Museum Olahraga Nasional TMII Jakarta

Lokasi Museum Olahraga Nasional TMII Jakarta Timur berada tepat di sebelah Barat area parkir Theater Imax Keong Mas TMII, dan di depan ujung Selatan Bayt Al Qur’an dan Museum Istiqlal. Di sisi Selatan Museum Olahraga Nasional terdapat lapangan Tennis TMII.

Gagasan membangun museum olahraga nasional muncul dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan dicetuskan kembali oleh Abdul Gofur pada 1986 dan lalu menetapkan lokasi di Taman Mini indonesi Indah. Rancangan bangunan dikerjakan Ir. Zaini Rachiman, dan pola serta isi museum disusun oleh tim yang diketuai I Nyoman Nuarte.

Cetak biru bangunan museum olahraga ditandatangani oleh Ibu Tien Soeharto pada 1 Juli 1987. Pada 4 Oktober 1987 peletakan batu pertama dilakukan Alamsyah Ratu Perwira Negara, dan diresmikan Presiden Soeharto pada 20 April 1989 bertepatan dengan HUT Taman Mini Indonesia Indah yang ke-14.

museum Olahraga nasional tmii jakarta

Museum Olahraga Nasional memiliki luas bangunan 3000 m2 terdiri dari 3 lantai, yang dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektar. Bentuk bangunan Museum Olahraga dibuat menyerupai bola raksasa setinggi 17 meter di pusat bangunannya. Keberadaan kolam di museum ini menjadi indikasi bahwa air adalah bagian tak terpisahkan dari kegiatan olahraga.

Di Lantai 1 terdapat Ruang Pamer Motto Olahraga yang menampilkan serangkaian motto olahraga baik di tingkat nasional maupun internasional seperti sportivitas, perjuangan dan persaudaraan, dilengkapi dengan foto-foto yang menggambarkan nilai-nilai tersebut.

Ruang Pamer Sejarah Olahraga Nasional berisi sejumlah poster menarik yang berisi sejarah awal munculnya kegiatan keolahragaan di Indonesia, seperti PON I, Asian Games, Pembentukan PSSI dan pembukaan stadion Sriwedari Solo serta Stadion Utama Gelora (Gelanggang Olahraga) Bung Karno di Jakarta.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Instalasi patung elok berwarna keemasan di lantai satu menggambarkan cabang olah raga loncat indah. Seluruhnya ada 4 buah patung yang diletakkan secara menggantung vertikal di ruangan ini, masing-masing pada posisi tubuh berbeda, selayaknya ketika seorang atlet bersalto terjun dari ketinggian dan lalu menukik ke bawah untuk masuk ke dalam kolam renang.

Ruang Pamer Sejarah Olahraga Antar Bangsa menampilkan foto-foto Asean Games I tahun 1951 di New Delhi dan Asean Games IV tahun 1962 di Jakarta, serta keikutsertaan pertama kali Kontingen Indonesia pada Olimpiade di Helsinski Finlandia pada 1952.

Ruang Pamer Tokoh Olahraga menyajikan tokoh-tokoh penting olahraga yang mengembangkan dan memajukan olahraga di Indonesia, baik dari kalangan birokrasi, ketua Organisasi Olahraga Indonesia, maupun para atlet. Adapun Ruang Pamer Olahraga Prestasi menampilkan barang-barang dari berbagai cabang olahraga anggota KONI, berupa alat-alat permainan olahraga, medali, piala, foto-foto atlet saat menjuarai suatu cabang olahraga, serta sejarah berdirinya KONI.

Ruang Games Interaktif Olahraga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memainkan permainan interaktif olahraga seperti menembak, golf, mengukur kekuatan pukulan, dll. Di Ruang Pamer Kontemporer biasa diselenggarakan pameran periodik berdasar tematik, atau cabang olahraga dan periodisasi keolahragaan, serta pameran produk-produk keolahragaan.

Ruang Pamer Berita Olahraga menampilkan pendakian Mount Everest yang dilakukan Tim KOPASSUS pada 1997, benda-benda yang dipakai dalam penaklukan Puncak Everest, kronologi pendakian dan piagam penghargaan pendakian Everest. Ada pula replika Perahu Pinisi dan replika KRI Dewaruci serta KRI Arung Samudra. Dipamerkan pula daftar penerima penghargaan dari Negara dari tahun 2001 atas prestasi para olahragawan yang telah berjasa mengangkat nama Indonesia di forum internasional.

Lantai dua Museum Olahraga Nasional terdapat Ruang Pamer Olympiade, Sea Games, Asean Games & Para Games berisi keikutsertaan Indonesia dalam even-even olahraga regional dan internasional serta hasil yang diraih para atlit. Di Ruang Pamer Olahraga Tradisional diampilkan bentuk dan asal-asul permainan tradisional yang meliputi alat-alat permainan dan cara bermain yang berasal dari 27 provinsi.

Pada Ruang Pamer Pon ditampilkan hal-hal seputar penyelanggaraan PON I s/d XVII serta perjuangan atlet untuk meraih prestasi di berbagai cabang olahraga. Koleksi yang ditampilkan diantaranya falsafah PON, janji wasit dan atlet, medali, obor, gambar dari 27 provinsi peserta PON, dan maskot PON ke XVI di Jawa Timur.

Di lantai 3 terdapat Rang Pamer Hall of Fame yang menampilkan tokoh olahrawagawan berprestasi dunia dan menjadi tokoh pertama dalam pencapaian prestasi. Ada pula diorama permainan tradisional dari berbagai propinsi dalam bentuk lukisan dan patung dengan ukuran utuh, seperti lompat batu dari Pulau Nias, pasola dari Nusa Tenggara Timur, karapan sapi dari Madura, dan dayung berdiri dari Papua.

Fasilitas pendukung Museum Olahraga Nasional berupa auditorium, ruang serba guna, ruang fitnes, lapangan tenis dan kantin yang dapat digunakan oleh masyarakat umum. Di halaman museum digelar Minggu Ria berupa senam aerobik bersama yang dapat diikuti masyarakat umum pada setiap hari Minggu pagi.

