Patung Pak Tani Menteng Jakarta

Waktu itu saya melakukan pemotretan sekali lagi terhadap Patung Pak Tani Menteng Jakarta, yang nama resminya Patung Pahlawan, dalam perjalanan ke kawasan Monumen Nasional di Gambir. Sebabnya adalah karena beberapa buah foto yang sebelumnya saya ambil tidak cukup jauh untuk bisa dipakai sebagai header, namun tak berapa lama kemudian image header tak lagi saya gunakan untuk mempercepat loading.

Hari itu adalah kebetulan Sabtu, sehingga kepadatan lalu lintas di sekitar Patung Pak Tani Menteng tidak begitu tinggi. Karena tidak begitu padat dengan lalu lalang kendaraan maka saya bisa menghentikan mobil selama beberapa saat di tepi jalan, secepatnya membuka kaca jendela dan lalu mengambil beberapa buah foto dari dalam mobil. Aman.

Patung Pak Tani terletak di sebuah bundaran cukup besar diantara Jl. Menteng Raya, Jl. Prapatan dan Jl. Arief Rachman Hakim, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kawasan ini boleh dibilang menyejukkan, karena adanya lapangan rumput, tumbuhan perdu dan bebungaan, yang menjadikannya sebagai hiburan bagi para pemotor yang melewatinya.

patung pak tani menteng jakarta
Patung Pak Tani yang membawa sebuah senjata bedil dengan sebatang sangkur tajam menempel pada moncongnya. Nama resmi Patung Pak Tani adalah Patung Pahlawan, dimaksudkan untuk menghormati para pahlawan pejuang kemerdekaan, namun kemudian lebih dikenal sebagai Patung Pak Tani karena sosok patung prianya.

Ide pembuatan patung ini berasal dari Bung Karno ketika masih menjabat sebagai presiden RI. Inspirasinya ia dapatkan ketika tengah berkunjung ke Moskow, yaitu ia merasa sangat terkesan dengan patung-patung artistik yang berada di sana. Karenanya Patung Pak Tani dibuat oleh pematung Rusia bernama Matvey Manizer dan anaknya Otto Manizer.

patung pak tani menteng jakarta
Anak-anak kecil dan anak tanggung tampak tengah bermain di dalam taman yang asri di sekitar monumen atau Patung Pak Tani. Ada yang duduk-duduk sambil berbincang asik dengan temannya, ada pula yang tengah bermain bola, meskipun bentuk tamannya tak mirip sama sekali dengan lapangan bola. Begitu pun mereka asik bermain di sana.

Patung itu tidak dikerjakan di Indonesia, namun di bengkel pematungnya yang berada di Rusia. Setelah selesai dikerjakan oleh anak beranak Manizer, Patung Pak Tani yang terbuat dari tembaga ini kemudian dibawa ke Indonesia dari Moskow dengan menggunakan kapal laut sehingga memerlukan waktu yang cukup lama, namun lebih murah ongkosnya.

patung pak tani menteng jakarta
Rekaman foto lainnya yang saya buat ketika ada jeda waktu lowong tidak ada kendaraan yang tengah melintas. Semakin hari semakin padat lalu lintas di Jakarta, bahkan di hari Sabtu dan Minggu sekalipun, sehingga akan semakin sulit pula untu memotret patung ini. Jika saja menginap di hotel yang ada di seberang sana bisa memotret dengan lensa tele dari kamar.

Ketiadaan tempat bersantai dan tidak adanya tempat parkir kendaraan yang cukup luas di sekitar Patung Pak Tani, membuat patung ini seringkali hanya dilirik sesaat ketika orang melewatinya jalan di dekatnya. Tak ada kesempatan untuk melihat secara lebih dekat dan mengetahui sejarah di belakang pembuatannya.

patung pak tani menteng jakarta
Pandangan dekat pada Patung Pak Tani, memperlihatkan otot-otot yang besar pada dada dan pahanya, tanda bahwa ia adalah pekerja fisik yang keras karena mustahil petani pergi ke gym untuk membentuk badan. Entah mengapa orang tak menyebutnya Patung Pak Tani dan Bu Tani, karena mereka berdua di sana.

Patung Pak Tani diresmikan pada 1963, dengan tengara pada tugu monumennya yang berbunyi “Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar”. Sayangnya sangat sedikit pahlawan yang dikenal dan diingat orang. Kebanyakan dikubur tanpa upacara kehormatan, dan namanya memudar seiring waktu atau bahkan tak dikenal sama sekali.

Matvey Genrikhovich Manizer (1891 – 1966) adalah salah satu pematung Russi yang sangat terkenal. Ia membuat sejumlah patung yang kemudian menjadi karya seni sosial realisem yang klasik. Lahir di St. Petersburg, ia belajar di State Artistic and Industrial Academy di sana, dan lalu belajar di sekolah seni Peredvizhniki dari 1911 hingga 1916. Pada 1941 ia pindah ke Moskow.

Patung Pak Tani Menteng Jakarta

Alamat : Jl. Menteng Raya, Jl. Arief Rachman Hakim, dan Jl. Prapatan, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasi GPS : -6.182838, 106.834574, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Hotel di Jakarta Pusat, Hotel Melati di Jakarta Pusat, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Pusat.

Selain travelog baru, tulisan di thearoengbinangproject.com diterbitkan ulang di situsweb ini dengan resolusi foto lebih baik. Ikuti aroengbinang travelog via Email :

Like | Tweet | WhatsApp | Email | Subscribe. . Updated :

Silahkan menulis di aroengbinang travelog, dengan treking harian Google Analytics. Kirim email ke kami dengan mencantumkan akun Facebook dan Twitter.

Versi Mobile | Kembali ke atas