Kelenteng Hok Tek Tong Jepara

September 09, 2019. Label:
aroengbinang.com - Kunjungan penghabisan malam itu, sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat, adalah ke Kelenteng Hok Tek Tong Jepara. Itu dengan keyakinan bahwa yang namanya rumah ibadah mestinya buka siang malam bagi jamaahnya, karena Tuhan tak pernah tidur untuk menerima panjatan doa umat manusia yang sedang membutuhkan bimbingan dan pertolongan.

Lokasi Kelenteng Hok Tek Tong ada di pengkolan Jalan Diponegoro yang menuju ke arah Jalan Veteran, sekitar 160 meter dari Alun-alun atau 200 meter dari Masjid Agung Jepara, ke arah Barat. Bangunan tempat Ibadah Tri-Dharma (TITD) ini tidak bisa dibilang besar, namun usianya telah lebih dari satu setengah abad dan masih bertahan meski sempat terlantar cukup lama. Sesuai namanya, tuan rumah kelenteng ini adalah Hok Tek Ceng Sin (dikenal juga sebagai Tua Pek Kong, Amurva Bumi, Dewa Bumi), yaitu dewa yang dipuja petani dan pedagang untuk mendapatkan berkah panen dan keuntungan perdagangan yang melimpah. Di setiap altar Hok Tek Ceng Sin, di bawahnya biasanya ada altar untuk pengawalnya yang setia, yaitu Dewa Macan Putih (Pai Fu Sen) dan Dewa Naga (Lung Sen).

Kelenteng Hok Tek Tong kabarnya terlantar lama di jaman sebelum reformasi, karena orang takut datang dan perayaan keagamaan pun dilarang. Baru pada 14 Desember 1997, keluarga Oh (Ny. Oh Ie Djiang dan Oh Kian Lien) dari Salatiga melakukan perbaikan kelenteng. Lalu pada 2016 keluarga Oh kembali memberi uluran dengan membangun vihara di bagian belakang.

kelenteng hok tek tong jepara

Seorang pria berumur sekitar lima puluhan tahun tampak sedang bersembahyang dengan khusuk di depan altar Dewa Macan Putih, di bawah kolong altar Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi), dengan memegang beberapa batang hio yang telah ia bakar sebelumnya.

Konon Pai Fu Sen dan Lung Sen adalah dewa bijaksana, yang jika ada orang susah karena perbuatan orang lain pasti dibantu jika sungguh-sungguh meminta pertolongan. Bagaimana dan kapan pertolongan itu akan diberikan adalah misteri, namun ada yang menduga dari bentuk asap hio yang membubung ke wuwungan.

Hio yang dibakar bisa memberi petunjuk doa yang dipanjat. Bakar 1 hio untuk perbaiki fisik dan mental, 3 hio sembahyang biasa, 5 hio kelancaran usaha, 6 hio berdoa bagi orang, 7 hio permohonan khusus dan membalikkan ke orang, 8 hio jika susah terus, 9 hio bagi semua mahluk, 12 hio agar semua mahluk berkah, 36 hio kesuksesan dan keharmonisan, dan 108 hio bila terdesak dan darurat.

Pria itu kemudian bersembahyang di depan hiolo (bokor yang digunakan sabagai tempat menancapkan hio) yang berwarna keemasan berbentuk trapesium terbalik. Di belakangnya adalah altar utama Kelenteng Hok Tek Tong Jepara, dimana terdapat rupang Kwan Sen The Kun, Guan Cek Cun Ong, Hien Tien Siong Te, Kuan Im Pho Sat, Thien Shang Seng Bo, selain Hok Tek Ceng Sin sendiri.

Kwan Sen The Kun atau Kwan Seng Tek Kun, lebih dikenal luas sebagai Kwan Kong (Guan Gong), semasa hidupnya adalah panglima perang di jaman Sam Kok (221 – 269 M) yang dipuja karena keteladanan kejujuran, kesetiaan pada sumpahnya, dan selalu menempati janji.

