Makam Kyai Telingsing Sunggingan Kudus

November 16, 2019. Label:
aroengbinang.com - Lokasi Makam Kyai Telingsing Sunggingan Kudus masih berada di dalam kota, namun agak masuk ke dalam dari jalan besar. Makam ini bisa diakses dari Jl Kyai Telingsing, dengan lintasan cukup panjang dan agak berkelok dan belum sepenuhnya dipetakan oleh Google Maps. Bisa juga diakses lewat Jl. DR. Wahidin Sudirohusodo yang jaraknya lebih dekat dan mobil bisa masuk hingga ke dekat makam.

Namun kami masuk dari Jl Kyai Telingsing, sehingga harus turun dari kendaraan dan lanjut dengan jalan kaki, sementara mobil memutar dan masuk lewat akses yang satunya lagi itu. Nama Kyai Telingsing pertama kali saya dengar saat berkunjung ke Masjid Nganguk Wali, yang dibangun oleh para wali dan pengawasannya diserahkan kepada Kyai Telingsing. Sang kyai yang merupakan keturunan Tionghoa itu bernama asli Tee Ling Sing atau The Ling Sing.

Ketika tiba di lokasi, yang tampak pertama kali adalah adanya kompleks kubur yang tak begitu luas, yang rupanya merupakan bagian dari kompleks Makam Kyai Telingsing. Makam sang kyai sendiri berada di dalam bangunan cungkup yang terpisah dari makam lain, dengan halaman lumayan luas. Seorang penduduk membantu kami untuk memberitahu kuncen, namun entah mengapa kuncen tak kunjung datang.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Tampak depan Makam Kyai Telingsing Sunggingan Kudus, sesuai dengan nama pada tengara yang menggantung di sana itu. Di area sebelah kiri adalah kompleks pemakaman yang sepertinya sudah tak bertambah lagi jumlah penghuninya, dan sebelah kanan adalah perumahan penduduk, yang salah satunya adalah rumah dimana kuncen tinggal.

Menurut catatan yang saya baca ada pula makam putera dari Kyai Telingsing di dalam kompleks ini. Namun yang ada di dalam cungkup utama Makam Kyai Telingsing Sunggingan hanya terdapat dua makam. Yang pertama adalah makam sang kyai sendiri, dan satu lagi adalah makam salah seorang muridnya yang bernama Khadam. Entah apa keistimewaan sang murid sehingga bisa berada dalam satu ruangan cungkup kubur yang sama dengan gurunya.

Di belakang cungkup makam ini terdapat pohon tua besar yang tinggi. Hanya saja bagian atasnya sudah dipotong. Mungkin karena khawatir tumbang jika terkena angin besar. Bisa dimaklumi karena banyak rumah penduduk berdiri di sekitar pohon tua itu. Seperti sudah sering saya tulis, adanya pohon tua di dekat makam menjadi semacam legitimasi bagi usia makam.

Jika pohon besar di luar kompleks makam keramat bisa dipastikan tak banyak yang berumur panjang, oleh karena kebutuhan atau adanya tekanan ekonomi untuk menjual batangnya yang berharga sangat mahal, maka umumnya orang segan untuk memotong pohon di dekat makam keramat. Sebabnya adalah sebagai penghormatan kepada si mati, dan bisa pula takut mendapat kutukan atau kesialan dalam hidupnya.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Di dalam cungkup Makam Kyai Telingsing ini masih ada cungkup lagi, yaitu dimana jasad Kyai Telingsing disemayamkan, dengan pintu masuk kayu jati berukirnya. Sementara itu pada lorongnya, merapat pada tembok mengelilingi cungkup terdapat susunan bata telanjang.

Ada sepasang makam di dalam cungkup Makam Kyai Telingsing. Tak ada tengara nama di sana, yang entah memang sejak awal tidak ada atau lenyap karena ditelan waktu. Jika saja ada yang tahu siapa penghuni kedua makam itu, sebaiknya dibuat tengara yang jelas untuk membantu peziarah yang datang.

Ada lagi beberapa makam lain di dalam cungkup itu, setidaknya ada satu makam lagi yang lokasinya terpisah, dan satu makam agak berukuran gendut yang unik, karena hanya separuh badan makam yang terlihat mata, separuhnya lagi berada di dalam tembok. Juga tak ada tengara nama di sana.

Di bagian depan cungkup Makam Kyai Telingsing juga ada tatanan tembok bata lagi. Susunan bata telanjang gaya Majapahitan, yang dipadu dengan lantai keramik, dinding keramik, dan tembok semen sebenarnya merupakan kombinasi yang aneh dan tak begitu nyambung.

