Bass Cover, Blog Post, Leo Kristi

KRLK - Merah, Hitam, Putih, Hyang Bass Cover

Merah, Hitam, Putih, Hyang adalah judul salah satu lagu dari Konser Rakyat Leo Kristi, yang dimotori oleh mendiang Leo Imam Sukarno (lebih dikenal sebagai Leo Kristi) yang dirilis di album Catur Paramita. Produser album ini adalah Yockie Suryoprayogo.

Ini adalah salah satu lagu yang paling saya gemari, yang meski syairnya agak sulit dicerna awam oleh karena satu bait dengan bait syair lainnya seperti tak saling berhubungan, namun lagu ini memiliki karakter musik khas yang membuatnya menarik.

Karakter itu adalah aransemen musiknya sangat berbeda dengan lagu-lagu Konser Rakyat Leo Kristi lainnya, yang umumnya kaya dengan permainan melodi Leo Kristi pada gitar, gebukan gitarnya juga, suling, perkusi yang kental, serta di sejumlah lagu ada permainan piano yang menonjol, dan tentu petikan bass.

Yang paling menonjol di lagu Merah, Hitam, Putih, Hyang ini adalah permainan bass-nya yang ritmis di awal lagu dan di sebagian besar bagian lagu lainnya, dan dengan hentakan dan variasi di hanya beberapa bagian lagu saja.

Namun demikian, irama bass yang ritmis dan kunci irama yang cenderung statis inilah yang justru menjadi kekuatan lagu ini, selain minim atau tidak adanya permainan melodi gitar khas mendiang Leo, suling dan perkusi khas mendiang Naniel, dan bass yang berbeda karakternya dengan yang biasa dimainkan mendiang Mung Sri Wiyana. Ya, tiga pemain utama Konser Rakyat Leo Krist memang telah wafat.

Meskipun permainan bass-nya statis di awal lagu, namun bagi pemain bass amatiran seperti saya, menjaga tempo pada permainan ritmis adalah menjadi tantangan tersendiri, selain kemantapan petikan bass-nya. Beda memang, pemain bass yang benar-benar mendalami dan 'kawin' dengan bass-nya dengan pemain bass angin-anginan seperti saya.

Begitupun, itu tak mengurangi keinginan saya untuk membuat video bass covernya, seperti yang saya buat di Youtube di bawah ini. Jika banyak kekurangan, maklumi saja ... Jangan lupa subscribe ya :).

Ada beberapa bagian dari petikan bass di rekaman bass cover ini yang merupakan variasi tambahan saya sendiri, alias tak seperti aslinya.

Harus diakui bahwa masih banyak jam terbang dalam bermain bass yang mesti saya lewati, untuk benar-benar bisa keluar 'roso' dari suara bass yang dihasilkan, selainnya harus ada perbaikan pada metode perekaman karena masih minimnya pengetahuan saya dalam soal rekam merekam.

Sedikit bakat (banyak bakat tentu lebih baik) dan ketekunan luar biasa yang dibutuhkan dalam penguasaan setiap instrumen musik. Yang disebut belakangan yang saya tak punya. Begitu pun, bahwa saya bisa bermain bass sudah merupakan hal yang sangat saya syukuri, oleh sebab meski sudah sejak SMA saya menggemari bass namun baru puluhan tahun kemudian saya bisa membeli dan memainkannya.

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: Juni 05, 2021.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Tulisan Baru©2021 IkutiTulisan Lama »



Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.