Pantai Matras Bangka

Oleh Bambang Aroengbinang. October 26, 2018
Pantai Matras Bangka adalah satu dari empat pantai menawan yang saya kunjungi di Pulau Bangka. Pantai Matras menyajikan indahnya pemandangan langit biru, serakan awan putih keperakan, butiran pasir putih halus bersih, debur air laut jernih berkilau biru hijau, dan silir angin dalam keteduhan bayang pohon nyiur di sepanjang garis pantai yang luas.

Kunjungan ke Pantai Matras Bangka ini agak pendek, sehingga tempat menarik di sekitar pantai banyak terlewatkan karena bentangnya yang boleh dikatakan sangat panjang, dan tentu akan memerlukan waktu cukup lama jika berjalan dari ujung ke ujung.

Bagi penggemar gunung mungkin heran mengapa orang pergi ke pantai dan menghabiskan waktu di sana, meski udara pantai panas menyengat, berangin kencang dan air asinnya kadang membawa bau yang tak sedap. Tapi begitulah, orang memiliki kesenangan sendiri-sendiri, yang kadang bisa berubah jika sudah bosan menikmatinya secara terus menerus.

pantai matras bangka
Inilah surga Pantai Matras, dengan jejeran pohon nyiur melambai di sepanjang tepian pantai, hamparan pasir putih yang halus dan bersih, air laut jernih dengan gelombang yang jinak, serta langit biru indah dihiasi awan keperakan yang menggantung di sana-sini. Namun sejarah menunjukkan bahwa semakin cantik sebuah tempat, semakin berbahaya pula ia bagi penghuninya. Jika bukan karena alam, maka keserakahan manusia pendatanglah yang telah atau akan menghancurkannya. Karenanya, surga hari ini bisa jadi merupakan neraka bertahun-tahun sebelumnya, atau bertahun kemudian.

Di sisi sebelah kanan Pantai Matras pada bagian ujungnya membentuk semacam tanjung yang menjorok ke arah laut. Saat itu ada sebuah titik di tepi Pantai Matras dimana terdapat setangkai pelepah nyiur kering tergeletak menyerong di atas pasir putih yang bersih. Ada keindahan tersendiri. Sesuatu yang diabaikan oleh sebagian orang, bisa terlihat cantik atau menarik bagi yang lain. Setiap segala sesuatu mestinya memang ada pasangannya yang tepat.

Satu ketika saya melihat ada seorang anak laki-laki kecil berjalan kaki pelan sambil seolah merenung meninggalkan tepian laut. Entah ada yang memang sedang dipikirkannya, atau hanya melihat langkah kakinya agar tidak terantuk pada bebatuan yang terserak di sana. Betapa pun jangan pernah meremehkan ketajaman pengamatan anak-anak pada apa yang terjadi di rumah dan di lingkungan sekitarnya.

Jika anak-anak lebih senang bermain air laut, banyak orang dewasa yang lebih suka menikmati suasana Pantai Matras dengan duduk-duduk di atas hamparan pasir putih di bawah rindang bayang pepohonan nyiur pantai. Tongkat narsis belum lagi ditemukan saat foto ini diambil, sehingga ada pasangan muda yang harus memotret pasangannya secara bergantian dengan berdiri di atas sebuah batu besar yang berada di pinggiran pantai.

Ada momen menarik ketia seorang gadis kecil berlari menjauh dari kejaran gelombang air laut Pantai Matras yang menguntit ketat di belakangnya. Ia terlihat seolah tengah menari, bercengkerama dengan alam yang genit menggodanya. Laut memang menjadi tampak lebih hidup dan menarik manakala ada berbagai jenis manusia berada di sana dengan segala tingkah polahnya.

Adanya cukup banyak anak-anak kecil yang sedang asik bermain menerjangi buih ombak yang datang susul menyusul menyapa bibir Pantai Matras, tanpa ditemani orang tuanya, menunjukkan pantai ini tampaknya aman buat mereka semua.

Sejumlah batu besar yang berada di dalam air laut Pantai Matras, serta gelombang yang sepertinya tidak begitu tinggi, membuat Pantai Matras Bangka terlihat bersih dari para peselancar. Bisa jadi oleh karena keberadaan batu-batu itu yang bertindak sebagai pemecah gelombang alami sehingga tak ada alun air laut besar yang menghantam tepian pantai.

Pantai Matras membentang sejauh 3 km dengan lebar pantai antara 20-40 meter. Pantai ini berada di Desa Matras, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sungailiat, tidak jauh dari Pantai Parai, sekitar 40 km dari kota Pangkalpinang, Ibukota Pulau Bangka. Agaknya karena keindahannya, Pantai Matras juga dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Pantai Surga, dan merupakan pantai yang paling banyak dikunjungi, baik oleh orang Bangka sendiri maupun pengunjung dari luar pulau.

Pantai tentu saja dapat memberi apa yang gunung tidak bisa sajikan, dan sebaliknya. Masing-masing memiliki kelemahan bawaan, menurut sementara orang, yang tidak begitu dihiraukan atau malahan menarik bagi orang lain. Orang cenderung selalu mencari sesuatu yang mereka belum miliki, atau yang telah lama pergi.

Pantai Matras Bangka

25 foto di gallery. Alamat : Desa Matras, Kecamatan Sungailiat, Pangkalpinang, Pulau Bangka. Lokasi GPS : -1.798728, 106.114286, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Hotel di Sungaliat, Peta) . Hotel di Bangka . Tempat Wisata di Bangka.
Label : .
Share, Print!
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.
Disarankan untuk Anda Follow me