Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan

January 01, 2020. Label:
aroengbinang.com -
Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan atau Taman Margasatwa Ragunan, adalah tempat rekreasi keluarga seluas 147 ha di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kebun binatang ini berdiri pada 1864, kini berpenghuni 3.000 satwa dengan lebih dari 50.000 pohon aneka rupa tumbuh subur di sana.

Tempat parkir sangat luas, yang pada hari kerja digunakan para pemakai bus TransJakarta karena halte bus berada dalam lingkungan perparkiran Kebun Binatang Ragunan. Sehingga boleh dikatakan setiap hari tempat parkir kendaraan ini selalu penuh oleh mobil dan motor. Meski sangat luas, namun di akhir pekan sering tak mudah untuk mendapatkan tempat parkir, apalagi jika datang sudah agak siangan.

Karena area di dalam kebun binatang luas sekali, maka menjadi tempat yang sangat baik untuk berwisata sambil berolah raga jalan kaki. Namun pengelola menyediakan juga persewaan sepeda, kereta wisata keliling, dan juga bendi bagi pengunjung sepuh atau mereka yang ingin menghemat waktu dan tenaga. Pada hari libur dan libur nasional, pengunjung bisa naik Unta pukul 10.00-15.00, dengan membayar Rp. 5.000. Lokasinya di sebelah Pintu Timur. Bisa pula naik gajah antara pukul 10.00-15.00, dengan membayar Rp. 5.000/orang (3 tahun ke atas). Lokasi gajah tunggang ini berada di dekat pintu masuk yang ada di sisi sebelah barat kebun binatang.

kebun binatang ragunan jakarta
Seekor anak Gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus, bledhug dalam bahasa Jawa) di Kebun Binatang Ragunan Jakarta tengah membunyikan terompet mulutnya setelah ia puas bermain dan berkubang di dalam air. Selain anak gajah yang lucu tingkahnya, ada cukup banyak gajah Sumatera dewasa yang ukuran badannya sangat besar dengan kandang yang lumayan luas.

Kebun Binatang Ragunan Jakarta berdiri pada 1864 dengan nama Planten En Dierentuin atau "Tanaman dan Kebun Binatang." Semula lokasinya ada di Cikini, Jakarta Pusat, yang merupakan pemberian Raden Saleh, pelukis kondang yang dimakamkan di Bogor itu. Tahun 1949, namanya berubah menjadi Kebun Binatang Cikini, dan baru pada 1964 pindah ke daerah Ragunan. Peresmiannya dilakukan oleh Gubernur DKI Ali Sadikin pada 22 Juni 1966.

Di awal kunjungan, di dekat Pintu Barat, saya melihat sejumlah Rusa Tutul (Axis axis erxleben) asal India yang pada awalnya sengaja didatangkan ke Istana Bogor oleh Thomas Stanford Raffles, sekitar tahun 1814. Di Kebun Binatang Ragunan juga ada Rusa, Rusa Bawean, Rusa Sambar, dan Rusa Timor.

Di sebelah Rusa Tutul ada kandang Jerapah (Giraffa Camelopardalis Reticulatus), binatang berleher sangat panjang asal Afrika. Dalam keadaan normal, jerapah bisa hidup sampai 25 tahun. Di sebelahnya lagi ada kandang Zebra. Beberapa saat kemudian saya melewati kandang Gajah Sumatera, Tapir, dan Nilgai. Nilgai (Boselaphus tragocamelus) atau sapi biru adalah spesies antelop Asia terbesar asal India yang masih ada.

Sedikit ke selatan lagi saya bertemu dengan Kadal raksasa Komodo (Varanus komodoensis) dewasa dengan ukuran badan yang cukup besar. Komodo di Kebun Binatang Ragunan Jakarta ini bisa diam tak bergerak dalam waktu lama, sebelum ia berjalan untuk berpindah tempat. Di alam, Komodo hanya ditemukan di habitat aslinya di Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca dan Flores Barat.

Makanan Komodo adalah binatang liar seperti babi hutan, kambing, kerbau, kuda, dan rusa. Pada waktu musim kawin, Komodo betina bisa bertelur hingga 20 butir yang dieraminya selama 8-10 Bulan sampai menetas. Komodo bisa hidup hampir sama dengan panjang usia manusia, yaitu 50 - 60 tahun.

