Makam Siti Nurbaya Padang

February 17, 2020. Label:

Adalah rasa penasaran yang membuat saya terus mengayunkan langkah menapaki anak-anak tangga menuju puncak Gunung Padang agar bisa melihat Makam Siti Nurbaya. Nama Siti Nurbaya tentu sangat dikenal oleh mereka yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah dasar atau sekolah menengah di dalam negeri.

Semua tentu beranggapan bahwa novel karangan Marah Rusli yang berjudul "Siti Nurbaya, Kasih Tak Sampai" itu hanyalah imajinasi pengarangnya semata, meski terinspirasi oleh kejadian nyata sekali pun. Sehingga saya merasa agak heran juga ketika mendengar kabar bahwa ada Makam Siti Nurbaya yang berada di atas Gunung Padang.

Papan penunjuk Makam Siti Nurbaya yang telah tercabut dari tempatnya terlihat tersandar di samping gubug di kaki Gunung Padang. Semoga saat ini sudah ada papan pengganti yang terpasang. Kaki Gunung Padang dicapai selewat Jembatan Siti Nurbaya, belok ke kiri di pertigaan, dan menyusur tepi Batang Arau ke arah barat.

makam siti nurbaya padang

Saat itu kondisi anak-anak tangga menuju puncak Gunung Padang berada dalam keadaan sangat kotor dan tidak terawat, dengan pegangan besi yang telah berkarat dan banyak yang telah rubuh. Jalan menuju Makam Siti Nurbaya di puncak Gunung Padang ini melewati bunker-bunker peninggalan tentara Jepang yang barada di kaki bukit.

Di setiap jarak tertentu ada tempat istirahat dari semen yang kotor dan tidak terawat, membuat saya enggan menggunakannya. Saya bisa bayangkan rapi dan indahnya ketika undakan dan tempat-tempat beristirahat itu baru saja diresmikan. Namun jangankan undakan, istana megah pun akan menjadi menyeramkan jika tidak dirawat.

Di beberapa titik saat pendakian Gunung Padang, saya bisa melihat panorama laut dari sela pepohonan. Pendakiannya cukup melelahkan karena undakan seperti tidak ada habisnya. Beberapa saat sebelum puncak, ada ceruk di sebelah kanan yang saya kira jalan turun alternatif, sehingga saya meneruskan pendakian sampai ke puncak.

makam siti nurbaya padang

Inilah area di puncak Gunung Padang yang kondisi lingkungannya terlihat masih cukup baik dan asri, dinaungi pohon rindang, sangat berbeda dengan akses undakan yang sudah memerlukan perawatan dan perbaikan. Setelah sejenak menenangkan nafas, sayapun berjalan berkeliling untuk mencari dimana letak Makam Siti Nurbaya.

Di pinggiran kanan puncak Gunung Padang teronggok batu sangat besar. Saya berusaha memanjat batuan itu, berharap menemukan Makam Siti Nurbaya di sana. Namun tidak terlihat tanda-tanda sebuah makam. Di sisi depan terlihat bunker peninggalan Jepang, namun entah bagaimana caranya masuk ke sana karena tidak terlihat ada jalan setapak.

Ketika menyeberang ke sisi lain puncak Gunung Padang, tidak juga saya temukan Makam Siti Nurbaya, kecuali pemandangan laut yang agak tertutup pepohonan. Supir yang menemani akhirnya menelepon temannya untuk menanyakan letak makam. Rupanya ceruk sebelum puncak Gunung Padang itulah lintasan yang menuju ke Makam Siti Nurbaya.

makam siti nurbaya padang

Ceruk besar dimana terdapat makam Siti Nurbaya, dengan tulisan larangan memotret makam pada dinding batu, sehingga saya pun tidak memotretnya. Tidak ada yang istimewa pada makam ini. Hanya karena namanyalah yang membuat orang penasaran dan datang berkunjung ke sana. Makam ini diakses dengan menuruni tangga batu cukup curam.

Siti Nurbaya yang sudah tak beribu menjalin cinta dengan Syamsulbahri, namun harus rela dinikahi oleh Datuk Maringgih untuk menutupi hutang ayahnya yang usahanya secara licik dibuat bangkrut oleh Datuk Maringgih. Karena tak tahan dengan watak Maringgih yang kasar, Siti Nurbaya lari ke Batavia dan kembali menjalin cinta dengan Syamsu yang telah lebih dulu merantau untuk melanjutkan pendidikan.