Akses ke Museum Olahraga Nasional dengan Bus Transjakarta Koridor 10 Tanjung Priok – Cililitan turun di Pusat Grosir Cililitan, dilanjutkan dengan angkutan kota T02, turun di depan pintu masuk TMII. Bus Transjakarta koridor 9 Pinang-ranti Pluit, turun di dekat Tamini Square.

Museum Olahraga TMII Jakarta

Alamat : Jl. Raya Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Telp 021-8401685. Lokasi GPS : -6.304102, 106.889055, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam Buka : Selasa s/d Minggu pukul 09.00 - 16.00. Harga Tiket Masuk : Rp5.000, Pelajar/Mahasiswa Rp3.000, rombongan minimal 10 orang Rp4.000 (pelajar/mahasiswa Rp2.000).

Galeri Foto Museum Olahraga TMII

Pandangan tegak yang memperlihatkan secara lebih utuh instalasi di ruangan lantai satu bagian depan Museum Olahraga Nasional dengan sosok atlet yang sedang melakukan gerakan loncat indah dengan berbagai posisi tubuh yang sedap dipandang.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Sebuah pajangan dengan latar foto hitam putih berbagai pertandingan dan tulisan yang menyebut ‘Olahraga Untuk Pembangunan Karakter Bangsa, Mewarisi Semangat Para Jawara’.

Kemudian ada kata: ‘Selamat datang di Museum Olahraga Nasional; Di mana prestasi anak bangsa ditunjukkan; Di sini tak hanya belajar hasil prestasi para jawara; Di tempat ini nilai-nilai kebajikan pun dapat dipelajari; Belajar tentang nilai kejuangan, kesungguhan, keuletan, disiplin, serta kerja keras; Ketangguhan yang dibarengi sportivitas; Kemenangan tanpa tipu daya; Tak hanya siap menang, tetapi siap pula menerima kekalahan; Olahraga tak hanya berujung pada kesehatan; Lewat olahraga, karakter manusia pun dapat dibentuk pula.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Foto dua anak yang tengah bersalaman setelah selesai bertanding menjadi gambaran tentang salah satu filosofi olahraga. Menang kalah dalam pertandingan adalah biasa, tetap saling menyapa dan menghormati. Siap menang dan siap kalah adalah karakter yang dibentuk dalam setiap pertandingan olahraga.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Setiap prestasi dalam olahraga telah dan akan menjadi terus kebanggaan bangsa. Bendera Merah Putih berkibar serta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pun dikumandangkan. Kini atlet berprestasi di tingkat nasional dan internasional telah mendapat penghargaan dari pemerintah dengan sangat memadai.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Kolase foto di Museum Olahraga Nasional yang memperlihatkan berbagai permainan dan budaya daerah yang kemudian berkembang menjadi ajang perlombaan untuk mengadi keterampilan dan prestasi.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Bulutangkis, angkat besi, atletik, balap sepeda, dan penonton yang merupakan bagian tak terpisahkan dalam setiap pertandingan olah raga. Prestasi tak hanya memerlukan kerja keras dalam berlatih dan mengumpulkan pengalaman bertanding, namun juga didukung dengan perkembangan ilmu dan teknologi pendukungnya.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Foto yang memperlihatkan penggalan sejarah Museum Olahraga Nasional, dimulai dengan ide yang dicetuskan Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1980, pembangunan fisik dimulai pada 1987 dan diresmikan pada 20 April 1989 oleh Presiden Soeharto dengan naman Museum Olahraga. Pada tahun 2007 nama museum berganti menjadi Museum Olahraga Nasional hingga sekarang ini. Renovasi dilakukan pada 2012 dan 2015 sehingga bentuknya terlihat cukup elok seperti sekarang ini.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Informasi yang menyebut diantaranya bahwa Museum Olahraga dibangun oleh Yayasan Panji Olahraga, dengan penanggung jawa Dr Abdul Gafur, perencana dan pelaksana bangunan Ir Zain Rachman (PT Exotica), perencana dan pelaksana artistik Nyoman Nuarta dan Grup, dan disebut pula tim data dan tim pengawas serta para donatur.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Tulisan yang menceritakan riwayat yang ditoreh dalam prasati tentang atraksi di masa lalu yang menjadi tontonan raja dan warga yang lama kelamaan kemudian berkembang menjadi ajang perlombaan dalam mengadu ketangkasan, kecepatan, kekuatan, keuletan, dan keahlian.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya berkibar di Olimpiade Helsinki Finlandia pada tahun 1952, setelah gagal pada tahun 1948 karena belum menjadi anggota IOC dan ada masalah paspor. Setelah itu Indonesia terus mengirim kontingen ke Olimpiade dan hanya absen di Olimpiade Tokyo tahun 1964 dan Olimpiade Moskwa tahun 1980. Namun demikian medali pertama baru diperoleh pada tahun 1988 lewat cabang panahan yang meraih medali perak. Medali emas pertama dipersembahkan dari cabang bulutangkis dalam Olimpiade Barcelona pada tahun 1992.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Olah raga yang disebut paling primitif adalah kegiatan berburu hewan di hutan dan mengumpulkan makanan, dengan berlari mengejar buruan, memukul, melempar, menombak, dan memanah. Batu dan kayu adalah alat yang lazim digunakan pada masa itu untuk berburu.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Poster di Museum Olahraga Nasional yang menceritakan riwayat Olimpiade dari jaman kuno hingga jaman modern sebagai arena tanding bagi para atlet dunia. Olimpiade kuno berlangsung di Yunani sejak tahun 776 SM untuk menghormati Zeus yang tinggal di Olympus. Bermula dengan mempertandingkan cabang atletik sederhana kemudian ada tinju, gulat, lempar kembing, lari maraton serta balap kereta perang. Namun pada tahun 394 M, Kaisar Theodorus I mengeluarkan larangan bagi olimpiade kuno ini. Olimpiade modern di musim panas dihidupkan oleh Pierre de Coubertin, seorang bangsawan asal Prancis, pada tahun 1896 di Athena, dan berlangsung setiap 4 tahun sekali, hanya sempat terhenti saat Perang Dunia I (1916) dan Perang Dunia II (1940 dan 1944). Ada pula Olimpiade Musim Dingin namun Indonesia tak ikut di dalamnya.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Pajangan di Museum Olahraga Nasional yang memperlihatkan alat berburu tradisional seperti panah, sumpit, dan tombak yang kemudian berkembang menjadi alat olahraga ketangkasan.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Koleksi tombak asli serta narasi yang menceritakan awal dari olahraga modern. Beberapa olahraga tradisional Indonesia yang telah muncul ke tingkat nasional adalah pencak silat, sumpit, egrang, jemparingan, karapan sapi, panahan, dan gasing.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Wajah-wajah yang pernah menduduki pos yang sekarang bernama Kemenpora (Kementrian Pemuda dan Olahraga). Dimulai dari Wikana (Menteri Negara Urusan Pemuda 29 Juni 1946 - 29 Januari 1948), Supeno (Menteri Pembangunan Pemuda 27 Januari - 4 Agustus 1949), Maladi (Menteri Olahraga 6 Maret 1962 - 13 Agustus 1963, Deputi Menteri Olahraga 27 Maret - 25 Juli 1966), Abdul Gafur (Menteri Muda Urusan Pemuda 1978 - 1983, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga 1983 - 1987), Akbar Tanjung (Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (1987 - 1993), Hayono Isman (1993 - 1998), Agung Laksono (1998 - 1999), Mahadi Sinambela (1999 - 2000), Adhyaksa Dault (2004 - 2009), Andi Malarangeng (Menteri Pemuda dan Olahraga 2009 - 2012), Roy Suryo (2013 - 2014).

