Situs Makam Pendiri Kota Bandung

Wisata Situs sejarah berupa makam menjadi catatan penting, seperti halnya Situs Makam Pendiri Kota Bandung Makam RAA Wiranatakusumah II (Dalem Kaum) Bupati Bandung ke 6 tahun 1794-1829. "Pendiri Kota Bandung", demikianlah tulisan yang tertera di gapura sebuah gang Jalan Dalem Kaum Bandung, area yang banyak dikunjungi penduduk warga kota dan sekitar. Tidak menyangka bahwa di pusat kota tepatnya di belakang Mesjid Agung, terdapat Situs Makam Pendiri Kota Bandung. Melewati jalanan khusus pejalan kaki, berbaur dengan pedagang kaki lima. Beruntung dalam kurun beberapa tahun ke belakang, kawasan ini tertata lebih baik dan tertib sejak pergantian Walikota Bandung. Namun tetap saja hiruk-pikuk, suara musik dan pramuniaga yang mempromosikan tokonya, lalu pedagang kacamata hitam menjajakan dagangannya di sepanjang gang menuju situs.

Suasana siang itu cukup ramai kami memarkirkan mobil di basement alun-alun Bandung, pintu masuknya tepat di depan pendopo rumah dinas Walikota Bandung yang mana dahulu berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. Berjalan dari depan alun-alun Bandung menuju Situs Makam Pendiri Bandung RAA Wiranatakusumah II, tidaklah jauh sekitar 120 meter sambil menyaksikan aneka macam dagangan. Hari Jumat lebih ramai suasana karena bertepatan dengan jemaah ibu-ibu pengajian Mesjid Agung yang sebentar lagi akan bubar. Daerah ini tempat bermain semasa kecil, saat Ayahanda bekerja di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung yang kini menjadi rumah dinas Walikota Bandung. Bermain di Pertokoan Miramar di mana saar itu tangga berjalan pertama kali ada di Kota Bandung, tentunya sesuatu yang baru sangat menarik. Selain itu baso dan juice alpukat legendaris Linggar Jati sampai sekarang masih menjadi tempat favorit bagi penggemar kuliner.

Masih dalam rangka ziarah ke makam leluhur di kawasan Situs Makam Pendiri Kota Bandung, terdapat makam ayahanda dari kakek buyut. Tertera di nisannya tulisan Raden Soemadiredja Wedana Blubur Limbangan yang wafat tahun 1854. Keluarga besar kami sedang gencar-gencarnya napak tilas dan ziarah ke makam leluhur, sangat antusias dan serius mendata para pini sepuh dan keturunannya. Silsisah keluarga dari pihak ibunda, saya adalah turunan ke 4 dari Eyang buyut tercinta Raden Rangga Soemawiredja Wedana Leles dan makamnya juga berada di Kota Leles. Di Situs Makam Pendiri Kota Bandung Dalem Kaum, salah satunya terbaring jasad Raden Soemadiredja ayahanda dari Eyang Rangga.

situs makam pendiri kota bandung
Gapura sebagai pintu masuk ke Situs Makam Pendiri Kota Bandung berada di himpitan bangunan bertingkat, saya agak kesulitan untuk membidik kamera agar seluruh gapura terlihat karena jalan di depan gapura ini hanya gang selebar sekitar 1,5 meter yang dibatasi oleh tembok yang tinggi, terpaksa harus posisi miring sehingga tembok bangunan di sekitarnya ikut serta.

Tembok bangunan lain membelakangi situs makam dan membatasi pandangan. Gapura berupa tembok bercat putih yang sederhana masih berbau masa lalu yang kental, di tengah-tengahnya berupa tembok berbentuk segitiga yang tingginya sekitar 3 meter membuat gapura terlihat cukup cantik. Dilengkapi pagar besi sebagai pintu dan atasnya ada tembok melengkung, dan saya melihat 2 orang penjaga yang ramah duduk di bahu jalan depan gapura.

RAA Wiranatakusumah II Bupati Kabupaten Bandung ke 6 yang merupakan pendiri dan sekaligus orang yang memulai pembangunan dasar Kota Bandung. Pada saat itu daerah yang dijadikan pusat kota Bandung masih merupakan kawasan hutan dan rawa-rawa. Beliau dimakamkan di halaman belakang Masjid Raya Bandung Jawa Barat yang kemudian diberi mana Situs Makam Pendiri Kota Bandung RAA Wiranatakusumah II. Karena dimakamkan di sana, beliau dijuluki Dalem Kaum. Dalem pada saat itu adalah sebutan untuk para petinggi seperti wedana dan bupati.

situs makam pendiri kota bandung
Bagian khusus di area pemakaman ini, ada beberapa makam utama dan 1 makam kecil yang tidak diberi nama. Adapun makam tersebut adalah makam Raden Adipati Wiranatakusumah II Bupati Kabupaten Bandung ke 6, di sampingnya terdapat makam garwa atau istrinya beliau yaitu Nyi Rd Ayu Kendran, lalu makam Bupati Bandung ke 15 Rd Tumenggung Male Wiranatakusumah atau Aom Male, Hoofd yaitu Penghulu Kabupaten Bandung dan Rd. Moch Soleh. Makam-makam tersebut berada dalam satu atap. Pandangan mata saya pertama kali melihat area pemakaman ini tertuju pada payung dari bahan warna emas yang seolah melindungi makam Kanjeng Dalem Adipati Wiranatakusumah II.

