Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang

Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang berada di Bukit Wonobodro, perbukitan tak begitu tinggi di Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kabupaten ini tepat berada di sebelah Timur Kabupaten Pekalongan, yang dilewati jalan Pantai Utara Jawa, dengan jalur tengkorak terkenal bernama Alas Roban.

Kami menempuh jarak 4,2 km dari area Agrowisata Perkebunan Teh Pagilaran, atau sekitar 28 km dari Alun-Alun Batang untuk sampai di halaman parkir Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang yang cukup luas. Area parkirnya tepat di kaki bukit, dengan undakan lebar menuju ke gapura yang berada di atas.

Di sebelah kanan area ini ada cungkup kecil yang disebut petilasan pasujudan aulia Wonobodro. Warga setempat mempercayai bahwa yang ada di Bukit Wonobodro adalah makam atau petilasan Syekh Maulana Maghribi yang paling tua, dengan alasan banyaknya peziarah yang datang ke tempat ini terutama sejak setengah bulan sebelum bulan puasa. Di Kabupaten Batang masih ada satu lagi Makam Syekh Maulana Maghribi, namun tak saya kunjungi.

makam syekh maulana maghribi wonobodro batang
Kerumunan anak yang mengerubungi dan menawarkan air dalam botol di latar depan, dan undakan menuju ke Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang terlihat di latar belakang, dengan lubang gapura kembar di ujung atasnya. Area parkir yang tak terlihat berada di sebelah kanan, dimana di pinggirannya terdapat pedagang gorengan yang ramah.

Di sisi sebelah kiri ada kolam segi empat cukup besar berisi air jernih yang diperuntukkan buat peziarah pria, namun tak saya lihat kolam untuk wanita. Di sebelah petilasan pasujudan ada pancuran tunggal dengan tengara "Air Kramat Petilasan Wudhu Auliya Wonobodro". Setelah menaiki undakan dan melewati gerbang atas, terlihat jalur lurus menuju cungkup Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro, sementara di jalan ke kanan ada tengara "Makam Ky Agung Pekalongan, Makam Ki Ageng Wonobodro". Kami berjalan ke kanan lebih dulu.

Saat itu seorang peziarah tampak sedang berdoa di depan jirat kubur yang ditutup kain hijau dan dipagar. Tak ada tengara nama pada makam utama di dalam pendopo yang besar ini, namun sepertinya itu adalah makam Kyai Agung Pekalongan. Di belakangnya ada sepasang makam dengan nisan marmar berbentuk botolan yang mungkin Makam Ki Ageng Wonobodro.

Ada yang menyebut Kyai Agung Pekalongan adalah Ki Ageng Wonobodro, namun ada yang menyebut sebagai orang yang berbeda. Sayang tak saya peroleh riwayat mereka. Di pendopo ada sejumlah makam lain, dengan nisan batu tipis sederhana. Di halaman ada lagi sepasang makam dalam cungkup kecil dengan lantai tinggi, juga tak ada tengara nama di sana. Kami meninggalkan makam ini dengan melewati gapura lengkung untuk menuju ke cungkup Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang.

Ada jalur lurus lebar dan panjang yang di ujungnya terdapat gapura kedua menuju Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang. Dua jalur dengan pemisah tanpa pagar itu tentu dimaksudkan sebagai jalur masuk peziarah di sebelah kiri dan jalur keluar dari makam di kanan, yang akan sangat membantu ketika musim ziarah tiba dan orang ramai berdatangan ke tempat ini.

Syekh Maulana Maghribi berasal dari Maghrib, Maroko. Ada pula yang menyebut bahwa ia lahir di Samarkand. Raffles menyebutnya berasal dari Arab, dan menetap di Desa Leran. Sedangkan J.P. Moquette menduga Malik Ibrahim berasal dari Kashan, Iran sekarang. Yang diakui banyak orang adalah pengaruhnya yang besar dalam penyebaran agama Islam di Jawa.

Jirat kubur Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang juga ditutupi kelambu, namun warnanya putih dan berenda, yang lokasinya tepat berada di tengah pendopo yang ditopang empat sokuguru bercat warna tembaga. Di dalam kelambu terdapat dua makam panjang dan tinggi. Di belakang kubur terlihat papan pemisah ruangan peziarah pria dan wanita.

Masih di dalam pendopo Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang terdapat beberapa kubur lainnya, beberapa diberi tanda nama yang cukup membantu bagi peziarah. Diantara makam yang bertengara itu adalah Makam Syekh Fakir Sugih, dan Makam Syekh Jambu Karang. Uniknya Makam Syekh Jambu Karang juga ada di Pemalang dan Purbalingga. Ini adalah makam kelima dengan nama penghuni sama yang sudah saya kunjungi. Yang pertama saya kunjungi adalah yang di Cirebon, lalu di Gresik, kemudian di Parangtritis, dan di Kebumen.

Di Wonobodro, setiap 13 Syuro diselenggarakan khol untuk Syekh Maulana Magribi, Sunan Kudus, Syekh Bandi Maktis, Syekh Fakir Sugih, Kyai Agung Pekalongan, Kyai Bahurekso, dan Ki Ageng Wonobodro. Salawat, dzikir, tahlil, dan ceramah diselenggarakan pada malam hari, dan esok paginya orang berjalan beriringan dari masjid ke makam untuk berziarah.

Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang

28 foto di sini. Alamat : Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Lokasi GPS : -7.087925, 109.8419094, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Hotel di Batang, Tempat Wisata di Batang, Peta Wisata Batang.
Label : . Updated : September 13, 2018.
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Follow : Twitter, Facebook, Subscribe, Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!