Selanjutnya ada kandang Burung Onta, dan ada pula kandang yang berisi Burung Elang Bondol (Haliastur indus) dengan bulu coklat kemerahan, dan bulu kepala serta leher putih. Elang ini juga ada di Sri Langka, Asia Tropis, Tiongkok Selatan sampai ke bagian Utara Australia. Makanannya adalah hewan mamalia kecil, juga ikan, katak, ketam, ular, dan kadal.

Sebagian kandang binatang buas berada di sisi tenggara Kebun Binatang Ragunan, yaitu Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), serta Harimau putih yang berasal dari Benggala, India. Di dekatnya ada kandang Beruang Madu dan Gajah. Kandang binatang buas lainnya ada di bagian tengah, di sebelah utara Pusat Primata Schmutzer, yaitu Macan Tutul dan Singa Afrika (Panthera leo). Di dekatnya ada kandang Beruang Amerika, beberapa jenis unggas, Binturong, Burung Nuri, dan mamalia kecil.

Beruk (Macaca nemestrina) bisa dilihat di Pusat Primata Schmutzer. Berat beruk jantan bisa mencapai 15 kg. Bulunya berwarna kecoklatan dengan warna lebih gelap di bagian punggungnya dan warna lebih cerah di bagian bawah tubuhnya. Di sejumlah tempat, beruk dipekerjakan penduduk sebagai pemetik buah kelapa.

Adalah Pauline Antoinette Schmutzer-versteegh yang merintis berdirinya fasilitas Pusat Primata Schmutzer di Kebun Binatang Ragunan yang didukung oleh Yayasan Gibbon. Pusat Primata Schmutzer, yang merupakan salah satu tempat pelestarian primata terbesar di dunia saat ini, merupakan hasil rancangan dari DR Ir Willie Smits dan Frau Ulrike von Mengden dengan arsitek Ir Radya Bharata.

Pusat Primata Schmutzer dibuka pada jam 09.00 - 16.00, dengan tiket masuk Rp. 5.000 per orang.
Gorilla juga ada di Pusat Primata Schmutzer. Kandang Gorilla dibatasi dengan parit keliling untuk menjaga keamanan bagi pengunjung. Pusat Primata Schmutzer Kebun Binatang Ragunan memelihara 3 ekor gorilla jantan yang berasal dari kebun binatang Inggris. Pertunjukan pemberian makan gorilla bisa dilihat pengunjung pada sekitar pukul 12.00 dan 15.00. Koleksi lainnya adalah Bekantan, Siamang, Lutung Budeng, Monyet Ekor Panjang, Orangutan, dan Uwa-Uwa.

Agak di bagian belakang, dekat Pintu Timur Kebun Binatang Ragunan, terdapat kandang Unta, hewan berkuku genap yang hidup di wilayah gurun Asia dan Afrika Utara, berhadapan dengan kandang Buaya. Umur Unta bisa mencapai 50 tahun. Unta bisa hidup tanpa makan minum selama beberapa hari, karena lemak punuknya bisa diubah menjadi energi dan air, juga sistem pernafasannya sangat efisien.

Di dekat kandang Unta ada kandang Rusa, Banteng, Babi Rusa, Anoa, Kerbau Bule, Rusa Bawean, dan Kapibara. Kapibara (Hydrochaeris hydrochaeris) adalah jenis hewan pengerat terbesar yang masih ada di dunia. Masih banyak sekali koleksi binatang lainnya yang tidak akan habis dikunjungi dalam waktu sehari. Sempatkan melihat Akses dan Pertunjukan Kebun Binatang Ragunan, dan Peta Kandang.

Kebun Binatang Ragunan Jakarta

Alamat : Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Telp 021-780 6975, 789 0615, Fax 021-780 5280. Lokasi GPS : -6.306426, 106.820111, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : Selasa sampai Minggu 09.00 - 18.00, Senin tutup. Harga tiket masuk : Rp4.000, Rp3.000 anak-anak, ditambah asuransi Rp.500. Rombongan pelajar 30 orang dikenakan tarif 75% dari harga tikte. Parkir Mobil Rp. 5000/hari, Bus Rp. 10.000/hari, motor Rp. 2.500/hari, sepeda Rp. 1.000/hari.

