Curug Dago Bandung

Curug Dago Bandung adalah sebuah air terjun setinggi 18 meter yang berada di Kampung Curug Dago, Kecamatan Cidadap, di bagian utara kota Bandung, dekat terminal angkot Dago di ujung Jl.Ir.H. Juanda. Saya mengunjungi curug ini beberapa saat setelah meninggalkan Taman Hutan Raya Ir.H. Juanda sekitar tengah hari.

Sesudah memastikan arah, beberapa meter sebelum sampai terminal Dago, saya berbelok ke kanan (dari arah utara) masuk ke jalan yang turun tajam ke arah lembah, dan memarkir mobil di tepi jalan menurun itu, beberapa meter sebelum sampai ke jembatan di dasar lembah. Tidak terlihat papan tanda ke arah Curug Dago Bandung.

Setelah bertanya arah pada penduduk yang kebetulan lewat, saya masuk ke jalan selebar 1 meter yang disemen rapi, arah ke kiri kalau dari atas, dan mengikuti jalan kecil itu sampai tiba di percabangan jalan dimana terlihat tempat teduh terbuka di sebelah kanan. Saya berbelok ke cabang jalan menurun ke kanan melewati taman itu, mengikuti jalan menurun lagi dan tiba di tepian Sungai Cikapundung. Ada warung sederhana, dan sebuah jembatan tepat di atas curug.

curug dago bandung
Pandangan pada awal Curug Dago Bandung yang debit air lumayan besar karena membawa limpahan air hujan yang tak teresap sejak dari hulu. Saat melangkah lebih dekat ke bibir sungai bisa terlihat pusaran air di bagian bawah air terjun yang kekuatan hentaknya selama beratus tahun sanggup membentuk kedung air yang dalam.

Belakangan saya turun ke sebuah tempat di tebing sungai Curug Dago yang dipadati oleh pohon bambu dan semak. Tanah yang lembab dan basah dan ketiadaan trap-trapan membuat saya terpeleset dan jatuh terduduk ketika turun, meski sudah beruaha menapak dengan sangat hati-hati. Tanah kotor pun menempel tanpa malu di bokong celana yang membuat saya meringis kecut.

curug dago bandung
Pandangan pada Curug Dago Bandung yang diapit oleh dinding batu andesit yang berwarna abu-abu tua, dilihat dari atas jembatan. Kekeruhan sungai Cikapundung ini tampaknya selain dipengaruhi oleh musim hujan yang curahnya saat itu masih tinggi juga oleh tingkat kerusakan lingkungan resapan air di kawasan hulu sungai.

Di bangunan kecil di bawah sana itu, orang bisa menemukan dua buah prasasti yang dibuat pada tahun 1896, yang dikenal sebagai prasasti Dago atau prasasti Thailand, karena berhubungan dengan kunjungan keluarga kerajaan ke tempat itu. Mereka adalah Raja Chulalongkorn dan Pangeran Prajattiphok Paramintara, raja ke-5 dan ke-7 dari Dinasti Chakri.

curug dago bandung
Merangsek ke depan dengan menyibak semak belukar yang agak padat di bawah rumpun bambu yang rimbun sampailah saya ke tebing sungai dan mendapatkan foto di atas. Terlihat di sana ada aliran kecil yang jatuh ke atas batu hitam besar. Kabut air tampak memutihkan udara di atas saung dimana terdapat prasasti Dago.

Setelah mengamati beberapa jenak daerah di sekitar bangunan kecil di bawah sana, akhirnya saya memutuskan untuk tidak turun ke bawah, karena derasnya air terjun menciptakan tirai air yang saya kira akan membuat basah kamera, meski di sana merupakan salah satu tempat terbaik untuk memotret Curug Dago Bandung.

curug dago bandung
Derasnya aliran Curug Dago Bandung dilihat dari sela batang-batang bambu. Aliran Sungai Cikapundung ini mengalir ke selatan dan bermuara di Sungai Citarum. Sedangkan di sebelah hulunya melewati daerah Lembang dan membuat air terjun lainnya yaitu Curug Omas di kawasan wisata Maribaya. Kata pundung berasal dari sejenis buah-buahan bernama kapundung atau kepundung (Baccaurea spp.).

Tampaknya akan lebih baik jika berkunjung ke Curug Dago pada akhir musim penghujan, sekitar pertengahan Mei sampai bulan Juni, sehingga pengunjung bisa turun ke bawah dengan aman, ke rumah kecil di tepian sungai untuk melihat Prasasti Thailand dan menikmati pemandangan ke arah curug yang lebih baik.

Sesaat sebelum meninggalkan area air terjun, saya sempatkan mampir ke warung yang ada di tepi sungai di bagian atas curug, membeli dua buah botol air mineral untuk meneguk sedikit isinya dan sisanya dipakai untuk membersihkan kotoran. Pemilik warung berbaik hati meminjamkan secarik kain bersih untuk menyingkirkan kotoran tanah liat yang melekat di bokong saya.....

Curug Dago Bandung

Alamat : Kampung Curug Dago, Kecamatan Cidadap, Bandung Utara. Lokasi GPS : -6.865246, 107.618895, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sepanjang waktu. Harga tiket masuk : gratis. Rujukan : Hotel di Lembang, Tempat Wisata di Bandung, Peta Wisata Bandung, Hotel di Bandung, Hotel Murah di Bandung.