Masjid Agung Jepara

September 11, 2019. Label:
aroengbinang.com - Jelang sore kami ke Masjid Agung Jepara, yang nama resminya Masjid Agung Baitul Makmur. Masjid kuno ini telah mengalami renovasi. Sebagaimana masjid tua lain, dengan melihat foto lawas, bangunannya sayangnya telah kehilangan ciri awalnya, yang justru tampak lebih elok.

Meski keindahan tempat ibadah seperti Masjid Agung Jepara ini tak hanya pada bangunan, namun juga pada ibadah, dan manfaatnya. Kemakmuran kaum sering terlihat dari megahnya tempat ibadah. Kemajuan seni budaya juga terkait dengan kekuatan ekonomi rakyatnya. Saat memasuki lingkungan masjid, kami melewati sebuah gapura dengan dua pilar yang puncaknya berupa limasan yang tak pejal di bagian bawahnya, dan keduanya dihubungkan oleh tembok datar di bagian atas, dan lengkung di bagian bawah. Pilarnya mengingatkan pada gapura candi bentar, namun bukan juga bentuk gapura paduraksa, meski tengahnya terhubung.

Tak ada tahun pasti kapan Masjid Agung Jepara berdiri, hanya saja umumnya orang sepakat bahwa masjid dibangun di masa Pangeran Arya Jepara, yang memerintah Jepara hingga 1599. Pangeran Arya Jepara adalah putera Maulana Yusuf, Sultan banten, namun diambil sebagai anak angkat oleh Ratu Kalinyamat. Masjid ini dibangun pusat pemerintahan pindah dari Kota Kalinyamat ke Jepara.

masjid agung jepara
Pemandangan yang terlihat sesaat setelah melewati gerbang Masjid Agung Jepara. Pada awalnya atap masjid ini tumpang susunnya ada lima, dengan bentuk agak melengkung ke atas menyerupai pagoda. Meskipun keindahan atap aslinya telah lama hilang, yang terjadi pada saat dilakukan renovasi pertama tahun 1686, namun beruntung masih berupa atap limasan tumpang.

Ada banyak masjid besar yang bernasib "lebih buruk" karena atap limasan tumpangnya, yang merupakan ciri arsitektur bangunan masjid Jawa, telah digantikan dengan bentuk kubah. Jika saja arsitek Indonesia bisa mengembangkan bentuk limasan tumpang sedemikian rupa sehingga terlihat menjadi jauh lebih agung, maka saya kira itu lebih membumi ketimbang menggunakan kubah.

Bentuk bangunan, termasuk bangunan pada masjid, adalah ekspresi budaya, dan karenanya mestinya dikembangkan berdasarkan kekayaan budaya lokal. Penghormatan kepada budaya sendiri akan mendatangkan pula penghormatan pula dari orang luar yang melihatnya, oleh sebab ada keunikan yang belum pernah mereka lihat di kota-kota lain di dunia.

Renovasi terakhir masjid yang bisa menampung 2.000 jamaah ini dilakukan pada tahun 1989, dengan arsitek Arifin ST, dan peresmiannya dilakukan pada bulan September 1990. Luas bangunan saat ini adalah 1.935 m2 dengan luas tanah 3.490 m2. Sarana pendukungnya adalah rumah pegawai, sarana pendidikan, ruang koperasi, klinik, kantor pengurus, dan ruang pertemuan

masjid agung jepara

Bagian serambi Masjid Agung Jepara tampak cukup luas dengan lantai marmar mengkilap dan ornamen tembok berlubang lengkung di sisi sebelah kiri dan kanannya. Dindingnya juga berlapis marmar. Serambi masjid sering digunakan sebagai tempat pengajian reboan oleh ibu-ibu, agar tidak mengganggu orang yang hendak shalat di ruang utama.

Pintu utama Masjid Agung Jepara yang berdaun dua dan ada di tengah ruangan terbuat dari kayu jati dengan bagian atas terbuat dari kaca berukuran cukup besar. Di sisi kanan kiri pintu utama juga ada jendela kaca besar dengan ornamen ukir elok pada bagian atasanya. Di sebelahnya lagi ada pintu tambahan yang biasanya tak pernah dikunci.

Ukiran yang ada di masjid ada yang menggunakan motif Majapahitan dengan ciri khas perpaduan antara bentuk geometris cembung dan cekung. Ada pula yang mengadopsi motif ukir Semarangan dengan dedaunan yang beralur lembut, serta ada pula motif ukir Pajajaran dengan bentuk geometris cembung. Perpaduan motif seni ukir yang terlihat indah.

Kepiawaian seni ukir Jepara terlihat pada bagian mihrab, demikian juga terlihat pada mimbar kayunya. Di bagian mihrab terukir pada kayu huruf Arab yang berbunyi Allah dan Muhammad, serta sejumlah ayat-ayat suci Al-Quran dalam bentuk kaligrafi yang sangat padat dan nyaris bertumpuk sehingga rada susah dibaca. Diantara yang tertulis di sana adalah surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-Kafirun, dan ada juga kaligrafi ayat Kursi.