Video Kebun Binatang Ragunan



Galeri Foto Kebun Binatang Ragunan

Kadal raksasa Komodo (Varanus komodoensis) dewasa dengan ukuran badan yang cukup besar. Komodo di Kebun Binatang Ragunan Jakarta ini bisa diam tak bergerak dalam waktu lama, sebelum ia berjalan untuk berpindah tempat. Di alam, Komodo hanya ditemukan di habitat aslinya di Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca dan Flores Barat.

komodo kebun binatang ragunan jakarta

Beruk (Macaca nemestrina) di sebuah kandang di Pusat Primata Schmutzer Kebun Binatang Ragunan. Berat beruk jantan bisa mencapai 15 kg. Bulunya berwarna kecoklatan dengan warna lebih gelap di bagian punggungnya dan warna lebih cerah di bagian bawah tubuhnya. Di sejumlah tempat, beruk dipekerjakan penduduk sebagai pemetik buah kelapa.

beruk kebun binatang ragunan jakarta

Kandang Gorilla di Kebun Binatang Ragunan Jakarta yang dibatasi dengan parit keliling untuk menjaga keamanan bagi pengunjung. Kebun Binatang Ragunan memelihara 3 ekor gorilla jantan yang berasal dari kebun binatang Inggris. Pertunjukan pemberian makan gorilla di kebun binatang bisa dilihat pengunjung pada sekitar pukul 12.00 dan 15.00.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Di Taman Satwa Anak ini pengunjung bisa naik gajah di Kebun Binatang Ragunan khusus hari Minggu dan hari libur nasional antara pukul 10.00-15.00, dengan membayar Rp. 5.000/orang (3 tahun ke atas). Lokasinya berada dekat pintu barat Kebun Binatang Ragunan.

gajah tunggang kebun binatang ragunan jakarta

Kandang satwa yang tinggi dan bagian atasnya berbentuk lengkung dengan lubang-lubang hawa kalau tidak salah adalah kanda jerapah. Selain kandang burung dan primata, memang kandang jerapah berleher panjang yang lazimnya dibuat dengan tinggi mencukupi.

jerapah kebun binatang ragunan jakarta

Kandang Rusa Totol (Axis axis erxleben) di Kebun Binatang Ragunan. Hewan ini berasal dari India sampai Sri Lanka, yang pada mulanya didatangkan ke Istana Bogor oleh Thomas Stanford Raffles, sekitar tahun 1814. Di latar belakang adalah kandang Jerapah (Giraffa Camelopardalis Reticulatus) Kebun Binatang Ragunan yang berasal dari daerah Afrika. Binatang yang bisa hidup sampai berusia 25 tahun ini lama kehamilan betinanya adalah sekitar 15 Bulan.

rusa tutul kebun binatang ragunan jakarta

Anak gajah ini tak bisa diam di tempat. Selalu ada saja yang dilakukannya, sebagaimana layaknya mahluk kecil lainnya. Tingkah polah gajah kecil ini menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung kebun binatang, yang memang butuh hiburan.

anak gajah kebun binatang ragunan jakarta

Selain menggerakkan belalai dan mulutnya dalam beberapa formasi, anak gajah itu juga menggoyang kakinya, dan kadang sambil mengeluarkan suara ribut. Sayang ruangan yang relatif sempit membuatnya tak bisa berlarian dengan bebas.

anak gajah kebun binatang ragunan jakarta

Kandang Elang Bondol (Haliastur indus) di Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan, dengan bulu berwarna coklat kemerahan, sedangkan bulu kepala dan lehernya berwarna putih. Mata elang ini sangat tajam yang diperlukannya dalam memburu mangsanya.

elang bondol kebun binatang ragunan jakarta

Meskipun paruh elang tidak bergigi sebagaimana hewan pemangsa lainnya, namun karena bentuknya yang melengkung, tajam dan kuat, maka elang bisa dengan mudah mengoyak tubuh mangsanya untuk ditelan atau diberikan kepada anaknya.

elang bondol kebun binatang ragunan jakarta

Selain masih cukup banyak ditemukan di wilayah Indonesia, elang ini juga ada di Sri Langka, Asia Tropis, Cina Selatan sampai ke bagian Utara Australia. Makanannya adalah hewan mamalia kecil, juga ikan, katak, ketam, ular, dan kadal.

elang bondol kebun binatang ragunan jakarta

Kandang Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) Kebun Binatang Ragunan, yang sub-jenisnya ada juga di India, Sri Langka, Thailand, dan Malaysia. Lama kehamilan gajah betina adalah 20-22 bulan, dan berat bayi gajah ketika lahir berkisar antara 50-120 Kg.

