Situs Bawong Bantul Yogyakarta

Situs Batu Panah dan Petilasan Kuda Sembrani adalah dua dari sekian Situs Bawong Bantul Yogyakarta di Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul, Yogyakarta yang berhasil saya datangi. Situs lainnya seperti Banyu Tetes, Batu Cungkup, Batu Amben, Batu Payung, Gua Permoni, dan Gua Sleman tidak saya kunjungi, padahal letaknya sangat berdekatan.

Sebenarnya beberapa mungkin sudah terlihat mata, namun ketiadaan tengara, serta tidak adanya penduduk setempat yang bisa memberi konfirmasi membuat saya kesulitan untuk mengenalinya. Jarak dari Makam Cepokosari, yang saya kunjungi sebelumnya, menuju Situs Batu Panah serta Petilasan Kuda Sembrani di Dusun Bawong ini sekitar 4,7 km, arah ke timur.

Pak Agus sampai perlu berhenti beberapa kali untuk menanyakan arah, dan salah satunya di warung yang terletak beberapa puluh meter dari Jembatan Gantung Karanggayam yang melayang di atas Kali Opak. Nama sungai itu membuat ingatan melayang pada kisa sejarah tentang perebutan kekuasaan tahta Demak, yang akhir memunculkan Kesultanan Pajang setelah Arya Penangsang tewas oleh tombak Kyai Pleret Sutawijaya di tepian Kali Opak.


Batu Panah di Situs Bawong Bantul Yogyakarta yang berada di tepian jalan, di lereng perbukitan yang tak begitu tinggi di Dusun Bawong. Sesungguhnya ketika memotret batu itu saya hanya menduga-duga saja, karena melihat bentuk batunya yang cukup menarik. Persoalannya memang tak ada tengara atau prasasti dipasang di sana waktu itu, namun boleh jadi pernah ada hanya saja sudah lenyap dimakan cuaca yang kejam.

Goresan yang dalam dan memanjang pada batu itulah konon merupakan bekas anak panah yang dilepaskan oleh Sultan Agung. Seperti diketahui, Sultan Agung disebut-sebut sebagai raja terbesar Kerajaan Mataram, yang adalah cucu pendiri Mataram yaitu Sutawijaya atau Panembahan Senopati. Sayang raja setelah itu memerintah secara lalim, salah satu jejaknya ada di Gunung Kelir, dan akhirnya mendatangkan keruntuhan bagi Keraton Pleret.

situs bawong bantul yogyakarta
Petilasan Kuda Sembrani Situs Bawong Bantul Yogyakarta ini berada hanya beberapa meter dari Situs Batu Panah, konon merupakan landasan Kuda Sembrani milik permaisuri Sultan Agung ketika akan terbang ke angkasa. Kisah legenda tentang Kuda Sembrani ini bisa dibaca di tulisan Ki Bodho.

Pak Agus sebenarnya mendapatkan informasi bahwa situs yang lain berada di perbukitan, di atas kedua situs yang saya temui itu. Namun karena informasinya kurang jelas, saya memutuskan untuk meninggalkan tempat itu menuju ke sasaran berikutnya. Semoga dinas terkait, dan komunitas wisata setempat, bisa memberi perhatian terhadap Situs Bawong ini agar memudahkan para pejalan ketika mengunjunginya.

Situs Bawong Bantul

Alamat : Dusun Bawong, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul, Yogyakarta. Lokasi GPS : Batu Panah -7.87921, 110.39779, Waze; Kuda Sembrani Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Bantul, Peta Wisata Bantul, Hotel di Yogyakarta.
Author : . Updated :
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.

.