Foto Patung Pangeran Diponegoro

Patung Pangeran Diponegoro dipandang dari halte bus di sisi selatan Taman Suropati, mengarah ke Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang berpunggungan dengan Masjid Agung Sunda Kelapa. Ornamen model Betawi tampak pada bagian atas foto yang dipasang pada atap halte.



Foto lebih dekat pada Patung Pangeran Diponegoro Menteng saat air mancur sedang melonjak agak tinggi. Air mancur bukan hanya menjadi penyegar mata orang yang memandangnya, namun juga menjadi penyegar bagi tetumbuhan dan surga bagi burung-burung bebas melepas dahaga karena taman ini jarang dilewati manusia, kecuali tukang kebun.



Sosok Patung Pangeran Diponegoro dengan keelokan detail karya seninya. Penggambarannya indah dan hidup, dengan jubahnya berkibar, ikat kepala berjumbai di punggung, serta posisi tubuh pas dan tangan memegang landean tombak.



Saya sempat didatangi petugas keamanan rumah kediaman resmi duta besar sebuah negara adi daya. Ia meminta KTP, namun saya tolak, karena saya berada di tempat publik, tak ada urusan dengan segala macam dubes, dan tak pula memotret kediamannya.



Sudut pandang yang memperlihatkan posisi Patung Pangeran Diponegoro terhadap halte bus yang berada di tepi Taman Suropati. Di ujung sana adalah perempatan yang ke kanan ke arah kediaman resmi Wakil Presiden dan setelah itu ada Masjid Agung Sunda Kelapa yang ada di belakangnya.



Pandangan pojok dari trotoar yang berada di depan Gereja GPIB Paulus. Kendaraan berhenti di belakang garis lampu merah di ujung taman Bappenas dimana patung berada. Di ujung kiri bawah tampak Halte Taman Suropati.



Pandangan pojok dengan ditarik lebih ke belakang, memperlihatkan perempatan lampu merah ganda di ujung taman. Dari tempat saya berdiri tinggal berjalan kaki beberapa puluh langkah saja ke arah Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang bersebelahan dengan gereja.



©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.