Gua Batu Doro Pekalongan

December 10, 2019. Label:
Kunjungan ke Gua Batu Doro Pekalongan terjadi karena tanda sederhana di tepi jalan, bukan kunjungan yang direncanakan. Begitu tujuan tanda, betapa pun sederhananya, untuk dibaca orang lewat dan jika beruntung maka bisa menarik perhatian mereka untuk mampir sejenak.

Perjalanan hingga ke tanda Gua Batu Doro Pekalongan lumayan jauh, 30 km dari warung Garang Asem H Masduki Pekalongan. Lokasi gua di tepi sungai di Dukuh Kopeng, Desa Pungangan, Kecamatan Doro, seratus limapuluh meter dari Makam Ki Gede Penatas Angin.

Tak ada yang istimewa selama perjalanan, namun jalanan menjadi lebih menarik setelah melewati simpangan dekat bendung Kali Rogoselo, sekitar 2,8 km sebelum lokasi gua yang ada di lembah perbukitan. Jalan ke kanan menuju ke Makam Ki Ageng Rogoselo dan jalan menanjak ke kiri yang hanya cukup untuk lewat satu mobil mengarah ke Gua Batu Doro Pekalongan.

gua batu doro pekalongan

Seorang penduduk yang kami temui di pinggir jalan tampak tengah melangkah mendekati Gua Batu Doro Pekalongan. Lokasi gua itu berada tepat di bawah pohon besar yang sebagian batangnya terlihat pada foto. Tempat saya berdiri memotret berada beberapa meter di bawah jalan desa, dicapai dengan menuruni sejumlah undakan batu yang belum ditata dengan baik.

Sebelumnya, perjalanan dari jalan simpang cukup mendebarkan karena hanya cukup untuk lewat satu mobil, tanpa bahu jalan. Sebelah kanan adalah lereng perbukitan pohon karet, dan di sebelah kiri jurang dengan kali di dasar lembahnya. Kami kemudian berbelok kiri menuruni lembah, melewati jalan diantara rumah warga, dan lalu ke kiri lagi mengikuti jalan.

Satu hal yang menarik di sekitar Gua Batu ini adalah adanya pohon-pohon tua berbatang besar menjulang tinggi dengan bentuk dahan yang unik. Puncak pohon tua di atas Gua Batu Doro itu jauh lebih kecil dari batang yang semestinya. Tampaknya pohon tua ini telah patah di bagian atasnya karena rapuh atau terkena angin besar dan tunasnya kemudian tumbuh lagi.

gua batu doro pekalongan

Lubang kehitaman di bagian bawah foto agak sedikit ke kanan adalah mulut Gua Batu Doro Pekalongan. Lubang itu tidak begitu besar, dan sepertinya malah sengaja ditutup dengan tumpukan batu agar orang tidak masuk ke dalamnya. Di atas mulut gua, menempel pada batu, terdapat sepotong logam segi empat dengan tulisan putih dasar hijau berbunyi "Gua Batu".

Masih ada jarak sekitar 8 meter dari mulut Gua Batu Doro Pekalongan ke tepian air Kali Rogoselo. Air di kali yang cukup lebar itu, sekitar 6-an meter, terlihat jernih dan mengalir diantara bebatuan yang terserak di sepanjang badan sungai. Batu berukuran kecil hingga sangat besar tersedia berlimpah di sana, bisa menjadi bahan bagus untuk membuat arca.

Wid, Dodi, dan si Bapak sempat saya potret di depan mulut Gua Batu Doro Pekalongan. Meskipun sempit, namun orang masih bisa menyelinap masuk ke sana. Hanya saja lantaran tidak ada senter, dan si bapak pun tampaknya belum pernah juga masuk ke dalamnya, membuat kami tak terdorong untuk bahkan hanya sekadar melongok dari mulut gua.

Namun setidaknya ada sepenggal informasi saya dapatkan dari si bapak, yang berbaik hati menemani kami ke gua meski saya kelupaan mencatat namanya. Yaitu adanya legenda atau semacam mitos mengenai Gua Batu Doro Pekalongan yang hidup dikalangan masyarakat setempat. Konon gua ini mampu menampung ribuan orang untuk berlindung ketika terjadi kiamat nanti.

