Warung Kopi Ake Tanjung Pandan Belitung

Adalah Bang Karna yang 'setengah ngotot' mengajak saya mampir ke Warung Kopi Ake, karena katanya warung ini sangat terkenal di Tanjung Pandan, sebagaimana Mie Belitung Atep. Letak kedua warung itu pun berdekatan, hanya saja Warung Kopi Ake masuk ke sebuah gang yang terkenal dengan sebutan kawasan Kafe Senang.

Memang semula agak 'setengah hati' saya memenuhi ajakan ini, lantaran saya bukan peminum kopi. Bukan tidak menggemarinya, namun karena lambung tidak tahan dengan kopi, bahkan pada tegukan pertama. Lagipula perut baru diisi sepiring Mie Belitung dan Es Jeruk Kunci.

Tapi tak mengapalah, mumpung sudah dekat, dan biasanya warung semacam ini juga menyediakan teh yang masih bisa saya sruput. Beberapa puluh langkah setelah berjalan kaki melipir gang, kami sudah sampai di kawasan Kafe Senang itu. Sebuah kawasan nongkrong sederhana dan terlihat sudah tua.

warung kopi ake tanjung pandan belitung
Kopi Hitam, Teh Susu, dan telor setengah matang, khas Warung Kopi Ake Tanjung Pandan Belitung. Semula saya kira telurnya akan dimasukkan ke dalam Teh Tariknya, pikiran itulah yang membuat saya ingin mencoba ketika ditawari apakah mau pakai telor setengah matang. Walhasil penuhlah perut setelah telur dan Teh Tarik itu dikosongkan dari gelasnya.

Adalah Bang Karna yang memesan segelas Kopi Hitam, sedangkan saya memesan Teh Tarik yaitu teh dengan krim susu, oleh sebab lambung saya tak tahan dengan kopi hitam, perih. Seingat saya waktu itu di sana hanya menjual kopi tradisional, kopi hitam, dan belum menyediakan kopi yang ramah buat orang yang lambungnya sensitif terhadap kopi.

warung kopi ake tanjung pandan belitung
Tempat menjerang air Warung Kopi Ake masih menggunakan cara sangat tradisional, yaitu anglo dengan bahan bakar bara arang. Cara tradisional yang tampaknya sengaja dipertahankan untuk menjaga orisinalitas warung. Selain itu warung ini juga menggunakan dua buah ceret model kuno dengan pegangan melengkung dan badan ceret yang tinggi.

Adanya komunitas orang-orang Tionghoa di Belitung tidak lepas dari dimulainya eksplorasi Timah secara besar-besaran di Belitung sejak Timah 'ditemukan' oleh John Francis Loudon dan rombongannya yang mendarat di Tanjung Pandan pada 27 Juni 1851. Belanda kemudian mendatangkan orang-orang Tionghoa secara berkala sejak 1856 untuk dijadikan pekerja parit Timah di Belitung.

warung kopi ake tanjung pandan belitung
Tempat menyiapkan minuman di Warung Kopi Ake. Menghadap kamera adalah Akiong, pemilik Warung Kopi Ake saat itu. Akiong yang lahir pada 1955 adalah cucu Abok pendiri warung kopi ini. Nama Ake diambil dari nama anak Abok atau ayah Akiong yang mengelola warung kopi ini setelah Abok wafat, sebelum kemudian diserahkannya ke Akiong. Menurut ceritanya, warung ini didirikan tahun 1922 oleh Abok, sang kakek.

Kompleks Kafe Senang, dimana Warung Kopi Ake berada, merupakan bangunan warisan Belanda yang didirikan tahun 1898. Keaslian bangunannya tampaknya masih dipertahankan, meski pernah terdengar berita bahwa kawasan ini akan direvitalisasi. Saya amati, wajah Akiong terlihat kurang cerah, seperti ada sesuatu yang dipendamnya. Namanya warung kopi, pemilik warung biasanya ramah untuk membuat nyaman pengunjung.

warung kopi ake tanjung pandan belitung
Tampak depan Warung Kopi Ake Tanjung Pandan yang saat itu tampak sangat tua dan sederhana. Meja-meja bulat dan kursi yang berada di depan warung merupakan tambahan dari tempat duduk utama yang ada di dalam, juga menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menyeruput kopi di ruang terbuka.

Kesederhanaan warung ini agak mengejutkan, meskipun saya sama sekali tidak terganggu dengan itu karena sudah terbiasa makan minum di pinggiran jalan. Jelaslah bahwa orang datang ke Warung Kopi Ake karena lebih tertarik dengan rasa kopi yang diseduh di situ, ketimbang kenyamanan tempatnya. Namun nyaman memang sangatlah relatif. Harga-harga di Warung Kopi Ake tidaklah mahal, sangat terjangkau untuk kebanyakan orang yang biasa nongkrong di warung-warung kopi. Saat itu, segelas Kopi Susu harganya Rp.5.000, Kopi Hitam Rp. 4.000, Teh Susu Telor Rp.8.000, dan Teh Susu Rp.5.000 saja.

Tidak jelasnya bagaimana kelanjutan nasib Warung Kopi Ake yang telah berumur 90 tahun inilah rupanya yang mengganggu pikiran Akiong. Dengan memelas Akiong bercerita bahwa belum ada satu pun anaknya yang berminat untuk meneruskan usaha yang dirintis kakeknya itu. Semoga saja ada anaknya yang sadar untuk tidak menyia-nyiakan begitu saja aset merk Warung Kopi Ake yang begitu kuat di Belitung ini. Boleh jadi akan ada anaknya yang bisa membuat warung ini menjadi cafe modern dengan mempertahankan ciri ketuaannya.

Warung Kopi Ake Belitung

Alamat : Kawasan Kafe Senang, Tanjung Pandan, Belitung. Buka 5.30 - 18.30. Telp 0719-21462. Lokasi GPS : -2.73979, 107.63321, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Hotel di Belitung, Tempat Wisata di Belitung, Peta Wisata Belitung.




. Updated :

Versi Mobile | Kembali ke atas