Museum Bank Mandiri Jakarta

March 29, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Museum Bank Mandiri Jakarta lokasinya berada di daerah Kota, tepatnya di ujung Jl. Pintu Besar Selatan selewat Jl. Gajah Mada. Letak museum berseberangan dengan halte Bus TransJakarta Kota, dan bisa diakses melalui lorong bawah tanah yang nyaman arah dari Stasiun Besar Kota jika berkunjung dengan naik KA Komuter Jabodetabek.

Museum Bank Mandiri menempati gedung tua empat lantai yang anggun di Jl. Lapangan Stasiun No. 1, Jakarta Barat. Gedung ini sebelumnya dimiliki oleh Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorij Batavia. NHM dinasionalisasi oleh pemerintah pada tahun 1960 dan menjadi kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan Urusan Ekspor Impor.

Dengan berdirinya Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada 31 Desember 1968, gedung itu pun menjadi kantor pusat Bank Exim. Kemudian dengan meleburnya Bank Exim dengan Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya dan Bank Pembangunan Indonesia ke dalam Bank Mandiri pada tahun 1999, maka gedung tersebut menjadi aset Bank Mandiri.

museum bank mandiri jakarta

Pemandangan ketika baru memasuki area gedung Museum Bank Mandiri yang sangat luas ini. Bangunan setinggi dan sekokoh ini kini jarang dibangun di Jakarta, apalagi di tempat-tempat lain di Indonesia. Kepraktisan, manfaat fungsional, dan efisiensi biaya lebih menjadi perhatian ketimbang memperhatikan seni arsitektur dan keagungan sebuah bangunan.

Meskipun bukan orang bank, benda-benda yang dipajang di Museum Bank Mandiri Jakarta itu tetap menarik untuk dilihat, setidaknya karena belum pernah sekali pun dalam hidup berkesempatan melihat benda-benda seperti itu. Seperti sebuah buku besar perbankan yang sudah menguning karena berumur tua yang disimpan di lantai satu.

Ada sebuah karya instalasi menarik dipajang di ruangan bawah gedung Museum Bank Mandiri. Instalasi ini menggambarkan suasana romantis kota Jakarta pada jaman dahulu kala. Ada keindahan, ketertiban dan citarasa ketika melihat foto-foto kuno. Berbeda dengan keadaan Jakarta sekarang ini yang semrawut, tak ada disiplin, miskin ketertiban.

Berbagai mesin dan peralatan antik dunia perbankan yang kini sudah tidak digunakan lagi bisa dilihat di Museum Bank Mandiri, diantaranya dipasang berjejer berpenutup kaca dan diletakkan di atas meja-meja kecil. Kemajuan teknologi sedikit banyak membawa perubahan ketrampilan dan daya ingat, dan membuat orang malas untuk berpikir dan mengingat.

Museum menjadi tempat yang baik untuk masuk ke lorong waktu masa lampau. Itu yang saya rasakan ketika melihat koleksi buku Tabungan Nasional (TABANAS) tahun 70-an di sebuah ruang museum yang menggugah kenangan. Warna buku itu khas sekali, sehingg dengan mudah saya mengenalinya. Ketika itu semangat untuk menabung benar-benar dipacu. Gedung Museum Bank Mandiri sangat besar dan luasnya bangunan, sehingga tak semua ruangannya dipakai sebagai museum. Masih ada cukup banyak yang dibiarkan kosong. Bangunan setinggi dan sekokoh ini sudah jarang dibangun di Jakarta dan kadang manfaat fungsional dan efisiensi biaya lebih diperhatian ketimbang seni arsitektur bangunan.

Naik ke lantai atas lewat tangga, ada gadis remaja mengamati monitor kameranya setelah memotret dinding kaca ukir berwarna yang sangat indah. Kaca oatri itu ada di tangga diantara lantai satu dan lantai dua Museum Bank Mandiri. Selain tangga, di beberapa titik di ruangan museum juga disediakan juga lift bagi pengunjung.

