Makam Mbah Blesek Panjer Kebumen

October 01, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Keberadaan Makam Mbah Blesek Panjer Kebumen saya ketahui dari Sunarto, yang menyebutkan bahwa mBah Blesek adalah salah satu dari tiga nama yang selalu disebut oleh masyarakat Panjer ketika menyelenggarakan acara tahlilan. Ini menunjukkan besarnya pengaruh tokoh ini bagi kehidupan masyarakat Panjer di masa lalu.

Sunarto mungkin generasi tua tersisa yang secara ikhlas merawat dan membersihkan makam tua yang menjadi bagian sejarah Panjer, dan Kebumen. Di kompleks Makam Mbah Blesek juga ada Kirman (58 tahun) yang menyebut dirinya hanya membantu merawat makam ini sejak 1995. Makam Mbah Blesek ini terlewati ketika menuju ke Makam Marga Ewuh dari pertigaan Jl Pemuda. Sama seperti Sunarto, Kirman juga tak tahu banyak tentang riwayat para sepuh di sana. Kisah sejarah memang sering menyusut isinya, sesuai penyusutan ingatan. Akibatnya sering lebih banyak bumbu dan dongeng ketimbang fakta sejarahnya.

Diantara sesepuh Desa Panjer, adalah mBah Blesek yang disebut sebagai orang paling sepuh atau yang paling dituakan diantara para sesepuh lainnya. Sayangnya siapa Mbah Blesek juga tidak jelas benar, hanya saja dipercayai bahwa beliau juga berasal dari Jogjakarta. Murcanya di tempat ini, di bawah Pohon Kepuh, seperti wali. Begitu kata Kirman.

makam mbah blesek panjer kebumen

Di bagian depan kompleks pemakaman umum ini terdapat cungkup dimana di dalamnya terdapat unur cukup besar yang disebut Kirman sebagai Mbah Bentek. Tak jelas siapa beliau ini karena tak saya temukan tulisan tentangnya, hanya saja menurut penuturan Kirman beliau ini berasal dari Jogjakarta yang mungkin menyingkir ke Panjer saat ada gegeran.

Entah mengapa sepertinya ada kecenderungan bagi orang Solo dan Jogja untuk menyingkir ke arah barat, diantaranya ke wilayah Panjer ini, ketika terjadi kekacauan di kota raja. Sebut saja misalnya Pangeran Bumidirjo dan Amangkurat I yang sama-sama menyingkir ke wilayah Panjer pada kurun masa berbeda. Demikian pula keturunan Ki Ageng Mangir yang kemudian menurunkan trah Kalapaking.

Di latar belakang sana terlihat sebuah cungkup lagi yang lebih tertutup ketimbang cungkup makam yang ada di depan ini. Cungkup itu pintu masuknya ditutup dengan krei terbuat dari batang bambu, serta dindingnya ditutup dengan kotak-kotak bambu bujur sangkar. Cungkup itu tepat berada di ujung jalan setapak yang membelah pemakaman.

Diantara foto lainnya yang saya ambil di tempat ini adalah tampak muka cungkup makam yang berada di sebelah Makam Mbah Blesek, dengan latar Pohon Kepuh yang telah berusia sangat tua. Peziarah yang datang ke tempat ini rupanya masih sopan dengan tidak mencongkel unur untuk dijadikan sebagai jimat, sehingga unurnya tidak perlu digembok.

Ada unur yang berada di dalam cungkup makam di pentokan jalan setapak yang membelah tengah kompleks makam. Unur adalah rumah rayap yang menggunung dan lama-lama mengeras menjadi sekeras batu. Sebelumnya saya kira ini adalah Makam Mbah Blesek, namun Kirman mengatakan bahwa makam Mbah Blesek justru berada di luar cungkup.

Unur atau rumah rayap rupanya memiliki arti istimewa buat orang Jawa. Jika unur berada di dalam rumah, maka konon pemilik rumah akan senang hidupnya, banyak rejeki dan hidup terhormat. Jika ada unur berada di kuburan, maka anak cucu penghuni kuburnya yang konon akan senang hidupnya dan menjadi orang berpangkat serta dihormati orang.

Meskipun rayap adalah musuh utama kayu yang menjadi bahan utama rumah orang-orang pada jaman dahulu, namun dengan kepercayaan seperti itu maka tak heran jika keberadaan unur layaknya yang ada di Makam Mbah Blesek ini tidak pernah diganggu orang, dan malah dianggap sebagai sebuah berkah yang harus dirawat kelestariannya.

Makam di luar cungkup di bawah pohon besar yang teduh adalah yang disebut Kirman sebagai Makam Mbah Blesek. Entah bagaimana ceritanya, namun Kirman mengatakan bahwa Mbah Blesek tidak mau makamnya dibuatkan cungkup. Tak jelas apakah ketidakmauan itu dikatakannya sebelum meninggal, atau setelah meninggal si mbah baru membuat pesan gaib.

Adakalanya robohnya cungkup kubur yang belum lama dibuat oleh karena tiupan angin kencang atau hujan deras diartikan sebagai penolakan si mati pada cungkup makam. Apalagi jika peristiwa semacam itu terjadi beberapa kali, yang makin memperkuat kesimpulan orang tentang penolakan itu.

