Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Tempat Wisata

Tempat Wisata di Lima Puluh Kota

Di bawah ini adalah catatan awal tentang Tempat Wisata di Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Lima Puluh Kota, dengan kode area telepon 0341 dan beribukota Sarilamak, berbatasan dengan wilayah Riau di Utara dan Timur, Tanah Datar dan Sijunjung di Selatan, serta Agam dan Pasaman di Barat. Kec Kapur IX adalah penghasil tanaman gambir terbesar di Indonesia.

Tulisan tentang Tempat Wisata di Lima Puluh Kota dan peta wisata Lima Puluh Kota akan diperbarui jika telah diperoleh informasi yang lebih baru, dan data GPS telah didapat. Anda bisa berbagi catatan perjalanan dan membantu memajukan wisata Lima Puluh Kota dengan menulis Travelog tentang tempat-tempat wisata yang telah anda kunjungi.

Tempat Wisata di Lima Puluh Kota


Ai Baba Halaban

Nagari Halaban, Kec Lareh Sago Halaban, 28 Km dari Kota Payakumbuh, berupa air terjun setinggi 100 m, dengan pemandian alam dan kolam pancing.

Air Terjun Lubuk Batu Bulan

Jorong Balai Koto Tinggi Kubang Balambak, Nagari Simpang Kapuak, Kec Mungka, dimana airnya jatuh menghilang ke sungai bawah tanah yang panjangnya 1 km.

Air Terjun Sarasah Tanggo

Kanagarian Sarilamak Jorong Taratak, Kecamatan Harau, di lereng Gunung Bungsu, 9 km dari Payakumbuh, dengan ketinggian air 100 m, diakses dengan berjalan kaki sejauh 300 m.

Air terjun Tanjung Jaro

Jorong Balai Tampung Pinang, Nagari Simpang Kapuak, Kec Mungka, dengan ketinggian air 20 m, terdiri dari tiga tingkat, dibatasi batuan besar yang membentuk lubuk yang digunakan sebagai tempat pemandian.

Benteng Tuanku Nan Garang

kaki Bukit Bungsu, perbatasan Nagari Lubuak Batingkok dan Nagari Taeh Bukik, berupa peninggalan benteng. Tuanku Nan Garang adalah tokoh Paderi yang ditakuti Belanda.

Bukik Posuak

Nagari Mahat, Kecamatan Bukik Barisan, yang keberadaannya dikaitkan dengan legenda Baginda Ali.

Bukik Tapuang

Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, dengan keindahan alam dan bisa melihat sebagian wilayah Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh.

Danau Aia Sonsang

Nagari Taeh Bukik, merupakan sebuah dam yang airnya mengalir seolah-olah berbalik kembali melawan arus.

Kapalo Banda Taram

Kanagarian Taram, Kec Harau, merupakan saluran irigasi tradisional yang berada di kaki bukit dan di pinggir hutan, dengan pemandangan alam yang indah.

Kawasan Simona

Berada di Situjuah Limo Nagari (Simona), yang membentang di lereng perbukitan di kaki Gunung Sago.

Kelok Sembilan

Kecamatan Harau, dibangun pertama kali oleh Belanda pada 1908-1914, yang dilewati setiap kendaraan yang menempuh rute Pekanbaru - Padang.

Kuburan Keramat dan Surau Tuo Taram

Kenagarian Taram, Kec Harau, 5 km dari Payakumbuh, berupa makam Syech Ibrahim Mufti, penyebar agama Islam yang berasal dari Irak.

Lembah Harau

Sudah sangat lama saya ingin kunjungi dan akhirnya terwujud juga. Keinginan yang muncul karena cerita beberapa teman.

Menhir Mahat

Nagari Mahat, dimana tersebar peninggalan purbakala terbesar di Lima Puluh Kota, yaitu Situs Balai-Balai Batu Koto Gadang Mahat, Menhir Ronah, Menhir Bawah Parit Kototinggi, Ampang Gadang, Aur Duri, Sopan Gadang, dan Nenan.

Museum Arkeologi Belubus

Dengan koleksi foto situs magalitik, ada sebuah batu pijakan yang bercahaya pada malam hari, dan 16 buah Menhir dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Pemandian Batang Tabik

Kenagarian Sungai Kamuyang, 5 km dari Payakumbuh, merupakan pemandian alam dengan air yang jernih dan sejuk, dikelilingi sawah dan pemandangan alam indah.

Rumah Tua Tan Malaka

Merupakan rumah kelahiran Tan Malaka, berupa bangunan Rumah Gadang dengan atap seng bergonjong lima dan dinding kayu, dibangun pada 1936.

Sandaran Niniak Nan Salapan

Jorong Guguak, Nagari Guguak VIII Koto, Kec Guguak, 10 km dari Payakumbuh, berupa menhir yang digunakan sebagai batu sandaran ketika berlangsung pertemuan.

Situs Megalitik Maek

Nagari Maek dengan batu-batu menhir megalitik berlatar perkebunan gambir yang menyerupai panorama perkebunan teh di Jawa Barat.

Talempong Batu Talang Anau

Balai Adat Nagari Talang Anau, berupa 6 buah batu berjajar dengan lukisan telapak kaki; jika dipukul akan berbunyi seperti Talempong, alat musik tradisional Minangkabau.

Tempat Istirahat Gunung Sanggul

Pinggir jalan, 27 Km dari Kota Payakumbuh, dengan udara sejuk, dan tidak jauh dari sini bisa dijumpai Kelok Sambilan, Panorama Selat Malaka dan Tugu Khatulistiwa.

Tugu PDRI

Nagari Koto Tinggi, Kec Gunuang Omeh, yang merupakan bukti sejarah perjuangan tokoh pejuang dalam mempertahankan NKRI dari Agresi Militer Belanda ke-2 ( 19/12/'48- 13/07/'49).

Tungka View

Lereng Gunung Bungsu, dengan pemandangan alam yang kabarnya menakjubkan; ada ritual Basyafa ke Puncak Gunung Bonsu setiap bulan Syafar.

Waduk PLTA Pangkalan

Selesai dibangun pada Maret 1996, membendung aliran Batang Mahat, dengan panorama alam indah yang bisa dinikmati dengan naik perahu atau pompong.


Festival di Lima Puluh Kota


Bakajang

Digelar setelah bulan puasa yang merupakan tradisi khas Lima Puluh Kota dimana setelah merayakan Hari Raya Iedul Fitri ada prosesi kunjungan ke sanak saudara. Tradisi ini menjadi unik oleh karena diselenggarakan di sungai Batang Mahat.

Festival Rafting

Diselenggarakan sekitar bulan Maret di area turis Lembah Harau.

Pacu Tabang Itiak

Lomba pacu itik yang diselenggarakan antara bulan Juni - September di Kecamatan Luak setiap hari Sabtu dan Minggu.

Pasau Harau

Diselenggarakan pada sekitar bulan Agustus yang menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya klasik dan kontemporer, kuliner dari Nagari Harau seperti Kopi Kawa Daun, Pucuak Kopi dan atraksi budaya lainnya.

Tempat Wisata di Lima Puluh Kota

Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga
Komplek Medan Nan Bapaneh Tarantang Jalan Raya Sarilamak-Harau Km. 4

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: Maret 16, 2018.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Baru©2021 IkutiLama »

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.