Kutipan Kitab Peringatan Bencana Kwan Kong yang sarat kata bijak bisa dibaca di tulisan Kelenteng Pan Kho Bio. Kata bijak selalu enak untuk dibaca dari mana pun asalnya, oleh karena bersifat universal dan masuk secara logika maupun perasaan.

Lukisan Kuan Im Pho Sat berukuran besar menempel pada dinding yang ada di belakang atas altar dimana terdapat rupang Buddha Sakyamuni. Kwan Im, Dewi Welas Asih yang konon tak pernah menolak permohonan umat, digambarkan duduk bersila di atas awan berlatar bulatan matahari, dengan bunga teratai warna merah dadu tengah mekar di depannya.

Lukisan itu diletakkan di atas rupang (arca) Buddha, karena saat agama Buddha masuk China, sosok Dewi Kwan Im yang jauh lebih dulu dikenal sebagai Pek Ie Tai Su (Dewi Welas Asih baju putih), dianggap sebagai jelmaan Buddha Avalokitesvara yang turun ke bumi untuk menolong manusia dari penderitaan. Ia berwujud wanita agar leluasa memberi pertolongan pada semua orang.

Di Kelenteng Hok Tek Tong Jepara saya baru memperhatikan bahwa ada beberapa kelompok kotak Ciam Sie, yang masing-masing bisa dipilih sesuai niat yang dimiliki. Ada Ciam Sie Obat Dalam dan Ciam Sie Obat Luar yang sesuai kelompok umur, karena di sana ada Dewa Obat yang bisa dimintai pertolongan bagi yang memerlukan penyembuhan penyakit dan obat-obatan.

Selain itu ada pula Ciam Sie Pertanyaan Nasib bagi yang ingin mengetahui nasib dan jodoh mereka. Ciam Sie dikenal sejak jaman dinasti Tang di China, dan dipakai sebagai alat mencari jawab atas masalah yang sedang membelit. Isi kotak Ciam Sie berupa syair yang dicuplik dari kisah kuno. Sudah menjadi sifat orang yang selalu ingin tahu rahasia masa depan.

Kelenteng Hok Tek Tong Jepara

Alamat : Jl Diponegoro 28, Kota Jepara. Lokasi GPS : -6.58996,110.66537, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Kelenteng Hok Tek Tong Jepara

Pria itu kemudian bersembahyang di depan hiolo (benda yang digunakan sabagai tempat menancapkan hio) yang berwarna keemasan berbentuk trapesium terbalik. Di belakangnya adalah altar utama Kelenteng Hok Tek Tong Jepara, dimana terdapat rupang Kwan Sen The Kun, Guan Cek Cun Ong, Hien Tien Siong Te, Kuan Im Pho Sat, Thien Shang Seng Bo, selain Hok Tek Ceng Sin sendiri.

kelenteng hok tek tong jepara

Lukisan Kuan Im Pho Sat berukuran besar menempel pada dinding yang ada di belakang atas altar dimana terdapat rupang Buddha Sakyamuni. Kwan Im, Dewi Welas Asih yang konon tak pernah menolak permohonan umat, digambarkan duduk bersila di atas awan berlatar bulatan matahari, dengan bunga teratai warna merah dadu tengah mekar di depannya.

kelenteng hok tek tong jepara

Di Kelenteng Hok Tek Tong Jepara saya baru memperhatikan bahwa ada beberapa kelompok kotak Ciam Sie, yang masing-masing bisa dipilih sesuai niat yang dimiliki. Ada Ciam Sie Obat Dalam dan Ciam Sie Obat Luar yang sesuai kelompok umur, karena di sana ada Dewa Obat yang bisa dimintai pertolongan bagi yang memerlukan penyembuhan penyakit dan obat-obatan.

kelenteng hok tek tong jepara

Altar dimana terdapat rupang Buddha dengan mulut tersenyum tipis dengan badan yang dibalut baju sutera berwarna keemasan dengan ornamen naga hijau. Bunga sedap malam dalam vas diletakkan di mejaltar. Sejumlah patung Buddha berukuran lebih kecil terlihat diletakkan di sekeliling bawahnya. Di atas patung ini (tak kelihatan) adalah lukisan Dewi Kawan Im berukuran besar.

