Roong Tondano Minahasa Sulawesi Utara

Kelurahan Roong Tondano Minahasa Sulawesi Utara adalah sebuah desa subur dengan lahan persawahan sangat luas dengan latar pegunungan berkabut indah, yang terletak di Kecamatan Tondano, Kabupaten Minahasa, sekitar 30 km dari Kota Manado, Sulawesi Utara. Di pertigaan di ujung desa ini terdapat Patung Sarapung Korengkeng dengan prasasti yang menceritakan kisah heroik dalam Perang Tondano..

Patung yang sudah mulai menua saat kami berada di sana itu menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk melepaskan tanah air dari cengkeraman penjajah telah memakan korban yang tak sedikit, di banyak tempat di negeri ini. Karenanya, generasi sekarang dan masa datang harus mau belajar dari sejarah, bahwa pilihan terbaik bagi negeri ini adalah bersatu dalam bingkai NKRI dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Tak jauh dari Roong Tondano adalah Benteng Moraya, benteng pertahanan terakhir suku-suku di Tondano dalam melawan penjajah yang telah musnah dihancurkan oleh Belanda. Tiruan benteng itu rupanya telah dibuat, namun entah kapan saya bisa berkunjung lagi ke Roong Tondano. Roong adalah desa dimana terletak rumah Oom Leo Supit, pamannya Lita Jonathans, tempat menginap selama kunjungan kami di Sulawesi Utara beberapa tahun lalu.

roong tondano minahasa sulawesi utara
Selain 4 foto di tulisan, 12 (dua belas) foto lainnya ada di sini. Tengara Selamat Datang di jalan masuk ke Kelurahan Roong. Bahwa datang dengan selamat memang patut disambut dengan gembira, lantaran banyak hal tak terduga yang bisa saja terjadi selama dalam perjalanan hingga sampai ke Roong Tondano ini. Maka, musik terindah bukanlah yang diciptakan dan dibawakan oleh dewa musik, namun oleh bunyi pintu pagar yang dibuka oleh orang yang terkasih.

Bagi orang yang ketika kecil hidup di kampung seperti saya, melihat hamparan bulir padi menguning dengan latar gunung yang tinggi bukanlah hal yang baru, namun setelah sekian lama tinggal di tengah belantara beton kota besar maka menjadi sesuatu yang menyenangkan ketika kembali sejenak ke alam kehidupan masa kecil. Itulah Roong Tondano, meski pada saat tertentu mobil berseliweran di jalananannya.

roong tondano minahasa sulawesi utara
Pemandangan pada Boulevard Tondano yang membelah pinggir persawahan Roong dilihat dari di depan rumah Oom Leo Supit. Jalan lebar mulus dua arah itu panjangnya 1,5 km, berujung pada pertigaan Patung Sarapung Korengkeng, jika ke kiri ke arah pusat Kota Tondano, dan ke kanan menuju ke arah Danau Tondano, melewati tiruan Benteng Moraya di sebelah kiri jalan.

Di kiri kanan jalan utama Roong itu masih berupa persawahan, kecuali 350 meter terakhir di sisi sebelah kiri jalan yang telah menjadi permukiman penduduk yang padat. Namun lambat laun, kiri kanan Boulevard Tondano itu saya akan bertumbuhan rumah dan pertokoan, yang akan meluas terus hingga menelan semua sawah ladang di sana hingga tak bersisa lagi. Moga-moga saja itu tak sampai terjadi.

Ketika matahari turun dan bersembunyi di balik bukit, saya sempat menangkap suasana senja di Roong manakala lampu-lampu jalan mulai menyala, dan kendaraan yang melintas meninggalkan jejak seleret sinar putih merah yang ditangkap kamera berkecepatan rendah.

roong tondano minahasa sulawesi utara
Tanah persawahan Roong Tondano yang letaknya tidak jauh dari Danau Tondano sangatlah subur dan sejauh mata melihat didominasi pemandangan kuning hijau pepadian yang siap dipanen, dengan latar belakang daerah perbukitan yang menjebak awan agar turun ke bumi sebagai hujan untuk memberi kehidupan.

Pada pagi hari kami masih bisa melihat deretan kabut tipis melayang di sepanjang pinggang Gunung Masarang yang memiliki ketinggian 560 meter di atas permukaan laut, jauh di sebelah kanan Roong. Mengenang masa kecil, di pagi itu saya menyusuri pematang hingga sampai ke sebuah gubug bambu sederhana. Di tengah sawah, gubug adalah istana silir nyaman untuk menyeruput kopi dan menyantap bekal makanan ketika sedang bekerja di sawah.

roong tondano minahasa sulawesi utara
Lihat 12 (dua belas) foto lainnya di sini. Sebuah villa berukuran tak begitu besar namun sangat indah, dengan kolam dan gazebo, di pinggiran persawahan Roong Tondano, yang akan terlihat saat kita menuju ke Danau Tondano. Pemandangan perbukitan berkabut indah di pagi bisa dinikmati dari tempat ini, dengan latar depan gerumbul pepohonan pisang yang rapat. Sulawesi Utara terkenal sebagai penghasil pisang Goroho yang rasanya sangat lezat.

Roong, sebuah tempat indah di Tondano, Sulawesi Utara, yang akan tetap tersimpan lama di dalam ingatan. Roong tidak hanya tempat kami menginap, namun juga tempat dimana kami menikmati masakan rumah khas Minahasa yang pedas membangkitkan selera setiap harinya dalam suasana yang akrab dan hangat. Roong adalah tempat dimana kami berjalan-jalan di pagi hari menikmati sejuk udara pagi yang dingin segar, dengan pemandangan persawahan hijau kuning dan pegunungan membiru di kejauhan.

Roong Tondano Minahasa

Alamat : Roong, Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara. Lokasi GPS : 1.2946833, 124.9095458, Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Minahasa, Peta Wisata Minahasa, Hotel di Manado.

Author : . Updated :
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Subscribe aroengbinang's Youtube Channel.

Kirim ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Email. Subscribe. .

Versi Mobile | Kembali ke atas