Masjid Angke Jakarta Barat

March 28, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Masjid Angke Jakarta adalah salah satu masjid tua yang masih bertahan, dan kuat, di tengah permukiman padat Kota Jakarta. Masjid Jami Angke, yang nama resminya Masjid Al-Anwar, lokasinya berada di Gg. Masjid No. 1, di selatan Jl Pangeran Tubagus Angke RT 01/RW 05, Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Kendaraan harus parkir di tepi Jl Tubagus Angke, karena Masjid Jami Angke berada dalam gang kecil. Mulut Gang Masjid pada GPS -6.14264, 106.79609. Setelah berjalan 50 meter dari mulut gang kami sampai ke halaman masjid yang tak begitu luas, namun bersih dan dikeramik. Suasana kampung sangat terasa di tempat ini. Pintu pagar masjid yang berjeruji besi dibiarkan terbuka yang membuat orang bebas keluar masuk area Masjid Angke Jakarta ini. Kampung Bali dimana masjid didirikan ini dulunya dikenal dengan nama "Kampung Goesti", karena perkampungan ini pernah dipimpin oleh Kapten Goesti Ktut Badulu. Di seberang pagar masjid terdapat papan hijau dengan tulisan putih yang berbunyi "Makam Pangeran Syarif Hamid Bin Sultan Syarif Abd Rahman Al Kadri dari Pontianak. Wafat th 1854"

Menurut Muhammad Habib, pengurus masjid generasi ke-8, Masjid Angke Jakarta yang didirikan pada 1761 ini arsiteknya adalah Syaikh Liong Tan, dengan dukungan dana Ny. Tan Nio, yang masih ada hubungannya dengan Ong Tin Nio, istri Syarif Hidayatullah. Karena itulah pengaruh arsitektur Tiongkok juga ada pada bangunan Masjid Jami Angke ini.

masjid angke jakarta
Bagian depan Masjid Angke Jakarta dibatasi dengan pilar beton pendek dan pagar besi itu. Halaman Masjid Angke yang luasnya sekitar 500 m2 sebagian besar telah ditutup bangunan tambahan beratap seng yang digunakan untuk tempat sholat jika ruang utama sudah penuh, tempat wudhu, ruang perpustakaan, dan tempat untuk mengaji.

Atap tumpang susun Masjid Jami Angke Jakarta ini bergaya limasan dengan mustaka kecil di puncaknya. Limasan adalah bentuk rumah adat Jawa yang sederhana dimana konstruksi bangunan bisa dibongkar pasang karena secara keseluruhan memakai konstruksi kayu. Speaker masjid ada di bawah mustaka mengarah ke selatan dan utara. Tak ada menara.

Posisi ruang utama Masjid Angke dibuat lebih tinggi dari halamannya, mungkin untuk mengantisipasi banjir. Pada sisi kanan masjid terdapat ruangan sekretariat dan perpustakaan, dan di sebelah kirinya terdapat ruangan untuk tempat anak-anak mengaji. Dzikir bulanan di Masjid Angke Jakarta biasanya dilakukan setiap minggu ke-empat, setelah sholat dhuha, dan setiap malam Jumat juga diadakan dzikir serta Yasinan yang dilakukan oleh jamaah masjid.

Bentuk dan ornamen menarik ada pada pintu masuk utama ke dalam ruangan Masjid Angke Jakarta, dengan warna coklat tua yang melebar bawahnya, dihias ukiran dan gegaris berwarna keemasan. Sementara lubang anginnya pada tembok diberi ornamen botol-botolan coklat tua bersusun dan berjajar ke samping, dengan garis lingkar berwarna keemasan.

Pintu masuk ini juga dibiarkan terbuka, sehingga bagian mihrab dan mimbar berundak tampak terlihat dari jauh, dengan ornamen kaligrafi pada tembok bagian atasnya. Samar-samar terlihat anak tangga kayu yang menuju ke lantai-2 di belakang lubang angin yang berada di sebelah kiri.

Ruang utama Masjid Angke Jakarta sepenuhnya telah dilapisi oleh karpet sembahyang yang tampak bersih dan relatif masih baru. Bagian mihrab, arah kiblat, tampak elok karena mimbarnya yang tinggi sehingga ada sejumlah undakan dan dibuat seperti gapura paduraksa yang anggun. Kisi lubang hawa pada dinding ruangan juga berbentuk botolan.

