Makam Pangeran Puger Demaan Kudus

November 16, 2019. Label:
Satu jam jelang tengah hari kami tiba di depan gapura Makam Pangeran Puger Demaan Kudus, di tengah kompleks permukiman penduduk yang cukup padat. Bukan waktu yang baik untuk ke kubur, karena biasanya kuncen tak ada di tempat, dan hawa panas terasa menyengat. Namun sebagai pejalan musiman, kadang terasa mewah untuk bisa mengatur waktu kunjung, utamanya lantaran buta lokasi sehingga tak gampang atur rute.

Nama Pangeran Puger yang saya tahu adalah sosok yang kemudian menjadi raja ketiga Kasunanan Kartasura yang setelah naik tahta memakai gelar Sri Susuhunan Pakubuwana I atau PB I. Nama kecilnya Raden Mas Darajat, putera Sunan Amangkurat I, lahir dari Ratu Wetan atau permaisuri kedua yang berasal dari Kajoran, dari keluarga keturunan Kesultanan Pajang.

Dalam sebuah versi, yang berbeda dari versi yang dibuat oleh ayah saya, Pangeran Puger juga disebut sebagai ayah dari Kentol Surawijaya yang kemudian dikenal sebagai Tumenggung Aroeng Binang. Namun dalam sejarah Mataram rupanya ada nama Pangeran Puger lain, yaitu yang makamnya berada di Desa Demaan Kota Kudus ini.

makam pangeran puger demaan kudus

Kompleks Makam Pangeran Puger Demaan Kudus dilindungi dengan tembok keliling dan di bagian depan terdapat gapura beratap yang pilarnya dibuat dari susunan bata telanjang yang direkat semen. Pagar gapura tak dikunci namun di sana ada papan peringatan berisi larangan bagi anak-anak untuk bermain di halaman kompleks makam.

Halaman di depan cungkup makam lumayan lega, meski tak bisa dibilang luas. Ada dua cungkup makam bersebelahan, yang dua-dua pintu masuknya terkunci. Sehingga saya meminta Kasmudi (Budi Rentcar Jepara 0858 6572 5176) mencari rumah kuncen untuk meminjam kuncinya, sukur-sukur kuncennya ada dan bisa diajak berbincang.

Selagi menunggu datangnya kunci untuk membuka pintu Makam Pangeran Puger Demaan, saya sempat berjalan berkeliling di kompleks makam yang tak begitu besar ini untuk mengambil foto bangunan cungkup di bagian luarnya. Sempat pula saya menandai lokasi makam dengan aplikasi gps.

Pangeran Puger yang dimakamkan di Desa Demaan Kudus rupanya adalah Raden Mas Kentol Kejuro, putera ketiga Panembahan Senopati, lahir dari seorang isteri selir bernama Nyai Adisara. Jatuhnya tahta kerajaan Mataram ke Panembahan Hadi Prabu Hanyokrowati, putera ke-8 Panembahan Senapati yang lahir dari permaisuri, membuat Puger merasa tak puas. Untuk meredamnya, Panembahan Hanyokrowati pun mengangkat Puger menjadi Adipati Demak, yang terjadi pada sekitar tahun 1602 M.

makam pangeran puger demaan kudus

Dua cungkup makam yang letaknya bersisian itu. Di sebelah kiri, yang atapnya berbentuk limasan tumpang dan berukuran lebih besar adalah Makam Pangeran Puger, sesuai nama yang menggantung di bagian depan cungkup kecilnya.

Pada serambi berlantai keramik yang mengelilingi cungkup utama terdapat sejumlah kubur. Di salah satu sisi ada yang berderet, dan di sisi lainnya ada yang hanya satu makam. Cungkup sebelah kanan yang atapnya limasan tanpa tumpang adalah Makam Raden Ayu Kuning, yang kabarnya adalah isteri dari Pangeran Puger.

Di luar tembok kompleks makam ini ada beberapa makam lagi yang kebanyakan tak bertanda nama. Sekitar 25 meter di belakang cungkup makam terdapat Lapangan Pangeran Puger untuk main bola, bersebelahan dengan Balai Desa Demaan. Lokasi makam ini sekitar 500 meter dari Alun-Alun Kudus, arah ke barat laut.

Meskipun telah mendapat jabatan tinggi, namun kemuliaan sebagai raja dan mimpi menjadi penguasa Mataram rupanya masih menghantui pikiran Pangeran Puger, yang membuatnya kemudian memberontak terhadap pemerintahan adiknya sendiri. Perang pun tak terhindarkan, namun pasukan Mataram yang dipimpin Tumenggung Suranata (Ki Gede Mestaka) akhirnya berhasil menggulung pasukan pemberontak.

