Review Hotel Banana Inn Bandung

December 04, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Review Hotel Banana Inn Bandung ini dibuat tulisannya dalam jarak waktu yang lumayan jauh dari ketika kami menginap di sana, sehingga boleh jadi sudah ada sejumlah perubahan, ke arah yang lebih baik tentunya. Waktu itu kami datang ke Bandung untuk hadir pada sebuah acara di tempat teman yang rumahnya ada di daerah sekitaran Gegerkalong.

Oleh karena itu kami mencari hotel yang berada di daerah Jalan Setiabudi, dan memutuskan untuk menginap di Hotel Banana Inn yang lokasinya berada di Jl Setia Budi No 191 ini. Salah satu kata kunci yang saya gunakan ketika sedang mencari hotel, selain lokasinya, adalah adanya kolam renang buat anak-anak, syukur kalau ada kolam renang air panasnya.

Meskipun anak-anaknya sendiri sering tak peduli apakah air kolamnya dingin atau hangat, namun di udara pagi dan malam yang lumayan dingin di Kota Bandung tentu para orang tua akan merasa jauh lebih nyaman ketika menemani anak atau cucunya bermain di kolam renang yang ada air hangatnya.

Yang tak kalah pentingnya ketika hendak memilih hotel adalah bagaimana kesan dari para tamu hotel ketika menginap di sana. Utamanya adalah review independen tentang kebersihan kamar, menu makanan, serta kolam renangnya sendiri. Harga kamar yang sesuai dengan kisaran wajar tentu juga menjadi pertimbangan. Hotel Banana Inn Bandung memenuhi semua kriteria kata kunci pencarian itu.

review hotel banana inn bandung
Lobi Hotel Banana Inn Bandung yang lumayan lega, dengan meja resepsionis hotel tampak di ujung sebelah sana. Cocok untuk menerima tamu dalam jumlah yang cukup besar, seperti misalnya ketika ada family gathering atau annual meeting sebuah perusahaan nasional atau multinasional berukuran sedang.

Hanya saja lobi hotel ini terkesan agak muram, oleh sebab hampir semua lampu dimatikan, entah hendak menghemat listrik atau untuk menekan pengeluaran. Menghemat energi adalah sesuatu yang baik, seperti yang sering didengungkan pemerintah ketika pasokan listrik masih sangat terbatas, dan listrik masih disubsidi.

Jika pun hendak menghemat biaya operasional baiknya tidak mengorbankan kesan pertama para tamu. Hemat saya, lampu lobi ini harus dihidupkan sepanjang waktu. Berhematlah dari pengeluaran yang lain, tidak dari hal yang bisa mempengaruhi kesan tamu. Agar hemat energi, baik dipasang solar panel di atap gedung untuk mengurangi pasokan listrik dari bahan bakar fosil.

Di depan lobih hotel ada patung anak gajah yang bagus dan bisa ditunggangi oleh anak-anak dan sebagai tempat untuk berfoto. Di halaman depan juga ada kolam dangkal dengan airnya yang jernih dan sejumlah ikan di dalamnya. Bagian depan hotel dirancang dengan selera yang baik, dihiasi sejumlah tanaman perdu dan pohon palm.

Penampakan tempat tidur double di kamar Hotel Banana Inn Bandung yang kami sewa cukup representative, dengan almari dan kulkas di dalam lemari kecil di sebelahnya. Komplimen dua botol air mineral tampak di atas meja. Seprei kasur terlihat sudah agak kusut karena kami sempat melompat ke atasnya beberapa saat sebelumnya untuk melepas penat perjalanan. Lantai kamar hotel ini menggunakan parket kayu jati.

Selera manajemennya boleh dipuji. Ini juga terlihat dari adanya kursi antik dari kayu jati yang elok di lobi hotel serta di teras belakang pada arah menuju ke kolam renang. Di sebelah teras belakang ada ruang kecil untuk bermain anak-anak balita, yang dihias dengan tokoh-tokoh kartun yang biasa dilihat anak pada buku komik atau film di tv dan di bioskop.