gajah sumatera kebun binatang ragunan jakarta

Pada hari libur dan hari besar, pengunjung bisa naik gajah di Kebun Binatang Ragunan ini antara pukul 10.00-15.00, dengan membayar Rp. 5.000/orang (3 tahun ke atas). Lokasinya berada dekat pintu barat Kebun Binatang Ragunan.

gajah sumatera kebun binatang ragunan jakarta

Ada cukup banyak koleksi Komodo di Kebun Binatang Ragunan, sehingga bagi pengunjung yang belum beruntung pergi melihatnya langsung di Pulau Komodo, cukup pergi ke Ragunan saja dan bisa melihatnya dari jarak yang cukup dekat.

komodo kebun binatang ragunan jakarta

Komodo lainnya di Kebun Binatang Ragunan yang tengah berada di atas gundukan perbukitan buatan, dengan posisi badan dan kepala yang sepertinya khas bagi reptil sejenis ini, baik yang kecil seperti kadal hingga yang sebesar ini.

komodo kebun binatang ragunan jakarta

Komodo di kebun binatang Ragunan ini termasuk sangat betah bertahan lama pada posisinya. Menunggunya mulai menggerakkan kakinya seperti ini bisa membutuhkan waktu yang lumayan lama, dan butuh kesabaran sendiri.

komodo kebun binatang ragunan jakarta

Burung merpati yang berjalan bebas di dekat Komodo tidak membuat binatang reptil raksasa itu bergerak untuk mendekatinya. Mungkin mereka sudah bersahabat lama dan karenanya tidak saling mengganggu.

komodo kebun binatang ragunan jakarta

Seekor komodo berukuran lumayan besar terlihat sedang berjalan mendekat. Kulit badannya terlihat tebal dan sangat kasar dengan warna bervariasi dari gelap hingga kekuningan. Warna kulit moncongnya terlihat agak kehijauan.

komodo kebun binatang ragunan jakarta

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya seekor Komodo di Kebun Binatang Ragunan ini menjulurkan lidah bercabangnya yang berwarna kekuninang. Racun dari lidah komodo mengandung bakteri Listeria yang bisa mematikan jika tergigit dan tak segera diobati.

komodo kebun binatang ragunan jakarta

Binatang Komodo dewasa beratnya ada yang hingga 166 kilogram, termasuk makanan yang belum dicerna di perutnya. Panjang ekor biasanya sama dengan panjang dengan tubuhnya, dan memiliki sekitar 60 gigi bergerigi tajam.

komodo kebun binatang ragunan jakarta

Maskot Gorila di tangga masuk Pusat Primata Schmutzer Kebun Binatang Ragunan yang merupakan salah satu tempat pelestarian primata terbesar di dunia. Adalah Pauline Antoinette Schmutzer-versteegh yang merintis dibangunnya fasilitas Kebun Binatang Ragunan ini.

komodo kebun binatang ragunan jakarta

Ungko (Hylobates agilis) Pusat Primata Schmutzer Kebun Binatang Ragunan. Jenis Primata yang telah nyaris punah ini memiliki bulu bermacam-macam mulai dari warna kekuningan hingga warna coklat gelap atau hitam, dengan alis berwarna putih dan tidak memiliki ekor. Ungko adalah binatang monogami dan suaranya yang keras menjadi penanda bagi wilayah kekuasaan mereka.

ungko kebun binatang ragunan jakarta

Jika berdiri agak lama di kandang Siamang ini, pengunjung akan mendegar suara teriakannya yang khas dan bersahut-sahutan. Siamang merupakan jenis kera hitam berlengan panjang, dan sangat tangkas bergerak di atas pohon.

siamang kebun binatang ragunan jakarta

Siamang lebih aktif di siang hari, biasanya hidup dalam kelompok dua sampai tiga. Siamang mempunyai kantung tenggorok yang disebut kantung gular yang menggelembung sebesar kepala untuk membuat pita suara bersuara lebih keras. Umur Siamang bisa mencapai 40 tahun.

siamang kebun binatang ragunan jakarta

Sebuah kandang primata dalam bentuk kerangkeng kurungan berjeruji yang tinggi dan besar. Meskipun sudah jauh lebih baik dibanding kandang satwa pada umumnya, namun tetap saja hidup di alam bebas akan lebih menyenangkan bagi hewan primata ini.

