Kawah Putih Ciwidey Bandung

January 16, 2019. Label:
Kawah Putih Ciwidey Bandung menyimpan sejumlah pertanyaan, sebagian karena kabut mistis dan belerangnya yang tinggi, sebagian karena belum pernah ke sana, sehingga sempat ada keraguan tentang aksesnya lantaran pernah diberitakan tertutup tanah longsor. Padahal sudah lama dibuka kembali.

Beberapa waktu lalu, kami meluncur di jalan tol Jakarta - Cikampek, lanjut tol Purbaleunyi, keluar tol Kopo, lanjut Jl. Terusan Kopo - Soreang, lalu kanan ke Jl. Raya Soreang - Ciwidey dan mengikuti jalan. Akses sampai ke gerbang Kawah Putih Ciwidey Bandung terbilang mulus. Sebelumnya, di sebuah pertigaan, ada tanda Situ Patengan ke kiri, namun GPS meminta lurus. Kami lurus dan berbelok kiri pada pertigaan pertama. Akibatnya kami melewati jalan alternatif yang sempit, tidak mulus, namun untungnya pemandangannya sangat indah dengan hamparan kebun strawberry, sawah, dan perbukitan hijau di latar belakang.

Di pintu gerbang kami membayar tiket masuk. Tiket untuk mobil ternyata sangat mahal, Rp.150.000, sedangkan tiket per orang waktu itu Rp.15.000. Jika ingin hemat, pengunjung yang membawa kendaraan pribadi lebih baik meninggalkan kendaraan di parkir bawah dan naik angkutan umum dari parkiran sampai ke tepian kawah.

kawah putih ciwidey bandung

Tengara ke wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung yang terlihat cukup mencolok di tepi kanan pertigaan jalan masuk. Pengunjung yang menggunakan kendaraan umum akan turun di dekat tanda ini. Deretan pepohonan tinggi terlihat asri dan rindang, berjajar rapi di kiri kanan jalan menuju ke gerbang wisata. Tepian kawah masih sekitar 5 km lagi dari sini.

Setelah kendaraan melaju melewati jalan relatif sempit yang berkelok dan menanjak, akhirnya kami sampai di area parkir atas yang luas. Tidak lama setelah turun, tiba-tiba kepala terasa pening yang tampaknya karena pasokan oksigen kurang karena udara tempat wisata ini mengandung kadar belerang tinggi. Masker yang diberi di loket lupa tak saya pasang. Hawa di kawasan wisata ini cukup dingin, dan setelah beberapa saat bau belerang tidak lagi mengganggu. Masyarakat dulu menganggap keramat Gunung Patuha, tempat bersemayamnya karuhun dan jin.

Pada 1837, Dr. Franz Wilhem Junghuhn, melakukan perjalanan ke Bandung Selatan, dan menemukan suasananya sangat sepi, tanpa seekor binatang terlihat. Masyarakat menjelaskan bahwa burung yang terbang melintas di atas Kawah Putih Ciwidey itu jatuh mati karena tempatnya angker. Junghuhn tidak percaya, ia meneruskan perjalanannya menembus hutan dan menemukan danau berwarna putih kehijauan dengan bau belerang menyengat. Kawah Putih ditemukan, dan misteri mengapa burung tak terbang melintas pun terjawab.

kawah putih ciwidey bandung

Setelah terbiasa dengan udara dengan oksigen yang ada di sana, kami melanjutkan langkah kaki dan di ujung jalan dengan undakan menurun terlihat air Kawah Putih Ciwidey Bandung yang berwarna hijau keputihan. Kawah ini sesungguhnya adalah danau kawah yang terbentuk akibat letusan Gunung Patuha yang terjadi pada abad ke-XII. Sebelumnya, pada abad ke-X, Gunung Patuha meletus menciptakan Kawah Saat, yang aksesnya belum saya ketahui dengan pasti.

Area wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung di sisi sebelah kiri tampak cukup ramai dikunjungi meskipun bukan akhir pekan. Tidak adanya tempat duduk di sekitar kawah ini memang tampak disengaja karena kandungan belerang kawah yang sangat tinggi. Kawah Putih juga merupakan satu-satunya tempat wisata di wilayah Ciwidey yang tidak menyediakan tempat makan.

