Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara

September 27, 2019. Label:
Nama itu sudah lama saya baca, namun baru kali ini saya tahu adanya Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara yang berada di dekat makamnya di Mantingan. Jepara, ketika Hadlirin berkuasa, adalah sebuah kadipaten di bawah Kesultanan Demak, sehingga gelar sultan bagi Pangeran Hadlirin agak terasa janggal.

Hanya saja isterinya memang selalu disebut sebagai ratu, yaitu Ratu Kalinyamat (Retno Kencono), adik Sunan Prawoto dan puteri Sultan Trenggana. Hadlirin konon putra kedua Raja Muchayat Syah dari Aceh yang mestinya jadi raja namun ia serahkan ke kakaknya, Raden Takyin. Bagaimana pun orang setempat menyebut sebagai Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara, sehingga begitu pula judul tulisan ini. Masjid ini memiliki tempat parkir kendaraan yang lumayan luas di bawah teduh pepohonan. Parkir yang juga diperuntukkan bagi peziarah ke makam Sultan Hadlirin dan Makam Ratu Kalinyamat yang ada di belakang masjid.

Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara didirikan Sultan Hadlirin pada 1559 M, atau hampir seabad setelah Masjid Agung Demak. Nama muda Pangeran Hadlirin adalah R. Toyib, yang konon sempat merantau ke Tiongkok dan Mekah sebelum tiba di Demak, menikah dengan Ratu Kalinyamat, dan kemudian diangkat sebagai Adipati Jepara.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Di jalan besar sebelum sampai ke Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara terdapat gapura lengkung bertulis kalimat syahadat bait pertama di satu sisi, dan bait keduanya di sisi lain. Gapura asli yang dibangun pada 1927 dan berukuran lebih kecil dipindahkan ke pintu selatan masjid, yang juga akses ke Makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat.

Catatan di Wikipedia menyebutkan bahwa Toyib adalah putera Sultan Mughayat Syah, raja dari Kesultanan Aceh (1514-1528). Ketika Toyib berkelana ke Tiongkok, ia diangkat anak oleh seorang menteri bernama Tjie Hwio Gwan. Keduanya kemudian datang ke Jawa. Tjie Hwio Gwan kemudian menjadi patih bergelar Sungging Badar Duwung, yang mengajarkan Seni Ukir ke penduduk Jepara.

Menara Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara berbentuk unik, karena hanya berupa kerangka besi. Ada dek segi empat tanpa pagar pengaman tepat di bawah tumpukan pengeras suara berjumlah empat di setiap sisinya, sehingga total ada 16 pengeras suara, dengan atap berbentuk segi delapan. Atap masjidnya sendiri terbuat dari sirap.

Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara memiliki serambi depan berukuran cukup besar bergaya joglo, dan atap bangunan utamanya limasan tumpang tiga, khas gaya masjid di Jawa. Di puncaknya terdapat mustaka yang menyerupai kuncup bunga dengan kelopak mulai mekar dan atasnya lancip. Ada sepuluh undakan untuk sampai ke serambi.

Ruang utama Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara memiliki warna dominan merah pada karpet sholat bentuk sajadah, sedangkan keempat soko guru yang tak begitu besar berwarna semu kekuningan dengan ornamen warna hijau. Pada dinding mihrabnya, di atas lengkung ruang imam dan di dalam ruang imam, juga terdapat ragam hias ukir.

Pada dinding mihrab terdapat candrasengkala "Rupa Brahmana Warna Sari" atau 1841 yang dibaca terbalik sebagai tahun 1481 Saka atau 1559 Masehi, sebagai tahun didirikannya masjid. Mimbar kayu berundak tiganya berhias ukir dengan warna dominan hijau dengan kubah berwarna dominan merah. Lampu gantung di pusat ruangan terkesan biasa saja.

Dinding Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara berbatas serambi berhias ukiran batu padas kuning bermotif Tiongkok indah, dengan tiang-tiang kayu penyangga serambi dan bedug di latar depan. Sebab konstruksi masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Mantingan ini dilakukan oleh Babah Liem Mo Han, salah satu tokoh Tionghoa Muslim penting abad ke-16 yang berperan besar dalam perkembangan Islam di Jawa.

Babah Liem adalah pemuka Nan Lung (Naga Selatan) yang disegani. Nan Lung merupakan perkumpulan masyarakat Tionghoa perantauan yang berupaya mempertahankan lembaga peradaban dan kebudayaan leluhur. Babah Liem menjadi penghubung antara Lao Sam (Lasem) dengan Toa-lang (Semarang), dan juga menjadi duta masyarakat Tionghoa bagi Demak.

Pada kiri kanan dinding mihrab terdapat jendela kayu yang lazim dijumpai pada masjid kuno. Benda lain di Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara adalah bedug besar yang ada di sisi kiri serambi, dant papan nama pengurus serta jadwal khatib. Di sebelah masjid utama terdapat bangunan tambahan berbentuk pendopo dengan atap genting.

Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara

Alamat : Desa Mantingan, kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Lokasi GPS : -6.6193587, 110.6687593, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara

Tampak muka Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara dengan serambi depan berukuran cukup besar bergaya joglo, dan atap bangunan utamanya limasan tumpang tiga, khas gaya masjid di Jawa. Di puncaknya terdapat mustaka yang menyerupai kuncup bunga dengan kelopak mulai mekar dan atasnya lancip. Ada sepuluh undakan untuk sampai ke serambi.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Dinding Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara yang berbatas serambi berhias ukiran batu padas kuning bermotif Tiongkok indah, dengan tiang-tiang kayu penyangga serambi dan bedug di latar depan. Sebab konstruksi masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Mantingan ini dilakukan oleh Babah Liem Mo Han, salah satu tokoh Tionghoa Muslim penting abad ke-16 yang berperan besar dalam perkembangan Islam di Jawa.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Ruang utama Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara dengan warna dominan merah pada karpet sholat bentuk sajadah, sedangkan keempat soko guru yang tak begitu besar berwarna semu kekuningan dengan ornamen warna hijau. Pada dinding mihrabnya, di atas lengkung ruang imam dan di dalam ruang imam, juga terdapat ragam hias ukir.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Menara Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara dilihat dari sudut bangunan tambahan yang beratap genting. Menara ini hanya berupa kerangka besi, dengan dek segi empat tanpa pagar pengaman tepat di bawah tumpukan pengeras suara yang totalnya berjumlah 16.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Bedug berukuran besar dengan badan dicat putih, serta kentongan yang juga berwarna putih di sebelahnya, diletakkan di sisi kanan serambi masjid. Sebelum ada pengeras suara, bedug dan kentongan menjadi penanda masuknya waktu sholat bagi orang Islam.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Salah satu dari kolom ragam hias yang ada pada dinding utama luar masjid yang menjadi batas serambi. Ragam hias yang mirip burung di sebelah kanan kiri semunya mirip, meski tak persis sama. Namun isi ragam hias yang ada di tengah semuanya berbeda, dan semuanya elok dipandang mata.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Salah satu ukiran atau relief pada dinding Masjid Mantingan berupa deretan bunga dan dedaunan, kebanyakan merupakan satu tangkai yang tunggal. Terlihat ada banyak ukiran bunga matahari di sana, serta bentuk daun yang menyerupai daun keladi.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Relief lainnya yang lebih indah dan ada wujud yang mudah dikenali, seperti gapura candi bentar dan tembok di kiri kanannya. Candi bentar memisahkan bagian luar bangunan suci dengan bangian tengah. Lalu di atasnya ada semacam cungkup elok, yang diapit oleh pohon yang tak kalah cantiknya.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Mimbar kayu berundak tiga Masjid Mantingan yang berhias ukir dengan warna dominan hijau dan kubah berwarna dominan merah dengan garis kuning keemasan. Hijau dan merah adalah warna dominan pada bangunan Tiongkok, selain warna kuning keemasan.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Pada dinding mihrab masjid terdapat candrasengkala "Rupa Brahmana Warna Sari" atau 1841 yang dibaca terbalik sebagai tahun 1481 Saka atau 1559 Masehi, sebagai tahun didirikannya Masjid Mantingan.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Pandangan pada serambi Masjid Mantingan yang dilihat dari area di sebelah bedug, mengarah ke bangunan tambahan di ujung sana. Serambi ini tampak cantik dengan pilar-pilar kayu yang berjajar rapi dan lantai yang bersih licin.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Pandangan yang memperlihatkan ornamen elok pada dinding masjid, serta jajaran tiang serambi sereta deretan kayu yang rapi pada lelangit (langit-langit) serambi. Bisa dikatakan bahwa area serambi Masjid Astana Sultan Hadlirin ini lebih menarik ketimbang ruang utamanya yang terkesan agak biasa.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Papan yang berisi informasi tentang susunan pengurus Masjid Mantingan, atau Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan, juga jadwal khotib, imam, dan muadzin. Akan sangat membantu jika ada papan satu lagi yang berisi riwayat lengkap tentang masjid ini.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Foto yang memperlihatkan bangunan utama Masjid Mantingan dengan bangunan tambahan yang ada di sebelahnya. Di sisi sebelah kanan halaman, tak terlihat di foto, ada bangunan pendopo cukup besar yang menjadi kantor pengurus, serta tempat menerima tamu rombongan yang akan pergi berziarah ke makam.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Dua pengendara sepeda motor tampak akan melintas di bawah gapura yang menjadi penanda memasuki wilayah Mantingan dimana Masjid Astana Sultan Hadlirin serta makamnya yang bersisian dengan makam Ratu Kalinyamat berada, dengan tulisan dalam aksara Arab yang berarti “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah”

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Pandangan yang memperlihatkan sisi bagian kiri Masjid Astana Sultan Hadlirin yang menjadi akses masuk bagi para peziarah untuk berkunjung ke cungkup Makam Ratu Kalinyamat yang bersebalahan pusaranya dengan makam Pangeran Hadlirin dan sejumlah makam lainnya. Di sana, di luar cungkup, juga ada makam Syekh Siti Jenar.

masjid astana sultan hadlirin mantingan jepara

Info Jepara

Hotel di Jepara, Tempat Wisata di Jepara, Peta Wisata Jepara.

: Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.