Di ruang utama Masjid Agung Jepara ada pilar-pilar silindris kokoh dibalut dengan ukiran kayu, mihrab, mumbar, langit-langit lapis kayu, dan jendela kaca polos dengan ukiran di atasnya. Untuk membantu penerangan masjid di malam hari, pada sekitar tengah pilar dipasang lampu. Pendingan ruang menggunakan kipas angin gantung. Bagian langitnya pun memakai material kayu yang menambah keanggunannya.

Di bagian pusat dalaman langit Masjid Agung Jepara ada ukiran kayu menempel di sana, dan sebuah lampu gantung susun tiga dengan bagian bawa berukuran besar. Atap tumpang di puncak masjid tampaknya tak cukup tinggi sehingga tak bisa membawa cahaya masuk ke dalam ruangan utama ini. Adanya jendela kaca di sekeliling tembok cukup membantu pencahayaan di siang hari.

Seperti diketahui, Ratu Kalinyamat tidak berputra dari perkawinannya dengan Sultan Hadlirin yang dibunuh oleh orang suruhan Arya Penangsang. Peristiwa itu membuat sang ratu bertapa telanjang di Gunung Danaraja dan bersumpah tidak mengenakan baju sampai keramas darah pembunuh suaminya itu, yang terkabul setelah Penangsang tewas ditangan Sutawijaya.

Selain Pangeran Arya Jepara, Ratu Kalinyamat memiliki dua anak angkat lagi, yaitu Pengeran Timur Rangga Jumena, putra bungsu Sultan Trenggana yang kelak menjadi Bupati Madiun, serta Arya Pangiri, anak Sunan Prawata atau keponakannya sendiri. Sunan Prawata juga tewas bersama isterinya dibunuh orang suruhan Arya Penangsang yang didorong oleh niat untuk membalas dendam.

Masjid Agung Jepara

Alamat : Jl RA Kartini No.1, Desa Kauman, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Telp 0291–594675. Lokasi GPS : -6.5911213, 110.6669247, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : waktu shalat. Harga tiket masuk : gratis.

Galeri Foto Masjid Agung Jepara

Pandangan sudut ruang utama Masjid Agung Jepara, memperlihatkan pilar-pilar silindris kokoh dibalut dengan ukiran kayu, bagian mihrab, mumbar, lelangit lapis kayu, dan jendela kaca polos dengan ukiran di atasnya. Untuk membantu penerangan masjid di malam hari, pada sekitar tengah pilar dipasang lelampu. Pendingan ruang menggunakan kipas angin gantung. Bagian langitnya pun memakai material kayu yang menambah keanggunannya.

masjid agung jepara

Bagian pusat lelangit Masjid Agung Jepara dengan ukuran kayu menempel di sana, dan sebuah lampu gantung susun tiga dengan bagian bawa berukuran besar. Atap tumpang di puncak masjid tampaknya tak cukup tinggi sehingga tak cukup membawa cahaya masuk ke dalam ruangan utama ini. Jejendela kaca di sekeliling tembok cukup membantu pencahayaan di siang hari.

masjid agung jepara

Ruang utama Masjid Agung Jepara dengan pilar-pilar beton silindris berukuran besar dan tinggi yang dibalut dengan ukiran kayu, sehingga terlihat elok. Bagian lelangitnya pun memakai material kayu sepenuhnya yang menambah keanggunannya. Kepiawaian seni ukir Jepara terlihat pada bagian mihrab, demikian juga terlihat pada mimbar kayunya.

masjid agung jepara

Pandangan dekat pada ukiran yang ada pada mihrab masjid, dengan kaligrafi huruf Arab yang berisikan ayat-ayat suci Al Quran. Di depan sajadah imam, ada cagak buku tempat meletakkan Al Quran yang diperuntukkan bagi imam jika ia hendak membaca surat yang panjang, namun belum lagi hafal di luar kepala.

masjid agung jepara

Pandangan dekat pada mimbar masjid dengan tiang yang relatif sederhana tak berukir rumit, hanya ada lekuk garis meninggi dan ornamen berbentuk wajik. Pada ujung atas setiap tiang, juga tiang pendek yang ada di depan, ada kubah kecil berwarna keemasan. Kubah dengan warna sama, namun dengan ukuran jauh lebih besar diletakkan di atas atap mimbar. Kaligrafi yang rumit juga tampak di bagian atas mimbar.

masjid agung jepara

Pandangan pada sisi kanan ruang utama Masjid Agung Jepara, dengan pintu masuk yang terbuka lebar. Pada dinding bagian atas diantara pintu dan jendela juga ada kayu ukir. Ketika saya baru tiba, waktu ashar belum lagi tiba, dan pintu depan dikunci, sehingga saya tak bisa masuk. Namun menjelang adzan ashar, seorang petugas membuka pintu depan yang ada di sisi sebelah kanan.

