegak di ruangan utama museum. Pada jaman Orde Baru tidak sulit untuk mendapatkan kayu berkualitas tinggi dengan ukuran besar, karena pada jaman itu berlangsung eksploitasi hutan besar-besaran. Pedagang kayu jati umumnya bisa meraih untung sangat besar, terutama ketika membangun rumah pejabat yang sangat royal dengan uangnya.

Yang juga sangat cantik adalah patung yang menggambarkan pertarungan mematikan antara Rahwana dan Jatayu dalam kisah Ramayana, karya I Ketut Moderen, Bali, terbuat dari pohon Johar setinggi 3,45 meter, pemberian Keluarga Sudwikatmono. Masih dari Bali, ada karya Dewa Made Windia (Peliatan, Ubud) berupa sekelompok patung dari uang kepeng yang indah.

museum purna bhakti pertiwi

Di tempat lain ada mangkuk berpenutup terbuat dari perak dan patung gajah dari kayu dilapis perak dengan miniatur gading asli. Banyak sekali barang berharga terbuat dari perak dan gading di Museum Purna Bhakti Pertiwi. Ada pula koleksi patung perak penari Melayu, diberikan oleh penasehat ekonomi dari Malaysia, dan kereta kerajaan terbuat dari perak bernama "Kanjeng Kyai garuda Yaksa" Keraton Yogyakarta, yang diberikan keluarga Imam Sapardi, pada 23 Agustus 1983.

Sebuah patung petani dengan kerbaunya yang disepuh emas di Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta mengingatkan saya pada suasana damai di kampung. Ada pula patung kuda dari Tiongkok, patung kuda tembaga dari Juana, dan miniatur Kapal Sembilan Naga Kekaisaran Tiongkok yang terbuat dari batu jade Nephrite asal provinsi Xinjiang, Tiongkok.

Yang juga menarik adalah patung karya Agung Bunakur Partawijaya dari Jawa Tengah, dibuat pada 1992, setinggi 2,15 meter yang menggambarkan penggalan kisah Mahabharata tentang kelahiran Parikesit, anak Abimanyu, sedangkan Abimanyu adalah anak Arjuna. Parikesit adalah raja besar yang memimpin Astina setelah selesainya Bharatayudha. Selanjutnya adalah Langlang Buana, karya I Wayan Asin dari Bali, memakai akar pohon karet berusia 100 tahun yang memakan waktu 16 bulan untuk membuatnya.

Kepeng adalah mata uang kuno yang masih dipakai dalam ritual keagamaan di Bali. Selanjutnya ada ukiran kisah Nawa Sanga, atau Sembilan Dewa Pelindung dalam agama Hindu yang menjaga 9 arah mata angin. Mereka adalah Brahma (Selatan), Wisnu (Utara), Siwa (Pusat), Iswara (Timur), Mahadewa (Barat), Sambhu (Timur Laut), Maheswara (Tenggara), Rudra (Barat Laut) and Sangkara (Barat Daya).

Selanjutnya ada ukiran pada akar kayu yang sangat indah serta koleksi gading yang diukir dengan kisah Ramayana. Di sebelahnya adalah deret ruang pajang dengan berbagai koleksi gading yang diukir dengan detail rumit, serta koleksi penari yang terbuat dari uang kepeng, dan koleksi berharga lainnya. Ada pula burung-burung porselen dari Herend - Hungaria, Bohemia - Czechoslovakia, Guiseppe Cherato dan Capodimonte - Italia, Kaiser - Jerman, serta BNR - Spanyol.

Masih sangat banyak koleksi berharga Museum Purna Bhakti Pertiwi lainnya, seperti miniatur kapal yang rumit dan indah terbuat dari perak, koleksi Jangkar dan patung Tiongkok, serta berbagai benda berharga terbuat dari kristal sungguh memikat dan bernilai tinggi. Orang dengan uang tak terbatas pun mungkin tidak pernah terpikir untuk memilikinya. Di lantai dua museum bisa ditemukan koleksi Rangda lambang kekuatan jahat, Barong Ket (Keket) lambang kekuatan baik, dan Celuluk lambang kekuatan jahat yang lain yang merupakan karya I Wayan Raka dari Bali. Koleksi di lantai tak sebanyak koleksi yang ada di lantai satu.

