Taman Menteng Jakarta

Mungkin ini adalah kunjungan ketiga atau keempat kalinya ke lokasi Taman Menteng Jakarta yang, sesuai namanya, berada di daerah kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat. Taman Menteng dikelilingi oleh Jl HOS Cokroaminoto di Barat, Jl Prof Moh Yamin di Utara, Jl Kediri di Timur, Jl Sidoarjo dan Jl Kertosono di Selatan, dengan gedung parkir di sudut Barat Daya taman.

Taman Menteng Jakarta berbentuk segi empat, nyaris kubus, dengan luas lebih dari 2 ha, dibangun pada 2007 di bekas Lapangan Sepakbola Persija. Persija lalu pindah ke Stadion Lebakbulus. Belakangan Persija tidak memakainya karena kapasitasnya tak mampu menampung penonton.

Satu tambahan fasilitas publik yang dipasang di taman ini atas perintah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo waktu itu sebelum menjadi presiden adalah jaringan wifi gratis berkecepatan tinggi. Sebagaimana yang sebelumnya ia juga pasang di Taman Suropati dan Taman Situ Lembang.

taman menteng jakarta pusat
Tulisan Taman Menteng yang berada di sisi Jl HOS Cokroaminoto. Tulisan ini belum ada ketika saya datang di kunjungan sebelumnya. Cantik. Kebanyakan taman, bukan hanya di Jakarta, sudah menggunakan tengara sejenis ini yang memang terlihat elok dan awet untuk area luar ruang.

Paving blok pada jalur pedestrian juga sudah lebar dan rapi. Rumah masa depan Persija adalah Stadion Taman BMW, namun sayangnya hingga beberapa waktu lalu pembangunannya masih tersandung soal sengketa kepemilikan lahan, meskipun Joko Widodo ketika masih menjadi Gubernur DKI kabarnya telah menganggarkan 1,2 triliun untuk membangun stadion megah itu.

Taman bermain anak kondisinya juga sudah lebih baik sekarang dibandingkan ketika pertama kali saya datang ke Taman Menteng. Jika dulu alas atau lantai area bermainnya masih menggunakan semen, maka lantai yang baru sudah memakai semacam karpet lembut yang tak membuat anak merasa sakit jika jatuh.

taman menteng jakarta pusat

Jalan pedestrian di dalam Taman Menteng Jakarta Pusat berbentuk mosaik yang saat itu sudah memerlukan perawatan atau peremajaan. Mosaik yang mestinya terlihat cantik itu sudah hampir kehilangan cahayanya. Hal yang wajar karena setiap hari terkena paparan langsung sinar matahari dan hujan, serta dilewati orang banyak.

Bagian dalam rumah kaca saat itu dalam keadaan kosong sedang tidak ada pameran atau belum ada peraga pamer tetap. Sebenarnya terlihat ada cukup banyak pekerja yang bertugas merawat taman, namun kuantitas orang tidaklah selalu berbanding lurus dengan kualitas kerja. Dulu Stadion Menteng diserahkan langsung oleh Presiden Soekarno kepada Persija pada 1960, dan dengan bergulirnya waktu telah melahirkan beberapa pemain legendaris seperti Djamiat Kaldar, Abdul Kadir, Iswadi Idris, Anjas Asmara, dan Ronny Pattinasarani. Prasasti penggalan riwayat ini ada baiknya dibuatkan di Taman Menteng.

Pada kunjungan terakhir, bagian utama Taman Menteng yang memanjang dari Utara sampai ke ujung Selatan di sisi Timur sudah terlihat agak kurang mengesankan. Kesan garis-garis elegan yang saya lihat beberapa saat setelah peresmian kini digantikan dengan kotak-kotak untuk permainan volley, futsal, basket, dan mungkin badminton. Saya jauh lebih suka yang dulu. Lebih elok.

Kursi lempeng besi yang kaku dan tak ramah itu ada baiknya digantikan dengan kursi Jokowi yang terbuat dari kayu pada besi cor yang jauh lebih elegan. Kursi Jokowi itu saya lihat telah terpasang di banyak titik di Taman Suropati, yang membuat taman menjadi jauh lebih ramah dan terkesan membumi.

Ketika masih berdiri dulu Stadion Menteng bisa menampung setidaknya 10.000 penonton. Stadion sepak bola yang didirikan pada 1921 itu dirancang oleh F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen, dan diberi nama Voetbalbond Indische Omstreken Sport (Viosveld). Jika kini berubah fungsi, sebagian itu karena Jakarta memang membutuhkan lebih banyak taman untuk rekreasi keluarga yang murah dan sehat.

Secara umum saya melihat kondisi Taman Menteng saat terakhir berkunjung ada plus minusnya, dengan plusnya ada pada area bermain anak. Perbaikan pada keramik jalan dan area utama yang memanjang, serta penataan taman dan penggantian tempat duduk saya kira sudah saatnya untuk dilakukan lagi. Peletakan patung artistik mungkin juga perlu dipertimbangkan. Demikian juga prasasti yang menceritakan riwayat Taman Menteng perlu dipasang.

