Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak

Meski roman muka saya tak berubah ketika tiba di kompleks wisata spiritual Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak, namun berada di cungkup makamnya sesungguhnya merupakan hal yang teramat istimewa. Itu tentu tak lepas dari kesan yang melekat lama di pikiran tentang penggambaran sosok dan kiprah Sunan Kalijaga, sejak beliau remaja hingga menjadi seorang wali kinasih dan disegani.

Ketika masuk Kadilangu matahari sudah condong ke barat. Kasmudi (Budi Rentcar 0858 6572 5176) membawa kami ke halaman Masjid Sunan Kalijaga di sisi timur makam. Rombongan besar peziarah biasanya masuk dari selatan, dekat kolam Segaran peninggalan Sunan Kalijaga. Sedangkan di depan masjid yang bergaya Jawa itu area parkirnya kecil saja. Lorong beratap rapi sepanjang 90 meter yang menuju ke Makam Sunan Kalijaga Kadilangu itu berada persis di samping masjid. Lorong ini kemudian bertemu dengan lorong dari selatan yang panjangnya 160 meter dan kiri-kanannya dipenuhi kios pedagang. Lorong berlantai keramik dengan ornamen bebungaan di beberapa titik itu kemudian berlanjut sejauh 20 meter ke utara lalu belok kiri.

Di kanan lorong setelah belokan itu terdapat sebuah pendopo tempat peziarah wisata spiritual mengisi buku tamu dan memberi sumbangan serelanya, sedangkan di sisi kirinya terdapat situs batu tempat duduk Sunan Kalijaga. Setelah 25 meter, lorong berbelok ke kanan dan gerbang Makam Sunan Kalijaga Kadilangu ada 20 meter di depan sana.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Secara tak sengaja saya melihat Makam Arya Penangsang, Adipati Jipang Panolan, di sisi barat daya area kompleks Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak. Arya Penangsang yang sakti mandraguna adalah murid kesayangan Sunan Kudus, hanya saja sifatnya berangasan dan tak tanggap sasmita.

Saat ia dan Adipati Pajang Hadiwijaya sama-sama menghunus keris, Sunan Kudus memerintahkan keduanya untuk menyarungkannya. Hadiwijaya langsung menurut, namun baru pada perintah ketiga Arya Penangsang menyarungkan keris ke wrangkanya, padahal konon maksud Sunan Kudus agar keris itu disarungkan ke tubuh Hadiwijaya.

Adalah berkat Sunan Kalijaga maka Sunan Kudus kemudian mengambil posisi netral dalam perebutan kekuasaan antara Arya Penangsang melawan Hadiwijaya, murid Sunan Kalijaga yang didukung Ratu Kalinyamat. Sang Ratu adalah adik Sunan Prawoto dan isteri Pangeran Hadlirin, keduanya tewas dibunuh oleh orang suruhan Arya Penangsang.

Ini adalah kisah balas dendam dan perebutan tahta, karena ketika Arya Penangsang masih kecil, ayahnya (Rd Kikin / Pangeran Sekar Seda Lepen) dibunuh dengan keris Kyai Setan Kober oleh Rd Mukmin (Sunan Prawoto) di tepi kali sehabis shalat Jumat. Itu membuat Trenggana (ayah Rd Mukmin dan adik Pangeran Sekar) bisa naik tahta menjadi Sultan Demak.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

"Selo Palenggahanipun Kanjeng Sunan Kalijaga", atau batu tempat duduk Sunan Kalijaga terlihat berada di tengah sana, dikelilingi tembok yang pendek. Batu itu digunakan sebagai tempat duduk Sunan Kalijaga ketika memberi wejangan kepada para muridnya. Sunan Kalijaga lahir pada 1450 M dan dipercayai berusia lebih dari 100 tahun. Beliau ikut mendirikan Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon, serta menciptakan tatanan pusat kota berupa keraton, alun-alun, beringin kurung dan masjid.

Cungkup makam Sunan Kalijaga berukuran cukup besar dengan atap limasan tumpang yang tinggi. Pada puncaknya terdapat mustaka yang bersayap di keempat sudutnya. Di luar tembok cungkup yang pintunya tertutup rapat, terdapat sejumlah kubur yang jumlahnya cukup banyak, dengan beberapa nama yang cukup terkenal dan disegani.

Saat itu beberapa peziarah tampak tengah duduk bersila dan dengan khusuk membaca dzikir, ayat suci, atau berdoa di dekat dinding cungkup makam Sunan Kalijaga. Pilar cungkup dilapis keramik dengan ornamen limasan atas bawah. Dinding diantara pilar dihiasi ukiran dan kaligrafi. Jendela ukirnya dilapis dengan teralis besi untuk pengaman. Ada sembilan blok di kompleks wisata spiritual ini, berisi 175 makam, termasuk makam putra-putrinya, seperti Panembahan Hadi, Ratu Retno Pembayun, Ratu Panenggak, Raden Abdurrachman.

