Loji Tondano Minahasa Sulawesi Utara

Sebuah rumah panggung tua dan antik khas Minahasa yang tampak telah lama tidak terurus dan dibiarkan terlantar, itulah kesan pertama ketika melihat bangunan Loji Tondano Minahasa Sulawesi Utara pada Juli lalu setelah sehari sebelumnya berkunjung ke Bukit Kasih. Lokasi Loji Tondano Minahasa berada di Kelurahan Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Tidak tampak ada tanda-tanda kehidupan di dalam kompleks Loji Tondano Minahasa, dibalik tembok halamannya yang setinggi pinggang orang dewasa dengan pintu pagar tertutup rapat dan terkunci. Dengan berbisik memohon maaf, saya pun meloncati tembok yang terlihat belum lama dicat dengan berusaha untuk tidak menimbulkan kekotoran pada dinding, dan masuk ke dalam halaman Loji Tondano.

Pada banyak tempat wisata sejarah dan budaya yang jarang dikunjungi, saya sering kesulitan menghubungi petugas untuk membukakan pintu pagar yang terkunci. Saya kira banyak yang kecewa lantaran sudah datang dari jauh namun tidak bisa masuk ke tempat wisata semacam ini karena pintu pagar yang tertutup, dan tidak tahu kemana harus menghubungi penjaga. Alangkah baiknya jika nomor telepon atau hp penjaga bisa dipasang di tempat yang mudah dilihat pengunjung.

loji tondano minahasa sulawesi utara
Rumah panggung Loji Tondano Minahasa yang terlihat tua namun masih memancarkan daya tarik kuat, yang jika dipugar secara baik akan menjadi tempat wisata peninggalan sejarah yang menarik. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Loji Tondano digunakan sebagai tempat tinggal konteler atau kepala distrik, selain juga sebagai tempat diadakannya acara acara penting.

Sebelum tahun 1979, Loji Tondano Minahasa ini berada di lokasi dimana gedung kantor Kabupaten Tondano yang sekarang berada, dan loji ini nyaris dihancurkan jika saja tidak ada protes dari tokoh pecinta budaya dan masyarakat setempat, yang mendapat dukungan dari media dan pemerintah, sehingga akhirnya dipindahkan ke lokasinya yang sekarang ini.

Sebuah prasasti terbuat dari semen diletakkan di dekat pintu masuk Loji Tondano Minahasa, isinya menyebutkan pemugaran lingkungan yang dilakukan pemerintah pada tahun 1980 - 1981 dan diresmikan pada 10 Februari 1981. Saya menemukan cukup banyak tempat wisata budaya di Sulawesi Utara yang diperbaiki pada jaman Prof. DR. Haryati Soebadio ini. Suatu hal yang sangat baik tentunya.

Di lokasi yang letaknya agak di sebelah kanan bawah Loji Tondano Minahasa saat itu ada papan-papan kayu yang telah diserut dan tergeletak di sekitar lokasi Loji. Moga-moga saja itu adalah tanda-tanda pemugaran Loji Tondano. Jika itu benar maka saat anda berkunjung ke sana, kondisi loji mestinya sudah dalam keadaan yang baik dan layak kunjung.

Sebuah papan nama yang menempel di bagian teras Loji Tondano Minahasa yang menyebutkan bahwa Loji Tondano Minahasa ini merupakan bangunan peninggalan sejarah dan purbakala yang diperkirakan dibangun pada 1850. Sebuah tulisan menyebutkan bahwa Loji Tondano dibangun pada tahuan 1840-an oleh Majoor Dirk Ratumbuysang, Kepala Distrik Tondano waktu itu, atau oleh Kepala Balak Tondano-Touliang Matulandi pada tahun 1824. Namun jika melihat foto di sini, loji yang dibangun si mayor itu berbeda dengan Loji Tondano.

Sebuah daun pintu jendela sebelah kanan di lantai atas Loji Tondano sudah tidak terlihat keberadaannya, entah hilang kemana, namun dua daun jendela yang di sebelahnya tampak masih utuh. Rumah panggung loji ini bisa dicapai melalui dua undakan kayu yang posisinya saling berhadapan. Di belakang loji juga ada teras dengan tangga kayu untuk naik turun ke dan dari bangunan.

Bagian samping kiri Loji Tondano Minahasa kondisinya pasti membuat gemas siapa pun yang melihatnya karena penampakannya yang saat itu sangat mengenaskan. Sebuah undakan kayu terlihat di ujung kiri untuk masuk ke dalam loji dari pintu samping. Bangunan Loji Tondano ini sepenuhnya terbuat dari kayu, kecuali bagian tiang beton bangunan dari bata semen yang baru dibuat pada sekitar tahun 1980.

Seluruhnya ada 45 tugu beton penyangga bangunan loji yang berukuran 27x16 meter ini, dengan 13 bantalan kayu besar. Ruang utama loji berukuran 25x16 meter yang dulu digunakan sebagai ruang pertemuan. Kamar tidurnya ada enam dengan posisi berhadapan, sedangkan ruang makan dibatasi sekat kayu untuk memisahkannya dengan ruang utama.

Menurut catatan Loji Tondano telah dipugar sebanyak 3 kali yaitu pada tahun 1980, 2010, dan 2011. Perhatian dan tindakan serius dari pemerintah daerah setempat dan pusat, yang didukung masyarakat setempat, sangat diperlukan agar peninggalan sejarah dan budaya seperti Loji Tondano Minahasa ini bisa menjadi sebuah tempat tujuan wisata indah dan anggun, serta menjadi kebanggaan budaya masyarakat Indonesia.

Loji Tondano Minahasa

8 (delapan) foto lainnya di sini. Alamat: Kelurahan Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Lokasi GPS : 1.3001214, 124.9044657, Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Minahasa, Peta Wisata Minahasa, Hotel di Manado.
Label : . Updated : August 22, 2018.
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Follow : Twitter, Facebook, Subscribe, Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!