kandang siamang kebun binatang ragunan jakarta

Sejenis monyet di Pusat Primata Schmutzer Kebun Binatang Ragunan yang tengah asik memperhatikan pengunjung yang lewat. Karena seringnya mereka melihat manusia lewat, tak ada rasa takut pada binatang ini.

monyet kebun binatang ragunan jakarta

Kondisi monyet ini terlihat bersih, baik kulit muka, tangan, dan bulu-bulunya. Entah apakah dibersihkan secara teratur oleh petugas, atau setidaknya kandangnya memang dibuat agar selalu dalam keadaan bersih dan terawat.

monyet kebun binatang ragunan jakarta

Gardu pandang yang ada di Pusat Primata Schmutzer Kebun Binatang Ragunan. Ketika masuk ke kompleks ini agak membingungkan dalam memilih arah, karena adanya banyak jalan pilihan yang bisa dilewati.

pusat primata schmutzer kebun binatang ragunan jakarta

Kandang-kandang yang lebar dan tinggi di Pusat Primata Schmutzer Kebun Binatang Ragunan untuk memberikan tempat bagi primata yang biasa hidup di pepohonan yang tinggi, seperti misalnya Siamang.

pusat primata schmutzer kebun binatang ragunan jakarta

Seekor monyet tampak tengah melangkah di atas sebuah hammock atau tempat tidur gantung. Entah hammock memang diperuntukkan buat hewan primata itu, atau memang ada orang yang menggunakannya untuk tiduran di sana.

monyet ekor panjang kebun binatang ragunan jakarta

Seekor Gorila dewasa yang berukuran besar tampak tengah bergulingan sendirian di dekat gerumbul pepohonan dan perdu. Lokasinya cukup jauh dari tempat saya berdiri, berada di tengah area kandangnya yang luas dan dibatasi dengan kolam parit yang tinggi.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Cukup lama Gorila itu gulang-guling sendirian di sana, mungkin untuk membantu mendingkinkan badannya di tengah udara Jakarta yang panas. Tak terlihat ada pasangannya, entah sedang dipisahkan atau tengah berada di tempat yang tak terlihat.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Akhirnya Gorila itu melangkah mendekati tempat saya berdiri. Sepertinya ia tahu bahwa ada pengunjung yang ingin melihatnya dari dekat, dan ia tak mau mengecewakan mereka, meskipun pengunjung hari itu sedang tak banyak karena bukan akhir pekan.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Untuk melihat Gorila (Gorila gorilla) dari jarak dekat seperti ini saya harus bersabar menunggunya, setelah sebelumnya ia berlama-lama bergulingan diantara semak-semak di tengah sana.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Cukup lama juga Gorila ini duduk pada posisi seperti itu. Hanya kepala dan tangannya saja yang sering bergerak. Gorila ini tampaknya adalah jantan, yang ukurannya biasanya dua kali lebih besar dari ukuran betinanya.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Melihat roman mukanya, Gorila ini tampaknya sudah cukup tua. Dalam keadaan biasa, Gorila bisa hidup sampai usia 50 tahun. Masa kehamilan Gorila betina juga hampir sama dengan manusia, yaitu 8-9 bulan, dengan berat bayi sewaktu lahir 2-2.5 Kg.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Sepertinya juga tak mudah bagi Gorila ini untuk diam sendirian, sehingga dipegangnya suluran panjang, dan digunakannya sebagai mainan yang diseretnya kemana-mana saat ia melangkah. Gorila makan sampai sekitar 25 kg daun, bunga, bijian, batang, tangkai pohon, kadang semut dan sejenis rayap.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Bosan duduk, Gorila ini berjalan ke pojok parit, memperlihatkan bagian belakangnya yang berbulu cukup tebal. Bulu bagian punggung tampak rontok, mungkin karena sering digarukkan ke batang pohon saat terasa gatal. Umumnya Gorila bisa mulai beranak saat usianya mencapa 10 tahun.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Salah satu posisi unik Gorila yang menyerupai sebuah patung hidup. Suluran itu masih saja dibawanya sebagai teman dan hiburan manakala sedang tidak ada hal lain yang menarik perhatiannya. Gorila biasanya hidup di dalam keluarga yang terdiri dar 6 sampai 7 ekor. Antara 97-98% DNA Gorila sama dengan DNA manusia.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Bentuk gedung yang unik di bagian depan Pusat Primata Schmutzer yang menjadi jalan masuk ke kompleks kandang primata yang sangat luas ini. Kadang hanya diperlukan seorang yang punya kepedulian untuk bisa membuat hal yang besar dalam hidup.