Di pinggir kawah terdapat gua bekas tambang belerang dari jaman Belanda, yang dulu diolah di pabrik belerang Zwavel Ontgining Kawah Putih. Pada jaman Jepang, namanya menjadi Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey. Suasana obyek wisata ini lebih hidup dengan kehadiran seorang pemusik dengan dawai sitarnya menyanyikan lagu-lagu berbahasa Sunda.

Di sisi sebelah kanan Kawah Putih Ciwidey ada daratan yang menjorok ke danau kawah, sebagaimana juga terlihat di sisi sebelah kiri. Kontur area di sebelah kanan ini berbukit-bukit dengan sejumlah pohon yang kurus dan ada yang meranggas daunnya, mungkin karena pengaruh kandungan belerang tinggi.

Saya kira waktu kunjung terbaik ke objek wisata ini adalah saat kabut putih menyelimuti area sekitar danau kawah, yang membawa suasana mistis dan indah. Jika bukan pagi-pagi sekali, maka setelah siang hari biasanya selimut kabut sudah turun. Kalau saja menginap di Ciwidey tentu akan bisa mengatur waktu kunjung yang lebih lentur. Di ujung tempat parkir ada tengara "Pamuka Lawang Kawah Putih Kawah Saat Gunung Patuha", dan ada pula tulisan kisah penemuannya. Untuk ke tempat ini, dari Jakarta bisa naik bus di Kampung Rambutan, Cawang, Pulau Gadung, Lebak Bulus, Kalideres, Tangerang, atau Bogor ke Terminal Leuwipanjang Bandung (ongkos sekitar Rp.50.000).

Dari Terminal Bus Leuwipanjang, naik angkot ELF atau Bus Putra Setia jurusan Bandung — Ciwidey, turun Ciwidey (Rp.6.000). Dari Ciwidey naik angkot Jurusan Ciwidey - Situ Patengan, turun di pintu masuk Kawah Putih (Rp.6.000), sambung dengan naik angkutan ontang-anting dari gerbang ke area Kawah Putih (Rp.10.000 + 16.000 tiket masuk). Kendaraan pribadi dari Jakarta lewat tol Cipularang, ambil jalan keluar 32 menuju Jalan Tol Soroja, lanjut Jl Al-Fathu, di perempatan belok ke Jl Ciputih, di pertigaan ke kiri masuk ke Jl Raya Soreang-Ciwidey menuju ke Kawah Putih.

Kawah Putih Ciwidey Bandung

Alamat : Desa Alam Endah, Ciwidey, Bandung. Lokasi GPS : -7.166705, 107.404093, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : 07.00 - 17.00. Harga tiket masuk : Rp. 15.000 (Rp.12.000 hari kerja). Wisman: Rp. 30.000. Roda dua: Rp. 5.000 (Rp.15.000 parkir atas). Roda empat: Rp. 6.000 (Rp. 150.000 parkir atas ). Bus: Rp. 25.000. Angkutan dari parkir bawah ke tepi kawah: Rp. 10.000.

Galeri Foto Kawah Putih Ciwidey

Sisi sebelah kiri area wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung yang tampak cukup ramai dikunjungi meskipun bukan akhir pekan. Tidak adanya tempat duduk di sekitar kawah ini memang tampak disengaja karena kandungan belerang kawah yang sangat tinggi. Kawah Putih juga merupakan satu-satunya tempat wisata di wilayah Ciwidey yang tidak menyediakan tempat makan.

kawah putih ciwidey bandung

Pemandangan pada sisi sebelah kanan Kawah Putih Ciwidey Bandung. Di sisi ini ada daratan yang menjorok ke danau kawah, sebagaimana juga terlihat di sisi sebelah kiri. Kontur area di sebelah kanan ini berbukit-bukit dengan sejumlah pohon yang kurus dan ada yang meranggas daunnya, mungkin karena pengaruh kandungan belerang tinggi.

kawah putih ciwidey bandung

Pemandangannya indah dengan hamparan kebun strawberry, sawah, dan perbukitan hijau di latar belakang menjadi hiburan tersendiri saat melewati jalan tembus ke Kawah Putih yang sempit dan tidak mulus.

kawah putih ciwidey bandung

Deretan pepohonan menuju gerbang wisata Kawah Putih yang terlihat asri indah ini. Kawah Putih Ciwidey masih sekitar 5 km lagi dari sini. Sebelumnya tengara Kawah Putih Ciwidey ada di tepi kanan pertigaan yang menjadi penanda bagi pejalan yang ingin berkunjung ke tempat wisata ini.