Kalah dalam peperangan, Pangeran Puger pun kemudian diasingkan oleh adiknya ke daerah yang sekarang dikenal sebagai Desa Demaan. Peristiwa ini terjadi pada sekitar tahun 1605 M. Dalam pengasingannya itu Pangeran Puger akhirnya bertekat untuk lebih menekuni kehidupan beragama dan kemudian ikut menyebarkan agama Islam.

Setelah menunggu agak lama, Kasmudi akhirnya datang kembali ke makam membawa anak kunci untuk membuka gembok pintu. Kubur yang ada di dalam cungkup utama ditutup dengan kain mori putih tinggi, dan di dalamnya terdapat dua kubur yang bentuknya sama. Semua nisannya ditutup dengan kain putih dan tidak ada tengara nama di sana, namun lazimnya kubur pria ada di sebelah kiri.

Jika yang di sebelah kubur Pangeran Puger adalah isterinya, maka Raden Ayu Kuning tentunya isterinya yang lain, hal yang biasa pada jaman dahulu. Namun belakangan ketika kami membuka gembok cungkup RA Kuning dan masuk ke dalamnya, ternyata di sana juga ada dua kubur. Entah kubur siapa yang satunya lagi, karena kedua kubur juga tidak diberi tengara nama.

Pandangan pojok pada cungkup Makam Pangeran Puger sempat saya ambil fotonya, dengan pohon tanggung tampak di latar depan yang tak sanggup memayungi area cungkup dari terik matahari. Di kanan bawah sana tampak sebuah tugu prasasti pendek yang menjadi tanda selesainya pekerjaan pemugaran makam pada Sabtu Paing, 4 Januari 1992, ditandatangani Soedarsono, bupati Demak ketika itu.

Akan halnya pemerintahan Panembahan Hanyokrowati sendiri terus mengalami gejolak dengan terjadinya pemberontakan di sejumlah tempat. Musuhnya yang terkuat adalah Adipati Surabaya, yang dengan kekuatan pasukannya berhasil menguasai Kadipaten Pasuruan dan Blambangan. Wilayah Surabaya juga dikeliling parit pertahanan yang diperkuat meriam.

Meski pasukan Mataram yang dipimpin Adipati Martalaya merebut Lamongan pada 1612, lalu pada 1613 menyerbu Gresik dan menaklukkan Tuban serta Pati, namun Mataram tidak menyerbu Surabaya hingga Panembahan Hanyokrowati meninggal secara tak terduga di Hutan Krapyak pada 1613. Surabaya baru takluk di masa pemerintahan Sultan Agung, yaitu pada 27 Okotober 1625, setelah Pangeran Jayalengkara menyerah ke pasukan Mataram yang dipimpin Tumenggung Mangun Oneng.

Makam Pangeran Puger Demaan Kudus

Alamat : Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Lokasi GPS : -6.80631, 110.84023, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Makam Pangeran Puger Demaan Kudus

Setelah menunggu agak lama, Kasmudi akhirnya datang kembali ke makam membawa anak kunci untuk membuka gembok pintu. Kubur yang ada di dalam cungkup utama ditutup dengan kain mori putih tinggi, dan di dalamnya terdapat dua kubur yang bentuknya sama. Semua nisannya ditutup dengan kain putih dan tidak ada tengara nama di sana, namun lazimnya kubur pria ada di sebelah kiri.

makam pangeran puger demaan kudus

Pandangan pojok pada cungkup Makam Pangeran Puger, dengan pohon tanggung tampak di latar depan yang tak sanggup memayungi area cungkup dari terik matahari. Di kanan bawah sana tampak sebuah tugu prasasti pendek yang menjadi tanda selesainya pekerjaan pemugaran makam pada Sabtu Paing, 4 Januari 1992, ditandatangani Soedarsono, bupati Demak ketika itu.

makam pangeran puger demaan kudus

Pandangan dari depan pada cungkup Makam Pangeran Puger dengan cungkup kecil di depan dan cungkup utama di bagian belakang yang berbentuk tajug atau limasan tumpang. Di sebelah kiri adalah prasasti pemugaran makam.

makam pangeran puger demaan kudus

Prasasti yang menandai telah diselesaikannya pekerjaan pemugaran makam yang ditandatangani oleh Bupati Kudus pada Sabtu Pahing, 4 Januari 1992. Meski sebagian catnya udah mulai memudar, namun kondisi prasasti masih cukup baik.

makam pangeran puger demaan kudus

Cungkup makam Raden Ayu Kuning yang disebut-sebut sebagai isteri Pangen Puger. Bagi seorang raja dan penguasa, memiliki isteri lebih satu bukan hanya sekadar untuk memuaskan nafsu birahi, namun sering juga karena alasan politis. Sayangnya banyaknya keturunan membawa masalah pada suksesi kekuasaan.

makam pangeran puger demaan kudus

Sudut pandang yang memperlihatkan sejumlah makam yang berada di luar pagar tembok kompleks Makam Pangeran Puger. Boleh jadi itu adalah makam para santri atau pengikut sang pangeran. Pada foto ini juga bisa terlihat perbedaan pada kemuncak kedua cungkup makam.