Tepat di sebelah dinding cungkup ada kubur Panembahan Pengulu, cucu Sunan Kalijaga, dikerumuni oleh sejumlah peziarah. Ada pula makam abdi kinasihnya, yaitu Kyai dan Nyai Derik; makam Dewi Roso Wulan, adiknya; dan makam Raden Tumenggung Wilotikto, ayahandanya.

Di kompleks Makam Sunan Kalijaga Kadilangu ada jirat kubur Kanjeng Raden Ayu Tumenggung Haryo Mertoningrat yang wafat pada 1870 M. Lalu ada jirat kubur Pengeran Widjil IV (RM Sudjalmo) yang menjadi Pengageng Perdikan Kadilangu pada 1816 - 1824, juga kubur Pangeran Widjil III (RM Sukardjo) dan isterinya yang menjadi Pengageng Kadilangu pada 1779 - 1816.

Di luar tembok cungkup ada jirat kubur Mpu Supo yang adalah adik ipar Sunan Kalijaga, dan jirat kubur putra Mpu Supo bernama Djaka Suro. Uniknya, Makam Mpu Supo juga saya temui ketika berkunjung ke Petilasan Sunan Kalijaga di Gresik dan di wisata spiritual Situs Giri Kedaton.

Kanjeng Sunan Kalijaga dikenal gemar memakai seni, suluk, wayang dan gamelan untuk menyebarkan agama Islam. Ciptaan Sunan Kalijaga diantaranya adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul, Sekatenan, Gerebeg Maulud, serta cerita wayang Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu. Pada ritual tahun baru 1 Muharamam, di Kolam Segaran biasa diselenggarakan wayang kulit semalam suntuk, dan juga acara festival rebana, tahlil, serta doa secara bersama.

Setelah Sunan Kalijaga wafat maka Kadilangu dipimpin anak cucunya dengan gelar 'Panembahan' sampai keturunan ketujuh. Gelar 'Pangeran' digunakan mulai keturunan kedelapan hingga yang keduabelas. Pangeran Wijil yang terakhir wafat pada 11 Oktober 1880. Belakangan 'Panembahan' digunakan lagi sebagai gelar pemimpin lembaga adat Kadilangu. Haul Sunan Kalijaga dilakukan pada setiap tanggal 10 Muharam, baik di makam maupun di masjid Sunan Kalijaga, yang diisi dengan acara khataman Al Qur'an dan pengajian umum.

Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak ramai peziarah wisata spiritual saat penjamasan pusaka Kelambi Kyai Gondil dan Kyai Onto Kusumo, Keris Kyai Crubuk dan Kyai Sirikan, yang biasa berlangsung tiap 10 Zulhijah, jelang Idul Adha. Pada Jumat Pon, Pahing dan Kliwon juga ramai, karena pintu cungkup makam Sunan Kalijaga dibuka dari jam 08.00 - 17.00.

Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak

Alamat : Desa Kadilangu, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak. Lokasi GPS : -6.896602, 110.647747, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sepanjang waktu. Harga tiket masuk : gratis, sumbangan diharapkan.