Desain makam di area ini dibuat seragam, dengan lantai keramik putih dan pembatas makam berwarna hijau daun berbentuk ukiran. Lalu nisannya berwarna emas dengan desain yang mengingatkan kita pada kerajaan masa lampau juga diperindah oleh ukiran. Atap makam area khusus ini cukup kokoh berdiri, melindungi makam di dalamnya dari terik matahari dan hujan. Di sebelah kiri bangunan itulah, makam ayahanda eyang buyut dengan pusara yang sangat sederhana dan kami bermaksud memugarnya tentunya dengan sepengetahuan dan seizin pemerintah setempat, karena area situs makam ini dilindungi Undang-Undang 11 Tahun 2010, yaitu tentang Cagar Budaya. Selain itu ada makam para keluarga dan turunan dari RAA Wiranatakusumah, mantan pejabat, kaum ningrat dan juga pejuang Jawa Barat di masa lampau.

situs makam pendiri kota bandung
Hal yang menarik yaitu lukisan di dinding pagar yang memanjang lebih dari 10 meter, lukisan hitam putih yang menceritakan tentang masa Bupati RAA Wiranatakusumah. Beliau dinobatkan sebagai pendiri Kota Bandung, hal ini masih belum diketahui secara pasti berapa lama kota Bandung dibangun. Akan tetapi, Kota Bandung dibangun atas prakarsa Bupati Bandung, bahkan pembangunan kota itu langsung dipimpin olehnya. Dengan kata lain, ditegaskan bahwa Bupati RAA. Wiranatakusumah II adalah pendiri kota Bandung.

Kota Bandung diresmikan sebagai ibukota baru Kabupaten Bandung dengan surat keputusan tanggal 25 September 1810. Begitulah yang saya baca dari berbagai sumber literatur. Dinding yang dipercantik dengan lukisan itu sebenarnya berfungsi sebagai pembatas area makam dengan bangunan lain di sebelahnya , di depannya ditanami rumput sehingga terlihat lebih asri.

Para petinggi Kota Bandung di hari jadi Kota Bandung biasanya ziarah ke Situs Makam Pendiri Kota Bandung di Dalem Kaum dan dilanjut Makam Raden Dewi Sartika Bandung yaitu komplek Pemakaman Para Bupati Bandoeng di Karang Anyar. Ziarah seperti ini bukan hanya sekedar mengetahui di mana dikuburkannya orang-orang penting yang berkaitan dengan sejarah, namum lebih kepada spirit perjuangan yang diharapkan bisa menular kepada generasi selanjutnya.

situs makam pendiri kota bandung
Gapura terlihat dari dalam makam sepanjang koridornya dipasang keramik putih, dengan pot bunga berjajar rapih. Luas pemakaman ini sekitar 20 meter persegi, tumbuh beberapa pohon berbatang besar yang memiliki bunga berwarna kuning dan orange. Seorang perempuan setengah baya penjaga makam dengan sigap melayani kami, ia memberikan 1 botol plastik besar berisi air untuk kami siram di atas makam leluhur.

Kami saling mempertanyakan, mengapa makam leluhur kami ada di komplek pemakaman ini? padahal beliau adalah Wedana Blubur Limbangan yang dekat Kota Garut. Seperti halnya nenek saya Raden Djoewarna dimakamkan di komplek pemakaman Bupati Garut Pertama, jawabannya belum kami dapatkan. Seperti di makam leluhur lainnya Karang Anyar dan Leles, di Dalem Kaum pun doa kami panjatkan dipimpin sepupu saya Ficky Djoekardi.

Hikmah yang saya rasakan ketika ziarah di makam leluhur di Dalem Kaum, selain napak tilas dan mendoakan leluhur adalah menggali sejarah berdirinya Kota Bandung yang mana Kanjeng Dalem RAA Wiranatakusumah II dikebumikan di tempat tersebut. Padat dan riuhnya suasana kota tidak terasa di dalam pemakaman Dalem Kaum, kami merasakan hening dan nyaman dengan angin yang semilir berhembus. Awal Ramadhan yang indah, bersilaturahmi bersama keluarga besar lalu berziarah bersama-sama dalam suasana kekeluargaan yang kental. Hal ini diharapkan memberikan suri teladan kepada anak cucu, agar mereka tidak melupakan silsilah dan senantisa menjaga kerukunan tali persaudaraan.

Bandung kini bukanlah rawa-rawa atau pinggiran hutan, namun sudah menjadi kota yang hiruk-pikuk dengan berbagai aktivitas warga masyarakatnya. Termasuk pusat perbelanjaan dan bisnis di daerah alun-alun yang dekat dengan Situs Makam Pendiri Kota Bandung. Kanjeng Adipati pendiri Kota Bandung tentunya tidak mengira bahwa Bandung akan seperti sekarang, masa terus berputar dan perubahan akan terus berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Semoga Bandung tidak kehilangan identitasnya, kota kelahiran saya di mana dahulu tempat Flamboyan berjatuhan di jalanan. Tulisan ini saya persembahkan untuk keluarga besar tercinta RARASOEWI (Rundayan Raden Rangga Soemawiredja).

Situs Makam Pendiri Kota Bandung

Alamat : RAA Wiranatakusuma II Bupati Bandung Ke-6 Jalan Dalem Kaum (Belakang Mesjid Agung Bandung). Lokasi GPS : -6.9216021, 107.605572, Waze. Rujukan : Hotel di Lembang, Tempat Wisata di Bandung, Peta Wisata Bandung, Hotel Murah di Bandung, Hotel di Bandung

Author : . Updated :
Senang membuat catatan diri setiap perjalanan sekedar penghargaan atas apa yang dilihat dan dirasakan sebagai ritual ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.(Jatuh cinta pada lembah, gunung dan pepohonan ).

Kirim ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Email. Subscribe. .

Versi Mobile | Kembali ke atas