Namun Maringging secara culas menuduh Siti Nurbaya mencuri hartanya, sehingga Siti Nurbaya harus kembali ke Padang untuk menghadapi tuduhan itu. Namun Maringgih yang licik dan kejam malah membunuh Siti Nurbaya dengan cara meracuninya. Kematian Nurbaya membuat semangat hidup Syamsu lenyap.

Syamsu yang gagal bunuh diri dengan pestol, akhirnya bergabung menjadi tentara kompeni. Karena kenekatannya dalam berperang oleh sebab ingin lekas mati menyusul Siti Nurbaya dan ibunya, membuatnya menjadi prajurit yang sangat ditakuti, sampai akhirnya ia dipromosi menjadi letnan.

Ketika Datuk Maringgih memimpin pemberontakan sebagai protes terhadap kenaikan pajak yang diterapkan oleh pemerintah kolonial, Syamsulbahri diutus ke Padang untuk memadamkan pemberontakan. Syamsu pun berhadapan dengan Maringgih di medan perang yang menewaskan Maringgih, namun Syamsu juga terluka parah. Syamsu meninggal setelah ia meminta maaf kepada ayahnya.

Buku Siti Nurbaya diterbitkan Balai Pustaka pada tahun 1922. Marah Rusli adalah pengarang roman pertama pada masa itu sehingga diberi gelar sebagai Bapak Roman Modern Indonesia oleh HB Jassin. Sebelum munculnya roman, bentuk prosa yang biasanya digunakan para pengarang adalah hikayat.

Marah Rusli sendiri menikahi seorang gadis Sunda kelahiran Buitenzorg (Bogor), meskipun pernikahannya pada tahun 1911 itu sama sekali tidak disetujui oleh orang tuan Rusli. Walaupun terkenal sebagai penulis kenamaan, Marah Rusli tetap berprofesi sebagai dokter hewan sampai pensiun pada tahun 1952 dengan pangkak Dokter Hewan Kepala. Ia meninggal pada tanggal 17 Januari 1968 di Bandung dan dikebuminan di Bogor.

Setelah beberapa saat menikmati suasana lengang di sekitar ceruk Makam Siti Nurbaya Gunung Padang, kami mulai berjalan kaki menuruni satu per satu anak tangga yang jumlahnya ratusan itu. Enaknya pergi ke gunung adalah perjalanan pulang biasanya jauh lebih ringan dan hampir selalu terasa lebih cepat ketimbang waktu berangkat.

Bisa dipahami bahwa perlu biaya untuk memelihara tempat yang mestinya indah seperti Gunung Padang ini. Dengan pemandangan elok di puncak Gunung Padang, bunker Jepang, dan makam Siti Nurbaya yang masyhur, tempat ini sangat layak jual ke para pejalan. Dari kocek merekalah biaya perawatan dan pemeliharaan seharusnya berasal.

Makam Siti Nurbaya Gunung Padang

Alamat : Puncak Gunung Padang, Padang, Sumatera Barat. Lokasi GPS : Google Maps, Waze.

Galeri Foto Makam Siti Nurbaya


makam siti nurbaya padang

Papan penunjuk Makam Siti Nurbaya yang telah tercabut dari tempatnya terlihat tersandar di samping gubug di kaki Gunung Padang. Semoga saat ini sudah ada papan pengganti yang terpasang. Kaki Gunung Padang dicapai selewat Jembatan Siti Nurbaya, belok ke kiri di pertigaan, dan menyusur tepi Batang Arau ke arah barat.

makam siti nurbaya padang

Pemandangan laut Padang di dekat muara Batang Arau dilihat dari sela pohon di kaki Gunung Padang, beberapa saat sebelum memulai pendakian ke puncaknya. Akan sangat baik jika di area tertentu ada pinggiran selebar tertentu yang dibebaskan dari pohon agar memiliki pemandangan yang elok ke arah laut.

makam siti nurbaya padang

Sudat pandang yang lebih baik lagi dari kaki Gunung Padang saat sebuah kapal cepat melintas menuju ke Batang Arau yang tampaknya menjadi salah satu sarana transportasi penting di tempat ini. Di latar depan, di balik batu, tampak seorang pria tengah memancing ikan di tepi laut.



