Masjid Aulia Sapuro Pekalongan

aroengbinang.com - Menyelesaikan perjalanan malam itu kami singgah di Masjid Aulia Sapuro Pekalongan, salah satu masjid tertua di kota habib ini. Masjid ini berjarak sekitar 250 meter dari Makam Habib Ahmad Sapuro, mengarah ke timur dan lalu ke utara. Letak Masjid Aulia Sapuro ada di pengkolan jalan, 50 meter dari Sungai Kupang.

Halaman masjid yang tak luas terlihat remang karena adanya pepohon rimbun. Namun cahaya di dalam Masjid Aulia Sapuro Pekalongan itu terlihat terang, meski telah lewat pukul delapan malam. Masjid ini menghadap ke timur, sedikit miring ke tenggara, memunggungi kompleks Makam Sapuro.

Konon Masjid Aulia Sapuro Pekalongan dibangun pada 1035 H atau 1625/1626 M oleh empat utusan Demak, yakni Kiai Maksum, Kiai Sulaiman, Kiai Lukman, dan Nyai Kudung. Jika tahun berdirinya benar, maka Demak saat itu sudah berstatus kadipaten dan menjadi bagian Kesultanan Mataram dibawah Sultan Agung yang memerintah pada periode 1613 – 1645 M.

masjid aulia sapuro pekalongan

Tampak muka serambi Masjid Aulio Sapuro Pekalongan yang terlihat lumayan kekar dengan topangan tiang-tiangnya. Serambi masjid bisa dicapai dengan menapaki sejumlah undakan. Di atas atap serambi terdapat sepasang menara pendek yang mengapit tulisan dalam huruf Arab gundul. Samar terlihat bahwa atap masjid menggunakan lembaran seng.

Suasana sepi di masjid pinggiran kubur luas ini dihangati dengan lantunan bacaan ayat suci Al Qur'an oleh seorang pria berusia sekitar 20-an, yang duduk bersila di samping satu-satunya pintu masjid yang masih terbuka. Di ujung kiri serambi menggantung bedug cukup besar, dengan badan warna hijau. Tak terlihat ada kentongan menemaninya.

Masjid Galuh Rantai adalah nama masjid ini sebelum berubah menjadi Masjid Aulia Sapuro Pekalongan pada tahun 1980-an. Masjid ini sudah mengalami sejumlah perbaikan, namun secara umum tidak menghilangkan bentuk aslinya. Perbaikan itu dilakukan pada 1143 H (1730 M), 1208 H (1793 M), 1208 H (1793 M), dan terakhir dilakukan pada 2011 lalu.

masjid aulia sapuro pekalongan

Lubang besar dengan pilar segi empat dan bagian atas lengkung yang menghubungkan bagian serambi sebelah dalam dengan ruang utama Masjid Aulia Sapuro Pekalongan. Serambi kedua ini tak selebar serambi depan, yang sepertinya merupakan serambi masjid yang asli. Pada permukaan bidang lengkung itu ada relief aksara dan angka Arab.

Memasuki ruang utama terlihat bagian mihrab Masjid Aulia Sapuro Pekalongan dengan ruang pengimaman dan sebuah mihrab kayu jati berukir indah dengan penutup berbentuk kubah. Tak diketahui secara pasti kapan mimbar berbentuk segi delapan itu dibuat. Ada ukiran dalam huruf Arab dipasang di bagian atas pintu masuk ke dalam mimbar.

Ruang utama Masjid Aulia Sapuro Pekalongan ditopang oleh empat soko guru kayu jati berukuran 40 x 40 cm yang terlihat masih cukup baik. Di tengah ruangan ada lampu gantung antik dengan delapan kaki dan kap putih. Langit-langit ruangan utama berupa susunan bilah kayu yang dipasang rapat dan terlihat rapih, meskipun tanpa ornamen.

Hal yang istimewa di serambi kedua Masjid Aulia Sapuro Pekalongan ini adalah adanya Al Qur'an berukuran raksasa yang menempel pada dinding ujung sebelah kiri. Al Qur'an itu berukuran 22,35 x 2 meter, berisi juz 30 yang terdiri atas 17 surat termasuk tambahan surat Al Fatihah, pemberian Mohammad Aswantari pada tahun 1970-an.

Sebelum meninggalkan masjid saya sempat mengamati masjid dari luar halamannya, dan saat itulah saya melihat ada bangunan lain di sebelah kanan. Pada tembok terdapat relief melingkar dengan ilustrasi masjid. Tulisan pada tembok yang menyerupai logo itu berbunyi "Madrasah Pond. Pes. Ribatul Mubtadin, Sapuro Kota Pkl 1990".