Sederetan koleksi lukisan elok berbagai ukuran saya lihat di sebuah ruangan di Museum Bank Mandiri Jakarta. Di museum ini ada sebuah ruangan pertemuan yang dulu biasa digunakan oleh para pejabat tinggi Bank Mandiri, dilengkapi dengan meja kayu berbentuk lonjong besar. Di ruangan dan meja rapat ini, persoalan-persoalan penting mengenai dunia perbankan pernah dibahas, diperdebatkan dan diputuskan. Pejabat tinggi datang pergi, dan ruang rapat setia menjadi saksi berbagai drama yang terjadi di setiap pertemuan.

Di bagian tengah belakang Museum Bank Mandiri terdapat area bermain untuk anak-anak. Area ini merupakan tempat terbuka yang menjadi sumber oksigen dan peneduh bagi penduduk gedung. Di dekatnya ada toko cindera mata yang lumayan besar, menawarkan tanda kenang dan tanda kunjung dengan harga yang cukup terjangkau bagi kebanyakan orang.

Museum Bank Mandiri Jakarta merupakan museum perbankan pertama di Indonesia. Gedung dirancang oleh arsitek J.J.J de Bruyn, A.P. Smits dan C. van de Linde, dengan arsitektur bergaya Niew Zakelijk atau Art Deco Klasik. Gedung mulai dibangun pada 1929 dan diresmikan 14 Januari 1933 oleh C.J Karel Van Aalst, Presiden NHM ke-10.

Museum Bank Mandiri Jakarta

Alamat : Jl. Lapangan Stasiun No. 1, Jakarta Barat, Telp. (021) 690 2000, museum@bankmandiri.co.id. Lokasi GPS : -6.13808, 106.813459, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : Selasa s/d Minggu: 09.00 - 16.00, Senin dan hari libur nasional tutup. Harga tiket masuk : dewasa: Rp.2.000. Grup 20 orang: Rp 1.000. Nasabah dengan kartu ATM, pelajar, mahasiswa dan anak gratis.

Galeri Foto Museum Bank Mandiri

Mesin dan peralatan dunia perbankan jaman dulu yang menjadi koleksi di Museum Bank Mandiri. Kemajuan teknologi sedikit banyak membawa perubahan dalam pola kerja yang menjadi lebih cepat dan praktis namun bisa membuat orang malas berpikir dan memperlemah daya ingat.

museum bank mandiri jakarta

Instalasi yang menggambarkan suasana di kota Jakarta pada jaman dahulu kolonial. Ada nuansa keindahan, ketertiban dan citarasa tertentu ketika melihat foto kuno seperti ini. Jakarta sekarang adalah kota besar yang semrawut, tanpa disiplin, dan miskin cita rasa.

museum bank mandiri jakarta

Sederetan koleksi lukisan elok berbagai ukuran di Museum Bank Mandiri Jakarta. Di museum ini ada sebuah ruangan pertemuan yang dulu biasa digunakan oleh para pejabat tinggi Bank Mandiri, dilengkapi dengan meja kayu berbentuk lonjong besar.

Di ruangan dan meja rapat ini, persoalan-persoalan penting mengenai dunia perbankan pernah dibahas, diperdebatkan dan diputuskan. Pejabat tinggi datang pergi, dan ruang rapat setia menjadi saksi berbagai drama yang terjadi di setiap pertemuan.

museum bank mandiri jakarta

Sebuah buku besar (Grootboek) perbankan yang sudah berumur cukup tua yang disimpan di lantai 1 Museum Bank Mandiri. Buku ini dipakai pada 1833-1837 oleh Nederlandsche Handel-Maatschappij, yang sebelumnya disimpan di Pusat Arsip Rempoa. Beratnya mencapai 28 kg, 234 lembar, dan berukuran 67 x 54 x 13 cm.

museum bank mandiri jakarta

Museum menjadi tempat yang baik untuk masuk ke lorong waktu masa lampau. Itu yang saya rasakan ketika melihat koleksi buku Tabungan Nasional (TABANAS) tahun 70-an di sebuah ruang museum yang menggugah kenangan. Warna buku itu khas sekali, sehingg dengan mudah saya mengenalinya. Ketika itu semangat untuk menabung benar-benar dipacu.

