Museum

Museum Alkitab

Museum Alkitab berdiri pada tanggal 25 Juli 2002 sebagai Perpustakaan dan Museum Biblika dan penggantian nama menjadi Museum Alkitab terjadi pada tahun 2012. Museum ini menyimpan dan menampilkan koleksi Alkitab dalam berbagai bahasa, serta manuskrip dan bagian-bagian Alkitab dalam sejarah penerjemahan Alkitab dunia, dan berbagai artefak penting.

Museum Alkitab yang dibuka untuk umum ini dibuat agar bisa membantu umat Kristiani dan masyarakat pada umumnya untuk mendapatkan informasi terkait biblika dan tentang kealkitaban. Masyarakat juga diharapkan akan menjadi lebih mudah dalam mempelajari sejarah Alkitab dan kebudayaan masyarakatnya pada masa Alkitab ditulis.

Museum Alkitab berada di bawah naungan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), menempati area di lantai dua Gedung Pusat Alkitab di Salemba, Jakarta Pusat. Di lobi gedung dipajang Alkitab terbesar di dunia yang dibuat pada tahun 2010, berukuran 208 cm x 147 cm.

Koleksi museum ada yang berupa tablet tanah liat dengan tulisan Cuneiform (aksara Paku) yang berasal dari jaman kebudayaan Mesopotamia (Irak sekarang). Aksara paku merupakan tulisan kuno berbentuk paku yang ditulis di atas lempeng tanah liat. Kata Cuneiform berasal dari 'cuneus', bahasa Latin yang berarti 'baji' atau 'paku' dan 'forma' yang berarti "bentuk".

Koleksi menarik lainnya adalah replika gulungan naskah Laut Mati, yaitu kumpulan sekitar 981 naskah berbeda yang ditemukan dalam kurun waktu 1946 - 1956 di 11 gua di sekitar pemukiman kuno di Khirbet Qumran di Tepi Barat, sekitar 2 km ke pedalaman dari sebelah barat laut pantai Laut Mati.

Koleksi Alkitab tertua yang ada di Museum Alkitab adalah Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang dibuat pada tahun 1588. Kemudian ada artefak berupa gulungan kulit binatang dengan tulisan dalam bahasa Ibrani. Alkitab dalam bahasa Melayu dan 26 bahasa daerah di Indonesia merupakan koleksi terbanyak di museum ini, diantaranya adalah Alkitab yang ditulis dalam aksara Madura dan Bugis.

Naskah-naskah Alkitab dari abad ke-1 SM di museum ini diletakkan di dalam tabung-tabung tanah liat. Alkitab terkecil dengan ukuran 3,5 mm x 3,5 mm produksi Gutenberg Museum yang berisi doa Bapa Kami dalam enam bahasa juga bisa dijumpai di museum ini.

Museum Alkitab

Alamat: Jalan Salemba Raya Nomor 12, Jakarta Pusat 10430. Telpon 021–3142890. Jam buka: Senin-Jumat pukul 08.00 – 16.00 dan Sabtu pukul 09.00 – 15.00.

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: Juni 22, 2021.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Tulisan Baru©2021 IkutiTulisan Lama »



Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.