Foto BP3 Yogyakarta 5

Sebuah Lingga di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta yang terlihat sangat cantik, terbuat dari batu granit yang ditatah halus. Lingga ini ditemukan di Candi Kedulan, berasal dari abad IX M (791 Saka). Aspek utama Lingga adalah melambangkan api atau cahaya, sebagai perwujudan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki oleh seorang raja.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Jaladwara terbuat dari batu andesit asal Ngentak, Menjing, Berbah, Sleman, dari abad X M. Jaldwara adalah binatang bawah mirip ikan, mulutnya menganga dan terdapat lubang. Bibir atasnya melingkar ke atas seperti belalai gajah yang diangkat. Di bagian belakang terdapat ekor panjang yang berfungsi sebagai saluran air. Jaladwara biasanya diletakkan di sudut-sudut bangunan candi sebagai penyalur air saat hujan turun untuk menyiram bangunan candi. Arca Jaladwara ini ditemukan pada 21 Januari 2007 oleh Saptowahono pada saat mencari pasir di Sungai Opak.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Jaladwara lainnya yang juga dibuat dari batu andesit asal Ngentak, Menjing, Berbah, Sleman, dari abada X M. Kondisi Jaldwara ini masih baik dengan stiliran tampak jelas. Jaladwara ini ditemukan oleh Sajiyo saat mencari pasir di Sungai Opak.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Arca Wisnu naik Burung Garuda yang dibuat dengan batu andesit dari abad IX-X M, hasil sitaan Kores 966 Sleman. Penggambaran Wisnu duduk di atas burung Garuda memperlihatkan peran Wisnu sebagai dewa pemelihara dunia untuk mengusir segala kejahatan yang mengganggu kententraman. Garuda bersedia menjadi wahana Wisnu dengan imbalan mendapat kehidupan abadi dan berkedudukan lebih tinggi. Garuda menjadi lambang keberanian, pengusir kegelapan dan kejahatan.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Prasasti Pananggaran di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta yang terlihat utuh dan cantik, terbuat dari batu andesit, ditemukan pada 2002 di Candi Kedulan. Prasasti ini berasal dari abad IX M, ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa Kuna, terdiri dari 14 baris, berpenanggalan 15 Agustus 869 M, berisi penetapan tanah perdikan dan bendungan di Pananggaran.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

©2020 aroengBinang