Di teras itu, pada saat kami menginap, di hari Minggu pagi diselenggarakan sejumlah permainan buat anak-anak hingga remaja yang cukup menarik agamnya. Ada pula beberapa hadiah kecil disediakan bagi anak-anak untuk menyemangati mereka agar mau ikut berpartisipasi dalam lomba kreativitas.

Di dekat area bermain anak ini, seingat saya, adalah restoran yang digunakan oleh para tamu untuk sarapan pagi. Kesan saya cukup baik terhadap ragam menu sarapan pagi yang disediakan. Ada menu yang mewakili selera makanan khas Pasundan, nasional maupun internasional.

Saat itu ada seorang petugas hotel membersihkan kolam renang yang ada di halaman belakang Hotel Banana Inn Bandung, yang diakses dari area lobi di lantai dasar. Sementara anak-anak dengan diawasi orang tuanya tampak sedang bermain dengan gembira di kolam dangkal yang bentuknya bulat. Sebuah saung terlihat berdiri di sana.

Tak begitu besar memang ukuran kolam renangnya, namun cukup memadai, apalagi anak-anak juga bisa berenang di kolam yang lebih dalam di ujung sebelah sana dengan ditemani orang tuanya. Adalah kolam renang dengan air hangat yang menjadi salah satu alasan penting mengapa kami menginap di hotel ini, dan ternyata memang cukup baik dan membantu.

Di sebelah kolam renang terdapat toko kecil yang menjual barang-barang yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk berenang jika lupa membawa dari rumah, seperti pakaian renang, googles, pelampung, dan mainan serta pernak-pernik barang lainnya. Di sebelahnya lagi adalah ruangan untuk gym bagi yang hendak melemaskan otot dengan berolah raga.

Hotel Banana Inn Bandung berjarak sekitar 6,3 km atau 20 menit perjalanan dari Stasiun Bandung, sekira 4 km atau 10 menit ke Cihampelas Walk, 6 km ke ITB di Jalan Ganesha 10, sekitar 6,3 km atau 17 menit factory outlet di Jl. Riau, dan 6,4 km atau 15 menit ke Museum Geologi Bandung.

Secara umum kesan yang kami dapatkan selama menginap di Hotel Banana Inn Bandung ini bisa dikatakan baik, dari mulai kamar, makanan, kolam renang, dan acara buat menghibur anak-anak. Area di sekitar hotel pun, baik yang ada di depan maupun di belakang hotel, dirancang dengan baik. Jika diminta, saya akan memberi nilai 8,5 dari skala maksimum 10.

Hotel Banana Inn Bandung

Alamat: Jl Setia Budi No 191, Bandung. Telepon: 022-2005479. Lokasi GPS: Google Maps, Waze.

Video Hotel Banana Inn Bandung



Galeri Foto Hotel Banana Inn Bandung

Pandangan dari dalam lobi hotel arah ke halaman depan dengan pepohonan yang cukup asri tampak di luar sana. Dua buah set angklung tampak diletakkan di lobi, mungkin sebagai sebuah bentuk apresiasi pada alat musik tradisional, yang juga lekat dengan budaya dari daerah Jawa Barat.

review hotel banana inn bandung

Penampakan tempat tidur double di kamar hotel yang cukup nyaman, dengan almari dan kulkas di dalam lemari kecil di sebelahnya. Komplimen dua botol air mineral tampak di atas meja. Seprei kasur terlihat sudah agak kusut karena sempat melompat ke atasnya beberapa saat sebelumnya untuk melepas penat perjalanan. Lantai kamar hotel ini menggunakan parket kayu jati. Selera manajemennya boleh dipuji.

