Makam Bu Kasur dan Pak Kasur Kaliori Banyumas

aroengbinang.com - Adalah sebuah kebetulan bahwa kami bisa mampir berkunjung ke Makam Bu Kasur dan Pak Kasur Kaliori Banyumas. Itu lantaran kami tertarik saat melihat ada sebuah cungkup berbentuk pendopo bergaya Jawa bertembok keliling dengan halaman samping sangat lega, yaitu saat berkendara menuju Gua Maria Kaliori melalui akses berbeda dari yang kami lewati sebelumnya.

Jika tidak berjodoh untuk berkunjung ke Makam Bu Kasur dan Pak Kasur di Kaliori itu bisa saja kami terus melaju ke arah Banyumas, tidak iseng berbelok untuk memuaskan keingintahuan pada akses yang berbeda itu, dan tidak pula iseng berhenti untuk melongok ke dalam cungkup makam. Pak Kasur (Soerjono, Purbalingga 26 Juli 1912 - Jakarta 26 Juni 1992) serta Ibu Kasur (Sandiah, Batavia 16 Januari 1926 - Jakarta 22 Oktober 2002) dikenal sebagai tokoh pendidikan dan pencipta lagu anak-anak.

Seingat saya tak ada papan nama makam dipasang di sana, namun kunjungan itu lebih karena penasaran melihat ada makam dalam cungkup bagus dan terlihat kurang terawat. Terpikir bahwa mungkin sebuah makam tua, atau setidaknya makam orang penting. Kebetulan pula meski ada gembok menggantung, namun kaitnya rusak sehingga kami bisa membuka pintu pagar besi untuk masuk ke halaman makam.

makam bu kasur dan pak kasur kaliori
Tembok keliling dan cungkup terbuka Makam Bu Kasur dan Pak Kasur Kaliori yang berbentuk pendopo joglo terlihat di sebelah kiri. Jalan aspal mulus di sebelah kanan itu menuju ke gerbang utama Gua Maria Kaliori dan patung selamat datang yang berada di ujung sana, berjarak 45 meter dari makam. Sebuah warung yang menyediakan minuman dingin terlihat di sebelah kanan.

Halaman depan makam ini hanya selebar dua meter, namun pekarangan sampingnya sangat lega yang jika belum disekat panjangnya sekitar 20 meter. Halaman samping kanan makam juga selebar 2 meter, dibatasi tembok yang memisahkannya dengan pemakaman umum yang belum begitu padat pada tanah berbukit yang dinaungi pepohonan rindang. Musim kemarau membuat rumput di sekitar makam menjadi kering terpanggang panas matahari.

Lagu anak-anak yang diciptakan Pak Kasur dan Bu Kasur diantaranya adalah Dua Mata Saya, Kembang Apiku, Kucingku, Selamat Pagi Bu Guru, Naik Delman, Bangun Tidur, Sepedaku, Kebunku, Topi Saya Bundar, Bertepuk Tangan, Main Sembunyi, dan lebih dari seratus lagu lainnya. Jika pun sudah banyak yang lupa, Anda tentu masih ingat syair lagu ciptaan beliau ini : "Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kutolong ibu, membersihkan tempat tidurku". Mereka bertemu saat keduanya menjadi anggota Kepanduan Indonesia, kemudian menikah di Yogyakarta pada 29 Juli 1946 dan menurunkan Sursantio, Suryaningdiah, Suryo Prabowo, Suryo Prasojo, dan Suryo Pranoto.

Cungkup beratap limasan Makam Bu Kasur dan Pak Kasur Kaliori dilihat dari halaman samping yang lega. Berkaos biru di halaman adalah Rika, sementara Lita dan Olyv sedang berada di dalam cungkup makam, sedangkan Dewi tak terlihat pada foto. Tiang cungkup yang berjumlah 12 itu menyisakan empat tiang tengah dengan ornamen umpak masih utuh.

Semasa hidupnya Ibu Kasur dan Pak Kasur pernah menjadi pembawa acara Taman Indria di TVRI Stasiun Pusat Jakarta, dan setelah Pak Kasur meninggal Ibu Kasur juga membawa acara kuis Hip Hip Ceria di Stasiun Televisi RCTI. Mereka berdua mendirikan TK Mini di rumah tinggal mereka di daerah Cikini, Jakarta Pusat, yang kemudian membuka cabang di Cipinang Indah, Pasar Minggu, Kemang Pratama, dan Banjar Tangerang.

Jirat makam Bu Kasur dan Pak Kasur Kaliori terbuat dari batu pualam berukir dengan bentuk persis sama, kecuali gunduk kecil di puncak nisan kubur Ibu Kasur sepertinya sengaja dibuang sebagai pembeda. Keterangan di bawah jirat kubur berbunyi : R. Suryono (Pak Kasur) Lahir 26 Juli 1912 - Wafat 26 Juni 1992, dan Sandiah Suryono (Bu Kasur) Lahir 16 Januari 1920 - Wafat 22 Oktober 2002.

Sedangkan prasasti di belakang kedua jirat kubur itu berbunyi : "Terima Kasih kapada Ibu, Bapak, Saudara, Anak2 yang mengunjungi makam Keluarga Pak Kasur." Sedangkan toreh tulisan di bawahnya "Bu Kasur, Sur, Wiwi, Wisnu, Wira, Nining, Max, Zhanny, Gentha, Bowo, Ninik, Desi, Dinda, Dito, Pras, Anti, Setio, Satya, Toto, Riri, Wahyu, Anto, beserta seluruh Keluarga Besar". Prasasti itu tampaknya dibuat semasa Bu Kasur masih hidup dan berkunjung ke sana bersama sejumlah anak didiknya.

