Kolam Pemancingan Telaga Cibubur

Kunjungan ke Kolam Pemancingan Telaga Cibubur terjadi karena saya lihat namanya di peta saat mengamati kompleks Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur. Sebenarnya saya tak terlalu tertarik dengan pancing memancing, meski waktu kecil suka memancing ikan mujaer, nilam, lele dan bogo (ikan gabus) di kolam halaman depan rumah kami di Mersi.

Pernah menemani teman saat ia memancing sidat di Kali Pelus di Kedung Paruk, dan Kali Wetan di perbatasan Mersi - Kedung Paruk. Di Kali Bakal, sebelah Barat kampung, pernah malam-malam menyusur sungai berbekal obor dan 'bendho' untuk 'nggethik' ikan, sesekali melihat ada ular yang menggelosor di pinggiran kali. Ini juga mengingatkan saya pada bau ikan kecil berbadan belang yang disebut Ikan Uceng. Dulu, ketika kali di sebelah rumah airnya menyusut, ada banyak ikan Uceng yang bisa dengan mudah ditangkap.

Rasanya gurih bila digoreng kering. Ikan lele juga banyak dijumpai di balik gerojogan kecil kali itu. Meski mencari ikan dan memancing tidak pernah menjadi kegemaran saya, selalu ada sisi menarik ketika melihat orang memancing atau melempar jala di sungai dan di telaga. Begitupun, sepanjang ingatan pendek saya, belum pernah saya menonton orang lomba memancing di kolam pancing berbayar.

kolam pemancingan telaga cibubur
Tak begitu mudah menemukan lokasi Kolam Pemancingan Telaga Cibubur lantaran ketiadaan petunjuk jalan yang memadai, sehingga saya sempat tersesat beberapa kali di dalam kompleks Buperta, sebelum akhirnya menemukan jalan masuk yang berakhir di area parkir cukup luas. Foto di atas dimbil dari tempat parkir itu. Bermula karena hampir selalu menemui kesulitan ketika berkunjung ke sebuah tempat seperti inilah yang membuat saya selalu berusaha untuk menandai GPS di setiap tempat yang saya kunjungi.

Kolam pemancingan yang luas berada di sisi sebelah kanan area parkir. Setiap bulan selalu ditambahkan ikan baru ke dalam Kolam Pemancingan Telaga Cibubur yang jumlah berat ikannya mencapai 50 ton, semuanya Ikan Mas. Lomba memancing dimulai tepat pukul 3 sore dan berakhir 3 jam kemudian. Pengundian lapak dilakukan sepuluh menit sebelum lomba dimulai. Saat itu peserta dipungut Rp. 250.000 untuk tiket merah, dan Rp. 200.000 untuk tiket biasa. Tiket ini berlaku pada Hari Minggu s/d Jumat, sedangkan Hari Sabtu harga tiketnya bisa melonjak gila-gilaan.

Masuk kantin, itulah hal pertama yang saya lakukan setelah sampai di area Kolam Pemancingan Telaga Cibubur. Mengisi perut tentu saja, dengan masakan rumahan yang bisa dipilih jenisnya sesuka selera, ditemani dengan segelas teh pahit panas. Pelayanannya cepat, kantinnya cukup bersih, dan rasa makanannya pun cocok di selera lidah. Harganya juga pantas, tak mencekik saku. Meski tak bisa dikatakan ramai lantaran jam memancing belum lagi tiba, namun sudah cukup banyak orang yang terlihat sibuk mempersiapkan umpan yang akan dipakai nanti.

Area Kolam Pemancingan Telaga Cibubur yang saat itu masih kosong melompong. Ada dua lajur pemancingan yang saling berhadapan berjarak cukup jauh, dengan jumlah lapak masing-masing 49 buah. Di tengah-tengahnya ada saluran pipa cukup besar dengan pompa-pompa yang diletakkan di setiap beberapa meter untuk mengatur sirkulasi air dan oksigen. Di lajur kanan terlihat sejumlah kedi tengah bekerja dengan asiknya. Mereka membantu para pemancing mempersiapkan umpan yang akan dipakai pada saat lomba. Kemenangan dalam lomba dimulai dari persiapan serius yang dilakukan dalam meracik umpan.

Saat itu ada seorang kedi tengah memotong-motong cumi untuk umpan, dibantu oleh seorang temannya. Ada campuran tertentu yang ditambahkan ke dalam umpan ini agar lebih jos dan lebih cepat disambar ikan. Kepintaran meramu umpan dipercayai bisa menentukan keberhasilan pemain. Ketika tengah mengamati mereka bekerja, si kedi nyeletuk bahwa Kolam Pemancingan Telaga Cibubur ini airnya sangat dalam.

Saya manggut-manggut. Namun ketika ia menambahkan bahwa mobil pun bisa masuk, bahkan perusahaan bisa masuk, saya baru maklum apa yang dimaksud. Perbedaan lomba dengan judi memang sering sangat tipis. Lomba bisa dijudikan, dan judi pun bisa dilombakan. Pilihan dan pengendaliannya ada pada diri masing-masing orang.

Pada dinding ruangan petugas menempel papan putih bertuliskan "Persentase Hadiah", dengan rincian persentase hadiah uang yang akan diperoleh peserta berdasarkan kriteria tertentu dengan dua kategori jumlah peserta: 41-55 dan 56-98. Angka 98 adalah jumlah joran (lapak pemancingan) yang tersedia. Perhitungan hadiahnya agak sedikit njlimet bagi saya yang baru pertama kali melihat jenis permainan memancing dengan hadiah seperti ini. Ada istilah Induk 1 s/d 4, Merah, Total, 5 Kg, Towil, Bonus Merah, dan Bonus Kumpay. Meski rumit namun sepertinya seru juga. Entah berapa banyak drama kehidupan yang telah berlangsung di tempat ini, lantaran Kolam Pemancingan Telaga Cibubur ini telah mulai beroperasi sejak 2002.

Hari yang paling ramai dan seru tampaknya memang Hari Sabtu, lantaran hadiah yang diperebutkan bisa sangat besar, puluhan juta. Untuk menyewa 2 joran, peserta bisa merogoh kocek Rp. 1,9 juta. Kadang membayar Rp. 1,2 juta untuk 1 joran, dan kadang bisa sampai Rp. 5 juta. Uang cukup besar yang dalam waktu 3 jam bisa lenyap, atau bisa juga menjadi berlipat besarnya.

Kolam Pemancingan Telaga Cibubur

12 foto di sini. Taut video Yotube di sini. Alamat : Buperta, Cibubur, Jakarta Timur. Lokasi GPS : -6.368902, 106.900277, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : 15.00 - 18.00. Rujukan : Hotel di Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta Timur, Hotel Melati di Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Timur.
Label : . Updated : October 15, 2018.
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Follow : Twitter, Facebook, Subscribe, Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!