museum olah raga nasional tmii jakarta

Lorong dengan foto dan narasi yang menggambarkan dunia multidimensi bernama olahraga, yang tak bisa lepas dari dinamika perpolitikan, ekonomi, budaya, hingga filsafat.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga berkembang menjadi industri raksasa dimana orang mencari dan menemukan kesenangan, hiburan, pertemanan, rekreasi, bisnis, prestise, eksistensi, meditasi, dan perenungan diri.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Foto dan narasi tentang masuknya ilmu pengetahuan yang spektakular dalam bidang olahraga. Kini, selain ketekunan dan kesungguhan berlatih, ada sentuhan manajemen latihan sistematik, efisien dan terukur yang mampu meningkatkan kinerja atlet. Sport Science diantaranya mengatur asupan nutrisi atlet dan peningkatan VOmax yang berpengaruh pada daya tahan para atlet.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Di tengah adalah kolase foto olahraga kaum elite bernama golf yang bukan hanya menuntut keakuratan pukulan namun juga fisik karena bentang lapangan yang luas. Di sebelah kanan lorong Museum Olahraga ini ada sejumlah permainan tradisional yang berkembang menjadi permainan olahraga yang dilombakan.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Foto dan narasi di Museum Olahraga yang menghubungkan kesehatan sebagai muara dari aktivitas berolahraga. Disebutkan bahwa hampir mustahil hidup sehat tanpa olahraga, namun orang pun membutuhkan jasmani sehat untuk bisa berolahraga dengan baik. Kesadaran itu menjadi pemicu munculnya olahraga non-kompetisi yang semata bertujuan untuk menjaga kesehatan jasmani rohani, seperti senam jantung sehat, yoga, taichi, jogging dan fitness.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Foto yang memperlihatkan pesan sponsor yang ikut berperan dalam mendukung berlangsungnya gelaran olahraga, memberi gambaran tentang keterlibatan korporasi yang memberi guyuran uang dalam jumlah sangat besar membuat olahraga menjadi bisnis hiburan menarik yang membuat orang rela datang, kadang dari tempat yang jauh, dan mau mengeluarkan uang untuk bisa menonton secara langsung.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Koleksi sejumlah perlengkapan dan peralatan yang sering digunakan dalam meliput gelaran olahraga berskala nasional maupun internasional. Foto dan video yang disebar lewat media cetak dan elektronik menjadi penghubung efektif yang menghilangkan hambatan jarak dan waktu, membuat para penggemar yang tak bisa menonton secara langsung bisa mengikuti apa yang terjadi di dalam arena pertandingan.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Narasi yang memperlihatkan hubungan antara olahraga dengan dunia jurnalistik. Ada masa dimana para wartawan banyak mengandalkan kamera, buku kecil, pulpen, dan alat perekam ketika meliput sebuah gelaran, dan lalu memakai mesik tik untuk menulis laporan.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Koleksi sejumlah alat permainan tradisional yang terbuat dari bambu dan penjalin, yang kemudian berkembang menjadi bagian dalam perlombaan adu ketangkasan antar warga dan antar kampung, bahkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Permainan egrang membutuhkan keterampilan dalam menjaga keseimbangan tubuh agar tidak sampai terjatuh. Kompetisi dilakukan dengan adu cepat sampai ke garis akhir, atau beradu untuk saling menjatuhkan lawan dalam pertandingan satu lawan satu.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Permainan hulahop koleksi Museum Olahraga ini menggunakan gelang besar yang terbuat dari rotan, dan kemudian terbuat dari plastik beraneka warna, dengan cara diputar memakai tenaga goyangan pinggul sehingga gelang tetap berada di sekitar perut dan tidak jatuh. Permainan ini bermanfaat untuk memperkecil lingkar perut dan membantu menjaga kebugaran tubuh.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Permainan Patok Lele ini tidak diketahui asalnya dari mana oleh sebab sudah menyebar ke seluruh Indonesia, walau dengan sebutan berbeda. Ada yang menyebut patok lele, gatrik, tak kadal, dsb. Permainan kelompok ini membantu mengajarkan ketangkasan, ketepatan bidik dan kelancaran dalam menghitung.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Foto dan narasi yang menggambarkan hubungan kait mengait antara gelaran olahraga dengan industri pendukungnya. Produk olahraga mulai dari sepatu, kaos, jaket, topi, handuk, gelang katun, hingga bola, raket, bulu tangkis, bola tenis, net, kok, stick golf dan alat-alat olah raga lainnya telah menjadi industri berskala besar yang memasukkan devisa tinggi bagi negara.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Lorong di Museum Olahraga Nasional yang memamerkan sejumlah peralatan yang digunakan dalam permainan tradisional yang sering muncul dalam berbagai perlombaan dalam menyambut hari besar nasional, seperti bakiak gandeng misalnya. Ada pula layang-layang dan permainan dakon.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Narasi di Museum Olahraga tentang eratnya kaitan antara permainan dengan olahraga. Banyak permainan kemudian diolahragakan dan dipertandingkan sebagai ajang untuk adu ketangkasan, kekuatan, dan kecerdikan, diantaranya adalah biliar, catur, bridge, dan belakangan game online.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Bakiak panjang adalah alat permainan yang sering menjadi ajang lomba dan tontonan menyegarkan, yang bukan hanya terlihat pada waktu perayaan peringatan hari kemerdekaan, namun juga di acara team building di kantor-kantor instansi pemerintah dan swasta. Permainan ini mengajarkan kepemimpinan, koordinasi, harmonisasi, kerjasama, kecepatan, dan ketangkasan.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Permainan layang-layang yang sebelumnya hanya terlihat di akhir musim panen, telah berkembang menjadi lomba seni dengan berbagai bentuk layangan yang menarik dan eksotis, selain tetap menjadi acara teknik dan adu kuat benang bergelas hingga lawan satu per satu putus layangannya.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Sepak takraw merupakan permainan sepakbola tradisional yang unik, memakai bola kecil yang terbuat dari anyaman rotan namun belakangan ada yang terbuat dari bahan karet. Ada pula sepak tempurung yang terbuat dari tempurung kelapa yang dibelah dua. Lalu ada permainan bola api yang terbuat dari sabut kelapa dan dibakar ketika dimainkan.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Sebuah sudut ruangan di Museum Olahraga yang menampilkan sejumlah koleksi yang berhubungan dengan olah raga air.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Pojok Museum Olahraga yang menampilkan koleksi alat permainan tradisional aseli dari mulai layangan, batu dakon, sepak takraw, bola api, sepak tempurung, dan beberapa koleksi lainnya.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Berbagai bentuk dayung terbuat dari kayu dipajang di Museum Olahraga Nasional. Ada dayung air jeram, dayung kayu hijau, dayung kayu coklat putih, dayung panjang berukir, yang semuanya merupakan benda aseli. Kadang dayung diberi simbol bernilai magis sebagai wujud harapan akan keselamatan selama berlayar di sungai atau di laut.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Di Museum Olahraga juga ada koleksi sky lot. Kata lot berasal dari istilah celot (lumpur dalam bahasa Madura). Sky lot asalnya adalah permainan tradisional dari desa Tambak Lekok, Pasuruan, Jawa Timur, yang merupakan adaptasi keseharian nelayan saat mencari rajungan dan kerang yang terjebak di dalam lumpur.