museum bank mandiri jakarta

Pemandangan pada lorong serambi di depan ruang-ruang gedung Museum Bank Mandiri yang menghadap ke ruang terbuka di tengah gedung. Keramik lantainya terlihat klasik, dengan pilar-pilar beton kokoh berderet rapi sepanjang lorong. Pada dinding digantung dokumentasi foto lawas.

museum bank mandiri jakarta

Jaman berganti peralatan pun berganti, dan Museum Bank Indonesia menjadi tempat nostlagia bagi para pegawai bank yang dahulu setiap hari tak pernah lepas dari mesin tik dengan berbagai model. Mesin tik digantikan komputer dengan casing CPU besar monitor tebal monochrome, lalu casing CPU mengecil dan monitor menjadi berwarna, hingga semuanya sekarang menggunakan monitor tipis dg CPU kecil, atau telah menggunakan notebook dan tablet.

museum bank mandiri jakarta

Beberapa pengunjung bersilang jalan ketika tertarik untuk melihat dengan lebih dekat koleksi Museum Bank Mandiri yang menarik perhatian mereka. Penataan koleksi di museum ini sudah cukup baik, meski masih kalah kelas dengan Museum Bank Indonesia.

museum bank mandiri jakarta

Berbagai peralatan antik dunia perbankan yang kini sudah tidak digunakan lagi bisa dilihat di Museum Bank Mandiri, termasuk mesin pembukuan rekening ini. Kemajuan teknologi sedikit banyak membawa perubahan bagi ketrampilan dan daya pikir manusia. Kemudahan yang dibawa oleh teknologi sering membuat orang menjadi manja secara fisik dan menjadi malas untuk berpikir dan mengingat.

museum bank mandiri jakarta

Instalasi patung pimpinan bank yang duduk di kursi kerjanya tengah membaca berita koran, dengan peralatan kerja antik di atas mejanya. Membaca koran mengikuti berita perkembangan pasar uang dan ekonomi lokal dan global merupakan kegiatan sehari-hari para bankir.

museum bank mandiri jakarta

Area bermain untuk anak-anak ini berada di bagian tengah Museum Bank Mandiri yang merupakan ruang terbuka dan asri. Ada permainan kuda-kudan dengan per, luncuran, jembatan dan sejumlah permainan lainnya.

museum bank mandiri jakarta

Toko Cindera mata yang menjual barang-barang kenangan berupa mug dan sejumlah barang lainnya dengan harga cukup terjangkau. Lokasi toko terletak di bagian belakang bawah Museum Bank Mandiri.

museum bank mandiri jakarta

Ruangan pertemuan bagi para pejabat tinggi di Museum Bank Mandiri, dilengkapi dengan meja kayu berbentuk lonjong besar. Di ruangan dan meja rapat ini, persoalan-persoalan penting mengenai dunia perbankan dibahas, diperdebatkan dan diputuskan. Pejabat tinggi datang pergi, dan ruang rapat setia menjadi saksi berbagai drama yang terjadi di setiap pertemuan.

museum bank mandiri jakarta

Lukisan memanjang antik yang menggambarkan kehidupan masyarakat Hindu Bali, dengan pura dan orang-orang yang tengah berpawai ritual di jalan dengan diringi gamelan Bali. Di atas bidang lukis ada keterangan panjang yang ditulis dalam aksara Latin, dan ada pula tulisan dalam aksara Tionghoa, yang menambah nilai keunikannya.

museum bank mandiri jakarta

Seorang gadis remaja tampak tengah mengamati monitor kameranya setelah memotret dinding kaca ukir berwarna yang indah di tangga antara lantai satu dan lantai dua Museum Bank Mandiri. Selain tangga untuk naik atau turun ke lantai yang lain, di beberapa titik di ruangan Museum Bank Mandiri disediakan juga lift bagi pengunjung.

museum bank mandiri jakarta

Pandangan lebih dekat pada bagian tengah kaca patri. Pada bagian tengah ini seluruhnya ada sembilan lukisan, dengan lukisan wanita yang tengah tersusun atas tiga fragmen lukisan, dan sisanya tersusun atas dua fragmen yang menggambarkan berbagai aktivitas keseharian.

