Lembah Harau Lima Puluh Kota

aroengBinang.com - Keinginan yang sudah sangat lama untuk berkunjung ke Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, akhirnya terwujud juga. Keinginan yang muncul karena cerita beberapa teman yang sampai tergetar hati dan jiwanya dengan suasana di sekitar area Lembah Harau ini.

Dalam perjalanan ke Lembah Harau inilah kami sempat mampir sejenak ke Rumah Kelahiran Bung Hatta, salah seorang proklamator kemerdekaan kita, dan menelusuri relung Ngalau Indah, sebuah gua dengan stalagmit dan stalaktit yang indah. Ngalau adalah gua dalam bahasa setempat.

Kawasan wisata dan cagar alam Lembah Harau letaknya berada sekitar 45 km dari Kota Bukittinggi, yang jika tak membawa atau menyewa kendaraan sendiri, bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum. Saat itu angkutan umum sepertinya belum begitu sering frekuensi keberangkatannya, namun mungkin sekarang sudah jauh lebih mudah untuk pergi ke sana.

lembah harau sumatera barat

Di sepanjang perjalanan menuju ke Lembah Harau, beberapa saat setelah kendaraan meninggalkan Payakumbuh, terlihat lahan persawahan subur yang luas dengan latar deretan pegunungan kapur mengesankan yang seolah muncul begitu saja dari dalam Bumi, memanjang sejauh mata memandang.

Kenapa seolah muncul begitu saja dari dalam tanah, oleh sebab kaki pegunungan kapur itu nyaris tak ada yang landai. Kaki bukitnya curam tajam nyaris tegak lurus dan berbatasan langsung dengan bidang tanah yang datar berupa persawahan atau permukiman dengan hanya beberapa rumah sederhana saja berdiri di sana.

Keberadaan bukit kapur di Lembah Harau mengindikasikan bahwa area ini dahulu pernah berada di dasar laut. Sekitar 16 juta tahun yang lalu, memang sebagian besar Pulau Sumatera tenggelam di bawah permukaan air dan hanya menyisakan sangat sedikit daratan berbentuk pulau kecil. Di jaman Miosen itu suhu rata-rata di wilayah ini diperkirakan sekitar 38°C, sedangkan sekarang rata-rata dalam setahun 28°C.

lembah harau sumatera barat

Salah satu dari tujuh air terjun Lembah Harau yang bernama Sarasah Aka Barayun, bahasa setempat yang berarti curug atau Air Terjun Akar Berayun. Sayang sekali saat itu debit air terjunnya masih sangat kecil, mungkin karena memang baru mulai masuk musim penghujan.

Empat air terjun lagi ada di kawasan Resort Sarasah Bunta, yaitu Sarasah Bunta, Sarasah Aie Luluih, Sarasah Murai dan Sarasah Aie Angek. Dua sisanya bernama Sarasah Donat dan Sarasah Talang.

Ketika itu ada sebuah peta di dekat air terjun yang menunjukkan arah ke lokasi kebun binatang, permainan sepeda air, dan Panorama, namun entah mengapa tidak satu pun diantara kami yang terpikir untuk datang ke tempat itu. Boleh jadi karena tak berharap akan melihat hal yang amat istimewa setelah sedikit kecewa melihat kecilnya debit air terjun.

Di seberang tebing Sarasah Aka Barayun ada deretan warung sederhana yang menjual minum dan makanan bagi pejalan yang telah datang jauh-jauh ke tempat ini untuk sekadar menyegarkan tenggorok kering dan menghibur perut yang lapar.

lembah harau sumatera barat

Penampakan beberapa jenis tanaman yang ketika itu dijajakan di warung-warung sederhana di seberang tebing Sarasah Aka Barayun Lembah Harau, yang salah satunya adalah Kantung Semar. Tumbuhan dari genus Nepenthes ini merupakan pemakan serangga atau tumbuhan karnivora, yang biasanya hidup di tanah miskin unsur hara dengan kelembaban tinggi.

Tidak jauh dari Sarasah Aka Barayun, terdapat sebuah Villa di kaki pegunungan kapur Harau yang bernama Lembah Echo. Sesuai namanya, echo adalah kata dalam bahasa Inggris yang berarti gema, jika orang berteriak keras di sana maka suaranya akan memantul kembali beberapa saat kemudian, bisa dua atau tiga kali memantul.

Lokasi parkir kendaraan untuk menuju ke Lembah Echo berada di dekat jalan besar, dan pengunjung harus berjalan kaki melewati sebuah jembatan di atas sungai kecil, persawahan, dan lalu melewati jalanan mendaki sebelum tiba di Villa Lembah Echo.

Area Lembah Echo cukup luas. Di dalamnya ada beberapa buah cottage, satu rumah gadang dan satu rumah lagi yang berukuran lebih kecil. Pada waktu kami datang ke sana, rumah kecil dengan dua kamar disewakan dengan tarif sekitar Rp.600 ribu per malam, atau Rp.325 ribu untuk sewa per kamar. Jika datang berpasangan, anda harus menunjukkan surat nikah untuk bisa tinggal dalam satu kamar.

Di sana ada pula cottage kecil dengan harga sewa Rp.60 ribu per kamar. Kami sempat memesan minuman dan makanan kecil di Villa Lembah Echo ini, menikmatinya di ruangan bawah Rumah Gadang, sambil merasakan keheningan suasana di kaki tebing Lembah Harau yang mengesankan ini.


Lembah Harau

Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Lokasi GPS : -0.0991498, 100.6638883, Waze.
, Pejalan musiman. Bagikan: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print! Follow aroengBinang! aroengBinang.com adalah blog tulisan foto perjalanan dan catatan seputar wisata Indonesia, peta wisata, hotel, seni budaya, opini, percik pikir, hiburan, serta tips blogger. Kunjungi sitemap untuk mesin pencarian dan isi blog selengkapnya. Balik ke atas ↑