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Di Museum Olahraga Nasional juga ada miniatur Kapal Dewaruci, yang merupakan kapal layar tinggi buatan galangan HC Stulcken & Sohn Hamburg tahun 1952, terinspirasi dari kapal Phinisi. Kapal Latih para taruna Akademi Angkatan Laut RI ini sering ikut lomba layar internasional di berbagai negara.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Sejumlah miniatur perahu tradisional menjadi koleksi Museum Olahraga, oleh karena alat transportasi tradisional ini kemudian berkembang menjadi tontonan menarik dan menghibur dalam perlombaan adu cepat di sungai dan laut, diantaranya perahu naga. Abdul Razak asal Sulawesi Utara adalah pendayung Indonesia pertama yang ikut di Olimpiade Barcelona 1992.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Gambaran tentang perahu Phinisi yang miniaturnya ada di belakangnya. Kapal tradisional yang melegenda ini berasal dari Bulukumba di Sulawesi Selatan. Sebanyak tujuh layar yang dipasang di perahu menjadi lambang kemampuan pelaut Nusantara untuk mengarungi tujuh samudera.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Poster berisi foto dan narasi tentang olahraga dirgantara dan perairan. Papan berwarna kuning di sebelah kiri adalah Sky Lot, dan di kanan bawahnya adalah miniatur Kapal Phinisi. Olah raga paralayang yang fotonya ada di sebelah kanan bawah memberi sensasi layaknya seekor burung yang terbang di angkasa, memberi pemandangan elok yang jarang bisa dinikmati orang biasa.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Koleksi sepeda balap, sepeda gunung, dan sepeda motor yang mewakili olahraga wisata dan petualangan di jalanan aspal hingga jalanan berdebu dan berlumpur di bukit dan pegunungan. Motor trail dan mobil jip 4x4 menjadi simbol bagi mereka yang berjiwa petualang.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Poster keterangan tentang motor balap yang umumnya dirancang khusus, baik mesin maupun badan motor, khususnya di arena balap Grand Prix dengan mesin di atas 250cc. Balap motor di Indonesia umumnya menggunakan mesin motor biasa yang dimodifikasi, seperti pada road race dan drag race.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Sebelah kiri adalah sepeda buatan Suharjo dan Arifin dengan meniru model sepeda tahun 1882 yang mereka lihat di internet. Menggunakan bahan baku dan peralatan seadanya, mereka membuat sepeda itu dalam waktu satu bulan pada tahun 2009. Sebelah kanan adalah sejeni sepeda untuk bertualang jarak jauh.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Koleksi Museum Olahraga berupa sejumlah peralatan tradisional elok yang digunakan dalam acara adat dan perlombaan.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Keterangan dari alat tradisional yang terlihat pada foto sebelumnya, yaitu berupa senjata mandau, tameng kayu dan kulit, tongkat pemukul, pecut, dan gendang, yang kadang dipakai secara bersamaan pada sebuah pertunjukan atau upacara ritual tertentu. Sebagian peralatan itu digunakan pada adu ketangkasan Caci di Kabupaten Manggarai, Reog Ponorogo, Perang Pandan Bali, dan Perisaian Sasak.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Koleksi Gasing Raksasa di Museum Olahraga Nasional yang dibuat oleh Putu Ardhana dkk dari Desa Mundak, Bali. Pada TAFISA Games 2016 yang merupakan gelaran olahraga rekreasi dan tradisional tingkat dunia, Gasing Raksasa yang sering disebut Jro Tridatu ini ikut ambil bagian dan menjadi daya tarik tersendiri. Gasing yang tingginya 1,7 m, diameter 2,5 m dan berat sekitar 500 kg ini bisa bertahan berputar selama 25 menit dan membutuhkan 5-7 orang untuk menarik tambangnya.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Foto dokumentasi yang memperlihatkan beberapa arena olahraga yang dibangun sejak jaman kolonial, seperti Panggung Krapyak sebagai bagian dari arena perburuan di jaman Kesultanan Mataram, Stadion Sriwedari yang digagas PAku Buwono X dan diresmikan tahun 1933 serta menjadi tempat gelaran PON pertama, Stadion Menteng yang sekarang menjadi Taman Menteng, Batavia Golf Club yang sekarang menjadi Padang Golf Rawamangun, dan Dermaga Yacht Priok.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Sirkuit Sentul dan Velodrome Rawamangun adalah dua diantara tempat terkenal dan modern yang digunakan sebagai ajang adu cepat. Jika velodrome yang tahun 2018 mengalami renovasi total digunakan sebagai arena balap sepeda bertaraf internasional, maka sirkuit sentul menjadi ajang balap motor, Asian F3, MotoGP, serta balapan A1 Grand Prix.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Dokumentasi foto yang memperlihatkan arena surfing Sungai Kampar yang mendunia dan dikenal dengan sebutan Bono. Bono adalah gelombang sungai tinggi yang terjadi sebagai akibat benturan tiga arus air kuat yang berasal dari Selat Malaka, Laut China Selatan, dan Sungai Kampar. Gelombang yang timbul bisa mencapai ketinggian 4-5 meter dengan kecepatan rambat sekitar 40 km/jam, terjadi susul menyusul tanpa pecah hingga puluhan kilometer ke arah hulu sungai. Puncak Bono biasanya terjadi pada sekitar bulan November dan Desember.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Dokumentasi foto dan informasi lainnya di Museum Olahraga Nasional adalah tentang arena panjat tebing Citatah di Kabupaten Bandung Barat, dekat Padalarang. Tebing Citatah berketinggian 48-125 meter, dengan tiga tebing utama yaitu di Gunung Tebing Manik, Gunung Pabeasa dan Gunung Singgalang. Tebing Citatah 48 berketinggian 48 meter memiliki 25 jalur panjat dan menjadi tempat latihan Kopassus. Tebing Citatah 90 mempunyai 4-5 jalur panjat namun rapuh sehingga kurang disukai. Tebing Citatah 125 mempunyai banyak jalur panjat dengan berbagai tingkat kesulitan sehingga paling disukai sebagai ajang latihan panjat tebing.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Informasi selanjutnya adalah mengenai Bukit Gantole di Perkebunan Teh Gunung Mas kawasan Puncak, Bogor, yang biasa dipakai sebagai arena lepas landas oleh para penggemar gantole dan paralayang. Gantole memakai rangkaian besi berbentuk layang-layang dengan atau tanpa mesin pendorong, sedangkan paralayang menggunakan parasut saja. Ada lagi Bukit Prampelan atau Bukit Joglo di tepian Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, yang juga disebut sebagai Bukit Gantole karena sering digunakan sebagai area lepas landas gantole dan paralayang.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Kompleks Gelora Bung Karno yang juga direnovasi tahun 2018 lalu menjadi arena tanding megah untuk gelaran Asian Games ke-18 tahun 2018 yang berlangsung dengan sangat sukses dari mulai acara pembukaan yang spektakular hingga penutupan. GBK mulai dibangun sejak 1960 untuk digunakan pada Asian Games IV tahun 1962. Pada 21 Mei 1962, Istana Olahraga (Istora) berkapasitas 10.000 penonton selesai dibangun. Pada tahun 1973, Muhammada Ali pernah bertarung tanpa memperebutkan gelar melawan Rudi Lubbers di Istora ini. Pada 21 Juli 1962 Stadion Utama Gelora Bung Karno berkapasitas 100.000 penonton selesai dibangun.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Ruangan di Museum Olahraga Nasional yang bertema gelaran olahraga sebagai ajang pertunjukan dan kompetisi untuk meraih kebanggaan dan kehormatan bangsa. Di tingkat nasional ada PON (Pekan Olahraga Nasional) yang dimulai pada September 1948, dan ke tingkat regional ada Asian Games 1962, Ganefo 1963, SEA Games 1979 dan Asian Games 2018.

