Waduk Wadaslintang Kebumen

December 30, 2019. Label:
aroengbinang.com - Waduk Wadaslintang Kebumen menggenangi dua wilayah kabupaten, yaitu Kebumen dan Wonosobo. Namun nama waduk diambil dari nama Kecamatan Wadaslintang di Wonosobo, mungkin karena desa yang terendam sebagian besar ada di Wadaslintang. Sebagian lagi, 2.626 ha, ada di Kecamatan Padureso (sebelumnya masuk Prembun), Kebumen.

Dari Kebumen saya melewati Bendung Bedegolan dan Bendung Pejengkolan. Bendungan Wadaslintang sendiri berada di Kebumen. Yang disebut Bendungan Wadaslintang adalah beton kuat yang menahan air sungai sehingga membentuk genangan air yang bernama Waduk Wadaslintang.

Sungai utama yang dibendung adalah Sungai Bedegolan (Kali Medono) dengan sedikitnya 18 anak sungai, yaitu Kali Bersole, Kali Jalatunda, Kali Banger, Kali Dampit, Kali Pelunjaran, Kali Kajoran, Kali Goblok Kali Tracap, Kali Sambenghul, Kali Pringtali, Kali Jambeng, Kali Mejing, Kali Gedangan, Kali Manggur, Kali Sadang, Kali Sambenghilir, dan Kali Pingit

waduk wadaslintang kebumen

Lereng panjang tinggi struktur Bendungan Wadaslintang yang berada di sisi kiri luar Waduk Wadaslintang Kebumen. Fotonya diambil dari jalan yang berada di atas bendungan. Pemandangan ini saya dapatkan setelah membayar tiket masuk Rp.4.000 di pos jaga dan mengambil jalan pada arah lurus ke depan.

Tengara yang berbunyi "Bendungan Wadaslintang" tampak di ujung sana. Kata bendungan merujuk pada struktur dinding beton yang membendung aliran air sungai, sedangkan kata waduk mencakup keseluruhan wilayah yang tergenaning air termasuk keberadaan bendungan yang ada di dalamnya.


Di depan tengara bendungan itu adalah saluran buangan waduk yang sebelumnya telah saya lihat dari pinggir jalan yang ada di daerah Gunung Rayang Kebumen. Dari jalan di atas bendungan Waduk Wadaslintang Kebumen ini gunung itu terlihat sangat jelas, dan jalan sempit meliuk menanjak di sana juga bisa saya lihat dengan menggunakan lensa tele.

Panjang puncak bendungan Wadaslintang adalah 650 meter, dengan jalan selebar 10 meter, cukup lega. Waduk Wadaslintang Kebumen adalah waduk serbaguna, yang selain sebagai pemasok utama kebutuhan air irigasi untuk kawasan seluas 32.064 ha juga sebagai PLTA yang menghasilkan listrik 16,8 MW. Kegunaan lainnya adalah untuk budidaya perikanan dan wisata.

>waduk wadaslintang kebumen

Dengan mengenakan sepatu boot warna kuning dan jaket lengan panjang bertutup kepala, seorang pria tampak sendirian berdiri menunggu umpan pancingnya disambar ikan.

Pemandangan indah pada awal Sungai Bedegolan yang airnya keluar dari Waduk Wadaslintang Kebumen, juga bisa dilihat dengan jelas dari jalan di atas bendungan. Dengan menggunakan lensa tele 200 mm, air sungainya terlihat jernih, sebagian berwarna kehijauan karena lumut dengan beberapa serakan batu kecoklatan di tepiannya yang menambah keindahannya.

Di Waduk Wadaslintang Kebumen terdapat deretan karamba tempat budidaya perikanan dan gubuk di tengah waduk . Deret karamba ini tampak tersebar di sejumlah titik. Namun saat itu tak terlihat ada aktivitas di sana. Jam pemberian makan ikan mestinya telah lewat karena waktu itu sudah hampir tengah hari, dan musim panen ikan mungkin belum lagi tiba.

Jika saja bisa naik perahu di Waduk Wadaslintang bertepatan dengan jam pemberian makan ikan, maka akan sangat menarik melihat puluhan hingga ratusan ikan berloncatan memperrbutkan makanan yang disebar oleh penjaga karamba. Tak jelas bagaimana orang bisa memastikan bahwa semua ikan telah makan dengan cukup dan tak ada satu pun yang kelaparan.

