Kelenteng, Tradisi

Makna Sembahyang Sia An

Sembahyang Sia An adalah dilakukan untuk menyambut kedatangan Dewa Dapur (Tjao Kun Kong) dan Para Suci ketika mereka turun dari langit ke bumi. [Awal tulisan: Tradisi, Arti dan Makna Sembahyang Besar di Kelenteng]

Sembahyang dilaksanakan pada tanggal 4 bulan 1 Imlek, Cia-Gwee Ce-Sie, pada saat Dewa Dapur dan Para Suci turun ke Bumi setelah melaporkan kepada Thian (Tuhan YME) perbuatan manusia yang telah dilakukan pada tahun lalu dan membawa berkah atau hukuman.

Ritual Sembahyang Sia-An di Kelenteng Hok Tek Bio Purwokerto dimulai pada malam hari menyongsong Cia-Gwee Ce-Sie dengan Sembahyang Bersama dan dilanjutkan pada pukul 11.00 esok harinya.

Makna Sembahyang Sia An

Sembahyang ini melambangkan sifat Tuhan Yang Mahakasih, Mahaadil, Mahabijaksana dan Mahasuci. Setiap perbuatan akan membawa buah yang harmonis dengan kebenaran. Selaku makhiuk, manusia wajib takwa dan siap menerima Firman.

Pada hari itu umat membuka hati, dengan tulus dan kerendahan hati bersujud menerima Firman dari Thian, meningkatkan pembinaan diri. Berusaha menegakkan Firman dengan sepenuh Iman atas hidup manusia. Hanya dalam Kebajikan maka Thian akan Berkenan.

Didalam Sembahyang Sia An ada lima unsur keberkahan yang disebut “Ngo Hok Lim Bun" yang berarti "Lima Keberkahan Menyertai Penghuni Rumah”, yaitu:
1. Siu atau panjang umur.
2. Hok atau keberkahan.
3. Kang Liang atau sehat jasmani dan rohani.
4. Yu Hoo Tik atau mencintai kebajikan.
5. Khao Lok Ke atau hidupnya memenuhi Finnan Thian.

Lima Unsur Keberkahan ini Thian karuniakan kepada umat manusia, penghuni rumah yang sehari-harinya menjalankan kebaikan, mengamalkan kebajikan terhadap sesama manusia. [bersambung ke Sembahyang Khing Tie Kong]

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang sedang tinggal di Cikarang Utara. Traktir BA secangkir kopi. Secangkir saja ya! April 04, 2022.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".