Informasi Taman Menteng Jakarta

Alamat : Jl HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasi GPS : -6.195957, 106.829306, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : setiap waktu. Harga tiket masuk : gratis. Ada area parkir.

Galeri Foto Taman Menteng Jakarta

Kondisi terakhir pada bagian utama Taman Menteng yang memanjang dari Utara sampai ke ujung Selatan di sisi Timur. Kesan garis-garis elegan yang saya lihat beberapa saat setelah peresmian kini digantikan dengan kotak-kotak untuk permainan volley, futsal, basket, dan mungkin badminton. Saya jauh lebih suka yang dulu. Lebih elok.

taman menteng jakarta pusat

Pandangan pada taman bermain anak yang mudah-mudahan kondisinya sudah lebih baik sekarang, dan memang lebih baik ketika saya mampir beberapa minggu lalu. Jika pada foto alas atau lantai area bermainnya masih menggunakan semen, maka lantai yang baru sudah memakai semacam karpet lembut yang tak membuat anak merasa sakit jika jatuh.

taman menteng jakarta pusat

Pemandang ke arah sebuah bundaran air mancur kecil di sisi sebelah kan taman. Jika saja airnya mancur tentu akan lebih terlihat cantik. Kursi besi cor yang terlihat di sebelah kanan mudah-mudah sekarang sudah diganti dengan kursi Jokowi.

taman menteng jakarta pusat

Sebuah pelat dengan siluet orang bermain bola terlihat di sebuah sudut taman. Karena bukan pemain bola saya tak begitu faham kegunaannya, dan hanya bisa menebak mungkin dipakai untuk melatih kearutan tendangan bebas.

taman menteng jakarta pusat

Saya sempat berjalan kaki menyebarang ke taman yang persis berada di sebelah Taman Menteng yang dikenal dengan sebutan Taman Kodok, oleh karena ada sejumlah patung kodok dipasang di taman yang tak begitu besar itu.

taman menteng jakarta pusat

Jika lapar dan ingin makan sederhana ada pedagang kaki lima di sekitar Taman Kodok atau di seberang Taman Menteng. Namun banyak sekali pilihan tempat makan dan restoran di dekat Taman Menteng yang bisa dicapai dengan berjalan kaki.

taman menteng jakarta pusat

Ini adalah pemandangan asri saat Taman Menteng belum lama diresmikan. Meskipun kebanyakan pohon yang ditanam belum besar, namun penataan tanaman perdu dan bebungaannya saat itu dilakukan dengan baik.

taman menteng jakarta pusat

Ini juga foto lama di area utama Taman Menteng yang pada saat berikutnya saya datang ke sana ternyata sudah berubah. Sayangnya buat saya berubahnya tidak menjadi lebih baik. Moga-moga saja saat ini sudah elegan lagi.

taman menteng jakarta pusat

Pemandangan ke arah area bermain anak-anak saat beberapa pengunjung tengah berjalan kaki pada jogging trek yang tersedia di sana. Pengunjung yang rumahnya agak jauh bisa menyimpan motor atau mobil di gedung parkir taman ini dan lalu berolah raga di sana.

taman menteng jakarta pusat

Kondisi area bermain anak pada saat terakhir berkunjung ke Taman Menteng. Sudah jauh lebih baik dari sisi keamanan bagi anak dan lebih bervariasi pula alat bermain yang dipasang di sana.

taman menteng jakarta pusat

Kondisi terakhir pada ujung area utama Taman Menteng yang memanjang. Pepohonannya sudah jauh lebih rimbun, namun lantainya sudah memerlukan perawatan segera agar tampak cantik kembali.

taman menteng jakarta pusat

Pandangan pada arah sebaliknya dari foto sebelumnya, yang digunakan untuk bermain futsal. Satu-satunya keterbatasan pada area bermain gratis ini adalah tidak bisa digunakan jika hujan turun atau saat terik matahari sedang menyengat.

taman menteng jakarta pusat

Karpet bermain lembut seperti di Taman Menteng ini pertama kali saya lihat adalah di RPTRA Kalijodo yang dibuat oleh Gubernur DKI Jakarta waktu itu Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama. Keamanan area bermain bagi anak-anak mestinya sudah harus menjadi standar di semua tempat publik seperti ini.

taman menteng jakarta pusat

Belum ada perubahan pada tempat duduk saat terakhir berkunjung ke sana. Masih dari besi cor yang awet namun terasa keras saat diduduki. Selain perbaikan pada tempat duduk, semoga setelah musim hujan lewat bisa dilakukan lagi penyegaran pada taman ini agar terlihat lebih elok dan bisa menarik lebih banyak pengunjung untuk bermain dan berolah raga.

taman menteng jakarta pusat

Info Tentang Jakarta

Hotel di Jakarta Pusat
Hotel Melati di Jakarta Pusat
Nomor Telepon Penting
Peta Wisata Jakarta
Peta Wisata Jakarta Pusat
Rute dan Jadwal Lengkap KRL Commuter Line Jabodetabek
Rute Lengkap TransJakarta
Tempat Wisata di Jakarta
Tempat Wisata di Jakarta Pusat
Trayek Bus Damri Bandara Soekarno - Hatta
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