Candi Plaosan Kidul Klaten

November 19, 2019. Label:
aroengbinang.com - Kunjungan hari itu sebenarnya telah selesai, dan saya sudah bersiap untuk kembali ke Kota Jakarta. Namun perbincangan beberapa saat sebelumnya dengan Bu Yayu di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta membawa saya ke Candi Plaosan Kidul Klaten, dilanjutkan ke Candi Plaosan Lor, dan terakhir ke Candi Sojiwan.

Ketika itu rencananya memang hanya ke Sleman, sedangkan Candi Plaosan masuk wilayah Klaten. Padahal candi itu ada di Prambanan. Jarak dari BP3 Yogyakarta ke Candi Plaosan Kidul sekitar 3,8 km, namun dari Candi Sewu hanya 1,7 km. Memasuki area Candi Plaosan, mobil parkir di dekat perempatan. Di sebelah kiri Candi Plaosan Lor, dan sekitar 100 m di sebelah kanan adalah Candi Plaosan Kidul.

Candi Plaosan Kidul menjadi bahan pembicaraan hangat pada sekitar bulan Oktober 2003, ketika di tempat ini ditemukan sebuah inskripsi terbuat dari emas berukuran 18,2 cm x 2,2 cm. Inskripsi yang ditulis dengan memakai huruf Jawa Kuno dan menggunakan bahasa Sanskerta itu diduga berasal dari abad ke-9, sesuai dengan perkiraan dibangunnya Candi Plaosan ini.

candi plaosan kidul klaten

Papan nama Candi Plaosan Kidul dengan latar belakang dua buah candi perwara yang berada di sisi kiri, dan karena lokasinya berada di Klaten maka sudah masuk ke wilayah tanggung jawab BP3 Jawa Tengah, seperti tertulis di papan itu.

Kompleks Candi Plaosan Kidul merupakan area terbuka yang luas, tanpa terlihat ada penjagaan yang ketat. Hanya ada bedeng memanjang di sebelah kiri yang tampaknya digunakan arkeolog dan pekerja ketika tengah melakukan restorasi candi.

Meskipun penduduk sekitar tentunya telah menemukan keberadaan candi terlebih dahulu, namun catatan sejarah menyebutkan bahwa Candi Plaosan Kidul ditemukan oleh Ijzerman, seorang arkeolog Belanda, saat ia melakukan penelitian pada Agustus 1909, dimana ia menemukan 16 candi kecil yang berada dalam keadaan rusak.

Walaupun Candi Plaosan Kidul adalah merupakan candi umat Buddha, yang terlihat dengan adanya stupa-stupa kecil pada kemuncak candi, namun pada pintu candi terlihat ada hiasan Kala Makara, yang biasa dijumpai pada candi-candi Hindu. Sebuah fenomena yang juga ditemui di beberapa candi lainnya, yang bisa menjadi petunjuk adanya kerukunan diantara para penganutnya.

candi plaosan kidul klaten

Dua diantara sekitar enam candi perwara Candi Plaosan Kidul yang telah selesai direstorasi, namun lebih banyak lagi candi perwara yang masih berbentuk tumpukan batu menunggu pekerjaan restorasi dilakukan.

Candi Plaosan Kidul dan Lor diduga dibangun pada abad ke-9 M oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada jaman Kerajaan Mataram Hindu. Dugaan itu berdasarkan analisa De Casparis terdahap isi Prasasti Cri Kahulunan berangka tahun 764 Saka (842 M), yang ditemukan di Magelang. Isi Prasasti Cri Kahulunan akan saya muat di tulisan berikutnya tentang Candi Plaosan Lor.

Suasana sepi, dan meskipun pekerjaan restorasi candi masih jauh dari selesai, namun tidak terlihat tanda-tanda sedang dikerjakan. Jika persoalannya adalah dana, inilah salah satu pos yang mestinya diperhatikan, ketimbang dihamburkan untuk proyek semacam Hambalang yang akhirnya hanya dikorupsi.