Begitupun masih ada bagusnya, karena bata telanjang itu tetap dipertahankan, tak dibuang. Hanya saja akan lebih elok jika semua menggunakan bata telanjang, meski direkat dengan semen, dan divernis. Setidaknya tembok bagian dalam, jika pun bagian luar disemen agar lebih tahan cuaca.

Cungkup Makam Kyai Telingsing berada di ujung samping kompleks kubur. Semua kubur yang ada di luar itu terbuat dari susunan bata merah, sehingga memberi kesan tersendiri, meski semuanya dibuat dalam bentuk yang sederhana. Tak jelas apakah masih ada yang mengenali siapa yang dikubur di sana, karena tak terlihat ada tengara nama.

Konon Kyai Telingsing adalah putera dari Sunan Sungging, seorang keturunan Arab yang sempat mukim di Kudus namun kemudian pergi ke Tiongkok untuk berdakwah. Di sana beliau menikahi seorang perempuan Tionghoa, melahirkan putera yang diberi nama Tee Ling Sing atau The Ling Sing. Sebuah sumber menyebut bahwa beliau lahir di Yunan pada 1478.

Atas saran sang ayah, pada usia sekitar 17 tahun Tee Ling Sing pergi ke Jawa dan mukim di Kudus untuk berdakwah di sana, terhitung sejak tahun 1495 hingga wafatnya pada 1548 dalam usia 70 tahun. Ia kemudian lebih dikenal sebagai Kyai Telingsing. Sunan Kudus disebut-sebut sebagai muridnya, dan keduanya bekerja sama dalam melakukan dakwah ke masyarakat yang ketika itu masih banyak yang menganut kepercayaan Hindu dan Buddha.

Cukup lama kami duduk, dan berputar-putar di dalam dan di luar cungkup, namun kuncen belum juga datang. Akhirnya kami masuk gang menurut petunjuk arah yang diberikan oleh seorang penduduk, dan berhasil menemukan rumah kuncen. Sayangnya beberapa kali mengetuk pintu rumah, tak ada orang yang menyahut. Entah sedang pergi kemana semua penghuni rumahnya.

Makam Kyai Telingsing Sunggingan Kudus

Alamat : Desa Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Lokasi GPS : -6.8103857,110.8338895, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : tergantung keberadaan kuncen. Harga tiket masuk : gratis, sumbangan diharapkan.

Galeri Foto Makam Kyai Telingsing Sunggingan

Sepasang makam yang berada dalam cungkup Makam Kyai Telingsing. Tak ada tengara nama di sana. Ada lagi beberapa makam lain di dalam cungkup itu, setidaknya ada satu yang terpisah, dan satu makam agak gendut yang unik, karena hanya separuh yang terlihat, separuhnya lagi berada di dalam tembok. Tak ada juga tengara nama di sana.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Cungkup Makam Kyai Telingsing dilihat dari belakang dengan kompleks kubur yang ada di sebelahnya. Semua kubur yang ada di luar itu terbuat dari susunan bata merah, sehingga memberi kesan tersendiri, meski semuanya dibuat dalam bentuk yang sederhana. Tak jelas apakah masih ada yang mengenali siapa yang dikubur di sana, karena tak terlihat ada tengara nama.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Sejumlah pohon, termasuk diantaranya glodogan tiang, tampak memayungi kubur antik yang berada di dalam kompleks Makam Kyai Telingsing. Kabarnya memang tak ada mayit baru yang dikubur di sana, sehingga boleh dibilang sudah menjadi museum luar ruang. Tanda cagar budaya juga sudah ada di sana.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Pandangan dekat pada deret kubur yang berada dalam kompleks Makam Kyai Telingsing. Tinggi tumpukan bata, bentuk dan kemiringannya, serta nisannya tampak sama semua. Boleh jadi sebagian besar atau semuanya adalah hasil renovasi karena kondisi kubur yang umumnya masih dalam keadaan bagus.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Posisi cungkup Makam Kyai Telingsing terhadap kubur luar dan halaman yang lumayan luas. Pohon tua di belakang cungkup makam menjadi penghias sekaligus memberi semacam legitimasi bagi makamnya. Ada sepotong foto di Facebook yang menyebutkan keturunan Kyai Telingsing, yaitu Tee Ping An (1503-1575, 70 tahun), Tee Ging Hwie (1524-1587, 62 tahun), Tee Sien Tiong (1562-1632, 70 tahun), Tee Swan Bing (1581-1651, 70 tahun), Tee Tjing Siang (1600-1672, 72 tahun), Tee Gwan Swie (1621-1691, 70 tahun), Tee Sing Kwie (1641-1706, 65 tahun), Tee Tiong Hing (1667-1729, 62 tahun), Tee Tjwan Hing (1689-1758, 68 tahun), dan keturunan ke-10 bernama Tee Hien Sing (1711-1786, 75 tahun).