museum olah raga nasional tmii jakarta

PON pertama tanggal 8-12 September 1948 di Solo, Jawa Tengah, diselenggarakan masih dalam suasana perjuangan untuk mengusir penjajah. Saat itu PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia) juga berkedudukan di Solo. Penyelenggaraan PON itu juga dimaksudkan sebagai unjuk eksistensi pada dunia bahwa RI sanggup menyelenggarakan gelaran olahraga nasional meski Perjanjian Renville tahun 1948 telah mempersempit wilayah kedaulatan RI.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Deretan informasi bergizi yang ditata elok di Museum Olahraga Nasional ini bercerita tentang banyak hal terkait cabang-cabang olahraga yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan rakyat Indonesia, seperti sepakbola, bulutangkis, volley, tinju, marathon, balap sepeda, dan banyak lagi yang lainnya.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Sampai sebelum tahun 2018, prestasi tertinggi olahraga Indonesia adalah di Asian Games 1962 yang meraih 51 medali, yang terdiri dari 11 medali emas, 12 medali perak, dan 28 medali perunggu. Namun di Asian Games 2018, Indonesia berhasil secara spektakuler meraih 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu dengan total 98 medali.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Kolase yang memperlihatkan suasana lomba rakyat tradisional yang seru saat perayaan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Piala elok ini merupakan Piala Presiden Republik Indonesia yang diberikan kepada juara Garuda Indonesia Tennis Open, sebuah turnamen bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh PELTI bekerjasama dengan Garuda.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Piala “The Best Boxer” dari 11th President Cup ini merupakan hibah dari Adrianus Taroreh (Manado) yang meraih medali perak kelas bulu pada Asian Games X tahun 1986 saat berstatus amatir, dan memperoleh sabuk OPBF kelas ringan tahun 1994 saat berstatus profesional. Kemudian ada medali hibah dari Hermansen Ballo (NTT) yang didapuk sebagai raja tinju amatir kelas layang tahun 1987 s/d 2004, yang merupakan satu-satunya petinju peraih medali emas pada Kejuaraan Tinju Piala Raja Thailand.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Lemari kaca yang berisi piala dan medali dari para tokoh olahraga terkenal yang nama dan wajahnya pernah menghiasi media massa cetak dan tv nasional pada jamannya.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Koleksi medali dan piala para juara pada berbagai gelaran pertandingan olahraga nasional dan internasional yang disimpan di Museum Olahraga Nasional TMII Jakarta.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Menurut catatan sejarah, tradisi pemberian piala kepada para juara sudah dilakukan sejak jaman olimpiade kuno di Yunani, yang ketika itu berupa amphora (bejana berbentuk vas dengan 2 pegangan) berisi minyak zaitun atau anggur, dan rangkaian bunga Laurel. Ada banyak piala yang ditampilkan di Museum Olahraga Nasional ini, seperti World Champion Boxing Trophy 9th 2012 November, Piala Pencak Silat, International Badminton Championship 1939, Piala Thomas Cup, dan banyak lagi yang lainnya.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Dalam tradisi kompetisi olahraga, juara pertama menerima medali emas (dan piala, pada cabang olahraga tertentu), juara kedua menerima medali perak, dan juara ketiga menerima medali perunggu. Namun karena harganya terus naik dan menjadi sangat mahal, medali emas tidak lagi dibuat dari emas murni. Olimpiade 1912 di Stockholm merupakan olimpiade terakhir yang memberikan medali emas murni kepada para juara pertama.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Foto dan kiprah sejumlah tokoh nasional yang didapuk sebagai pembina olahraga Indonesia. Mereka adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, MF Siregar, Ir Soeratin Sosrosoegondo, dan Drs. Sudirman. HB IX adalah Ketua Komite Olimpiade RI tahun 1946, KOI tahun 1950, hingga Ketua KONI. Beliau juga menjadi anggota IOC (International Olympic Committee) hingga wafat pada 2 Oktober 1988.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Sebuah ruangan di Museum Olahraga Nasional dengan dokumentasi foto anak-anak tengah bermain sepakbola, hingga foto pertandingan sepakbola di stadion megah. Pembinaan semua cabang olahraga memang mestinya dimulai dari saat usia anak masih sangat muda.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Meskipun memiliki jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, namun selama puluhan tahun Indonesia masih kesulitan untuk memilih sebelas orang terhebat untuk mewakili negara ini dalam pertandingan sepakbola regional dan internasional. Ini diperparah dengan sering terjadinya tawuran antar pendukung yang tak jarang membawa korban, selain pemain yang tak hormati wasit, dan wasit termakan suap sehingga menyulut skandal yang memalukan. Ada banyak hal yang masih harus dibenahi, namun harapan lebih baik akan selalu ada selagi orang terus berusaha.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Konon sepakbola telah dikenal sejak jaman purba. Setidaknya sekitar abad ke-2 SM telah dikenal permainan semacam sepakbola di China yang disebut tsu chu (xu ju) dimana para prajurit berlatih menendang bola kulit untuk dimasukkan ke dalam keranjang kecil, dan hanya boleh menggunakan kaki, dada, punggung, dan bahu. Di Jepang sejak 500 tahun lalu telah dikenal ‘kemari’ dimana pemain menggiring bola yang terbuat dari kulit hewan. Di Yunani ada ‘epyskiros’ dan di Romawi ada ‘harpastum’. Karena banyaknya aksi brutal, pada tahun 1314 Raja Edward II dari Inggris mengeluarkan larangan kompetisi sepakbola, yang dicabut tahun 1369 oleh Raja Edward III, lalu dilarang lagi oleh Ratu Elizabeth I pada tahun 1572 dan dicabut lagi pada tahun 1680 oleh Raja Charles II. Pada tahun 1863 berdiri Football Association yang menata dan membuat aturan permainan sepakbola untuk gelaran kompetisi di Inggris.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Poster yang bercerita tentang sejarah sepakbola Indonesia. Pada tahun 1870 sebuah jurnal Belanda menulis bahwa ada sekumpulan orang di Batavia yang menendang-nendang bola rotan di sebuah tanah lapang. HCC Clockener Brousson menulis bahwa voetbal telah dimainkan oleh mahasiswa School Tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) di Waterlooplein, Batavia, pada tahun 1892. Klub-klub sepakbola pribumi mendirikan Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia pada 19 April 1930. Di tahun itu digelar kongres I di Solo, yang mengubah namanya menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dan memilih Soeratin Sosrosoegondo sebagai Ketua PSSI yang pertama.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Poster dan foto ini bercerita tentang prestasi sepakbola Indonesia di kancah dunia. Pada 1938 tim Indonesia, saat itu masih Hindia Belanda, telah tampil di Piala Dunia Prancis dan menjadi tim Asia pertama yang tampil di kejuaraan sepakbola dunia itu, meski kalah 0-6 melawan Hongaria. Di olimpiade Melbourne Australia tahun 1956 tim sepakbola Indonesia masuk perempat final bertemu Uni Soviet dan mampu menahan 0-0, meski kalah 0-4 pada pertandingan ulang 2 hari kemudian.

