Foto BP3 Yogyakarta 4

Arca-arca yang diletakkan dengan rapi di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta. Diantaranya adalah Arca Narasimha dan Arca Wamana Tiwikrama.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Arca yang sangat indah dan menarik di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta ini disebut Wamana Triwikrama. Dewa Wisnu menjelma menjadi Wamana (orang kerdil) dan meminta kepada Daitya Bali yang sangat lalim agar kepadanya diberikan tanah seluas tiga langkah. Setelah dikabulkan, maka dengan triwikrama (tiga langkah) Wisnu pun menguasai bumi, angkasa dan surga. Pemujaan pada Dewa Wisnu muncul pada periode klasik Jawa Tengah di abad VIII – IX M, bertujuan untuk menyelamatkan dunia karena kekacauan yang dianggap telah mencapai puncaknya. Arca yang terbuat dari batu andesit ini ditemukan pada 1989 oleh Bp Trimorejo.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Sebuah Arca Narasimha yang disimpan di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta. Arca ini terbuat dari batu andesit, ditemukan pada 1975 di Candi Ijo, sebagai penjelmaan Dewa Wisnu yang berbadan manusia berwajah Singa. Wisnu turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari kekejaman raksasa Hiranyakacipu yang hanya bisa dibunuh ketika senja. Munculnya Narasimha menyusul timbulnya kekacauan pada masa Kertayuga, di awal berdirinya Kerajaan Mataram Hindu abad VIII – IX M. Pemujaan terhadap Narasimha mengandung harapan agar kekacauan itu bisa segera berakhir.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Sisi lain dari arca-arca yang diletakkan dengan rapi di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta. Diantaranya, di sebelah kanan, adalah Arca Resi Agastya yang ditemukan di Candi Ijo, berasal dari abad IX – X M.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Resi Agastya diakui sangat berjasa dalam menyebarkan agama Hindu ke Selatan, termasuk ke Indonesia. Sering digambarkan dalam posisi berdiri, dengan dua tangan, berwajah tua, berkumis dan berjenggot panjang, perut agak buncit, memegang kendi dan tasbih, serta di samping belakangnya ada sebuah trisula.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

©2020 aroengBinang