Masjid Agung Jepara

Jelang sore kami ke Masjid Agung Jepara, yang nama resminya Masjid Agung Baitul Makmur. Masjid kuno ini telah mengalami renovasi. Sebagaimana masjid tua lain, dengan melihat foto lawas, bangunannya sayangnya telah kehilangan ciri awalnya, yang justru tampak lebih elok.

Meski keindahan tempat ibadah seperti Masjid Agung Jepara ini tak hanya pada bangunan, namun juga pada ibadah, dan manfaatnya. Kemakmuran kaum sering terlihat dari megahnya tempat ibadah. Kemajuan seni budaya juga terkait dengan kekuatan ekonomi rakyatnya.

Saat memasuki lingkungan masjid, kami melewati sebuah gapura dengan dua pilar yang puncaknya berupa limasan yang tak pejal di bagian bawahnya, dan keduanya dihubungkan oleh tembok datar di bagian atas, dan lengkung di bagian bawah. Pilarnya mengingatkan pada gapura candi bentar, namun bukan juga bentuk gapura paduraksa, meski tengahnya terhubung.

masjid agung jepara
Pemandangan yang terlihat sesaat setelah melewati gerbang Masjid Agung Jepara. Pada awalnya atap masjid ini tumpang susunnya ada lima, dengan bentuk agak melengkung ke atas menyerupai pagoda. Meskipun keindahan atap aslinya telah lama hilang, yang terjadi pada saat dilakukan renovasi pertama tahun 1686, namun beruntung masih berupa atap limasan tumpang.

Ada banyak masjid besar yang bernasib "lebih buruk" karena atap limasan tumpangnya, yang merupakan ciri arsitektur bangunan masjid Jawa, telah digantikan dengan bentuk kubah. Jika saja arsitek Indonesia bisa mengembangkan bentuk limasan tumpang sedemikian rupa sehingga terlihat menjadi jauh lebih agung, maka saya kira itu lebih membumi ketimbang kubah.

masjid agung jepara
Bagian serambi Masjid Agung Jepara tampak cukup luas dengan lantai marmar mengkilap dan ornamen tembok berlubang lengkung di sisi sebelah kiri dan kanannya. Dindingnya juga berlapis marmar. Pintu utama berdaun dua ada di tengah terbuat dari kayu jati dengan kaca cukup besar. Di sisi kanan kiri pintu utama setelah jendela kaca besar ada pintu tambahan.

Ukiran yang ada di masjid ada yang menggunakan motif Majapahitan dengan ciri khas perpaduan antara bentuk geometris cembung dan cekung. Ada pula yang mengadopsi motif ukir Semarangan dengan dedaunan yang beralur lembut, serta ada pula motif ukir Pajajaran dengan bentuk geometris cembung. Perpaduan motif seni ukir yang terlihat indah.

masjid agung jepara
Pandangan sudut ruang utama Masjid Agung Jepara, memperlihatkan pilar-pilar silindris kokoh dibalut dengan ukiran kayu, bagian mihrab, mumbar, lelangit lapis kayu, dan jendela kaca polos dengan ukiran di atasnya. Untuk membantu penerangan masjid di malam hari, pada sekitar tengah pilar dipasang lelampu. Pendingan ruang menggunakan kipas angin gantung. Bagian langitnya pun memakai material kayu yang menambah keanggunannya.

Kepiawaian seni ukir Jepara terlihat pada bagian mihrab, demikian juga terlihat pada mimbar kayunya. Di bagian mihrab terukir pada kayu huruf Arab yang berbunyi Allah dan Muhammad, serta sejumlah ayat-ayat suci Al-Quran dalam bentuk kaligrafi yang sangat padat dan nyaris bertumpuk sehingga rada susah dibaca. Diantara yang tertulis di sana adalah surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-Kafirun, dan ada juga kaligrafi ayat Kursi.

masjid agung jepara
Bagian pusat lelangit Masjid Agung Jepara dengan ukuran kayu menempel di sana, dan sebuah lampu gantung susun tiga dengan bagian bawa berukuran besar. Atap tumpang di puncak masjid tampaknya tak cukup tinggi sehingga tak cukup membawa cahaya masuk ke dalam ruangan utama ini. Jejendela kaca di sekeliling tembok cukup membantu pencahayaan di siang hari.

Renovasi terakhir masjid yang bisa menampung 2.000 jamaah ini dilakukan pada tahun 1989, dengan arsitek Arifin ST, dan peresmiannya pada September 1990. Luas bangunan saat ini adalah 1.935 m2 dengan luas tanah 3.490 m2. Sarana pendukungnya adalah rumah pegawai, sarana pendidikan, ruang koperasi, klinik, kantor pengurus, dan ruang pertemuan

Tak ada tahun pasti kapan mberdiri, hanya saja umumnya orang sepakat bahwa dibangun di masa Pangeran Arya Jepara, yang memerintah Jepara hingga 1599. Pangeran Arya Jepara adalah putera Maulana Yusuf, Sultan banten, namun diambil sebagai anak angkat oleh Ratu Kalinyamat. Masjid ini dibangun pusat pemerintahan pindah dari Kota Kalinyamat ke Jepara.

Masjid Agung Jepara

Alamat : Jl RA Kartini No.1, Desa Kauman, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Telp 0291–594675. Lokasi GPS : -6.5911213, 110.6669247, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : waktu shalat. Harga tiket masuk : gratis. Rujukan : Hotel di Jepara, Tempat Wisata di Jepara, Peta Wisata Jepara.

Share ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Email, Subscribe. . Updated :

Versi Mobile | Kembali ke atas