pusat primata schmutzer kebun binatang ragunan jakarta

Penampakan bagian dalam dari gedung Pusat Pendidikan Primata yang masih berada di dalam kompleks Pusat Primata Schmutzer Kebun Binatang Ragunan. Terlihat sejumlah poster ditempel pada dinding sebelah kanan, berisi berbagai informasi seputar primata.

pusat pendidikan primata kebun binatang ragunan jakarta

Sejumlah patung primata berpakaian warna-warni ikut menghiasi ruangan Pusat Pendidikan Primata. Pusat Pendidikan Primata dimaksudkan sebagai tempat untuk memberi informasi dan pendidikan bagi masyarakat luas untuk lebih mengenali primata dan lebih peduli pada nasib binatang yang langka yang sebagian sudah hampir punah ini.

pusat pendidikan primata kebun binatang ragunan jakarta

Tampak muka bangunan Pusat Pendidikan Primata, dengan pintu masuk terlihat berada di sebelah kiri, dan ada pula tangga untuk naik dan turun ke lantai atas yang berada di sebelah kanan.

pusat pendidikan primata kebun binatang ragunan jakarta

Orangutan di kandang yang luas di Kebun Binatang Ragunan, dibatasi oleh parit lebar dan pagar tinggi. Masa kehamilan Orang Utan betina adalah 8-9 Bulan, dengan berat bayi baru lahir 1,5 Kg. Orang Utan bisa hidup sampai usia 40 tahun.

orangutan kebun binatang ragunan jakarta

Muka Orangutan yang sangat ekspresif saat melangkah. Sekitar 97% DNA Orangutan identik dengan DNA manusia, dan merupakan mamalia yang sabar dan cerdas. Tingginya bisa 1,5 m, dengan berat dan jantan 90 - 130 kg, dan betina 50 - 55 kg.

orangutan kebun binatang ragunan jakarta

Sebuah rumah panggung tinggi di Kebun Binatang Ragunan yang diperuntukkan bagi Orang Utan. Orangutan betina biasanya hanya melahirkan anak satu ekor, sangat jarang yang melahirkan anak sampai dua.

kandang orangutan kebun binatang ragunan jakarta

Sebuah danau yang berada hampir di ujung area Kebun Binatang Ragunan yang selain menjadi tempat hidup berbagai satwa air, juga menjadi tempat singgah bagi satwa liar. Tempat wisata ini sungguh luas, dan ada baiknya menyewa sepeda untuk berkeliling, yang selain lebih cepat dan bisa melihat lebih banyak, juga akan menghemat banyak tenaga.

danau kebun binatang ragunan jakarta

Unta di Kebun Binatang Ragunan, sejenis hewan berkuku genap dari genus Camelus yang hidup di wilayah kering dan gurun Asia dan Afrika Utara. Umur Unta ini bisa cukup panjang, mencapai 50 tahun. Unta bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum selama beberapa hari, dikarenankan simpanan lemak pada punuknya yang bisa diubah menjadi energi dan air, serta sistem pernafasannya yang sangat efisien.

unta kebun binatang ragunan jakarta

Pada hari libur, hari raya dan hari besar lainnya, pengunjung Kebun Binatang Ragunan bisa naik onta dari pukul 10.00-15.00, dengan membayar Rp. 5.000. Lokasinya berada di sebelah Pintu Timur Kebun Binatang Ragunan.

unta kebun binatang ragunan jakarta

Kandang singa betina (Panthera leo), yang terlihat tengah tergolek di rumput mendinginkan badan. Kebun Binatang Ragunan juga mengkoleksi Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang berkulit loreng.

singa afrika kebun binatang ragunan jakarta

Setelah menunggu agak lama, akhirnya singat betina itu duduk juga dan menengok ke arah dimana kami berada. Karena jarak tempat ia berada cukup jauh, membuatnya tak terganggu dengan suara-suara yang ditimbulkan oleh pengunjung.