Waduk Wadaslintang Kebumen dibangun mulai tahun 1982 dan baru selesai dibuat serta diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1988. Ada lahan sabuk hijau seluas 300 ha yang mengelilingi Waduk Wadaslintang antara ketinggian +190 m sampai +200 m untuk melindungi bendungan, waduk, PLTA dan bangunan pelengkap lainnya.

Pemandangan Sungai Bedegolan di sekitar kaki bendungan merupakan salah satu tempat dengan pemandangan yang sangat menarik di Waduk Wadaslintang Kebumen. Kombinasi air yang berwarna kehijauan dengan serakan batu berwarna coklat kemerahan itu memberi kontras indah yang enak dilihat. Adanya Gunung Rayang yang khas juga memberi panorama indah.

Pemandangan menarik lainnya di pinggir Waduk Wadaslintang Kebumen adalah banyaknya orang yang tengah memancing ikan. Ada puluhan orang saat itu tengah asik menunggu dan mengawasi gerak tali pancingnya. Beberapa terlihat duduk berkelompok berlindung di bawah payung dari sengat matahari, namun ada pula yang berdiri memancing di tepi waduk sendirian saja.

Ada bermacam alasan mengapa orang gemar memancing ikan, entah di waduk, di sungai, atau pun di laut. Sebagian memang untuk menambah lauk di meja makan keluarga, sebagian lagi melakukannya hanya sekadar untuk melampiaskan hobi dan kesenangan ketika mendapat ikan, dan sebagian lagi untuk melatih kesabaran.

Beruntung saya berkunjung di akhir museum kemarau sehingga air sungai dari waduk masih jernih dan elok dipandang. Warna coklat kemerahan pada batu yang indah, menurut seorang warga, adalah karena selama bertahun-tahun terkena banjir dari air Waduk Wadaslintang yang mengandung bahan kimia yang berasal dari pakan ikan di karamba-karamba.

Saya berhenti di beberapa titik dengan perhentian terakhir di ujung bendungan dimana terdapat saluran buangan. Ketika meninggalkan Waduk Wadaslintang Kebumen ini saya melihat bangungan menyendiri di puncak bukit, dan mendapat informasi bahwa itu adalah Gardu Pandang Waduk Wadaslintang yang diakses dari sebelah kantor polisi dekat gerbang pertama.

Waduk Wadaslintang Kebumen

Alamat : Desa Sumberejo, Kecamatan Padureso, Kebumen, dan Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo, Jawa Tengah. Lokasi GPS: -7.61016, 109.78297, Waze. Harga tiket masuk : Rp 4.000 per orang, mobil Rp 2.000.

Galeri Foto Waduk Wadaslintang

Pemandangan ke arah Waduk Wadaslintang Kebumen dengan deretan karamba tempat budidaya perikanan dan gubuk di tengah waduk . Deret karamba ini tersebar di sejumlah titik. Tak terlihat ada aktivitas di sana. Jam pemberian makan ikan mestinya telah lewat karena waktu itu sudah hampir tengah hari, dan musim panen ikan belum lagi tiba.

waduk wadaslintang kebumen

Sejumlah pemancing ikan di sisi kiri Waduk Wadaslintang dengan payung warna warni yang menandakan bahwa mereka adalah para "pemancing reguler" di tempat ini, meski lokasi pemancingannnya bisa berpindah-pindah tempat.

waduk wadaslintang kebumen

Pemandangan lainnya di pinggir Waduk Wadaslintang Kebumen ini adalah banyaknya orang yang tengah memancing ikan. Ada puluhan orang saat itu tengah asik menunggu dan mengawasi gerak tali pancingnya. Beberapa terlihat duduk berkelompok berlindung di bawah payung dari sengat matahari, namun ada pula yang berdiri memancing di tepi waduk sendirian saja.

waduk wadaslintang kebumen

Deret karamba yang memanjang dengan sejumlah gubuk di atasnya dilihat lebih dekat dengan focal point 385mm. Jika saja ada waktu bisa menyewa perahu untuk berkunjung ke salah satu karamba itu.

waduk wadaslintang kebumen

Pemandangan indah pada awal Sungai Bedegolan yang airnya keluar dari Waduk Wadaslintang Kebumen, yang dilihat dari jalan di atas bendungan dengan menggunakan lensa tele 200 mm. Air sungainya terlihat jernih, sebagian berwarna kehijauan karena lumut dengan beberapa serakan batu kecoklatan di tepiannya yang menambah keindahannya.