kelenteng hok tek tong jepara

Lukisan pada daun pintu masuk yang berukuran selebar dan setinggi pintunya. Tak ada keterangan nama, maka sebut saja dia dewa langit penjaga bangunan suci. Berbaju zirah dan bertampang galak, di tangannya terdapat sebilah pedang yang sarungnya mirip tongkat bambu.

kelenteng hok tek tong jepara

Dewa langit penjaga pintu satunya lagi dengan kumis dan jenggot jauh lebih panjang, alis mata berbentuk golok, sorot mata menusuk, berbaju hijau yang dibalut dengan zirah keemasan. Pedang yang masih tersimpan dalam sarung disenderkannya di atas bahu.

kelenteng hok tek tong jepara

Sebuah poster yang sudah mulai kusam berisi informas1 hari ulang tahun para Sien Bing dan Sembahyangan di Kelenteng Hok Tek Tong.

Cia Gwee 1 Tahun Baru Imlek
Cia Gwee 4 Toa Pek Kong Turun (Ci Sin)
Cia Gwee 9 Keng Thikong
Jie Gwee 2 HUT Hok Tek Ceng Sin
Jie Gwee 19 Hari Lahir Kwan She Im Pho Sat
Sha Gwee 3 HUT Hian Thian Siang Tee
Sha Gwee 23 Hari Lahir Thian Siang Seng Boo
Sie Gwee 8 Hari Lahir Sakyamuni Hud (Waisak)
Lak Gwee 19 Peringatan Kwan She Im Poo Sat mencapai kesempurnaan
Lak Gwee 24 Hari Lahir Kwan Sing Tee Kun
Hit Gwee 23 Sembahyangan Keng Hoo Ping
Pek Gwee 15 Sembahyangan Tiong Jiu / Hari Berterima Kasih pada Hok Tek Ceng Sin
Pek Gwee 22 Hari Lahir Kong Tek Tjoen Ong
Kau Gwee 9 Hari Kesempurnaan Hian Thian Siang Tee
Kau Gwee 9 Hari Kesempurnaan Kwan Sing Tee Koen
Kau Gwee 19 Hari Kwan She Im Poo Sat Seng Thian
Cap Jie Gwee 24 Sembahyangan Mengantar Toa Pek Kong (Sang An)

kelenteng hok tek tong jepara

Lukisan Delapan Dewa (Ba Xian) pada kayu di bagian atas altar di Kelenteng Hok Tek Tong Jepara. Mereka merupakan simbol keberuntungan yang mewakili 8 kondisi kehidupan, yaitu muda, tua, kemiskinan, kekayaan, rakyat jelata, bangsawan, pria dan wanita. Delapan dewa itu adalah Zhong Li Quan, Li Tie Guai, Lu Dong Bin, Zhang Guo Lao, He Xian Gu, Lan Cai He, Han Xiang Zi dan Cao Guo Jiu.

kelenteng hok tek tong jepara

Pandangan pada altar utama Kelenteng Hok Tek Tong Jepara, dengan rupang Hok Tek Ceng Sin di bagian tengah dan rupang dewa lainnya di sebelah kiri dan kanannya. Ada Kwan Sen The Kun, Guan Cek Cun Ong, Hien Tien Siong Te, Kuan Im Pho Sat, dan Thien Shang Seng Bo (dewa pelindung para pelaut).

kelenteng hok tek tong jepara

Sepasang perlengkapan ritual di latar depan dan hiolo kecil dengan ornamen sepasang naga di latar belakang. Perlengkapan ritual berbentuk seperti kacang mete itu digunakan untuk memberi petunjuk apakah dewa memberi restu pada apa yang menjadi niat pengunjung, dengan melihat kombinasi posisi keduanya setelah dilemparkan.

