Kelenteng Hok Ling Bio Kudus

November 16, 2019. Label:
aroengbinang.com - Dari luar, bangunan Kelenteng Hok Ling Bio Kudus tidak terlihat terlalu menonjol, lantaran meski puncak atapnya berbentuk pelana namun tak ada patung naga berebut mustika atau patung burung Hong yang biasa menghias atap kelenteng. Boleh jadi karena kelenteng ini utamanya digunakan oleh penganut agama Konghucu, meski resminya merupakan kelenteng Tri Dharma sebagaimana terlihat pada prasastinya.

Pada pilar pagar sebelah kiri terdapat lambang Tao yang disebut Tai Ji, atau Yin Yang, berbentuk lingkaran dengan lekuk putih seperti kecebong berbintik hitam dan lekuk hitam berbintik putih yang menggambarkan alam semesta serta hukum alam dan kehidupan di dalamnya.

Kelenteng ini memiliki pagar lempeng besi tak tembus pandang dan tombak-tombak di atasnya yang terkesan agak kurang ramah, namun pintunya tak dikunci. Di sisi sebelah kanan terdapat papan berisi tulisan yang berisi sejumlah larangan dan ancaman hukuman karena status kelenteng ini sebagai Benda Cagar Budaya yang dilindungi oleh undang-undang.

kelenteng hok ling bio kudus

Penampakan pada ruang utama Kelenteng Hok Ling Bio Kudus dengan kain bersulam huruf Tionghoa dan figur empat dewa yang menutupi bagian meja altar depan, yang salah satunya menggendong anak. Sayang saya tak bisa membaca huruf Tionghoa yang ada pada sulaman itu, oleh karena mestinya merupakan penjelasan dari nama dewa yang ada di bawahnya.

Di atas meja altar Kelenteng Hok Ling Bio Kudus itu terdapat sebuah hiolo, yaitu tempat untuk menancapkan batang hio setelah dibakar dan digunakan untuk berdoa di depan altar agar doanya sampai ke langit. Ada pula dua buah bumbung berisi batang-batang bambu atau kayu bertulis ramalan, dan sepasang kayu berbentuk khusus yang digunakan dalam ritual Ciamsi.

Di belakang sana dan di sebelah kiri kanan adalah altar-altar sembahyang bagi para dewa, yang juga disebut sebagai Sen Ming / Sin Bing atau roh parasuci / roh bercahaya. Rupang atau patung-patung itu melambangkan roh para manusia suci yang semasa hidupnya berjasa besar bagi rakyat dan negara. Perbuatan dan sifat mulia saat mereka hidup itu yang diteladani dan ditiru.

Sebagaimana umumnya kelenteng, di teras bagian depan terdapat hiolo Thian berkaki tiga bertulis nama kelenteng. Hiolo ini indah lantaran ketiga kakinya merupakan badan ular naga dengan kepalanya ada di bawah. Tempat sembahyang yang ada di dalam Kelenteng Hok Ling Bio diantaranya adalah altar Cow Soe Kong, Bi Lek Hud, Kong Tik Tjoen Ong, dan altar Houw Tjiang Kun (Jenderal Harimau, Datuk Harimau, pengawal Hok Tek Tjeng Sin).

kelenteng hok ling bio kudus

Altar sembahyang bagi Hok Tek Tjing Sien / Hok Tek Tjeng Sin atau Dewa Bumi, yang biasanya menjadi tempat sembahyang utama bagi para pedagang dan petani untuk mendapat berkah rizki yang melimpah. Oleh karena itu kelenteng Hok Tek biasanya didirikan oleh para pedagang di dalam atau dekat dengan lokasi pasar.

Tiang altar pemujaan yang biasanya dililit oleh sepasang naga yang indah, pada tiang sebelah kiri altar Kelenteng Hok Ling Bio Kudus ini digantikan dengan burung Hong (Feng huang) atau burung Phoenix. Rupang atau patung pada altar ini tidak bisa dibilang halus pembuatannya, namun unik dan terlihat sudah berumur tua.

Hok Tek Ceng Sin yang juga disebut To Tee Kong adalah simbol dari perwujudan alam semesta yang memberi sumber hidup bagi manusia. Hok Tek Ceng Sin sendiri bisa diartikan sebagai Semangat Meluruskan Kebajikan akan Mendapatkan Berkah. Agar doa permohonannya terkabul, sebelum bersembahyang di altar ini orang dianjurkan berbuat amal kebaikan terlebih dahulu kepada sesama mahluk.