Pesan mendiang Presiden Soeharto di Museum Purna Bhakti ditulis pada batu yang berwujud gunungan, berbunyi "Hanya sebutir pasir yang dapat kami beri untuk memperkokoh pondasi Negara Republik Indonesia", ditandatangani pada 23 Agustus 1993. Museum Purna Bhakti Pertiwi merupakan tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi, apalagi lokasinya berada sangat dekat dengan TMII. Begitu banyaknya koleksi benda sangat berharga yang di simpan di sana, yang sulit bagi orang lain untuk mengumpulkannya dalam satu tempat, apalagi memilikinya.

Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta

Alamat : Jl. Jalan Raya Taman Mini Pintu 1. Kel. Ceger, Kec. Cipayung, Jakarta Timur. Tel. 021-8401604, Fax. 021-8411464. Lokasi GPS : -6.300682, 106.886644, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Harga tiket masuk : Rp 2.000 untuk dewasa, dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Jam buka : Senin s/d Sabtu 09.00 - 16.00, Minggu 09.00 - 18.00.

Galeri Foto

Patung petani dengan anak isteri serta kerbaunya yang semuanya disepuh emas di Museum Purna Bhakti Pertiwi , mengingatkan saya pada masa kecil di kampung.

museum purna bhakti pertiwi

Kereta kerajaan yang dibuat dari perak bernama "Kanjeng Kyai garuda Yaksa" Keraton Yogyakarta, yang diberikan oleh keluarga Imam Sapardi, pada 23 Agustus 1983. Ada pula miniatur pedati perak, piring perak yang dibuat di UD Deluxe Yogya 80, teko teh perak dengan motif wayang.

museum purna bhakti pertiwi

Sebuah ukiran halus menggambarkan para penghuni hutan pada kayu berukuran besar berdiri tegak di ruangan utama museum.

museum purna bhakti pertiwi

Patung karya Agung Bunakur Partawijaya dari Jawa Tengah, dibuat pada 1992, setinggi 2,15 meter yang menggambarkan penggalan kisah Mahabharata tentang kelahiran Parikesit, anak Abimanyu, sedangkan Abimanyu adalah anak Arjuna. Parikesit adalah raja besar yang akan memimpin Astina setelah selesainya Bharatayudha.

museum purna bhakti pertiwi

Patung sebatas dada yang dibuat dari bahan perunggu seorang Kepala Suku, diberikan oleh Laksamana Muda Okhai M. Akhigbe, Panglima Angkatan Laut Nigeria, yang diberikan pada 21 Agustus 1995.

museum purna bhakti pertiwi

Kotak perhiasan perak, di dalamnya ada kotak-kotak dari batu pualam dengan ornamen indah, yang diberikan oleh Hun Sen, Perdana Meneteri Kambodia saat itu.

museum purna bhakti pertiwi

Di latar belakang adalah gading pemberian Bupati Bengkulu Utara, gading pemberian AT Ahmed Dubes Somalia untuk RI. Sebelah kiri adalah bokor dari perak pemberian LetJen Cheng daari Myanmar, di tengah jam berlapis perak pemberian Puzyk dari Rusia, dan di sebelah kanan adalah kotak perak pemberian Dowaee Chullasapya Wamenhan Thailand.

museum purna bhakti pertiwi

Patung perak penari Melayu, diberikan oleh Yab Tun Dato Paduka Daim Zaenudin, seorang penasehat ekonomi yang berasal dari negeri jiran, Malaysia, pada 20 Agustus 1997.

museum purna bhakti pertiwi

Membrayut, karya I Ketut Modern dari Bali yang dibuat dari Kayu Johar, pemberian Keluarga Sudwikatmono. Jaman Dahulu orang percaya bahwa banyak anak banyak rezeki. Kini orang mulai percaya bahwa banyak anak banyak masalah.