review hotel banana inn bandung

Jika pernah memainkan angklung, entah memang bergabung ke dalam sebuah grup angklung atau hanya pernah ikut semacam kursus kilat di sebuah acara perusahaan atau budaya, tentu akan merasa gatal untuk sekadar membunyikan nada angklung itu. Ragam hias daun dan bebungaan tampak ditoreh di permukaan bambu angklung untuk mempercantiknya.

review hotel banana inn bandung

Seorang petugas tampak sedang membersihkan kolam renang yang ada di halaman belakang hotel, diakses dari area lobi lantai dasar. Sementara anak-anak dengan diawasi orang tuanya tampak sedang bermain di kolam dangkal yang bentuknya bulat. Tak begitu besar memang ukurannya, namun cukup memadai apalagi anak-anak juga bisa berenang di kolam yang lebih dalam di ujung sebelah sana dengan ditemani orang tuanya.

review hotel banana inn bandung

Pandangan lainnya pada set angklung yang dibuat dengan selera yang sangat baik. Jika saja lampu lobi dinyalakan, katakanlah sebagian saja, sofa yang ada di tengah dan di ujung sana itu tak bakal terlihat gelap. Kesan suram itu tak mengenakkan. Tak semua penghematan biaya itu baik bagi sebuah brand, meskipun dalam keadaan survival secara finansial sekalipun.

review hotel banana inn bandung

Pandangan lainnya pada set angklung yang dibuat dengan selera sangat baik. Jika saja waktu itu lampu lobi dinyalakan, katakanlah di sebagian titik saja, sofa yang ada di tengah dan di ujung sana itu tak bakal terlihat gelap suram. Tak semua penghematan biaya itu baik bagi sebuah brand, bahkan dalam keadaan survival secara finansial sekalipun.

review hotel banana inn bandung

Tengara nama hotel tampak menempel pada dinding bangunan yang cukup tinggi. Area drop off tamu diberi atap dengan desain atap yang menarik dan berselera. Sejumlah pohon palm di halaman memberi kesan pertama yang bagus kepada para tamu.

review hotel banana inn bandung

Pandangan dari area di depan pintu masuk hotel ke arah halaman depan dengan pohon palm di tengah bundaran. Bundaran kecil itu dipakai oleh mobil untuk memutar dan kemudian berhenti menurunkan atau mengambil penumpang di depan undakan masuk ke dalam hotel. Dengan lampu-lampu gantung seperti tampak pada foto, ketika malam tiba suasana di sini tentu akan terlihat romantis. Apalagi di tengah hawa dingin Bandung, meskipun sudah tak sedingin 10-15 tahun lalu.

review hotel banana inn bandung

Ini adalah area di teras belakang hotel, yang akan terlihat sesaat setelah keluar dari pintu kaca lobi hotel yang tampak di latar belakang sana. Di belakang pagar warna-warni itu adalah ruangan tak begitu besar yang difungsikan sebagai tempat bermain anak. Kursi amben berselera yang terlihat di latar depan sekarang sudah semakin sulit diperoleh, oleh sebab semakin menipisnya pasokan kayu jati dengan kualitas yang bagus.

review hotel banana inn bandung

Beginilah penampakan ruangan untuk bermain anak yang hanya cocok untuk anak usia balita. Kegiatan untuk anak yang lebih besar dilakukan di teras belakang hotel, yang biasanya dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Pada waktu kami di sana, di teras belakang itu ada aneka lomba berhadiah yang bisa diikuti oleh anak-anak yang menginap di hotel ini.

review hotel banana inn bandung

Ornamen pada dinding ruang untuk anak-anak (balita) bermain di Hotel Banana Inn Bandung yang ditempel stiker bergambar tokoh-tokoh kartun dan dongeng yang umumnya dikenal oleh anak-anak jaman sekarang, baik lewat buku komik maupun melalui tontonan dan tv maupun di bioskop.

review hotel banana inn bandung

Sebagian dari teras belakang dan halaman belakang Hotel Banana Inn Bandung dengan sejumlah tanaman perdu pemanis dan phon palm ditanam di sejumlah titik, menyisakan ruang yang cukup lega untuk beraktivitas di pagi dan sore hari. Di ujung sana adalah saung yang berada di area kolam renang.