kelenteng hok tek tong jepara

Sudut pandang samping pada altar utama Kelenteng Hok Tek Tong dengan cungkup empat pilar tanpa dinding beratap pelana khas kebudayaan China. Pada kedua tiang bagian depan melilit naga yang elok berwarna keemasan. Sejumlah hiolo ditempatkan di depan rupang (patung) masing-masing dewa yang hendak disembah.

kelenteng hok tek tong jepara

Pandang samping pada altar yang memperlihatkan deretan hiolo dengan batang-batang hio yang masih menyala bara apinya, dan cawan-cawan persembahan berukuran kecil di depannya. Bagaimana bentuk asap hio bisa memberi petunjuk tentang diterima langsung tidaknya sebuah permohonan.

kelenteng hok tek tong jepara

Rupang dari Kwan Sen The Kun atau Kwan Seng Tek Kun, yang lebih dikenal sebagai Kwan Kong (Guan Gong). Semasa hidupnya ia adalah panglima perang di jaman Sam Kok (221 – 269 M) yang dipuja karena keteladanan kejujuran, kesetiaan pada sumpahnya, dan selalu menempati janji.

kelenteng hok tek tong jepara

Rupang Kwan Im (Kwan She Im Phoo Sat) dan Thien Shang Seng Bo (Thian Sang Seng Boo, Thian Shang Sheng Mu atau Ma Co Poh ). Thian Sang Seng Boo biasanya ditampilkan sebagai dewi cantik berpakaian permaisuri, dan dikawal dua iblis yang ditklukkannya yaitu Qian Li Yan (Si mata seribu Li) dan Sun feng Er (Si Kuping Angin Baik). Ia adalah dewa yang dipuja para nelayan dan pelaut.

kelenteng hok tek tong jepara

Batang bambu yang berisi bilah-bilah berisi nomor. Ciamsi merupakan tradisi peramalan yang berakar pada kepercayaan Tao. Zhang Tao Ling yang hidup pada abad ke-2 Masehi, menciptakan metode ciamsi untuk membantu orang-orang menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Jawaban pertanyaan tentang nasib diberikan dalam bentuk syair yang berisi penjelasan atau petunjuk sebagai jawaban dewa terhadap doa yang dipanjatkan.

kelenteng hok tek tong jepara

Lukisan besar pada dinding, yang jika melihat wajahnya agak mirip dengan aktor Chow Yun-fat dalam film Confucius (2010), namun karena memegang kipas bergambar lambang Yin-Yang maka ini mestinya lukisan yang menggambarkan Lao Tze, ahli filsafat yang juga pendiri Taoisme.

kelenteng hok tek tong jepara

Genta dan lampion, dua benda yang selalu ada di semua kelenteng yang pernah saya kunjungi. Genta menjadi pertanda dimulainya sebuah acara ritual. Agama Konghucu di Indonesia juga memakai genta (Mu Duo) sebagai lambang lembaga keagamaannya, sebagaimana salib pada umat Kristen.

kelenteng hok tek tong jepara

Pemukulan tambur dan genta berfungsi sebagai persiapan sebelum dimulainya perayaan sembahyangan. Suara genta dan tambur dipercayai bisa terdengar hingga dialam lain. Jumlah pukulan genta dan tambur disesuaikan dengan waktu dimulainya upacara sembahyangan.

kelenteng hok tek tong jepara

Sebuah hiolo untuk bersembahyang bagi Thian (Tuhan) yang disangga dudukan kayu berkaki tiga berada di tengah serambi depan. Kaki hiolo lazimnya menyerupai bentuk kaki harimau. Deretan lampion berwarna merah dengan ornamen kuning keemasan menggelantung di atas belakang ruangan.

kelenteng hok tek tong jepara

Lambang Yin Yang pada pintu pagar Kelenteng Hok Tek Tong. Yin Yang menggambarkan sifat yang saling berpasangan di dunia. Yin adalah bagian berwarna hitam dengan titik putih dan Yang adalah bagian putih dengan titik hitam.

kelenteng hok tek tong jepara

Info Jepara

Hotel di Jepara, Tempat Wisata di Jepara, Peta Wisata Jepara.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.