singa afrika kebun binatang ragunan jakarta

Seekor harimau benggala putih dengan garis kecoklatan tampak tengah mendengkur di atas rumput, yang terlindung oleh sebuah batang pohon cukup besar di sebelah kanannya. Harimau putih adalah harimau yang membawa gen resesif yang menghasilkan warna pucatnya. Gen resesif adalah gen lemah yang bisa muncul jika tidak ada gen dominan.

harimau benggala putih kebun binatang ragunan jakarta

Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya harimau putih itu pun bangun, dan terlihat menjilati kakinya dengan lidahnya yang berwarna merah jambu. Harimau putih juga dikenal sebagai Ice Tigers, bukan karena tempat hidupnya namun karena penampilannya yang menyerupai es.

harimau putih kebun binatang ragunan jakarta

Melihat harimau putih dalam posisi seperti itu tampaknya sangat jinak dan menyenangkan, layaknya seperti piaraan kucing besar. Harimau putih ini bukanlah harimau albino, bukan subspesies berbeda, sehingga bisa berkembangbiak dengan harimau biasa lainnya.

harimau benggala kebun binatang ragunan jakarta

Sama seperti warna lidahnya, hidung Harimau putih warnanya juga merah jambu, juga pusat kakinya. Matanya terlihat tajam berwarna biru es, berbulu putih dengan kelabu atau kecoklatan.

harimau benggala putih kebun binatang ragunan jakarta

Koleksi Harimau putih Kebun Binatang Ragunan ini kabarnya berasal dari Benggala, India. Masih banyak sekali koleksi lainnya yang tidak akan habis dikunjungi dalam waktu sehari.

harimau benggala kebun binatang ragunan jakarta

Peta Taman Margasatwa Ragunan yang memperlihatkan lokasi kandang-kandang satwa untuk memudahkan pengunjung dalam mencari binatang kesukaan mereka.

peta kebun binatang ragunan jakarta

Peta Taman Margasatwa Ragunan lainnya yang disajikan dalam format yang agak berbeda. Sesuai dengan tempat tinggal, pengunjung kebun binatang ini bisa masuk dari empat pintu masuk yang berbeda. Hanya saja jika sedang padat, pengendara mobil bisa dialihkan ke pintu masuk yang lain.

peta kebun binatang ragunan jakarta

Polah anak gajah (dalam bahasa Jawa disebut bledhug) yang tengah menggesekkan belalai dan ekornya ke tiang beton penyangga kandangnya. Anak-anak, satwa maupun manusia, selalu berkecenderungan untuk bermain.

anak gajah kebun binatang ragunan jakarta

Gajah sumatera dewasa yang tengah melangkahkan kaki menuju kandanganya setelah berkubang di kolam lumpur untuk mendinginkan badannya di tengah hawa Jakarta yang sangat panas.

gajah sumatera kebun binatang ragunan jakarta

Foto lainnya dari Beruk di Pusat Primata Schmutzer Kebun Binatang Ragunan, dengan posisi sedikit berbeda dari foto sebelumnya. Tak tampak adanya rasa takut pada beruk ini terhadap kehadiran manusia yang cukup banyak di dekat kandangnya.

beruk pusat primata schmutzer kebun binatang ragunan

Posisi monyet ini berada di atas pohon buatan yang cukup tinggi dari tanah, membuatnya tampak tenang saja meski banyak orang lalu lalang di samping kandangnya.

monyet kebun binatang ragunan jakarta

Gorilla yang tampak tengah mendekati batas pinggir area kandangnya yang dipisahkan oleh kanal air cukup lebar dan tinggi. Pembawaan gorilla itu sangat tenang dan santai, tanpa ekspresi terganggu atau pun permusuhan terhadap pengunjung yang melihatnya.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Dengan membawa sepotong akar pohon cukup panjang, gorilla itu duduk di pojok area tempat tinggalnya yang cukup luas. Melihat dari sorot matanya, binatang ini bisa dibilag cerdas dan bisa menilai keadaan di sekelilingnya dengan baik.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Sepertinya gorilla ini tahu bahwa ia tengah menjadi pusat perhatian, dan bahwa ada orang yang sedang memotretnya, membuatnya berganti gaya beberapa kali selama berada di pinggiran parit kolam pemisah.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Foto lainnya dari sosok Orangutan di Taman Margasatwa Ragunan, Jika melihat tampangnya, orangutan ini mungkin bisa dikategorikan sebagai sudah kakek-kakek.