waduk wadaslintang kebumen

Gazebo di puncak bukit sebelah kanan Waduk Wadaslintang. Di sebelah kiri bawah adalah dek pandang alam yang berada tepat pada tanjakan undakan terakhir ke gazebo. Kunjungan saya ke sana saya ceritakan pada tulisan berikutnya.

waduk wadaslintang kebumen

Gunung Rayang dilihat dari jalan di atas Bendungan Wadaslintang. Bandingkan besarnya gunung dengan rumah yang ada di sudut kanan bawah. Jika musim penghujan tiba mungkin Gunung Rayang akan terlihat lebih hijau dan elok.

waduk wadaslintang kebumen

Salah satu sudut Waduk Wadaslintang yang tampak cukup bersih dengan latar belakang perbukitan. Di latar depan tampak sebuah bendera merah putih yang terpasang di perahu yang tengah merapat di dermaga kecil.

waduk wadaslintang kebumen

Tak cukup hanya dengan satu pancing rupanya, dua orang di sebelah kanan masing-masing menunggui lebih dari empat batang pancing di depannya, sementara orang yang duduk paling ujung mengawasi dua batang pancing.

waduk wadaslintang kebumen

Sebuah kapal tengah melaju di pinggir waduk di ujung sana sementara sebuah truk datang mendekat. Pemandangan ini dilihat dengan lensa tele 400mm dari atas Waduk Wadaslintang.

waduk wadaslintang kebumen

Puncak Gunung Rayang dengan sejumlah pohon yang terlihat kurus serta karpet kecoklatan pada lerengnya dilihat dengan lensa tele 400mm (200mm dengan extender).

waduk wadaslintang kebumen

Tengara Bendungan Wadaslintang dan logi Dinas PU di ujung bendungan dimana terdapat beberapa buah warung yang kurang tertata dengan baik. Dinding jalur buang limpahan waduk terlihat di bawahnya.

waduk wadaslintang kebumen

Jalur jalan sempit meliuk di kaki Gunung Rayang yang sebelumnya saya lewati. Jalur ini cukup berbahaya karena sempitnya jalan, tanjakan tajam, serta sempitnya sudut pandang.

waduk wadaslintang kebumen

Sudut pandang yang memperlihatkan punggung Gunung Rayang yang tampaknya menjadi akses menuju ke puncaknya dimana terdapat kawanan monyet.

waduk wadaslintang kebumen

Pemandangan pada awal Sungai Bedegolan selewat Bendungan Wadaslintang dengan warna air sungai jernih kehijauan, kontras dengan batuan dan beton berwarna coklat kemerahan. Di sebelah kiri adalah bangunan unit PLTA Waduk Wadaslintang.

waduk wadaslintang kebumen

Lebih ke kiri terlihat pemandangan alir Sungai Bedegolan, bangunan PLTA Wadaslintang, sebuah musholla, serta ujung jalan masuk ke PLTA yang urung saya kunjungi karena ada tanda larangan.

waduk wadaslintang kebumen

Pemandangan pada pelataran area PLTA Wadaslintang dengan pos jaga di sebelah kiri, pagar, area merah dan palang untuk memproses perijinan masuk ke area serta bangunan di sebelah kanan, dilihat dengan focal point 385 mm.

waduk wadaslintang kebumen

Batuan warna coklat merah ini menurut penduduk dulunya berwarna hitam, namun karena selama bertahun-tahun terkena banjir air dari atas waduk yang membawa bahan kimia dari pakan ternak maka lama kelamaan berubah seperti ini.

waduk wadaslintang kebumen

Batuan di sisi lainnya dengan warna gradasi dari abu-abu sampai coklat kemerahan yang tampaknya terjadi karena perbedaan paparan air yang melimpah dari atas waduk.

waduk wadaslintang kebumen

Pemandangan pada awal Sungai Bedegolan setelah dari Waduk Wadaslintang, dengan buangan reguler air dari waduk yang sebelumnya melewati turbin pembangkit tenaga listrik ada pada jalur sebelah kiri.

waduk wadaslintang kebumen

Info Kebumen

Hotel, Tempat Wisata, Peta, Transportasi.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.