Barangkali yang dimaksudkan dengan kiamat adalah kerusuhan, perang, atau semacam itu, dimana orang masih punya harapan hidup dengan berlindung di Gua Batu Doro Pekalongan ini. Oleh karena ketika kiamat besar benar-benar tiba, maka dimana pun orang akan bersembunyi, sampai ke liang semut sekalipun, tetap mereka tak akan bisa terhindar dari kemusnahan.

Boleh jadi bagian dalam Gua Batu Doro Pekalongan itu memang cukup besar serta panjang dan bisa menampung banyak orang, saat dibutuhkan. Kabarnya pula ada orang yang pernah memakai gua ini untuk bertirakat, bersemedi atau bertapa. Ada baiknya dalaman gua ini diekplorasi dan mulut gua dilebarkan, namun dengan demikian tentu perlu dipikirkan penjagaannya.

Gua Batu Doro Pekalongan

Alamat : Dukuh Kopeng, Desa Pungangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Lokasi GPS : -7.07391, 109.67204, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Gua Batu Doro Pekalongan


gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Dodi, Wid, dan si Bapak di depan mulut Gua Batu Doro Pekalongan. Meskipun sempit, namun orang masih bisa menyelinap masuk ke sana. Hanya saja lantaran tidak ada senter, dan si bapak pun tampaknya belum pernah juga masuk ke dalamnya, membuat kami tak terdorong untuk bahkan hanya sekadar melongok dari mulut gua.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Puncak pohon tua di atas Gua Batu Doro itu jauh lebih kecil dari batang yang semestinya. Tampaknya pohon tua ini telah patah di bagian atasnya karena rapuh atau terkena angin besar dan tunasnya kemudian tumbuh lagi.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Puncak pohon yang satunya lagi, masih di atas Dua Batu, dengan batang yang terlihat sangat kokoh, serta puncak yang batangnya sudah mulai besar dan rimbun.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Dodi melangkah mendekati mulut gua setelah merendam kaki di Kali Rogoselo yang airnya jernih dan dingin menyegarkan. Sungai ini cukup besar dengan serakan batu besar kecil dimana-mana.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Aliran air Kali Rogoselo yang jernih dan tak begitu deras, dengan debit air yang lumayan besar. Serakan batu pada badan sungai membuat kecepatan aliran air menjadi lebih terkendali.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Seorang warga lain tampak tengah menuruni undakan atau turunan yang masih dibuat seadanya, dan orang harus berhati-hati ketika melewatinya. Kami sempat berbincang sebentar dengan orang itu, yang hendak pergi ke ladangnya yang berada tak jauh dari Gua Batu.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Pemandangan ke arah hulu Kali Rogoselo dengan serakan batuan pada badan sungainya. Jika musim hujan tiba maka batuan itu mungkin hampir semuanya terendam di bawah permukaan air sungai.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Di latar depan adalah kedung kecil yang bisa digunakan untuk mandi, dan anak-anak bisa meloncat dari batu besar yang ada di sampingnya. Di latar belakang adalah undakan ke tepian jalan.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Wid di depan pohon tua yang batangnya lebih dari dua kali lebar badan manusia dewasa, dengan Gua Batu terlihat di sisi sebelah kanan dan tumpukan batu yang menutupi sebagian mulut gua.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Tumbuhan pakuan tampak hidup subur di salah satu pohon yang berada di atas Gua Batu. Pohon tua selalu menarik perhatian, dengan bentuk batang dan ranting yang kadang terlihat aneh.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Wid berdiri di pelataran berbatu yang ada berada di depan mulut gua. Pelataran dan sekaligus jalan setapak ini lebarnya sekitar 8 meter dari mulut gua hingga ke air di bibir sungai.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Pemandangan lebih dekat ke ujung bawah undakan batu yang dibuat seadanya. Mungkin perlu dukungan pemda setempat untuk memperbaikinya, meski dana yang dibutuhkan sebenarnya tak begitu banyak.

gua batu doro pekalongan

Tengara Gua Batu atau Goa Batu di tepi jalan kecil menuju ke Makam Ki Gede Panatas Angin itu yang membuat kami berhenti sebentar untuk mampir melihatnya. Beruntung masih ada bahu jalan untuk berhenti sehingga tidak mengganggu kendaraan lewat, meski jarang yang lewat.

gua batu doro pekalongan

gua batu doro pekalongan

Info Pekalongan

Hotel di Pekalongan, Tempat Wisata di Pekalongan, Peta Wisata Pekalongan.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