Belakangan saya baru tahu bahwa Kelenteng Hok Ling Bio Kudus adalah termasuk salah satu kelenteng yang tertua di wilayah ini yaitu berdiri pada abad ke-15 dan disebut-sebut lebih tua dari Masjid Menara Kudus. Ini bisa saja terjadi meskipun pada jaman itu bangunannya mungkin masih sangat kecil dan sederhana saja.

Lokasi Kelenteng Hok Ling Bio Kudus berjarak sekitar 350 meter dari Masjid Menara arah ke timur, sekitar 90 meter sebelum Jembatan Kali Gelis, berdiri diatas lahan seluas 611 m2. Bangunan kelenteng yang lusnya 300,8 m2 pernah mengalami renovasi dua kali, yaitu pada tahun 1889 dan tahun 1976.

Altar sembahyang bagi Dewi Kwan Im Posat di Kelenteng Hok Ling Bio Kudus dengan sejumlah rupang atau arca berbagai ukuran dan bentuk diletakkan di sana, alah satu diantaranya dalam wujud seorang dewi cantik dan berwajah lembut. Sama halnya di altar sebelumnya, tiang sebelah kiri juga dililit burung Hong (Feng huang).

Kepala burung Hong dalam tradisi Tao konon melambangkan kebajikan, sayapnya merupakan simbol tanggung jawab, punggungnya menjadi perlambang perbuatan baik, dadanya adalah simbol kemanusiaan, dan perutnya melambangkan sifat terpercaya.

Menurut cerita, Dewi Kwan Im semasa hidupnya adalah seorang putri dari negara bagian Miao di jaman dinasti Zhou abad ke-12 SM. Sang putri memiliki sifat yang baik budi dan sangat welas asih kepada semua orang sehingga mendapat julukan Dewi Kuan Im, atau Guan Yin Niang-niang. Ketika agama Buddha masuk ke daratan Tiongkok pada abad ke-5 Masehi, sang dewi dianggap sebagai perwujudan Bodhisatwa Avalokitesvara dan disebut Kwam Im Posat.

Altar sembahyang lainnya diperuntukkan bagi Kwan Tee Koen atau Kwan Seng Tee Kun atau Kwan Kong, yang juga diapit oleh burung Hong dan naga. Kwan Kong yang hidup di jaman Sam Kok (Tiga Negara) adalah jenderal perang yang dipuja karena sifat kepahlawanannya. Ia rendah hati, setia, patriot, dan setiap tindakannya berpegang teguh pada ajaran pribadi yang luhur. Pengikut Buddha Mahayana menyebutnya sebagai Kwan Tee Pou Sat atau Ka Lam Pou Sat.

Setiap malam Jumat di kelenteng ini diselenggarakan ibadah bagi umat Konghucu. Ibadah di Litang biasanya dilakukan setiap tanggal 1 dan 15 Imlek, namun ada yang hari Minggu atau hari lain. Di sana ada pula pohon Dewa Daru yang oleh Jawa dipercaya memiliki kekuatan magis, namun saya tak melihatnya. Terakhir, karena tak bertemu penjaga kami pun tak bisa minum Teh Tong Ci gratis di kelenteng yang dikelola oleh Yayasan Nyoo Thiam Huk ini.

Kelenteng Hok Ling Bio Kudus

Alamat : Jl. Madurekso No 02, Desa Langgar Dalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Lokasi GPS : -6.80587, 110.83495, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Kelenteng Hok Ling Bio

Altar sembahyang bagi Dewi Kwan Im Posat dengan sejumlah rupang diletakkan di sana, satu diantaranya dalam wujud seorang dewi cantik dan berwajah lembut. Sama halnya di altar sebelumnya, tiang sebelah kiri juga dililit burung Hong (Feng huang). Kepala burung Hong konon melambangkan kebajikan, sayapnya simbol tanggung jawab, punggungnya lambang perbuatan baik, dadanya simbol kemanusiaan, dan perutnya melambangkan sifat terpercaya.

kelenteng hok ling bio kudus

Altar sembahyang bagi Kwan Tee Koen atau Kwan Seng Tee Kun atau Kwan Kong, yang juga diapit oleh burung Hong dan naga. Kwan Kong yang hidup di jaman Sam Kok (Tiga Negara) adalah jenderal perang yang dipuja karena sifat kepahlawanannya. Ia rendah hati, setia, patriot, dan setiap tindakannya berpegang teguh pada ajaran pribadi yang luhur. Pengikut Buddha Mahayana menyebutnya sebagai Kwan Tee Pou Sat atau Ka Lam Pou Sat.

kelenteng hok ling bio kudus

Sebagaimana umumnya kelenteng, di teras bagian depan terdapat hiolo Thian berkaki tiga bertulis nama kelenteng. Hiolo ini indah lantaran ketiga kakinya merupakan badan ular naga dengan kepalanya ada di bawah.