Jika melihat bentuk-bentuk batu yang terserak, nampaknya hanya ada batu-batu penyusun candi yang berbentuk persegi. Batuan dengan relief tampaknya disimpan di tempat lain, mengingat kondisi Candi Plaosan Kidul yang terbuka. Ruangan di dalam candi juga kosong, yang jika ada arcanya mungkin baru akan diletakkan ketika seluruh situs telah direstorasi, dan sistem keamanannya diperbaiki.

Salah satu candi perwara di Candi Plaosan Kidul memiliki pipi tangga yang pendek sepanjang dua undakan, tidak sampai menyentuh ujung bawahnya. Belum diketahui apakah ada candi induk di sini, sebagaimana Candi Plaosan Lor, karena bekas-bekasnya nampaknya belum lagi ditemukan.

Saya sempat mengambil foto beberapa candi perwara Candi Plaosan Kidul telah selesai dipugar, dikelilingi oleh tumpukan batu-batu reruntuhan candi perwara yang jumlahnya tak terhitung masih menunggu untuk dikerjakan. Jauh di latar belakang adalah Candi Plaosan Lor.

Di Relung di bawah relief Kala terlihat kosong yang mungkin untuk alasan keamanan, jika pun arcanya memang ada. Saya juga tak menemukan di bagian mana terdapat arca Tathagata Amitabha, Vajrapani serta Prajnaparamita di Candi Plaosan Kidul ini, atau mungkin semuanya masih disimpan di BP3 Yogyakarta.

Sayang saya tidak bisa mengidentifikasi dimana letak pendopo di bagian tengah Candi Plaosan Kidul ini, yang kabarnya dikelilingi 8 candi kecil dan terbagi menjadi dua tingkat, dimana tiap-tiap tingkat terdiri dari empat candi.

Entah berapa lama lagi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan restorasi Candi Plaosan Kidul ini. Jika pun dananya tersedia, bukan perkara mudah untuk menyusun serakan batu-batu tak berkode itu untuk menjadi sebuah kompleks percandian yang besar.

Candi Plaosan Kidul Klaten

Alamat : Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.74273, 110.50440, Waze.

Galeri Foto Candi Plaosan Kidul Klaten

Salah satu candi perwara di Candi Plaosan Kidul, dengan pipi tangga yang pendek sepanjang dua undakan, tidak sampai menyentuh ujung bawahnya. Belum diketahui apakah ada candi induk di sini, sebagaimana Candi Plaosan Lor, karena bekas-bekasnya nampaknya belum lagi ditemukan.

candi plaosan kidul klaten

Beberapa candi perwara Candi Plaosan Kidul yang telah selesai dipugar, dikelilingi oleh tumpukan batu-batu reruntuhan candi perwara yang jumlahnya tak terhitung masih menunggu untuk dikerjakan. Jauh di latar belakang adalah Candi Plaosan Lor.

candi plaosan kidul klaten

Pemandangan sebagian reruntuhan candi-candi perwara di Candi Plaosan Kidul yang jumlahnya tak terhitung itu dengan latar candi yang telah dipugar.

candi plaosan kidul klaten

Jika melihat bentuk-bentuk batu yang terserak, nampaknya hanya ada batu-batu penyusun candi yang berbentuk persegi. Batu-batuan yang berisi relief tampaknya disimpan di tempat lain, yang bisa dimaklumi mengingat kondisi Candi Plaosan Kidul yang terbuka.

candi plaosan kidul klaten

Relung tempat arca di Candi Plaosan Kidul yang dibiarkan kosong. Tampaknya disengaja untuk alasan keamanan, jika pun arcanya memang masih ada. Saya juga tidak menemukan di bagian mana terdapat arca Tathagata Amitabha, Vajrapani serta Prajnaparamita di Candi Plaosan Kidul ini, atau mungkin semuanya masih disimpan di BP3 Yogyakarta.