orangutan kebun binatang ragunan jakarta

Bundaran dengan kolam air serta patung induk orangutan dengan anak menempel pada badannya ini berada di dekat lokasi akses masuk ke dalam kompleks Pusat Primata Schmutzer.

pusat primata schmutzer kebun binatang ragunan jakarta

Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan tengah menonton seekor gorilla yang tengah tiduran tak jauh dari parit pemisah. Foto diambil dari lorong pandang yang berada beberapa meter tingginya dari permukaan kandang satwa.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Lorong pandang di Pusat Primata Schmutzer yang diakses dengan manaiki anak tangga cukup banyak di bagian depan area kompleks yang mengesankan ini.

pusat primata schmutzer kebun binatang ragunan jakarta

Tengara yang memberi informasi kepada pengunjung tentang jadwal pemberian pakan kepada primata yang berada di Pusat Primata Schmutzer. Meski sudah tiga kali ke tempat ini namun saya belum pernah melihat atraksi pemberian pakan di pusat primata ini.

jadwal pemberian pakan kebun binatang ragunan jakarta

Pandangan yang memperlihat ketinggian lorong pandang yang berada di dekat area kandang gorilla. Tepat di bawah lorong ini sepertinya dibiarkan kosong tidak ada satwa penghuninya. Mungkin disengaja untuk alasan keamanan pengunjung.

pusat primata schmutzer kebun binatang ragunan jakarta

Tengara yang memberi informasi tentang Komu, gorilla yang lahir pada 16 April 1997 di Kebun Binatang Howletts, Inggris.

gorilla kebun binatang ragunan jakarta

Pandangan mata burung dari lorong pandang di Pusat Primata Schmutzer, memperlihatkan lintasan jalan yang dilalui oleh pengunjung untuk berpindah dari kandang primata satu ke kandang primata lainnya.

pusat primata schmutzer kebun binatang ragunan jakarta

Koleksi Pusat Primata Schmutzer berupa Lutung Budeng (Ebony langur) dari spesies Trachypitherus auratus. Habitat satwa yang terancam punah ada di Jawa Barat bagian barat dan tenggara, Bali, dan Lombok.

lutung budeng kebun binatang ragunan jakarta

Pandangan dekat pada sosok Lutung Budeng dengan bentuk wajah yang sangat unik. Habitat primata ini ada di hutan bakau, hutan dataran rendah, hutan dataran tinggi dan perkebunan.

lutung budeng kebun binatang ragunan jakarta

Bekantan (Proboscis monkey) di Pusat Primata Schmutzer. Primata suku Cercopithecidae ini hidup di Pulau Kalimantan, dikategorikan sebagai satwa langka dan dilindungi. Habitatnya di daerah pantai, hutan bakau, dataran rendah, sepanjang alirang sungai dan hutan rawa. Bekantan betina melahirkan 1 anak dengan masa kebuntingan 166 hari.

bekantan kebun binatang ragunan jakarta

Penampakan Bekantan lainnya yang sempat saya ambil fotonya. Bekantan ini cukup galak dan tak takut manusia, malah menyerangnya jika saja tak ada jeruji pemisah. Bekantan adalah pemakan buah-buahan dikala musim buah, dan memakan biji-bijian ketika buah sedang sulit ditemukan.

bekantan kebun binatang ragunan jakarta

Penampakan Bekantan yang sama dengan sorot mata pada kamera yang tengah membidiknya. Bekantan mendapatkan sekitar 60% makanannya dari 4 jenis tanaman dari seluruhnya 56 tanaman yang biasa ia makan.

bekantan kebun binatang ragunan jakarta

Prasasti yang berbunyi "Pusat Primata Schmutzer Merupakan Sumbangan dari Alm Ibu Puck Schmutzer dan Yayasan Gibbon". Di bawahnya ada tulisan "Pusat primata ini adalah hasil rancangan dari 1. DR Ir Willie Smits, 2. Frau Ulrike von Mengden", arstiteknya adalah Ir Radya Bharata.

pusat primata schmutzer kebun binatang ragunan jakarta

Merak Hijau (Green Peafowl) dengan nama Latin Pavo muficus. Burung ini statusnya terancam punah, hidup di Maluku. Papua, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Australia. Merak betina bisa menetaskan 3-6 telur dengan masa inkubasi 28 hari.

merak hijau kebun binatang ragunan jakarta

merak hijau kebun binatang ragunan jakarta

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Selatan, Hotel Melati di Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Selatan.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.