makam pangeran puger demaan kudus

Sebuah papan kayu bertulis huruf Jawa dan huruf Arab terlihat menggantung di dekat langit-langit makam. Baiknya memang ada huruf Latin selain kedua huruf itu agar orang awam bisa memahami bacaannya.

makam pangeran puger demaan kudus

Kubur yang berada di sisi sebelah kanan dalam cungkup utama Makam Pangeran Puger, yang kemungkinan adalah makam sang isteri. Pada kain yang menutup nisan di ujung sana ada dua baris tulisan spidol yang nyaris pudar berbunyi "Wetan" dan "Kepala", menunjukkan pada posisi mana kain itu harus dipasang.

makam pangeran puger demaan kudus

Pandangan dari pintu cungkup utama Makam Pangeran Puger yang memperlihatkan kain mori putih sebagai penutup kedua kubur yang ada di dalamnya. Kain ini biasanya diganti secara berkala pada waktu-waktu tertentu, dan warnanya selain putih biasanya adalah hijau.

makam pangeran puger demaan kudus

Dua pasang nisan kubur yang membentuk garis lurus ini berada di salah satu sisi di samping cungkup utama Makam Pangeran Puger. Jika nisan yang di ujung sana berwarna kehitaman dan relatif polos, maka nisan yang ada di latar depan memiliki relief dan pada ubin diantara kedua nisan ada goresan nama berbunyi "R. Mertodiwirjo".

makam pangeran puger demaan kudus

Deretan kubur yang menyisakan pasangan nisan tanpa badan kubur. Sedikitnya ada 10 pasang nisan di bagian yang berada di dekat pintu masuk ke cungkup utama ini, dan tak satu pun yang memiliki tengara nama.

makam pangeran puger demaan kudus

Pada teras samping sebelah kanan cungkup utama hanya terlihat ada satu kubur dengan nisan yang sangat sederhana. Tak ada catatan apakah Pangeran Puger yang pernah menjadi Adipati Demak ini memiliki keturunan. Jika pun ada maka ketika itu mereka tentunya tak ingin keberadaannya menonjol karena status sang pangeran sebagai orang buangan.

makam pangeran puger demaan kudus

Tulisan yang berbunyi "R. Mertodiwirjo" itu, yang kemungkinan adalah seseorang yang memiliki pengaruh atau jabatan tertentu. Gelar raden yang disandangnya boleh jadi ada hubungannya dengan sang pangeran.

makam pangeran puger demaan kudus

Pemandangan pada kedua kubur yang berada di dalam cungkup Makam Raden Ayu Kuning. Kubur yang berada di sebelah kanan memiliki lekuk tiga buah dan berukuran sedikit lebih besar, juga nisannya, dibanding kubur yang berada di sebelah kiri yang hanya memiliki dua lekuk. Tak ada tengara nama di sana.

makam pangeran puger demaan kudus

Sudut pandang berbeda pada kedua kubur yang ada di dalam cungkup RA Kuning, dengan sebuah meja kecil dan sejumlah benda di atasnya. Kubur yang ada di sebelah kiri tampak juga lebih tinggi dari kubur yang satunya lagi.

makam pangeran puger demaan kudus

Saat hendak meninggalkan lokasi makam, mata saya tertarik dengan grafiti yang menghias dinding tinggi di sebelah lapangan voli. Lapangan ini berada di samping kiri kompleks Makam Pangeran Puger. Sebuah kunjungan yang membawa cerita tentang sepenggal sejarah kerajaan Mataram sepeninggal Panembahan Sanapati.

makam pangeran puger demaan kudus

Pandangan dekat pada kemuncak cungkup depan dan cungkup utama Makam Pangeran Puger di Demaan, Kudus. Pada kuncup kecil di bagian depan terlihat ada ornamen dedaunan dan angka 1991 yang mestinya adalah tengara tahun pemugaran makam ini. Di kemuncak bagian belakang berbentuk kuncup melati yang biasanya melambangkan kasta ningrat.

makam pangeran puger demaan kudus

Pandangan pojok pada cungkup utama yang berisi Makam Pangeran Puger. Nama muda pangeran yang dimakamkan di Desa Demaan Kudus ini adalah Raden Mas Kentol Kejuro, putera ketiga Panembahan Senopati, lahir dari seorang isteri selir bernama Nyai Adisara

makam pangeran puger demaan kudus

Pandangan utuh pada gapura bagian depan yang berupa candi bentar namun dengan penutup cungkup yang menghubungkan kedua pilarnya. Di bawah hiasan dedaunan dan suluran di puncak gapura ini juga ada angka 1991.

makam pangeran puger demaan kudus

Info Kudus

Hotel di Kudus, Hotel Murah di Kudus, Peta Wisata Kudus, Tempat Wisata di Kudus.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