Video



Galeri Foto Makam Sunan Kalijaga Kadilangu

Cungkup makam Sunan Kalijaga yang berukuran cukup besar dengan atap limasan tumpang yang tinggi. Pada puncaknya terdapat mustaka yang bersayap di keempat sudutnya. Di luar tembok cungkup yang pintunya tertutup rapat, terdapat sejumlah kubur yang jumlahnya cukup banyak, dengan beberapa nama yang cukup terkenal dan disegani. Di luar tembok cungkup ada jirat kubur Mpu Supo yang adalah adik ipar Sunan Kalijaga, dan jirat kubur putra Mpu Supo bernama Djaka Suro.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Tengara makam yang berbunyi "Pusara Pangeran Haryo Penangsang", dan lalu ada nama pemugarnya, serta tanggal pemugaran, yang ditoreh pada sebidang keramik. Pagar keliling dan temboknya rendahnya terkesan sederhana.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Posisi Makam Arya Penangsang terlihat di ujung sana, di pojok barat daya kompleks Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak, dengan sedikit pelataran berkeramik di depan pintunya.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Pandangan menuju ke arah lorong kedatangan. Di ujung sana, di sebelah kirinya, adalah pendopo tempat mengisi buku tamu dan sumbangan, dan di seberangnya adalah batu tempat duduk peninggalan Sunan Kalijaga. Berbelok ke kanan di ujung sana akan menuju ke Masjid dan Kolam Segaran.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Seorang petugas kebersihan tengah membawa tong sampah di lorong yang menuju ke cungkup Makam Sunan Kalijaga Kadilangu, dengan melewati gapura paduraksa yang diapit tembok keliling yang rendah.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Jirat kubur dengan nisan tinggi itu dihuni Mpu Supo yang adalah adik ipar Sunan Kalijaga, dan di latar depan adalah jirat kubur putra Mpu Supo yang bernama Djaka Suro. Uniknya, Makam Mpu Supo juga saya temui ketika berkunjung ke Petilasan Sunan Kalijaga Gresik dan di Situs Giri Kedaton di Gresik.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Ada pula jirat kubur Kanjeng Raden Ayu Tumenggung Haryo Mertoningrat yang wafat pada Kamis Wage 11 Syawal 1801 H (1870 M). Kuburnya tampak sangat elok dengan ornamen cantik pada nisan.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Beberapa peziarah tampak tengah duduk bersila dan dengan khusuk membaca dzikir, ayat suci, atau berdoa di dekat dinding cungkup makam Sunan Kalijaga. Pilar cungkup dilapis keramik dengan ornamen limasan atas bawah. Dinding diantara pilar dihiasi ukiran dan kaligrafi. Jendela ukirnya dilapis dengan teralis besi untuk pengaman. Ada sembilan blok di kompleks wisata spiritual ini, berisi 175 makam, termasuk makam putra-putrinya, seperti Panembahan Hadi, Ratu Retno Pembayun, Ratu Panenggak, Raden Abdurrachman.

makam sunan kalijaga kadilangu demak


Jirat kubur Kanjeng Pangeran Widjil IV (RM Sudjalmo) yang menjadi Pangageng Perdikan Kadilangu pada 1816 - 1824, dengan ornamen yang jauh lebih sederhana dibanding kubur sebelumnya.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Kubur Kanjeng Pangeran Widjil III (RM Sukardjo) yang bersisian dengan kubur isterinya yang menjadi Pangageng Kadilangu pada 1779 - 1816. Isterinya adalah putri Raden Tumenggung Tjondrokusumo, Bupati Kudus.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Beberapa peziarah duduk bersila diantara jirat kubur yang berada di luar dinding cungkup atau pendopo dimana di dalamnya terdapat jirat kubur Sunan Kalijaga. Peziarah sering harus puas dengan hanya memegang dinding pendopo ketika berdoa menyampaikan maksud kedatangannya. Ukiran pada dinding pendopo tampak dibuat dengan sangat halus dan memikat.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Satu keluarga tampak tengah khusuk berdoa di depan jirat kubur Panembahan Pengulu, cucu Sunan Kalijaga, yang berada di sisi luar dinding pendopo Makam Sunan Kalijaga.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Jirat kubur Panembahan Wijil di kompleks Makam Sunan Kalijaga Kadilangu. Urutan silsilah Panembahan Wijil adalah sebagai berikut: Sunan Kalijaga - Panembahan Kali - Panembahan Pengulu - Panembahan Ketib - Panembahan Sabrang - Panembahan Notoprodjo - Panembahan Widjil.

makam sunan kalijaga kadilangu demak
Seorang peziarah tengah berdoa menghadap dinding pendopo dimana terdapat jirat kubur Sunan Kalijaga, dengan memunggungi jirat kubur Panembahan Sabrang, yang adalah kakek Panembahan Wijil pada foto sebelumnya.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Mustaka pada puncak atap limasan tumpang pendopo atau cungkup Makam Sunan Kalijaga Kadilangu, Demak, yang terlihat anggun dan elok.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Cungkup makam terpisah yang di dalamnya terdapat jirat kubur Pangeran Wijil V (RM Sayid) yang menjadi Pangageng Kadilangu pada tahun 1824 - 1887. Mulai keturunan ke delapan sampai keturunan ke duabelas menggunakan gelar Pangeran Wijil, setelah sebelumnya menggunakan gelar "Panembahan".

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Sebuah pohon yang daunnya habis meranggas menarik perhatian saya saat melihat jirat-jirat kubur yang ada di area terbuka kompleks Makam Sunan Kalijaga Kadilangu.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Lorong Utama yang berawal pada akses masuk sisi Selatan dimana terdapat Kolam Segaran peninggalan Sunan Kalijaga. Ke kiri adalah ke arah Masjid Sunan Kalijaga yang panjang lorongnya sekitar 90 meter.

makam sunan kalijaga kadilangu demak

Info Demak

Hotel di Demak, Peta Wisata Demak, Tempat Wisata di Demak.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