Pandangan lebih dekat pada perahu motor yang melintas dan seorang pemancing yang duduk dibalik sebuah batu besar di puncak Gunung Padang.

makam siti nurbaya padang

Sepotong jalan yang akan kami lalui untuk menuju ke Makam Siti Nurbaya di Gunung Padang. Undakan di ujung sana sudah semakin rapat dan menanjak. Kesan kotor dan terabaiakan sangat terasa ketika saya menlintasi jalur pendakian yang mestinya dibuat rapi ini.

makam siti nurbaya padang

Di setiap jarak tertentu di sepanjang jalur pendakian Makam Siti Nurbaya Gunung Padang terdapat tempat istirahat terbuat dari semen yang juga dalam keadaan kotor dan tidak terawat, membuat saya enggan untuk menggunakannya.

makam siti nurbaya padang

Ada juga semacam pendopo dengan dinding terbuka yang bisa dipakai untuk beristirahat dan berteduh jika hujan turun. Namun lagi-lagi kesannya sangta muram yang membuat orangs segan untuk sekadar duduk di dalamnya. Semoga keadaan sekarang sudah jauh lebih baik.

makam siti nurbaya padang

Undakan Gunung Padang yang merana. Saya bisa membayangkan rapi dan indahnya jalur pendakian ini ketika undakan dan tempat-tempat beristirahat itu baru saja selesai dibuat dan diresmikan. Namun jangankan hanya sebuah undakan, istana yang paling megah pun akan menjadi gedung tua menyeramkan jika tidak dijaga dan dirawat.

makam siti nurbaya padang

Sekali-sekali dalam perjalan pendakian ke puncak Gunung Padang yang cukup melelahkan ada pemandangan ke arah laut seperti ini yang agak menghibur, meskipun hanya dari sela-sela pepohonan dengan sudut pandang yang sangat terbatas.

makam siti nurbaya padang

Sebuah batu berukuran raksasa saya lihat berada di ujung undakan ini, membuat hati senang karena menyangka bahwa puncak Gunung Padang sudah dekat, dan ternyata saya salah. Undakan masih berlanjut ke kiri dan menanjak lagi. Masih harus sabar.

makam siti nurbaya padang

Di dekat batu raksasa itu saya sempat berhenti sejenak, memutar tubuh melihat ke bawah, dan terlihat pemandangan laut seperti ini yang sebagian tertutup oleh pohon kelapa dan pepohonan lainnya. Jika saja pinggiran jalur ini ditata....

makam siti nurbaya padang

Ruang lekuk di bawah itu adalah tempat dimana saya berhenti untuk mengambil foto sebelumnya. Foto ini juga memperlihatkan tebing batuan tinggi di sebelah kanan (atau di sebelah kiri jalur pendakian), sehingga pada titik ini jalur pendakian diapit oleh dua tebing batu yang tinggi.

makam siti nurbaya padang

Batu raksasa lainnya yang saya temui. Belajar dari harapan hampa saat melihat batu raksasa sebelumnya, saya tak berharap bahwa batu besar ini menjadi tanda bahwa puncak Gunung Padang sudah dekat. Benar saja, masih ada jalur pendakian ke atas lagi setelah melewati batu ini, namun puncak gunung sudah dekat.

makam siti nurbaya padang

Seingat saya inilah ceruk batu yang menjadi akses masuk ke Makam Siti Nurbaya, yang terlewati saat kami sedang mendaki tangga ke puncak Gunung Padang. Lazimnya, sebuah makam berada di puncak gunung, bukan di pinggang atau perutnya.

makam siti nurbaya padang

Pemandangan ke arah laut dari sisi kanan puncak Gunung Padang saat saya tengah mencari lokasi Makam Siti Nurbaya. Saya sempat mencoba naik ke atas batu besar yang terlihat pada tebing itu, berharap melihat ada makam di sana, yang ternyata nihil.

makam siti nurbaya padang

Berbeda dengan jalur pendakian yang tak terurus dan kotor, area di puncak Gunung Padang Kota Padang ini terlihat lebih terawat, terlihat dengan jalur jalan yang relatif bersih dan hanya ada dedaunan jatuh dalam jumlah sedikit, serta tak terlihat ada rumput atau alang-alang yang tinggi.