museum purna bhakti pertiwi

Jambangan porselen dari Tiongkok dan Korea, dua meja berhiaskan kerang mutiara dari Batam, penyekat ruangan dari Korea, vas bunga enamel, dan empat buah permadani yang diantaranya berasal dari Timur Tengah.

museum purna bhakti pertiwi

Surau terbuat dari perak ada Kendari Sulawesi Tenggara, aneka patung binatang dari perak juga dari Kendari, serta maket rumah dari perak buatan Kendari pemberian Masyarakat Minangkabau di Jakarta yang diberikan saat acara pembukaan kembali anjungan Sumatera Barat di TMII pada 21 April 1985.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi berbagai benda terbuat dari perak pemberian dari pejabat dan orang asing, diantaranya adalah bokor perak, piring perak, tempat saus dari perak, sebagian dibuat di Kotagede, ada pula yang dibuat di Kamasan, Klungkung.

>museum purna bhakti pertiwi

Kapal layar tradisional terbuat dari perak, hadiah yang diberikan oleh Masyarakat Indonesia di Spanyol.

museum purna bhakti pertiwi

Patung Buddha dan anak-anak terbuat dari batu jade pemberian Syamsul Nursalim, pada 20 Maret 1996, saat masih menjadi Managing Director BDNI.

museum purna bhakti pertiwi

Patung kuda terbuat dari batu jade, pemberian Syamsul Nursalim pada 9 Maret 1994. Berdasarkan warnanya, jade bisa dikelompokkan menjadi enam, yaitu jade putih, kelabu. kelabu hijau, hijau biru, kemerahan, dan merah coklat. Paling mahal adalah jade hijau gelap dan bersinar terang.

museum purna bhakti pertiwi

Di sebelah kiri adalah dua buah topi perang tradisional Jepang bernama Kabuto, dan sebuah patung pemberian Lee Teng Hui dari Taiwan.

museum purna bhakti pertiwi

Tempat tidur antik yang sangat cantik terbuat dari jade dari Provinsi Yunan yang disebut "Jadeite" berwarna hijau bayam. Tempat tidur ini diperkirakan dibuat pada jaman Dinasti Ching (1644-1916 M) oleh seniman dari Beijing, pemberian Keluarga Probosutedjo.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi batu marmer dan onyx berbentuk patung singa, ayam, aneka mangkuk, meja dan guci dari Tulungagung, Jawa Tengah. Ada pula tempat lilin karya Krisna dari Jawa Tengah, ukiran dinding dari marmer asal Timur Tengah dan permadani.

museum purna bhakti pertiwi

Patung burung elang terbuat dari marmer berisi kata-kata Jenderal Sudirman yang diucapkan pada 1 Agustus 1949, pemberian Jenderal TNI SUbagyo HS, KSAD, pada 26 Juni 1998.

museum purna bhakti pertiwi

Di bagian ini terdapat koleksi permainan catur buatan Darze Benzoni - Itali terbuat dari perunggu, buatan Lalique Perancis, dan King & Country Collection - Hongkong, serta ada pula patung elang dan koleksi kain tenun.

museum purna bhakti pertiwi

Patung marmer Pangeran Diponegoro pemberian Liem Sioe Liong pada 18 Maret 1989.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi papan dan buah catur elok lainnya terbuat dari perunggu, serta koleksi batu marmer dalam bentuk telur serta kura-kura terbuat dari jade.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi batuan berupa patung badak dari Zimbabwe, dan di dekatnya namun tak terlihat pada foto ada pula patung Eskimo, buah tomat dari batu alam, batu berbentuk telur dan koleksi cantik lainnya.

museum purna bhakti pertiwi

Perahu Delapan Naga, sebuah mahakarya yang dibuat dari Nephrite jade, batu yang berasal dari Provinsi Sinkiang, Cina, replika kapal kaisar Tiongkok dari Dinasti Qin, Sui, Tang, dan Sung, pemberian Keluarga Sudwikatmono, Herman Wijaya, dan Budi Djouari.

museum purna bhakti pertiwi

Di kelompok ini terdapat koleksi kristal yang terdiri dari vas, mangkuk, patung kepala kuda, tempat lilin, patung batu Inukshuk dari kristal, dan benda-benda lain, diantara berasal dari pemberian Dan Qualye dari US, Sultan Pahang, Mobil, Chevron, Lions Club, dan banyak lagi petinggi lokal dan asing lainnya.