kawah putih ciwidey bandung

Sebuah area terbuka yang cukup luas yang akan dicapai setelah berjalan beberapa puluh meter dari tempat parkir atas kendaraan. Di ujung sana adalah undakan menurun ke arah tepian kawah putih, dan di sebelah kanan ada area yang bisa melihat kawah dari sela pohon.

kawah putih ciwidey bandung

Selagi masih menyesuaikan diri dengan keadaan udara yang miskin oksigen dan kaya uap belerang, sebelum turun ke bawah kami melihat Kawah Putih dari sela-sela pohon yang ada di sebelah kanan area terbuka pada foto sebelumnya.

kawah putih ciwidey bandung

Di ujung jalan menurun yang undakannya tertata dengan baik itu sudah terlihat Kawah Putih Ciwidey. Sebelumnya ujung jalan ini terlihat ada jalan cabang di sebelah kiri yang mungkin adalah jalan menuju Kawah Saat yang lebih rendah lokasinya dari Kawah Putih.

kawah putih ciwidey bandung

Seorang seniman dengan suara yang khas dan wajah ramah penuh senyum menyambut kami dengan alunan lagu Parahyangan yang diringi petikan siternya yang merdu. Sebuah kaleng cukup besar diletakkan agak jauh di depannya untuk menampung sumbangan pengunjung.

kawah putih ciwidey bandung

Beberapa orang pengunjung tampak berdiri bergerombol di sisi kiri danau Kawah Putih. Tidak adanya tempat duduk di sekitar Kawah Putih Ciwidey ini disengaja karena kandungan belerang kawah yang tinggi, agar orang tak berlama-lama berada di sana.

kawah putih ciwidey bandung

Panorama di bagian tengah danau Kawah Putih dengan tebing padas tinggi di ujung sana. Air kawah terlihat berwarna hijau keputihan namun jernih. Hawa Kawah Putih cukup dingin meskipun pada siang hari, bau belerang pun tidak begitu mengganggu, meski tanpa memakai masker.

kawah putih ciwidey bandung

Meski masih ada sejumlah pohon yang memiliki daun lumayan banyak, namun ada banyak pula pepohonan di sisi sebelah kanan, terutama yang dekat dengan air danau, daunnya terlihat meranggas. Permukaan tanah di sisi ini cukup bergelombang.

kawah putih ciwidey bandung

Beberapa orang pemuda tampak berdiri di tepian danau kawah pada titik yang berbeda-beda. Dari ujung ke ujung area Kawah Putih ini cukup luas, dan memerlukan waktu lumayan lama serta memakan tenaga lumayan banyak untuk menapaki semuanya.

kawah putih ciwidey bandung

Pandangan tegak dari awal hingga ke ujung danau Kawah Putih. Masyarakat Ciwidey dulu menganggap Gunung Patuha sebagai gunung tua yang angker dan keramat, tempat bersemayamnya para karuhun Bandung dan menjadi pusat kerajaan jin.

kawah putih ciwidey bandung

Pohon yang meranggas daunnya di tepian danau Kawah Putih memberi keindahan pemandangan tersendiri. Entah karena memang sedang musim kemarau atau karena tak tahan dengan hawa dan udara yang mengandung kadar belerang tinggi.

kawah putih ciwidey bandung

Gazebo itu tampaknya merupakan satu-satunya bangunan yang ada di sekitar area Kawah Putih, lantaran memang tidak dianjurkan berlama-lama berada di sekitaran kawah. Apalagi jika kabut belerang sedang pekat.

kawah putih ciwidey bandung

Sejumlah pengunjung terlihat berada di sekitaran pepohonan yang masih awet dedaunannya, meski batangnya terlihat kurus. Entah jenis pohon apa yang tahan dengan kondisi tanah yang keras dan gersang serta hawa yang dingin dengan kadar belerang tinggi ini.

kawah putih ciwidey bandung

Pandangan lanskap dari bagian kiri ke bagian kanan danau Kawah Putih dengan menggabungakn beberapa buah frame foto. Meskipun sudah sangat lebar, namun belum semua area Kawah Putih bisa tertangkap pada foto ini. Di sebelah kanan masih cukup luas yang belum terlihat pada foto.