museum bank mandiri jakarta

Fragmen lukisan kaca patri di Museum Bank Mandiri dengan lukisan bulatan warna-warni yang tertebar dari wadah lancipnya. Di bagian atas terdapat tulisan dalam bahasa Belanda yang menyebut angka tahun 1889 dan 1932, serta nama Presiden Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) dan Factory Te Batavia.

museum bank mandiri jakarta

Lukisan kaca patri Museum Bank Indonesia yang memperlihatkan keluarga petani dibuat dengan kombinasi warna yang cerah dan serasi. Guratan dan ekspresi wajah mereka menunjukkan perjuangan hidup yang berat.

museum bank mandiri jakarta

Ruang penyimpanan (vault) dengan pintu besi yang sangat tebal ini dahulunya merupakan ruang penyimpanan barang yang paling berharga di bank, termasuk cadangan emas, serta benda berharga tinggi lainnya dan mungkin juga surat berharga yang bernilai tinggi.

museum bank mandiri jakarta

Papan petunjuk dengan sejumlah tulisan dalam bahasa Belanda yang meyebutkan layanan serta pejabat bank pada jaman kolonial, ketika bank ini masih bernama Nederlandsche Handel-Maatschappij. Verdieping adalah lantai, dan Begane Grond adalah Lantai Dasar.

museum bank mandiri jakarta

Tulisan tentang Groot Boek atau buku besar yang digunakan dalam rentang waktu 1833 - 1837, atau antara 4 sampai 5 tahun, dengan berat mencapai 28 kg. Lumayan berat, dengan jumlah halaman 334 lembar.

museum bank mandiri jakarta

Foto lama memperlihatkan bangunan sekarang yang digunakan oleh Museum Bank Mandiri. Gedung sekarang sepertinya lebih anggun ketimbang aslinya. Bentuk pojokan terlihat berbeda dengan lantaran ada tambahan struktur pelindung di atas setiap jendela.

museum bank mandiri jakarta

Pandangan lebih dekat pada sisi bagian tengah lukisan kaca patri di Museum Bank Mandiri, yang memperlihatkan gaya klasik dalam keelokan lukisannya serta pilihan kombinasi warna yang berani dan indah serta pola bidang geometrisnya.

museum bank mandiri jakarta

Sebuah ruangan di dalam museum yang dahulunya dipakai sebagai ruang kerja bagi wakil kepala cabang. Jabatan yang mestinya tinggi karena hanya setingkat di bawah kepala cabang. Meja kayunya tampak sudah tua dan antik.

museum bank mandiri jakarta

Sebuah foto dokumenter yang memperlihatkan penataan ruang kerja bagi pegawai bank biasa, yang dibuat tanpa sekat atau tanpa privasi sama sekali. Memang biasanya hanya orang penting yang punya ruangan dengan privasi baik, karena sering membicarakan hal-hal yang tidak semua orang boleh tahu.

museum bank mandiri jakarta

Pandangan pojok pada gedung Bank Mandiri Jakarta pada saat ini. Bentuk sudut 90 derajat yang tajam pada bangunan aslinya sudah berubah lebih lunak dengan adanya bidang-bidang lengkung. Struktur pelindung yang menahan sinar matahari dan tenpias air hujan juga membuatnya lebih baik. Lubang-lubang jendela juga sudah berubah.

museum bank mandiri jakarta

Pintu keluar Museum Bank Mandiri dari sampang kanan museum, yang seingat saya diambil dari dalam bus TransJakarta saat hendak menuju ke kawasan Taman Fatahillah, tapi mungkin juga saat duduk di bangku penumpang saat membawa mobil sendiri. Selain lewat pintu ini, pengunjung bisa juga keluar lewat pintu depan atau dari area pintu masuk.

museum bank mandiri jakarta

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Barat, Tempat Wisata di Jakarta Barat, Hotel Melati di Jakarta Barat, Peta Wisata Jakarta Barat, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.