kelenteng hok ling bio kudus

Sebuah piagam atau prasasti yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha pada 8 Agustus 2013, yang menyebut Kelenteng Hok Ling Bio sebagai Tempat Ibadat Tridharma dan beralamat di Jl Madurekso No. 02, Kudus.

kelenteng hok ling bio kudus

Pandangan lebih delat pada meja dimana terdapat hiolo berbentuk trapesium terbalik. Hiolo adalah tempat menancapkan batang hio setelah digunakan untuk sembahyang. Bumbung yang di sebelah kanan adalah ciamsi untuk obat.

kelenteng hok ling bio kudus

Pandangan utuh pada altar Hok Tek Tjeng Sin yang berada di dalam rumah-rumahan. Pada puncak atap terlihat sepasang naga berebut mustika, dan sejumlah lampion menggelantung elok.

kelenteng hok ling bio kudus

Altar Cow Soe Kong, dan di sebelah kanannya adalah Bi Lek Hud. Dalam kepercayaan agama Budha Mahayana, nama Kong Co Tjo Soe Kong adalah dewa air.

kelenteng hok ling bio kudus

Penampakan altar Kwan Im Posat secara penuh, memperlihatkan sepasang naga berebut mustika pada atap rumah-rumahannya. Semua altar utama tampaknya dibuat dalam bentuk dan ornamen yang nyaris sama.

kelenteng hok ling bio kudus

Altar Kong Tik Tjoen atau Raja Mulia yang Memberikan Berkah Melimpah. Sin bin ini adalah dewa leluhur orang Min Selatan, terutama daerah Nan An, dan sangat terkenal di kalangan penduduk Fujian Selatan dan keturunan Tionghoa di perantauan .

kelenteng hok ling bio kudus

Pandangan tegak pada altar sembahyang Kwan Kong, dengan bentuk cungkup yang nyaris sama dengan altar utama lainnya. Berbeda dengan cungkupnya yang dibuat dengan detail relatif baik, rupang Kwan Kong bisa dibilang sederhana, namun karena itu menjadi terlihat unik.

kelenteng hok ling bio kudus

Altar sembahyang bagi Houw Tjiang Kun (Jenderal Harimau, Datuk Harimau), pengawal Hok Tek Tjeng Sin dan oleh karena itu berada tepat di bawah altar Dewa Bumi itu.

kelenteng hok ling bio kudus

Cioksay betina yang tengah bermain dengan anaknya. Singa penjaga yang jantan biasanya memegang bola. Sayang sekali singa penjaga ini kepalanya menjadi tempat keset.

kelenteng hok ling bio kudus

Pandangan lebih dekat pada patung-patung yang ada di altra Kwan Im Po Sat. Tangan patung Kwan Im umumnya digambarkan dalam sikap meditasi dan membawa mutiara menyala, membawa gulungan kitan suci atau memegang dahan pohon Yangliu..

kelenteng hok ling bio kudus

Ornamen naga emas yang melilit di tiang altar Kwan Tee Koen ini dibuat dengan detail yang cukup baik.

kelenteng hok ling bio kudus

Pandangan dekat pada patung-patung yang diletakkan di altar pemujaan bagi Kwan Tee Koen di Kelenteng Hok Ling Bio. Kwan Tee Koen atau Kwan Sing Tee Koen juga dikenal sebagai Kwan Kong.

kelenteng hok ling bio kudus

Patung Burung Hong atau Fenghuang (Phoenix) yang bertengger di tiang altar Kwan Tee Koen ini juga cukup baik pengerjaannya.

kelenteng hok ling bio kudus

Arah pandang lurus pada altar Kwan Tee Koen di Kelenteng Hok Ling Bio Kudus. Keteladanan dari karakter Kwan Kong semasa hidupnya adalah alasan mengapa masyarakat Cina tradisional memuja sosok tokoh ini.

kelenteng hok ling bio kudus

Pandangan dekat pada ornamen sepasang naga yang tengah berebut mustika (matahari) di atas wuwungan altar Kwan Tee Koen.

kelenteng hok ling bio kudus

Tampak luar bangunan Kelenteng Hok Ling Bio Kudus yang tidak terlihat terlalu menonjol, lantaran meski puncak atapnya berbentuk pelana namun tak ada patung naga berebut mustika atau patung burung Hong yang biasa menghias atap kelenteng.

kelenteng hok ling bio kudus

Info Kudus

Hotel di Kudus, Hotel Murah di Kudus, Peta Wisata Kudus, Tempat Wisata di Kudus.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang !
Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.