review hotel banana inn bandung

Wastafel, toilet duduk dan ruang untuk mandi dengan shower di kamar Hotel Banana Inn Bandung yang kami gunakan waktu itu. Cukup fungsional saja, dengan semua kelengkapannya yang standar. Tak ada bath tub, dan memang tak perlu boros buang-buang air untuk mandi.

review hotel banana inn bandung

Sebagaimana umumnya hotel sekelas Banana Inn Bandung, ada kulkas kecil, lemari pakaian, dan safety box. Sudah semakin jarang hotel yang menyediakan minuman dan makanan kecil di dalam kulkas oleh sebab sangat mudahnya orang beli sendiri, dengan harga yang biasanya jauh lebih murah ketimbang beli di hotel.

review hotel banana inn bandung

Anak-anak bermain di dalam kolam renang dangkal yang meski tak seberapa besar namun cukup menyenangkan. Kelebihan Hotel Banana Inn Bandung adalah tersedianya kolam air renang dengan air hangat, yang sangat membantu anak-anak yang hendak bermain air di pagi dan petang di tengah udara Bandung yang lumayan dingin.

review hotel banana inn bandung

Bukan hanya anak-anak yang gemar bermain air di kolam renang, emak-emak pun dan kadang bapak-bapak juga ikut berendam menemani anak atau cucunya. Di kolam renang seperti ini biasanya terjadi sosialisasi diantara anak-anak dan para pendampingnya.

review hotel banana inn bandung

Jika lupa membawa baju renang atau perlengkapan renang lainnya seperti google dan pelampung, beberapa langkah di samping kolam renang ada toko yang menjual barang-barang itu. Ruang olah raga atau gym kecil juga ada di sebelahnya.

review hotel banana inn bandung

Seekor ulat bulu yang sempat menarik perhatian saya ini sedang berjalan santai di sebuah daun pada tanaman yang ada di pinggiran kolam renang Hotel Banana Inn Bandung. Tak jelas apakah ulat ini akan menjadi kepompong dan kemudian berubah ke bentuk kupu-kupu dengan sayap yang sangat indah.

review hotel banana inn bandung

Kursi kayu jati antik serta beberapa buah sofa ini berada di ujung ruangan di lantai dasar dimana terdapat lobi hotel dan meja resepsionis. Kalau tak salah di ujung sana adalah restoran Hotel Banana Inn yang digunakan untuk sarapan pagi para tamu hotel.

review hotel banana inn bandung

Patung anak gajah yang bagus dan bisa ditunggangi oleh anak-anak ini lokasinya berada di depan pintu masuk Hotel Banana Inn Bandung. Lumayan elok sebagai tempat untuk berfoto bagi anak-anak.

review hotel banana inn bandung

Kolam dangkal dengan sejumlah ikan di dalamnya ini juga berada di bagian depan hotel, di sebelah kanannya. Airnya bersih tanda dirawat dengan baik, meskipun tidak banyak ikan elok yang ada di sana.

review hotel banana inn bandung

Lanskap bagian depan Hotel Banana Inn bisa dibilang dirancang sangat baik, dan terlihat bersih dengan tanaman terawat yang memperindah pemandangan serta menciptakan suasana hotel yang ramah. Secara umum kami cukup puas menginap di hotel ini, dengan kamar yang baik, kolam renang anak dengan air hangatnya. Lokasinya pun cukup strategis, dengan menu sarapan yang cukup beragam. Oh ya saya baru ingat, bahwa restoran untuk sarapan pagi ada di sayap kanan hotel pada arah menuju ke kolam renang.

review hotel banana inn bandung

Info Bandung

Hotel di Lembang, Tempat Wisata di Bandung, Peta Wisata Bandung, Hotel di Bandung, Hotel Murah di Bandung.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.