Lantai makam terlihat kotor berdebu tebal, dan sampah dedaunan kering terserak di bawah pepohonan, menandai bahwa tak ada orang atau petugas yang merawat secara rutin Makam Bu Kasur dan Pak Kasur ini. Jika pun pengunjung ingin membersihkannya, tak ada kran air, sapu atau pun kain pel. Meski ada lampu gantung antik, namun tak jelas apakah ada aliran listriknya.

Pemandangan pada tembok sisi kanan Makam Bu Kasur dan Pak Kasur Kaliori yang berbatasan dengan pemakaman umum sempat saya foto. Keranda tua kusam, yang entah masih dipakai atau tidak, tampak teronggok di bawah cungkup. Beberapa meter di sebelah kanannya ada cungkup kubur kecil yang mestinya dihuni oleh seorang yang dihormati karena ada gunduk hitam bekas bakaran dupa. Sayang kubur itu tak bernama.

Megawati, Guruh, Hayono Isman, dan pelawak Ateng disebut-sebut sebagai sebagian alumni TK Mini yang didirikan oleh pasangan ini pada tahun 1965. Hampir seluruh cucu hingga cicit Soeharto juga kabarnya almuni TK Mini. Jenjang kelas di TK ini menggunakan nama-nama burung, yaitu "Parkit" untuk anak usia tiga tahun, "Kutilang" usia empat tahun, dan "Cendrawasih" untuk anak yang berusia lima tahun.

Terpikir bahwa jika keluarga Pak Kasur tinggal jauh dari lokasi dan kerepotan untuk merawat makam ini, mungkin ada baiknya dicoba untuk menitipkan sementara perawatannya ke pengurus Makam Katolik di dekatnya, atau pun ke pengurus Gua Maria Kaliori. Mengingat jasa-jasa Bu Kasur dan Pak Kasur semasa hidupnya, saya kira mereka akan bersedia untuk merawat makam kedua tokoh pendidikan ini.

Makam Bu Kasur dan Pak Kasur Kaliori Banyumas

Alamat : Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.4954303, 109.3027532, Waze.

Galeri Foto Makam Bu Kasur

Cungkup beratap limasan Makam Bu Kasur dan Pak Kasur Kaliori dilihat dari halaman samping yang lega. Berkaos biru di halaman adalah Rika, sementara Lita dan Olyv sedang berada di dalam cungkup makam, sedangkan Dewi tak terlihat pada foto. Tiang cungkup yang berjumlah 12 itu menyisakan empat tiang tengah dengan ornamen umpak masih utuh.

makam bu kasur dan pak kasur kaliori

Jirat makam Bu Kasur dan Pak Kasur Kaliori ini terbuat dari batu pualam berukir dengan bentuk persis sama, kecuali gunduk kecil di puncak nisan kubur Ibu Kasur sepertinya sengaja dibuang sebagai pembeda.

makam bu kasur dan pak kasur kaliori

Pemandangan pada tembok sisi kanan Makam Bu Kasur dan Pak Kasur Kaliori yang berbatasan dengan pemakaman umum. Keranda tua kusam, yang entah masih dipakai atau tidak, tampak teronggok di bawah cungkup kecil. Beberapa meter di sebelah kanannya ada cungkup kubur kecil yang mestinya dihuni oleh seorang yang dihormati karena di sana ada gunduk hitam bekas bakaran dupa. Sayang kubur itu tak bernama.

makam bu kasur dan pak kasur kaliori

Pandangan lebih dekat pada makam Bu Kasur dan Pak Kasur dengan prasasti yang ditujukan kepada mereka yang telah berkunjung ke Makam Pak Kasur saat Bu Kasur masih hidup. Kedua makam itu bentuk dan ukurannya sama persis.

makam bu kasur dan pak kasur kaliori

Olyvia Bendon, yang senang mengunjungi kubur, diantara makam bu Kasur dan makam Pak Kasur.

makam bu kasur dan pak kasur kaliori

Pandangan dekat pada prasasti yang didirikan di belakang kedua makam. Pak Kasur meninggal sekitar sepuluh tahun lebih dulu ketimbang Bu Kasur, dan prasasti ini dibuat diantara tanggal itu.

makam bu kasur dan pak kasur kaliori

Olyv tengah memotret Makam Bu Kasur dan Pak Kasur. Jika saja ada sumber air atau sumur dan kain pel di makam ini maka pengunjung yang mampir bisa beringan tangan untuk mengepel dan membersihkan lantai serta jirat kubur sebagai bentuk penghormatan. Namun air tampaknya bukan sesuatu yang mudah didapat di sekitar lokasi ini.

makam bu kasur dan pak kasur kaliori

Pandangan yang sedikit berbeda pada cungkup makam Bu Kasur dan pak Kasur di Kaliori, Banyumas. Perawatan makam sering menjadi sebuah tantangan, walau pun anak keturunannya tinggal tak begitu jauh dari makam.

makam bu kasur dan pak kasur kaliori

Cungkup kubur kecil di sebelah kanan makam Bu Kasur dan Pak Kasur itu. Semoga suatu saat nanti anak keturunan atau kerabatnya memasang nama pemilik makam ini yang bisa memberi petunjuk kepada orang yang kebetulan mampir ke sana.

makam bu kasur dan pak kasur kaliori

Info Banyumas

Hotel di Purwokerto, Hotel di Baturraden, Tempat Wisata di Banyumas, Tempat Wisata Kuliner Banyumas, Peta Wisata Banyumas.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang !
Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.