kawah putih ciwidey bandung

Foto lain pada sisi kiri danau kawah. Bentuk danau Kawah Putih ini menyerupai huruf T dengan topi yang lumayan panjang. Jika saja dibuat jembatan kayu yang artistik dan kokoh, menghubungkan sisi kiri dan sisi kanan tentu akan sangat menyenangkan.

kawah putih ciwidey bandung

Pandangan lanskap lainnya pada danau Kawah Putih yang juga dibuat dengan menggabungkan sejumlah frame foto. Langit yang biru, perbukitan yang hijau, terlihat kontras dengan warna danau kawah yang hijau keputihan.

kawah putih ciwidey bandung

Beberapa orang pengunjung tampak sedang menikmati suasana di ujung tanjung yang menjorok ke dalam danau kawah. Tempat di sana itu tampaknya menjadi salah satu tempat terfavorit bagi pengunjung.

kawah putih ciwidey bandung

Pemandangan di sisi kanan danau Kawah Putih yang terlihat gersang justru memberi daya tarik dan keelokan tersendiri. Beberapa buah batu besar tampak terserak di tepian danau. Sayang ada coretan tangan usil yang mengotori permukaan batu itu.

kawah putih ciwidey bandung

Bagian yang berbukit-bukit di sisi sebelah kanan danau Kawah Putih dengan permukaan tanah yang terlihat keras dan kering, membuat pepohonan yang tumbuh di sana tampak kurus seperti kekurangan makan.

kawah putih ciwidey bandung

Pandangan pada kaki T danau Kawah Putih yang melebar di bagian bawah menyerupai sebuah kantung raksasa. Dengan kadar belerang yang begitu tinggi, tak jelas binatang air seperti apa yang masih bisa hidup di sana.

kawah putih ciwidey bandung

Di pinggir Kawah Putih terdapat gua bekas tambang belerang Kawah Putih Ciwidey dari jaman Belanda, yang diolah di pabrik belerang Zwavel Ontgining Kawah Putih. Pada jaman Jepang, namanya menjadi Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey.

kawah putih ciwidey bandung

Beberapa orang pengunjung tampak bergerombol di dekat papan-papan petunjuk dan larangan yang perlu diperhatikan untuk keselamatan. Saat itu Kawah Putih Ciwidey cukup ramai meskipun bukan akhir pekan.

kawah putih ciwidey bandung

Kawah Putih Ciwidey memang terasa lebih hidup dan bergairah dengan kehadiran pemusik jalanan itu yang terus memetik dawai sitarnya sambil menyanyikan lagu-lagu berbahasa Sunda yang enak didengar di telinga.

kawah putih ciwidey bandung

Sebuah papan yang berisi sejarah Kawah Putih yang cukup lengkap. Setiap tempat wisata memang sebaiknya membuat papan informasi seperti ini, yang tentunya sangat membantu pengunjung guna lebih memahami cerita menarik pada tempat yang mereka sedang kunjungi.

kawah putih ciwidey bandung

Tengara yang ditulis dalam bahasa Sunda ditempatkan di ujung area terbuka Kawah Putih. Prasati dengan dudukan cukup tinggi itu berbunyi "Pamuka Lawang Kawah Putih Kawah Saat Gunung Patuha".

kawah putih ciwidey bandung

Seorang pengunjung pria tampak duduk pada sebuah beton tak jauh dari Gapura Selamat Datang yang dibuat cukup antik. Gapura ini letaknya di dekat area parkir, dan jalan mendaki di belakang gapura itu adalah menuju ke area terbuka yang ada di bagian atas danau Kawah Putih.

kawah putih ciwidey bandung

Sejumlah saung dan gazebo tampak di sekitar area parkir atas Kawah Putih Cowidey. Meskipun harus membayar mahal, cukup banyak juga kendaraan roda empat yang naik sampai ke parkir atas ini. Ada baiknya memang memaksa orang untuk parkir di bawah dengan menerapkan tarif mahal, agar bagian atas area ini hawanya lebih bersih.

kawah putih ciwidey bandung

Info Bandung

Rute Bandros, Hotel di Ciwidey, Tempat Wisata di Bandung Selatan, Tempat Wisata di Bandung, Peta Wisata Bandung, Hotel Murah di Bandung, Hotel di Bandung.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