Masjid Aulia Sapuro Pekalongan

Alamat : Sapuro, Pekalongan Kota. Lokasi GPS : -6.8970624, 109.6756688, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Masjid Aulia Sapuro Pekalongan

Memasuki ruang utama terlihat bagian mihrab Masjid Aulia Sapuro Pekalongan dengan ruang pengimaman dan sebuah mihrab kayu jati berukir indah dengan penutup berbentuk kubah. Tak diketahui secara pasti kapan mimbar berbentuk segi delapan itu dibuat. Ada ukiran dalam huruf Arab dipasang di bagian atas pintu masuk ke dalam mimbar.

masjid aulia sapuro pekalongan

Di ujung kiri serambi menggantung bedug cukup besar, dengan badan warna hijau. Tak terlihat ada kentongan menemaninya. Bedug ini polos saja, tanpa ornamen ukir pada badannya.

masjid aulia sapuro pekalongan

Pandangan yang memperlihatkan tulisan pada bidang lengkung yang memisahkan serambi kedua dengan ruang utama masjid di dalam sana, dimana terdapat mihrab dan mimbar antik.

masjid aulia sapuro pekalongan

Pandangan pojok yang memperlihatkan tiga dari empat soko guru yang menopang bagian atap ruang tengah masjid. Langit-langit foto yang merupakan susunan kayu juga terlihat pada foto ini.

masjid aulia sapuro pekalongan

Pandangan samping pada mimbar kayu jati yang memperlihatkan keindahan ukirannya, serta bentuknya yang tidak persis segi delapan, namun ada tonjolan pada bagian depannya yang menjadi akses masuk.

masjid aulia sapuro pekalongan

Pandangan dari samping mimbar mengarah ke bagian depan Masjid Aulia Sapuro, memperlihatkan tiga lubang lengkung sebagai akses masuk ke dalam ruang tengah masjid, serta pintu kayu pada serambi luar di ujung sana.

masjid aulia sapuro pekalongan

Pandangan pojok yang memperlihatkan keempat soko guru serta langit masjid. Jendela masjid yang berbentuk ram-raman kayu terlihat cukup unik. Kipas-kipas angin yang menggantung pada blandar menjadi pendingin utama ruangan saat masjid dipenuhi orang yang shalat.

masjid aulia sapuro pekalongan

Bagian utama langit-langit ruang tengah masjid bisa terlihat pada foto ini, dimana di tengahnya ada lampu gantung bertangan enam dengan kap putih. Susunan kayu pada pusat langit dibuat menyudut dengan bidang segiempat yang disangga oleh pilar kayu.

masjid aulia sapuro pekalongan

Al Qur'an Raksasa raksasa tampak berdiri dengan menempel tembok di ujung sana. Al Qur'an itu berukuran 22,35 x 2 meter, berisi juz 30 yang terdiri atas 17 surat termasuk tambahan surat Al Fatihah, pemberian Mohammad Aswantari pada tahun 1970-an.

masjid aulia sapuro pekalongan

Di atas pintu utama masjid yang berada di tengah serambi depan ini terdapat sebuah kayu tua dengan guratan ornamen garis dan bunga, dan ada dua baris tulisan Arab gundul di bagian atas dan bawah kayu.

masjid aulia sapuro pekalongan

Suasana sepi di masjid pinggiran kubur luas ini dihangati dengan lantunan bacaan ayat suci Al Qur'an oleh seorang pria berusia sekitar 20-an, yang duduk bersila di samping satu-satunya pintu masjid yang masih terbuka.

masjid aulia sapuro pekalongan

Halaman masjid yang tak begitu luas terlihat agak remang karena adanya pepohon yang cukup rimbun daunnya. Namun cahaya di dalam Masjid Aulia Sapuro Pekalongan itu terlihat terang, meski jam telah menunjukkan lewat pukul delapan malam.

masjid aulia sapuro pekalongan

Sebelum meninggalkan masjid saya sempat mengamati masjid dari luar halamannya, dan saat itulah saya melihat ada bangunan lain di sebelah kanan. Pada tembok terdapat relief melingkar dengan ilustrasi masjid. Tulisan pada tembok yang menyerupai logo itu berbunyi "Madrasah Pond. Pes. Ribatul Mubtadin, Sapuro Kota Pkl 1990".

masjid aulia sapuro pekalongan

masjid aulia sapuro pekalongan

masjid aulia sapuro pekalongan

masjid aulia sapuro pekalongan

masjid aulia sapuro pekalongan

masjid aulia sapuro pekalongan

Info Pekalongan

Hotel di Pekalongan, Tempat Wisata di Pekalongan, Peta Wisata Pekalongan.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.