museum purna bhakti pertiwi

Bagian belakang dari karya berjudul Langlang Buana, terbuat dari akar pohon karet berusia 100 tahun.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi patung kuda dalam berbagai bentuk, ukuran, dan posisi, terbuat dari marmer asal Tiongkok, dan ada pula patung kuda terbuat dari kuningan asal Juana, Rembang, Jawa Tengah.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi unggas terbuat dari bahan porselen buatan Herend - Hongaria, Bohemia - Chekoslovakia, Guiseppe Cherato dan Capodimont - Italia, Gotto Original dan Kaiser - Jerman, serta BNR dari Sapanyol.

museum purna bhakti pertiwi

Patung kuda dan penungganya terbuat dari perunggu, serta patung kuda terbuat dari jade hijau, serta lukisan Soeharto yang terbuat dari bahan multiplek, pemberian dari tokoh nasional dan pejabat asing.

museum purna bhakti pertiwi

Langlang Buana, sebuah karya mengagumkan dari I Wayan Asin, Bali, dengan memakai bahan akar pohon karet berusia 100 tahun yang memakan waktu 16 bulan untuk menyelesaikannya . Ukiran ini menceritakan Nawa Sanga, atau Sembilan Dewa Pelindung yang menjaga 9 arah mata angin. Mereka adalah Brahma (Selatan), Wisnu (Utara), Siwa (Pusat), Iswara (Timur), Mahadewa (Barat), Sambhu (Timur Laut), Maheswara (Tenggara), Rudra (Barat Laut) and Sangkara (Barat Daya), koleksi Museum Purna Bhakti Pertiwi.

museum purna bhakti pertiwi

Sebuah patung penunggang kuda berbaju zirah lengkap dengan pedang terhunus berukuran besar yang diletakkan secara terpisah.

museum purna bhakti pertiwi

Gading berukir karya seniman Bali, patung kuda terbuat dari kulit, keramik dan kayu, dan ada pula alat musik rebana, tempat sirih oval dari lak, lukisan dari Tiongkok dan kain panjang antik sutera untuk perlengkapan kursi pengantin suku Dayak.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi kuda terbuat dari perunggu yang tampaknya berjudul The Arab Falconer (1880) karya P.J. Mene.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi kuda terbuat dari perunggu yang berjudul The Wicked Pony (1898) dan Rattlesnake (1905) karya Frederick Remington, USA.

museum purna bhakti pertiwi

Sekelompok patung yang dibuat dari bahan uang kepeng karya Dewa Made Windia dari Peliatan, Ubud, Bali. Ada Penari Bali, pemain Gamelan Bali, patung Selamat Datang (Penyembrama), Patung Peniup Suling, dan patung persembahan (Canang Rebong).

museum purna bhakti pertiwi

Empat buah guci keramik berukuran besar asal Tiongkok dengan detail ornamen khas oriental yang sangat indah.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi keramik dan porselen berupa guci dengan tinggi 3,88 meter buatan Jingdezhen, Cina, piring hias, tempayan, dan jambangan. Ada juga penyekat ruang dengan hiasan burung merka dan bunga peony dari sulaman benang sutera (Korea).

museum purna bhakti pertiwi

Sebuah sudut di Museum Purna Bhakti Pertiwi dengan kesan tradisional kental.

museum purna bhakti pertiwi

Dua buah topeng dengan rupa sangat ekspresif, patung pria dan wanita Jepang berpakaian tradisional lengkap yang unik.

museum purna bhakti pertiwi

Pertarungan mematikan antara Rahwana dan Jatayu dalam kisah Ramayana, karya I Ketut Moderen, Bali, yang terbuat dari pohon Johar setinggi 3,45 meter, pemberian Keluarga Sudwikatmono.