Bagian dalam puncak atap Masjid Angke yang berbentuk persegi empat semuanya terbuat dari kayu. Di keempat sisinya terdapat kisi-kisi jendela kayu, yang di bawahnya, pada sisi kiri dan kanan, terdapat tulisan Arab dalam kotak yang berjumlah 101. Jumlah 99 mungkin berisikan sifat-sifat Allah, namun entah apa yang berada di dua kotak sisanya.

Empat pilar beton yang berada ruang utama masjid tampak kokoh, dengan lekuk garis simetris pada bagian bawah dan atasnya, serta ornamen kaligrafi di bagian atas. Keempat pilar setinggi 9 meter ini konon melambangkan empat sahabat nabi. Masjid Angke Jakarta pernah mengalami beberapa pemugaran, diantaranya adalah pada tahun 1969-1970, 1973, 1974, dan 1985-1987.

Di halaman belakang masjid terdapat Makam Syaikh Liong Tan, arsitek Masjid Angke Jakarta. Ada dua kelompok makam di sana, sedangkan satu kelompok pemakaman lagi ada di seberang depan masjid. Di sekitar masjid ini dimakamkan orang-orang keturunan Arab, Bali, Banten, Pontianak, dan Tartar. Ada sejumlah ornamen nisan yang menarik di sana. Di halaman belakang masjid ada pula Makam Sarifah Maryam, dan Makam Syekh Jaffar yang adalah anak Pangeran Tubagus Angke yang diberi pembatas besi dan ditutup dengan kelambu. Setelah melihat makam di bagian belakang Masjid Angke Jakarta, Pak Muhammad Habib menemani saya ke kompleks makam tua lainnya yang berada persis di seberang masjid.

Makam Pangeran Syarif Hamid Al Kadri berada di bawah cungkup, ditutupi kelambu berwarna kuning keemasan di bagian bawah dalamnya. Ayahnya, Sultan Syarif Abd. Rachman Al Kadri, adalah pendiri Kota Pontianak. Konon Pangeran Syarif Hamid Al Kadri memimpin pemberontakan melawan Belanda pada tahun 1800-an, namun tertangkap dan dibuang ke Batavia. Di belakang Makam Pangeran Syarif Hamid Al Kadri terdapat Makam Ibu Ratu Pembayun Fatimah, anak dari Sultan Maulana Hasanudin, dari Keraton Surosowan, Banten, yang menjadi isteri Pangeran Tubagus Angke. Bagian luar makam Pangeran Syarif Hamid Al Kadri terdapat tulisan berhuruf Arab gundul yang diukir di atas sebuah batu marmar.

Masjid Angke Jakarta

Alamat : Gg. Masjid No. 1, Jalan Pangeran Tubagus Angke RT 01/RW 05, Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Telp. 021-6348768. Lokasi GPS : -6.14339, 106.79607, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sepanjang hari dan malam. Harga tiket masuk : gratis.

Galeri Foto Masjid Angke

Ornamen pintu masuk utama ke ruang utama Masjid Angke Jakarta yang terlihat klasik dengan warna coklat tua berhias ukiran dan garis keemasan. Lubang angin pada tembok menggunakan hiasan botolan coklat tua yang dibuat bersusun dan berjajar ke arah samping, dengan garis lingkar keemasan.

masjid angke jakarta

Pada keempat sisi bagian atas pilar beton terdapat bentuk kotak plus berlatar hijau berisikan kaligrafi ayat suci dalam huruf Arab. Demikian pula pada area pada papan penghubung pilar yang ada di atasnya.

masjid angke jakarta

Empat pilar masjid tampak kokoh karena terbuat dari beton, berlekuk garis simetris pada sisi bawah dan atas. Ada pula kaligrafi di sisi atas. Pilar sokoguru dengan tinggi 9 meter ini melambangkan empat sahabat nabi. Masjid Angke Jakarta dipugar pada tahun 1969-1970, 1973, 1974, dan 1985-1987.

masjid angke jakarta

Ruang utama Masjid Angke Jakarta dilapisi seluruhnya dengan karpet sembahyang yang bersih dan masih bagus. Bagian mihrab terlihat bagus dengan mimbar tinggi berhias gapura paduraksa anggun. Kisi lubang hawa berbentuk botolan pula.

masjid angke jakarta

Tidak sebagaimana mimbar pada umumnya yang terbuat dari kayu dan biasanya berukir, mimbar di Masjid Angke ini bagian depannya menyerupai bentuk gapura paduraksa dengan ornamen garis-garis geometris. Lantai mimbar juga dibuat setinggi sekitar satu meter dengan empat undakan.