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Sebuah makam unik agak gemuk berlapis semen dan dicat putih. Hanya sebagian kubur yang tampak di luar sedangkan sebagian besarnya ada di dalam tembok. Tak ada tengara nama di sana.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Sebuah makam kurus panjang pendek rapi yang berada di dalam cungkup Makam Kyai Telingsing. Tak ada pula tengara nama di sana, namun terlihat ada taburan bunga yang belum lagi mengering, pertanda bahwa yang punya makam ini mestinya dikenali setidaknya oleh kuncennya.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Selain pintu masuk ke dalam cungkup utama yang berada di lorong samping depan, ada pula dua buah pintu kayu jati yang mungkin merupakan pintu masuk lainnya. Di tengahnya terdapat lemari yang berisi buku-buku berisi bacaan tahlil dan kitab suci.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Piagam penghargaan bagi kuncen Makam Kyai Telingsing yang bernama H. Munawir. Penghargaan itu diberikan pada 3 Juli 2004 oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kudus.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Sudut pandang dari arah depan ke belakang, dengan pintu masuk ke dalam cungkup kubur utama tampak berada di sebelah kiri. Cungkup makam ini terlihat bersih, menunjukkan bahwa sang kuncen rajin merawatnya. Mungkin pagi-pagi ia sudah datang bebersih, dan pergi sebelum saya sempat menemuinya.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Penampakan pohon tinggi yang berada di samping belakang cungkup Makam Kyai Telingsing. Dengan lewatnya waktu, pohon besar dan tinggi sering dianggap sebagai ancaman, padahal bukan salah pohonnya, namun salah permukiman yang mendekatinya. Jarang pula ada usaha untuk menanam pohon baru sebagai pengganti pohon lama yang menua.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Pohon tua lainnya yang tinggal menyisakan batang kering melintir, yang tinggal menunggu waktu untuk tumbang, rebah, dan lenyap. Dekat pohon itu mestinya ditanam pohon jenis sama agar suatu saat nanti bisa besar meneduhi cungkup makam. Kebanyakan orang memang lebih senang menebang ketimbang menanam.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Penampakan pada jarak yang lebih dekat pada pohon tua itu. Di belakang sana tampak kubah dan menara masjid. Ke tempat itu kemudian kami menuju yang ternyata adalah Masjid Kyai Telingsing yang sudah dipugar dan terlihat elok.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Bagian atas pohon tua itu yang terlihat masih cukup rimbun meski tak setinggi aslinya karena sudah dipotong. Bisa juga patah karena sebab lain.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Deret kubur yang semuanya dibuat dari susunan bata di bagian belakang cungkup Makam Kyai Telingsing, di samping pohon tua itu.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Seorang ibu dan puterinya tampak tengah berjalan kaki melintas di halaman Makam Kyai Telingsing. Foto ini memperlihatkan posisi makam sang kyai terhadap rumah penduduk.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Tengara peringatan yang memperlihatkan bahwa kompleks kubur dan Makam Kyai Telingsing sudah dilindungi oleh undang-undang sebagai benda cagar budaya yang wajib dilestarikan keberadaannya.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Papan pengumuman yang berisi anjuran dan larangan saat berkunjung ke Makam Kyai Telingsing di Sunggingan, Kudus. Boleh jadi penjaga makam merasa perlu memasangnya dengan kalimat seperti itu oleh sebab pengalaman di masa lalu yang buruk ketika pengunjung sama sekali tidak memperdulikan kebersihan lingkungan makam dengan membuang sampah bekas makan minum secara sembarangan.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Pandangan pada lorong yang ada di dalam cungkup Makam Kyai Telingsing. Tulisan yang menggantung pada dinding di belakang sana berbunyi “Jagalah Kebersihan” dan tulisan di bawahnya menyebut singkatan nama pengurus makam.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Tengara Makam Kyai Telingsing Sunggingan Kudus, yang dipasang di atas pintu masuk ke bagian dalam dan sekaligus bagian utama makam. Sayang, kuncen tak berhasil saya temukan sehingga tak bisa masuk ke dalam ruangan di sana itu.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Pandangan lainnya di bagian depan Makam Kyai Telingsing dengan area terbuka yang digunakan sebagai lapangan olah raga badminton oleh warga.

makam kyai telingsing sunggingan kudus

Info Kudus

Hotel di Kudus, Hotel Murah di Kudus, Peta Wisata Kudus, Tempat Wisata di Kudus.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.