makam siti nurbaya padang

Tempat duduk dari beton di tepian area yang menghadap ke arah laut juga terlihat cukup bersih, meskipun gazebo yang ada di ujung sana sudah memerlukan perawatan. Namun secara umum saya cukup terkesan dengan area di puncak Gunung Padang ini.

makam siti nurbaya padang

Tempat duduk dari beton di tempat terbuka ini mestinya memiliki sudut pandang yang sangat luas ke laut dan ke arah kota, jika saja pepohonan di depannya secara teratur dipangkas agar tidak menghalangi pemandangan. Akan lebih elok jika disediakan beberapa buah teropong berkekuatan besar untuk mengintip panorama di laut dan kota.

makam siti nurbaya padang

Ada sejumlah batu besar di sudut area puncak Gunung Padang yang saya sempat duga merupakan lokasi Makam Siti Nurbaya. Namun tak ada tanda-tanda makam di sana. Bagaimana pun batuan ini cukup menarik dan memperindah pemandangan di puncak.

makam siti nurbaya padang

Dua buah pulau terlihat dari balik batuan besar di salah satu sisi di puncak Gunung Badang. Duduk nongkrong di atas batuan itu sangat nyaman, karena diteduhi pepohonan yang tumbuh dari sela-sela bebatuan, dan pemandangannya sangat luas ke bawah.



Salah satu bunker atau entah apa namanya bangunan beton yang bentuk mulutnya melengkung itu serta ada cerobong di atasnya. Tak saya temukan akses untuk menuju ke mulut bangunan beton yang sudah tertutupi oleh semak belukar di puncak Gunung Padang itu.

makam siti nurbaya padang

Di sebelah kanan adalah bunker lainnya dengan cerobon lebih pendek, juga tak ada akses ke mulut bunkernya. Sementara di sebelah kiri sepertinya adalah toilet, namun saya tak sempat masuk ke dalamnya untuk mengetahui apakah berfungsi atau tidak.

makam siti nurbaya padang

Foto ini memberi gambaran jarak antara kedua bunker yang ada di sebelah kiri dan bunker yang ada di sisi kanan sebelah sana. Sebenarnya ada jalan setapak tak begitu kentara untuk menuju ke bagian depan bunker yang di sebelah kanan, namun saya tak mencoba berjalan ke arah sana.

makam siti nurbaya padang

Pemandangan dari bawah gazebo dengan sepotong laut dan pulau di sebelah kanannya. Bayangkan jika suatu ketika nanti ada cable car dari puncak Gunung Padang ke pulau di sana itu ...

makam siti nurbaya padang

Pandangan yang digeser sedikit ke arah sebelah kiri dari foto sebelumnya.

makam siti nurbaya padang

Pemandangan yang terganggu pepohonan. Masalah di puncak Gunung Padang adalah perawatan dan pemotongan pepohonan yang menghalangi panorama laut yang mestinya sangat indah. Baiknya memang dipilih pepohonan yang tak bisa tinggi sehingga tak merepotkan perawatannya dan pemandangan akan tetap elok di Puncak Gunung Padang ini.

makam siti nurbaya padang

Di batu besar beberapa undakan sebelum (dari arah bawah) puncak Gunung Padang inilah tempat kelokan simpangan jalan menurun curam yang menuju ke ceruk di bawah batuan raksasa dimana terdapat tempat yang disebut sebagai Makam Siti Nurbaya. Entah siapa yang pertama kali menyebut bahwa itu adalah makamnya.



Coretan pada batu di sebelah Makam Siti Nurbaya yang melarang orang mencoret batu nisan. Larangan yang dilanggar sendiri oleh si pelarang. Ada pula larangan berfoto di makam, yang saya baca sebagai melarang memotret makam, sehingga makam sederhana dari batu itu tak saya potret.

makam siti nurbaya padang

Ceruk batu gunung yang menjadi akses masuk ke dalam tepian perut Gunung Padang dimana terdapat Makam Siti Nurbaya.

Info Padang

Tempat Wisata di Padang lainnya, Peta Wisata Padang, Hotel di Padang.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