museum purna bhakti pertiwi

Empat buah gading berukir motif Bima Suci, ikan dan Ramayana karya seniman asal Bali. Ada pula koleksi kain songket Bali, mangkuk berkaki dari marmer dengan hiasan perak berukir, serta kotak perhiasan dari lak.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi empat buah gading berukir cerita Ramayana karya seniman Bali, serta sebuah kain songket Bali warna hitam dengan aplikasi benang emas.

museum purna bhakti pertiwi

Lima koleksi gading, hiasan dinding Isiphephetu yang merupakan perangkat pakaian tradisional remaja putri Afrika Selatan. Ada pula ukiran Asmat dari kayu, dua buah telur Kasuari berukir, catur, dan kain tenun.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi gading berukir motif Ramayana karya seniman Bali, ukiran kayu, patung penari Bali dari uang kepeng karya Ida Bagus Pantja, dan patung Rama Shinta karya I Gusti Ngurah Rodji, pemberian Keluarga Norman Sasono.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi empat buah gading, tiga diantaranya berukir kisah Ramayana, dan patung penari meniup seruling terbuat dari uang kepeng karya Dewa Windia, serta sebuah kain songket Bali.

museum purna bhakti pertiwi

Ukiran pada akar kayu yang sangat indah serta koleksi gading yang diukir dengan kisah Ramayana.

museum purna bhakti pertiwi

Deretan ruang pajang dengan berbagai koleksi gading yang diukir dengan detail rumit, serta koleksi penari yang terbuat dari uang kepeng, dan koleksi berharga lainnya.

museum purna bhakti pertiwi

Museum Purna Bhakti Pertiwi diresmikan Soeharto pada 23 Agustus 1993, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-70 Ibu Tien Soeharto, 3 tahun sebelum kematiannya yang terjadi pada tahun 1996.

museum purna bhakti pertiwi

Foto biografi Soeharto selama aktif di ketentaraan karya Noor Kurniawan dibuat April 2006 pada kertas berukuran 150x120 cm, terdiri dari sekitar 2800 foto kecil-kecil dan selesai dikerjakan selama sekitar dua bulan, pemberian Bob Hasan di acara hari ulang tahun Soeharto 8 Juni 2006.

museum purna bhakti pertiwi

Pandangan lebih dekat pada foto kecil-kecil yang menyusun gambar Soeharto pada foto sebelumnya.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi gamelan di lantai dua Museum Purna Bhakti Pertiwi yang terdiri dari laras pelog dan slendro, pemberian dari Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia).

museum purna bhakti pertiwi

Rangda, lambang kekuatan jahat; Barong Ket (Keket), lambang kekuatan baik; dan Celuluk, lambang kekuatan jahat yang lain. Sebuah karya I Wayan Raka, Bali, yang disimpan di Museum Purna Bhakti Pertiwi lantai 2.

museum purna bhakti pertiwi

Suasana di lantai dua yang relatif sepi, menyimpan koleksi tidak sebanyak dan sekaya yang ada di lantai satu Museum Purna Bhakti Pertiwi. Lantai ini menyimpan koleksi lukisan, aneka ragam kain / bordir, koleksi keramik, rumah toraja, laquer, tempat tidur Cina dan perangkat barong.

museum purna bhakti pertiwi

Sebuah patung Rama - Shinta serta sebuah kain tenun cantik yang disimpan di lantai dua.

museum purna bhakti pertiwi

Koleksi caping hias, hiasan dinding, kain tenun, guci, partisi, lukisan, serta beberapa koleksi lainnya yang disimpan di lantai dua.

museum purna bhakti pertiwi

Pesan mendiang Presiden Soeharto yang ditulis pada batu yang berwujud gunungan, berbunyi "Hanya sebutir pasir yang dapat kami beri untuk memperkokoh pondasi Negara Republik Indonesia", ditandatangani pada 23 Agustus 1993.

museum purna bhakti pertiwi

Bangunan Museum Purna Bhakti Pertiwi berbentuk kerucut yang bentuknya menyerupai nasi tumpeng dalam tradisi Jawa itu dibangun di atas tanah seluas 19,7 hektar dengan luas keseluruhan bangunan 25.095m2.

museum purna bhakti pertiwi

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Timur, Hotel Melati di Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Timur.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