Meski sempat disegani di tingkat Asia pada kurun 1954-1972, namun presasti tim sepabola Indonesia anjlok antara tahun 1973-1983, dan baru bisa menjadi juara SEA Games pada 1987 dan 1991. Setelah tahun 1990-an prestasi sepakbola Indonesia menurun tajam dan dibelit dengan berbagai skandal yang membuat pemerintah sempat membekukan PSSI.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Cerita tentang perkembangan terkini sepakbola Indonesia di Museum Sepakbola Nasional TMII Jakarta. Pada Kejuaraan AFC Wanita pada 1977, tim nasional sepakbola wanita Indonesia berhasil menduduki peringkta ke-4, yang menginspirasi bergulirnya Liga Sepakbola Wanita (Galanita) yang sayangnya terhenti pada tahun 2009. Sekitar tahun 1998-1999 Futsal mulai dikenal dan mulai dipertandingkan pada Liga Futsal Indonesia sejak 2006. Ada pula sepakbola pantai yang populer di Bali.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Penanda sederhana yang memberitahu pengunjung bahwa mereka akan memasuki ruangan yang menyimpan Koleksi Hibah di Museum Olahraga Nasional.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Pandangan sekilas pada kotak-kotak lemari kaca dimana disimpan berbagai benda terkait olahraga yang dihibahkan oleh atlet yang dulu pernah memakainya dalam berbagai pertandingan nasional dan internasional.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Salah satu ruangan kaca menyimpan 4 buah medali yang merupakan hibah dari Nanik Juliati Soewadji, pemecah enam rekor SEA Games dan tiga rekor nasional renang. Keempat medali itu adalah Emas SEA Games IX 1977, Emas SEA Games 1979, Perak SEA Games XV 1989, dan Emas SEA Game XVI 1991. Pada April 1995, Nanik menjadi peserta putri pertama yang mencapai garis akhir saat menyeberangi Selat Madura dengan jarak sekitar 3,8 km dalam waktu 53 menit 50 detik.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Lalu ada pakaian dan medali hibah dari Mardi Lestari yang pernah disebut sebagai pelari tercepat di Asia Tenggara. Mardi merupakan satu-satunya atlet Asia yang berhasil menembus semifinal lari 100 m di Olimpiade Soul tahun 1988.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Kemudian ada piala, baju balap dan kelengkapannya hibah dari Bagies Hermanto, pembalap dari Tim R&W Engineered by Jason F3 Team di ajang Asian Formula 3.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Medali dan penghargaan Female Swimmer of the year 1989 yang dihibahkan oleh Elfira Rosa Nasution yang disebut tak pernah tak mendapat medali ketika ikut dalam lomba renang sehingga disebut sebagai ratu renang Indonesia kurun waktu 1983-1991.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Kemelut di yang tak kunjung reda membuat Kemenpora mengeluarkan keputusan berani berupa SK Pembekuan PSSI pada 17 April 2015 yang berakibat pada tidak diakuinya seluruh kegiatan PSSI oleh Pemerintah, dan pemerintah membentuk Tim Transisi yang mengambil alih hak dan kewenangan PSSI sampai terbentuknya kepengurusan PSSI yang kompeten. Menpora akhirnya mencabut SK Pembekuan PSSI pada Mei 2016.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Ruangan elok di lantai atas Museum Olahraga yang menyimpan benda-benda bersejarah yang pernah digunakan oleh para legenda olahraga tanah air.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Tulisan yang memberi gambaran mengenai isi ruangan yang ada di Museum Olahraga Nasional ini, sebagai penghargaan bagi mereka-mereka yang kiprahnya patut diteladani dalam dunia olahraga, meski tak pernah menjadi juara dunia atau juara olimpiade.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Kisah legenda sepakbola Indonesia yang merupakan para maestro di lapangan rumput di jamannya. Mereka adalah Andi Ramang, Soetjipto Soentoro alias Gareng, dan Iswadi Idris. Iswadi bersama Soetjipto, Abdul Kadir dan Jacob Sihasale pernah mendapat julukan sebagai ‘kuartet tercepat Asia’.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Koleksi pakaian, penutup wajah, dan bilah anggar yang pernah menjadi salah satu cabang olah raga yang mampu meraih prestasi yang cukup membanggakan.