masjid angke jakarta

Bagian dalam puncak atap Masjid Angke yang berbentuk persegi empat dan semuanya terbuat dari kayu. Di keempat sisinya terdapat kisi-kisi jendela kayu, yang pada sisi kiri dan kanan bawahnya terdapat tulisan Arab dalam kotak yang berjumlah 101. Jumlah 99 mungkin berisikan sifat-sifat Allah, namun entah apa yang berada di dua kotak sisanya.

masjid angke jakarta

Di ujung kiri atas terlihat tangga kayu yang menuju ke bagian puncak limasan masjid, mungkin digunakan untuk memperbaiki atau mengganti speaker yang ada di sana. Lampu gantung masjid terlihat cukup cantik.

masjid angke jakarta

Pandangan dari dekat pintu masuk utama ke arah mihrab, yang menunjukkan arah kiblat (Mekah) di Masjid Angke. Kotak sumbangan diletakkan di tengah antara pilar agar terlihat lebih jelas. Dua orang jamaah tampak tengah melakukan ibadah shalat.

masjid angke jakarta

Pandangan sudut pada ruang utama masjid dilihat daro pojok depan mengarah ke pintu utama, memperlihatkan tangga kayu yang menuju bagian atas masjid. Jika saja triplek di langit ruangan itu dibuka, maka ruangan akan terlihat lebih lega dan sirkulasi udara menjadi lebih baik.

masjid angke jakarta

Pandangan ruang utama Masjid Jami Angke dari pintu samping ketika beberapa orang tengah sembahyang di dalam masjid. Pencahayaan di dalam masjid cukup baik karena jendela kisi botol di semua dindingnya.

masjid angke jakarta

Rangkaian huruf Arab yang mengambil dari ayat-ayat suci Al Quran diukir pada papan kayu yang berada di bagian dalam atas pintu utama Masjid Jami Angke. Tulisan itu menggunakan huruf Arab gundul.

masjid angke jakarta

Ornamen bebungaan dan suluran pada bagian atas pintu utama. Bentuk pintu Masjid Angke Jakarta ini mengingatkan saya pada bentuk gapura paduraksa yang biasanya memisahkan bagian tengah dan bagian dalam sebuah bangunan suci.

masjid angke jakarta

Makam Syaikh Liong Tan di halaman bagian belakang Masjid Jami Angke yang dibuatkan penutup sederhana dan dikeliling pagar bambu. Liong Tan dipercayai sebagai arsitek Masjid Jami Angke. Karena itulah pengaruh arsitektur Tiongkok juga ada pada bangunan Masjid Jami Angke ini.

masjid angke jakarta

Makam dengan batu nisan yang menyerupai pagoda bertingkat atau meru yang menarik ini masih berada di bagian belakang Masjid Angke. Nisan di sebelahnya memiliki bentuk yang berbeda namun juga bagus. Sayang sekali tak ada nama yang diukir di sana.

masjid angke jakarta

Makam Syarifah Maryam ini letaknya terpisah dengan makam lainnya dan cungkupnya dibangun pada 1974. Jika melihat namanya maka boleh jadi penghuni makam tua ini adalah seorang keturunan Arab yang dipercaya sebagai salah satu Wali, sehingga makamnya dikeramatkan.

masjid angke jakarta

Makam Syekh Jaffar dengan nisan berbentuk meru penduek yang diberi pembatas jeruji besi dan ditutup dengan kelambu berwarna kuning. Beliau adalah anak Pangeran Tubagus Angke. Poster berisi ayat suci ditempelkan pada pagarnya.

masjid angke jakarta

Muhammad Habib, pengurus Masjid Angke generasi ke-8, di depan sebuah makam tua yang ada di belakang masjid. Ada baiknya nama-nama penghuni makam ditulis dengan jelas di setiap makam itu, karena ingatan orang akan mudah hilang dimakan waktu.

masjid angke jakarta

Nisan terbuat dari batu putih dengan ukiran yang elok, namun sayangnya ada bagian yang sudah patah, dan nisan ini pun posisinya dalam keadaan miring. Nisan yang dibebat mori menandai bahwa ada yang istimewa dengan penghuninya.

masjid angke jakarta

Tengara nama Masjid Jami Angke yang berada di sebelah kiri pintu masuk ke halaman masjid. Atap limasan tumpang masjid tampak terlihat di belakangnya. Ujung atap yang melengkung menyerupai pelana adalah pengaruh budaya Tiongkok.

masjid angke jakarta

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Barat, Tempat Wisata di Jakarta Barat, Hotel Melati di Jakarta Barat, Peta Wisata Jakarta Barat, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.