Mie Belitung Atep Tanjung Pandan

Mie Belitung Atep Tanjung Pandan, itulah tempat makan yang pertama saya singgahi setiba di Kota Tanjung Pandan, Belitung, selepas memotret Tugu Batu Satam yang letaknya berdekatan. Serombongan orang tengah menyelesaikan santapannya ketika saya tiba di warung yang cukup sederhana itu. Seluruh meja masih penuh.

Sebelah kanan depan rumah untuk menyimpan bahan-bahan dan meracik Mie Belitung Atep, sedangkan di bagian kiri dimanfaatkan untuk berjualan berbagai macam roti serta pernak-pernik aksesori telepon genggam. Beberapa muka saya kenali sebagai orang-orang sepesawat. Mereka tiba lebih dahulu lantaran tidak mampir ke Danau Kaolin. Seorang Ibu bertubuh subur, belakangan saya ketahui ia adalah si empunya warung bernama Ny. Atep, mempersilahkan saya untuk masuk ke bagian dalam rumah, yang rupanya memang telah dipersiapkan sebagai tempat tambahan jika meja-meja di bagian depan telah dipenuhi pengunjung.

Di ruangan dalam dimana kami duduk sebenarnya adalah ruangan keluarga, dimana terpasang sebuah pesawat TV berukuran sedang, dan saat itu ada Monika, anak bungsu Ny Atep, yang tengah menyuapi anaknya yang masih kecil. Dari Monika, yang saya ajak ngobrol sambil menunggui pesanan datang, saya mendapatkan sedikit cerita tentang Mie Belitung Atep ini.

mie belitung atep tanjung pandan
Tidak sampai menunggu lama, Mie Belitung Atep yang kami nantikan pun datang, bersama dengan datangnya segelas Es Jeruk Kunci, begitulah nama minuman khas peneman makanannya yang banyak dipesan di warung ini. Keluarga Atep telah berjualan mie di tempat ini sejak tahun 1973. Ketika itu dinding rumah mereka masih terbuat dari papan.

Selain mie kuning, Mie Belitung Atep berisikan irisan kentang, potongan tahu goreng, irisan timun segar, bakwan udang yang dipotong seperti dadu, sepotong udang rebus, beberapa emping mlinjo kecil, dan kuah kaldu kental yang disiramkan selagi panas. Adalah kuahnya yang memberi rasa khas dan nikmat pada Mie Atep ini, sehingga pas sebagai jajanan diantara makan berat.

Di sebelah kiri ruangan terdapat sepanci irisan bakwan udang dipotong seperti dadu yang menjadi salah satu penyedap Mie Belitung Atep. Awalnya keluarga Atep hanya menjual mie dan nasi tim, yang masih bertahan sampai saat ini. Slada dan soto yang sempat mereka jual selama beberapa waktu kini sudah tidak ada lagi di menu.

Lokasi rukonya yang sangat strategis di tengah Kota Tanjung Pandan, Belitung, serta rasanya makanannya yang khas, membuat Mie Belitung Atep layak menjadi sasaran pertama untuk disinggahi oleh para pejalan yang baru saja tiba di Belitung, baik yang lewat udara maupun yang melalui pelabuhan laut.

Ketika kami beranjak pergi, Ny. Atep yang saat itu telah berusia 67 tahun namun masih tampak sehat dan segar itu, tengah menghitung secara manual harga yang harus dibayar pengunjung Mie Belitung Atep setelah selesai bersantap. Mudah-mudahan ia masih sehat. Suaminya, Pak Atep, telah meninggal dunia pada tahun 2001.

Sepiring Mie Belitung Atep waktu itu harganya masih Rp.10.000, dan Es Jeruk Kunci Rp. 4.000. Jika ingin mencoba Nasi Tim Atep yang berisi irisan daging ayam, emping, dan ketimun, harganya adalah Rp. 11.000. Harga yang masih sangat terjangkau bagi kebanyakan orang.

Untuk mempercepata pelayanan terutama di saat sibuk, beberapa piring Mie Belitung Atep telah disiapkan di bagian kiri ruang depan, tinggal menambahkan emping dan menyiramnya dengan kuah kaldu, siap untuk dihidangkan. Cara seperti ini biasa dilakukan oleh banyak tempat kuliner yang ramai pengunjung agar palanggan tak perlu menunggu lama, terutama pada jam sibuk, karena kecepatan pelayanan merupakan salah satu kunci kepuasan pelanggan.

Monik yang telah selesai menyuapi anaknya ikut membantu ke depan, berdiri di samping foto-foto seleb yang pernah mampir di Mie Belitung Atep. Diantaranya terlihat foto pelawak bergigi mancung yang pernah terkenal sebagai pembawa acara talk show di sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta, mantan presiden dan puterinya, serta foto beberapa seleb lainnya.

Kesetiaan keluarga ini menggeluti usaha mie selama lebih dari 40 tahun membuat Mie Belitung Atep diakui sebagai pelopor Mie Belitung di Kota Tanjung Pandan, dan karenanya menjadi tempat yang paling ramai dikunjungi pejalan dari luar kota, mulai dari orang biasa, artis, sampai pejabat dan tokoh politik.

Mie Belitung Atep

7 foto di gallery. Alamat : Jalan Sriwijaya No.27, Tanjung Pandan, Belitung. Telp: 071-921464. Lokasi GPS : -2.73977, 107.63399, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam Buka : 08.00 - 19.00. Rujukan : Hotel di Belitung, Tempat Wisata di Belitung, Peta Wisata Belitung.
Label : .
Updated : November 01, 2018
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Follow : Twitter, Facebook, Subscribe, Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!