museum olah raga nasional tmii jakarta

EAA Poerawinata alias Zus Undap adalah wanita kelahiran Sukabumi tahun 1934 yang disebut sebagai atlet anggar perempuan pertama Indonesia. Ia bertanding sejak PON III tahun 1953 hingga PON IX tahun 1977 dan meraih 13 medali emas serta 10 medali perak.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Catatan tentang benda-benda yang pernah digunakan Zuus Undap berlaga dalam berbagai pertandingan anggar. Ia mewakili Indonesia di Olimpiade Roma tahun 1960 meski tak mendapat medali. Diantara benda yang ia hibahkan ke Museum Olahraga Nasional adalah pelindung muka, pelindung dada, rompi, sarung tangan, anggar Yudie, anggar Sabel, anggar Floret, dan anggar Degan.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Kisah para legenda lari yang dimulai dari Mohammad Sarengat, seorang dokter kelahiran tahun 1939. Ia peraih dua medali emas pada Asian Games 1962 di Jakarta, dan mencatat rekor Asia untuk lari 100 meter dalam waktu 10,5 detik. Rekor itu dipecahkan 25 tahun kemudian oleh Purnomo Muhammad Yudhi dengan catatan waktu 10,3 detik. Selanjutnya ada Mardi Lestari, Carolina Rieuwpassa dan Lourina Henriette Maspaitell alias Henny Maspaitella.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Bulutangkis banyak melahirkan tokoh-tokoh besar melegenda yang mengharumkan nama Indonesia selama bertahun-tahun di tingkat dunia. Mereka adalah Ferry Sonneville, Tan Joe Hok (orang pertama Indonesia yang menjadi juara All England yang diperolehnya pada tahun 1959). Keduanya ada dalam tim yang pertama kali berhasil merebut Piala Thomas tahun 1958. Di bagian putri ada Minarni Soedaryanto dan Retno Koestiyah.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Di Museum Olahraga Nasional dipajang catatan prestasi para atlet legendaris, diantaranya adalah gol-gol yang dibuat oleh Ramang dalam pertandingan internasional.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Medali dan senapan yang dihibahkan oleh atlet legendaris Lely Sampoerno yang disebut sebagai atlet tembak wanita pertama di Asia. Diantara koleksi yang ia sumbangkan adalah senapan laras panjang, pestol Pasopati, dan berbagai medali PON, SEA Games, SEASA, dll.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Kisah legenda atlet angkat besi yang disebut sebagai Samson Indonesia, yaitu Charlie Depthios. Ia tak pernah menjadi juara dunia namun pernah memecahkan rekor dunia, dan berkali-kali memecahkan rekon nasional sejak tahun 1960 yang sebagian besar atas namanya sendiri.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Koleksi Museum Olahraga Nasional yang berasal dari hibah Wilhelm Gomes, atlet tinju kelahiran Ambon peraih medali emas kelas menengah ringan Asian Games VI 1970 di Bangkok, dan kelas menengah Asian Games VIII 1978. Ada pelindung kepala, sarung tinju, celana, kimpteki, sepatu dan punching ball.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Dunia tinju amatir Indonesia pernah memiliki sejumlah atlet dengan nama besar seperti Wiem Gomies, Syamsul Anwar Harahap, Ferry Moniaga, Frans VB, dan Benny Maniani, yang semuanya juara tinju Asia. Di dunia tinju profesional ada nama Wongso Suseno di kelas welter yang menjadi Juara OPBF 1975 dan Juara WBA Intercontinental 1976.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Di dunia catur ada nama Ardiansyah yang meraih gelar Grand Master pada tahun 1986. Lalu ada nama Utut Adianto yang meraih gelar Grand Master pada usia 21 tahun, dan gelar Super Grand Master dengan ELO rating 2600 di peringkat 39 dunia.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Raket tenis yang pernah digunakan oleh petenis wanita kondang Yayuk Basuki di Museum Olahraga Nasional TMII.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Yayuk Basuki adalah atlet tenis profesional Indonesia pertama yang pernah mencapai babak perempat final Wimbledon tahun 1997. Nama besar lainnya di dunia tenis wanita adalah Angelique Wijaya, Suzana Anggarkusuma, Lita Sugiarto, Lanny Kaligis, dan Yolanda Sumarno. Sedangkan petenis pria ada nama-nama beken seperti Yustedjo Tarik, Tintus Arianto Wibowo, Atet Wiyono, Gondowijoyo, Hardiman, Wailan Walalangi dan Harry Suharyadi.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Indonesia pernah memiliki jawara panah yang dijuluki Robin Hood Indonesia, yaitu Donald Djatuna Pandiangan, yang lebih terkenal disebut Donald Pandiangan. Pada Kejuaraan Dunia Panahan 1975 di Australia ia masuk 12 besar dunia. Sayangnya Indonesia batal ikut Olimpiade Moscow 1980 sebagai protes atas invasi Soviet ke Afghanistan, membuat harapannya untuk menjadi atlet peraih emas pertama olimpiade sirna.