candi plaosan kidul klaten

Candi Plaosan Kidul ini, serta Candi Plaosan Lor, diduga dibangun pada abad ke-9 M oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada jaman Kerajaan Mataram Hindu.

candi plaosan kidul klaten

Relief Makara pada salah satu pintu Candi Plaosan Kidul, sedangkan relief Kala di atasnya tidak terlihat pada foto ini. Makara adalah makhluk yang ditemui dalam kisah mitologi agama Hindu, umumnya merupakan gabungan dua hewan seperti gajah, buaya atau rusa, atau rusa dengan hewan air di bagian belakang seperti ikan atau naga.

candi plaosan kidul klaten

Candi Plaosan Kidul di Klaten ini pernah menjadi bahan pembicaraan yang hangat di kalangan ahli dan penggemar situs purbakala pada sekitar bulan Oktober 2003, saat di tempat ini ditemukan inskripsi terbuat dari emas berukuran 18,2 cm x 2,2 cm yang ditulis dengan memakai huruf Jawa Kuno dan bahasa Sanskerta.

candi plaosan kidul klaten

Pandangan lebih dekat pada salah satu candi di dalam kompleks Candi Plaosan Kidul, yang bangunan candi di bagian depannya masih belum ditata ulang. Gempa adalah musuh utama dari bangunan batu semacam ini.

candi plaosan kidul klaten

Penampakan lebih dekat pada salah satu bangunan candi di kompleks Candi Plaosan Kidul, memperlihatkan ornamen Kala Makara pada area di sekitar lubang masuk ke dalm ruang candi. Bahan pembuat candi adalah batu gunung, yang terbentuk dari lahar yang keluar saat gunung meletus. Adalah gunung meletus juga yang bisa menghancurkan candi ini, selain gempa karena pergeseran atau benturan lempeng sesar.

candi plaosan kidul klaten

Candi ini berukuran relatif besar dibandingkan candi-candi lainnya di kawasan Candi Plaosan Kidul. Namun sebagaimana candi lain, tak ada arca tersisa di sana.

candi plaosan kidul klaten

Meskipun tatanan batu candinya sangat mungkin tidak serapih pada waktu candi ini baru saja selesai dibuat pada jaman dahulu, namun candi ini masih memancarkan keelokannya. Dengan peralatan yang ada pada masa itu, tentu tak begitu mudah untuk memotong-motong batu sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Butuh keahlian dan kesabaran.

candi plaosan kidul klaten

Tak jelas benar dimana mestinya letak batu silindris yang mengecil ke atas dan berlubang di dalamnya yang terlihat pada foto di atas itu. Entah batu itu merupakan bagian dari stupa candi, atau kah merupakan elemen dari saluran pembuangan air.

candi plaosan kidul klaten

Melihat serakan batu di Candi Plaosan Kidul ini membuat orang berpikir bahwa alam dan manusia masing-masing memiliki kontribusi dalam membangun maupun membuat kerusakan di muka bumi. Alam bisa dirusak oleh manusia, namun alam yang marah pun bisa merusak apa saja yang telah dibangun manusia dengan susah payah.

candi plaosan kidul klaten

Tumpukan bebatuan candi dan area berumput yang di dalamnya mungkin masih menyimpan batu-batu candi, atau bahkan arca serta benda berharga lainnya. Jika saja ada sonar penjejak bentuk tentu akan sangat membantu.

candi plaosan kidul klaten

Ukiran halus pada batu yang ada di pintu masuk candi ini tentulah merupakan hasil karya tangan terampil yang memiliki imajinasi yang luar biasa. Candi Plaosan Kidul ditemukan oleh Ijzerman, seorang arkeolog Belanda, saat ia melakukan penelitian pada Agustus 1909, dimana ia menemukan 16 candi kecil yang berada dalam keadaan rusak.

candi plaosan kidul klaten

Info Klaten

Peta Wisata Klaten, Tempat Wisata di Klaten, Hotel di Klaten

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.