AdSense, Matched Content, Tutorial

Mengapa Memasang Matched Content dan Tidak Diisi Iklan

Ini hanya sekadar berbagi pikir tentang alasan mengapa memilih memasang Matched Content dari AdSense namun tidak diisi iklan atau tidak dimonetisasi. Padahal alasan memasangnya biasanya adalah agar punya peluang memperoleh tambahan penghasilan, dibanding jika tidak dipasang.

Matched Content adalah salah satu bentuk layananan AdSense yang keberadaannya mungkin terinspirasi dari plugin related posts yang dulu pernah populer di WordPress, mungkin lho ya, oleh karena prinsipnya sama, yaitu menyajikan rekomendasi artikel terkait namun diantara rekomendasi itu ada yang digantikan oleh iklan.

Tidak semua publisher sepertinya diberi akses untuk membuat dan memasang scriptnya di blog, namun jika sudah menjadi publisher AdSense dan memiliki jumlah artikel yang sudah memadai maka ketersediaan Matched Content hanya menunggu waktu.

Mengapa Memasang Matched Content dan Tidak Diisi Iklan

Begitu pun, tulisan dengan label yang jumlah artikelnya masih sedikit boleh jadi tidak memunculkan rekomendasi artikel di MC. Hal yang bisa dimaklumi, karena jika masih kurang dari lima artikel maka apa yang mau direkomendasikan.

Ada masanya blog ini memasang Matched Content selama beberapa waktu dengan dimonetisasi, namun karena memberatkan loading blog dengan hasil yang sangat minim maka akhirnya dicopot dan tidak dipasang lagi. Ada pula periode dimana scriptnya dipasang tanpa dimonetisasi, hanya saja kemudian dicabut juga lantaran masalah loading.

Kini, ketika Secript Lazy Load AdSense sudah ada, yang membuat loading laman menjadi jauh lebih cepat, termasuk loading untuk Matched Content, maka tak ada alasan lagi untuk tidak memasangnya di blog.

Pertanyaannya adalah, apakah akan dimonetisasi atau kah tidak. Jika tidak tentu tak akan menambah penghasilan, dibandingkan jika dimonetisasi. Namun tunggu, soal tak menambah penghasilan itu belum tentu sepenuhnya benar, oleh karena tanpa iklan pun bisa menambah income, walaupun secara tidak langsung.

Kesan saya, nilai iklan di Matched Content (MC) ebih rendah nilai nominal uangnya dibandingkan dengan iklan reguler yang dipasang di blog. Nah, jika pengunjung meng-klik tautan di MC yang tak dimonetisasi, maka di laman baru yang ia buka itu tetap ada peluang bahwa ia akan tertarik dengan sebuah iklan reguler.

Pengalaman menggunakan MC, ketika ada iklannya, ada penambahan pageviews sekitar 10% dibandingkan jika tidak memasangnya. Nah ketika di MC tak ada iklannya tentu ada peluang untuk menambah pageviews, dengan potensi penghasilan yang sedikitnya sama dibanding jika dipasang iklan, atau bahkan bisa lebih besar.

Karena alasan itulah mengapa kemudian saya akhirnya memasang Matched Conten namun tanpa dimonetisasi, selain untuk meningkatkan pageviews juga saya pikir tetap ada peluang penambahan penghasilan oleh karena pengunjung membuka laman-laman yang baru.

Lihat Video

Mungkin akan berbeda ceritanya jika jumlah pengunjung blog sudah mencapai angka ratusan ribu per hari, dan nilai iklan di MC pun sudah tinggi karena ada kompetisi untuk berebut untuk dimunculkan dalam rekomendasi. Jika Anda punya pengalaman dan pendapat lain, silahkan tulis di komentar.


Bagikan ke:
Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah. Penduduk Jakarta yang sedang tinggal di Cikarang Utara. Traktir BA secangkir kopi. Secangkir saja ya! Juni 15, 2020.