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Kisah legenda keluarga atlet di cabang olahraga sama dan berprestasi. Mereka adalah keluarga Radja Murnisal Nasution yang anak-anaknya menjadi atlet renang nasional, yaitu Elfira Rosa Nasution, Maya Masita Nasution, Elsa Manora Nasution, Kevin Rosa Nasution, dan Muhammad Akbar Nasution. Lalu ada keluarga Daniel Bahari di arena tinju nasional dengan anak-anaknya Pino Bahari, Champ Bahari, Nemo Bahari, dan Daudy Bahari. Ada pula keluarga Mandagi di olahraga terjun payung.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Tinton Suprapto adalah nama yang pernah berkibar dalam arena balap mobil Indonesia, meski ada nama-nama Henky Irawan, Beng Soeswanto, Jan Darmadi, dan Dolly Indra Nasution yang disebut-sebut sebagai perintis balap mobil tanah air. Anak Tinton, Ananda Mikola dan Moreno, mengikuti jejak sang ayah sebagai pembalap mobil yang handal.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Para pelatih legendari juga mendapat kehormatan di Museum Olahraga Nasional, karena jasa mereka para atlet bisa meraih prestasi di tingkat nasional, regional dan internasional. Di arena bulutangkis ada nama Tahir Djide, di sepakbola ada Endang WItarsa, Tony Poganik, Sinyo Aliandoe, dan Wiel Coerver.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Dunia bulutangkis Indonesia tak bisa lepas dari nama besar Christian Hadinata, yang dalam poster ini diperbandingkan dengan legenda bola Diego Maradona, namun dalam kisah yang sama sekali berbeda. Jika Maradona membuat gol dengan ‘tangan tuhannya’ maka Christian secara sportif mengkoreksi kesalahan wasit yang menguntungkannya dalam perebutan Piala Thomas Cup di Kuala Lumpur tahun 1984.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Wajah-wajah yang sangat akrab di dunia olahraga tanah air, bahkan sampai ke tingkat dunia, karena mereka pernah menjadi Juara Olimpiade atau Juara Dunia di cabang-cabang yang mereka geluti.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Sebuah ruangan berbentuk bundar di Museum Olahraga Nasional yang mendokumentasikan prestasi para atlet Indonesia di berbagai ajang kompetisi nasional hingga dunia.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Deretan foto dan catatan prestasi dari para atlet yang pernah berjaya di cabang olahraganya masing-masing. Ada dari angkat berat, binaraga, bridge, perahu naga, paralayang, pencak silat, tinju, kempo, wushu, dan banyak lagi yang lainnya.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Foto dan kisah yang meski tak menggambarkan semua drama dan perjuangan para atlet dalam meraih prestasinya, namun setidaknya bisa memberi gambaran bagi pengunjung tentang siapa saja mereka dan menjadi inspirasi.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Foto dan kisah tentang bagaimana trio Srikandi Indonesia dapat menembus elit dunia melalui cabang panahan dalam perhelatan Olimpiade.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Piala yang diletakkan di tengah ruangan bundar ini adalah dari kejuaraan yang diselenggarakan oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Sebuah sudut ruangan di Museum Olahraga Nasional dengan foto Pak Harto dan Ibu Tien yang tengah bersepeda tandem. Disebelah kanan adalah poster berisi ajakan untuk berolahraga.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Ruangan yang menyimpan sejumlah alat permainan tradisional, dan maket di tengahnya. Ada tulisan “Mainan Lama Jangan Sirna”, dan ada pula poster bertulis “Jangan Curang! Menang Biasa, Kalah pun Biasa”.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Kolase foto gelaran olahraga dan tulisan menggelitik, berbunyi “Olahraga tak hanya berakhir menjadi juara”, lalu “Bukan Hanya Untuk Sehat dan Bugar, berolahraga seharusnya dapat mempertajam karakter”

museum olah raga nasional tmii jakarta

Saya sempat berkunjung ke area pusat fitnes yang berada di dalam gedung terpisah dari gedung utama. Museum Olahraga juga mempunyai perpustakaan, namun terkesan seadanya.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Pandangan pada lapangan Tenis yang ada di dalam kompleks Museum Olahraga Nasional TMII Jakarta Timur.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Dengan bentuk bola raksasa seperti ini, tak mudah bagi pengelola untuk menjaga agar permukaannya tetap bersih dan kinclong. Setidaknya kolam renang yang ada di bawahnya terlihat cukup bersih.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Akses masuk ke dalam ruangan Museum Olahraga Nasional yang terlihat sudah memerlukan penyegaran agar terlihat lebih cantik dan menarik.

museum olah raga nasional tmii jakarta

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Timur, Hotel Melati di Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Timur.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