Gua Belanda Bandung

Oleh Bambang Aroengbinang. November 20, 2018
Gua Belanda Bandung yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir.H. Juanda, dibuat beberapa tahun lebih awal dari Gua Jepang, yaitu sekitar tahun 1918. Pada awalnya gua ini dimaksudkan sebagai terowongan air PLTA Bengkok, namun karena tempatnya yang strategis maka semasa Perang Dunia II gua ini fungsinya berubah menjadi pangkalan tentara Belanda untuk melakukan siaran radio rahasia bagi kepentingan militer.

Hanya ada satu jalan masuk di Gua Belanda Bandung, dibandingkan dengan tiga Gua Jepang, meskipun gua ini sebenarnya memiliki tiga lorong sejajar ke arah dalam, dengan sembilan lorong mendatar di sebelah kanan dan enam lorong mendatar sejajar di sebelah kiri. Lorong guanya juga lebih sempit, namun keadaannya secara umum lebih baik karena dibangun pada kondisi damai.

Dalam perjalanan mengayun kaki menuju ke gua ini kami bisa menikmati hawa segar Taman Hutan Raya Ir.H. Juanda, seraya melihat pemandangan lembah dan perbukitan hijau di sisi sebelah kiri jalan. Di dasar lembah bisa terlihat ada sebuah aliran sungai cukup besar, yang sepertinya adalah Sungai Cikapundung yang mengalir dari Curug Omas di Lembang.

gua belanda bandung
Jajaran pohon muda di atas puncak sebuah bukit dengan pemandangan lembah dan perbukitan hijau subur di dekatnya yang diambil dari tepian jalan saat menuju ke arah Gua Belanda Bandung. Kawasan hutan yang masih cukup terjaga itulah yang membuat area ini mampu menjaga kesegaran udara, meski sesekali ada sepeda motor petugas yang lewat melintas.

Wilayah yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda ini memang merupakan area konservasi yang merupakan kombinasi antara hutan alam sekunder dengan hutan tanaman yang luasnya mencapai sekitar 590 hektare, mencakup kawasan Dago Pakar hingga sampai ke wilayah Maribaya di Bandung Barat.

Setelah sekitar 10 menit berjalan kaki, penampakan tebing yang menjadi mulut Gua Belanda Bandung sudah bisa terlihat dari jarak agak jauh. Lubang gua itu menembus dinding batu karang, hingga terus keluar sampai ke ujung bukit karang yang lain. Panjang lorong utamanya sekitar 144 meter dengan lebar 1,8 meter dan tinggi 3 meter.

Di sebelah kiri terdapat tugu dengan tengara nama gua, serta sejarah singkat tentang pembuatan gua dan pemakaiannya seperti telah disebutkan di atas. Namun ada ketidakakuratan dalam penyebutan tahun pembuatan, yang menyebut angka 1941. Tak ada keterangan untuk apa gua ini dipakai pada saat perang pasifik, namun mestinya juga dipakai untuk tujuan militer.

Salah satu lorong yang berada di dalam Gua Belanda Bandung memiliki langit-langit yang melancip ke atas dan relatif halus pengerjaannya. Lorong memanjang di sebelah kanan digunakan sebagai jalur ventilasi untuk menjaga pasokan oksigen di dalam gua. Panjang lorongnya adalah 126 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 3 meter.

Sementara panjang lorong distribusi logistik yang ada di sisi sebelah kiri adalah 100 meter, paling pendek, dengan lebar 3,2 meter dan tinggi 3 meter. Diantara lorong logistik dan lorong utama terdapat empat lorong sel tahanan, satu lorong pemeriksaan, dan satu lorong penghubung, semuanya dengan panjang 19 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 3 meter.

Lubang Gua Belanda Bandung yang berada di bagian belakang lorong utama sedikit lebih rendah dan lebih sempit dibandingkan dengan lubang masuk yang berada di bagian depan. Berbeda dengan bagian depan yang relatif bersih dari tanaman rambat sehingga terlihat dengan jelas batu padasnya yang tinggi, dinding di bagian belakang itu banyak ditumbuhi paku-pakuan.

Setelah jaman kemerdekaan, gua ini pernah digunakan sebagai alat penyimpan amunisi, mungkin saat berlangsung perang karena aksi militer Belanda I dan II. Saat ini di dalam gua sudah tidak ada sisa-sisa amunisi dan bisa dimasuki dengan aman. Meski demikian gua ini menyimpan sejumlah cerita pilu karena di sana ada ruang interogasi dan tahanan. Semoga mereka semua beristirahat dengan tenang.

Dari pintu keluar Gua Belanda Bandung ini pengunjung bisa meneruskan perjalanan treking ke arah Maribaya dan melihat Curug Omas yang berjarak sekitar 5 km. Jika ingin menghemat waktu, bisa juga naik ojek motor dengan membayar sewa Rp.50.000 untuk perjalan pulang balik, seperti yang kami lakukan waktu itu.

Gua Belanda Bandung

17 foto di gallery. Alamat : Taman Hutan Raya Ir.H. Juanda, Desa Ciburial, Bandung Utara. Lokasi GPS : -6.853934, 107.637509, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Tempat Wisata di Bandung, Peta Wisata Bandung, Hotel Murah di Bandung, Hotel di Bandung
Label : .
Share, Print!
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.

Disarankan untuk Anda Follow :