masjid agung jepara

Pandangan pada pintu samping Masjid Agung Jepara, dengan sudut pandang sedikit berbeda dengan foto sebelumnya. Di kiri bawah tampak kotak kecil berisi buku-buku Al Quran yang biasa dibaca jamaah setelah selesai shalat, atau menunggu waktu untuk menjalankan ibadah shalat berikutnya.

masjid agung jepara

Pandangan lebih dekat pada pilar beton berbalut kayu dengan lilitan besi yang menjadi pengait lampu, sebagai penerang tambahan bagi lampung gantung utama yang ada di tengah ruangan. Susunan kayu ukir pada pusat lelangit ruangan juga terlihat pada foto ini.

masjid agung jepara

Pandangan lebih dekat pada ukiran kayu di bagian atas pilar serta ornamen yang menyerupai sisik daun yang dibuat dalam posisi miring melingkari puncak pilar. Meskipun dibuat dengan cukup halus, namun ukiran yang menempel pada lelangit ruangan masih kurang begitu mengesankan.

masjid agung jepara

Pandangan pada gerbang masuk Masjid Agung Jepara, dilihat dari halaman masjid mengarah ke luar. Bentuk yang menurut saya serba tanggung, karena disebut gapura candi bentar bukan, namun juga bukan gapura paduraksa yang elok, karena bagian tengahnya tak menyatu secara desain dengan kedua pilarnya.

masjid agung jepara

Bedug berukuran sedang yang di gantung pada dudukan kayu berukir, dengan kentongan kayu besar yang digantung di sebelahnya. Besarnya ukuran kentongan membuat bedug terlihat kecil. Di latar belakang tampak deretan pilar dengan bagian atas berlekuk-lekuk meruncing hingga puncaknya.

masjid agung jepara

Bagian serambi masjid dengan kain hijau memanjang yang dipasang sebagai pembatas bagi tempat shalat jamaah wanita. Tampaknya kain ini hanya dipasang pada saat awal waktu shalat, dan dicopot setelah beberapa waktu kemudian, karena saya tak melihatnya ketika baru saja tiba.

masjid agung jepara

Sebuah prasasti yang dibuat oleh Kanwil Departeman Agama Provinsi Jawa Tengah, menunjukkan arah kiblat dan shof sholat. Di bagian atasnya terdapat tulisan berupa terjemahan ayat suci Al Quran, berbunyi "Palingkanlah mukamu ke Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada palingkanlah mukamu ke arahnya." (QS Al Baqarah: 144).

masjid agung jepara

Prasasti yang mendokumentasikan peresmian pembuatan gapura dan pagar Masjid Agung Baitul Makmur Jepara, yang dilakukan pada 22 Oktober 2006, yang dihadiri dan ditandatangani oleh bupati Jepara pada waktu itu.

masjid agung jepara

Pandangan pada bagian depan masjid dengan sepotong bagian gapura di latar depan. Limasan tumpang pada atap masjid memang tampak pendek jaraknya dengan limasan terpancung di bagian bawahnya, sehingga tak mampu memasukkan cahaya yang cukup ke dalam ruangan masjid, baik di serambi maupun di ruangan utamanya. Mudah-mudahan pada renovasi berikutnya atap Masjid Agung Jepara ini bisa dikembalikan ke bentuk awalnya yang lebih anggun.

masjid agung jepara

Pandangan dekat pada salah satu pilar Masjid Agung Jepara yang memperlihatkan ragam ukir yang menghias bagian sabuk di atas landasan pilar. Jepara memang sangat terkenal dengan kehebatan karya seni ukiran kayunya, sehingga bisa dimaklumi mengapa ukir kayu menjadi ornamen yang sangat menonjol di masjid ini.

masjid agung jepara

Sudut pandang lainnya pada ornamen ukir kayu yang menghias pilar masjid, mihrab tempat ruangan imam shalat, serta mimbar. Berbeda dengan kebanyakan masjid di Jawa lainnya, letak mimbar di Masjid Agung Jepara tidak berada dalam relung ruang yang sama dengan tempat imam, namun mengambil area di baris shaf paling depan.

masjid agung jepara

Pandangan tegak yang mengarah ke bagian mihrab masjid, dengan lampu gantung susun tiga di bagian tengah ruangan. Meskipun indah dan anggun, serta tentu saja mahal, kelemahan seni ukir kayu adalah pada keterbatasan umurnya. Hingga ditemukan teknologi yang bisa mengawetkan kayu sehingga bisa berusia ratusan tahun, maka ada masanya bagian-bagian masjid yang terbuat dari kayu itu harus diganti. Masalahnya adalah semakin lama akan semakin sulit untuk mencari kayu jati tua yang berkualitas.

masjid agung jepara

Info Jepara

Hotel di Jepara, Tempat Wisata di Jepara, Peta Wisata Jepara.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang !
Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.