Ada satu lagi nama sesepuh yang disebut Kirman bernama mbah Kuncung, yang dikubur berdekatan dengan para pengikutnya. Mungkin makam di dalam cungkup itu yang disebut Kirman sebagai Makam Mbah Kuncung karena tak saya temukan lagi informasi lain di catatan saya. Sayangnya memang sangat sedikit informasi yang saya dapatkan di tempat ini.

Sering tak begitu mudah untuk menggali informasi tentang tokoh seperti Makam Mbah Blesek Panjer ini lantaran keterbatasan rujukan dan semakin sedikitnya orang tua yang bisa bercerita. Jika pun masih ada orang-orang seperti itu, tak banyak lagi yang mereka masih ingat, oleh sebab begitu lamanya mengeram dan mengerak dalam ingatan. Begitupun tetap harus dicoba mengumpulkan apa yang tersisa.

Makam Mbah Blesek Panjer

Alamat : Desa Panjer, Kecamatan Kebumen, Kebumen. Lokasi GPS : -7.67907, 109.66083, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Makam Mbah Blesek Panjer

Penampakan unur yang berada di dalam cungkup makam di pentokan jalan setapak yang membelah tengah kompleks makam. Unur adalah rumah rayap yang menggunung dan lama-lama mengeras menjadi sekeras batu. Sebelumnya saya kira ini adalah Makam Mbah Blesek, namun Kirman mengatakan bahwa makam Mbah Blesek justru berada di luar cungkup.

makam mbah blesek panjer kebumen

Makam di luar cungkup di bawah pohon besar yang teduh inilah yang disebut Kirman sebagai Makam Mbah Blesek. Entah bagaimana ceritanya, namun Kirman mengatakan bahwa Mbah Blesek tidak mau makamnya dibuatkan cungkup. Tak jelas apakah ketidakmauan itu dikatakannya sebelum meninggal, atau setelah meninggal si mbah baru membuat pesan gaib.

makam mbah blesek panjer kebumen

Tampak muka cungkup makam yang berada di sebelah Makam Mbah Blesek, dengan latar Pohon Kepuh yang telah berusia sangat tua. Peziarah yang datang ke tempat ini rupanya masih sopan dengan tidak mencongkel unur untuk dijadikan sebagai jimat, sehingga unurnya tidak perlu digembok.

makam mbah blesek panjer kebumen

Pangkal Pohon Kepuh yang entah dahulu sengaja ditanam orang atau tumbuh secara alami dari biji yang dibawa oleh seekor burung dan tumbuh di tempat ini. Karena sering alam memiliki caranya sendiri untuk menyebarkan tetumbuhan hingga ke tempat-tempat yang sangat jauh.

makam mbah blesek panjer kebumen

Batang Pohon Kepuh di bagian tengah dengan atap cungkup makam Mbah Blesek hanya kelihatan bagian atasnya saja. Kulit luar pohon terlihat sudah terkelupas di banya tempat terkena perubahan musim selama puluhan tahun.

makam mbah blesek panjer kebumen

Bagian pohon kepuh dengan percabangan dahan yang masing-masing ukurannya sudah cukup besar. Selain memberi kerindangan, rontokan daunnya juga bisa menjadi sumber pupuk, baik secara alami atau pun dengan campur tangan manusia.

makam mbah blesek panjer kebumen

Percabangan dahan dengan mosaik dedauan yang terlihat sangat elok dan sedap dipandang mata. Keindahan pohon tua semacam ini umumnya bisa dilihat ketika berkunjung ke makam tua dan lingkungannya masih terpelihara dengan cukup baik.

makam mbah blesek panjer kebumen

Pandangan tegak pada sejumlah kubur yang ada di sisi kiri cungkup makam mbah Blesek dengan latar Pohon Kepuh di belakangnya. Setiap kubur menyimpan kisahnya sendiri, namun sangat sedikit yang bertahan hingga lebih dari tiga generasi.

makam mbah blesek panjer kebumen

Bagian puncak dari Pohon Kepuh di kompleks Makam mBah Blesek. Di beberapa daerah Pohon Kepuh (Sterculia foetida) dikenal dengan nama Pohon Kelumpang, dan disebut masih merupakan kerabat jauh kapuk randu. Oleh karena itu ada kesamaan jika dilihat dari batang utamanya yang besar dan menjulang tinggi. Entah mengapa di daerah Jawa pohon yang cepat tumbuh ini banyak terlihat di area pemakaman, barangkali karena ternyata pohon ini banyak manfaatnya, dari mulai akar, kulit pohon, batang, biji, hingga daun-daunnya.

makam mbah blesek panjer kebumen

Pemandangan dari tengah jalan setapak yang membelah kompleks pemakaman menjadi dua bagian. Adanya pohon kepuh seperti memberi legitimasi pada Makam Mbah Blesek. Agak jauh di sebelah kanan kompleks makam ini terdapt Masjid Panjer.

makam mbah blesek panjer kebumen

Pohon kepuh yang batangnya sangat besar dan tinggi, menjulang ke atas dengan dahan-dahan mengarah ke segala penjuru angin. Makam Mbah Blesek berada tepat di samping Pohon Kepuh tua ini. Biji kepuh bisa disangrai untuk dimakan atau sebagai campuran sambal, juga sering dikempa untuk diambil minyaknya dan dipakai sebagai minyak lampu, minyak goreng, atau untuk membatik dan sebagai bahan jamu.

makam mbah blesek panjer kebumen

Info Kebumen

Hotel di Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Peta Wisata Kebumen.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.