Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan

December 17, 2019. Label:
aroengbinang.com - Beberapa kali kami lewati Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan dan terkesan dengan gaya bangunannya yang menyerupai bangunan Eropa dengan pilar tinggi. Lokasi gereja ini sangat strategis, ada di dekat Jembatan Loji, di sisi kiri jalan pada arah ke Museum Batik Pekalongan.

Tempat ibadah dari kepercayaan apa pun menarik perhatian, dan selalu ada keinginan mampir dan melihat isinya. Begitu pula yang saya rasakan saat melintas di di depan Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan. Hanya baru beberapa hari kemudian kunjungan itu bisa terlaksana.

Penjaga keamanan yang berada di gardu depan mempersilahkan saya masuk ke dalam ruangan pengurus gereja yang berada di sisi kanan bangunan untuk memintan ijin masuk ke dalam. Memasuki ruangan itu saya bertemu dengan seorang wanita ramah, yang kemudian meminta seorang pria untuk menemani saya masuk ke dalam ruangan gereja yang cukup besar ini.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Bagian depan Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan dengan patung Santo Petrus di halamannya. Empat pilar tinggi menyangga bangunan dengan ornamen indah di puncaknya. Meskipun bangunan ini tampak anggun dan megah, namun ketika melihat foto bangunan aslinya sebelum direnovasi, saya lebih memilih aslinya yang terlihat sangat klasik.

Santo Petrus, nama yang digunakan sebagai nama gereja ini, bernama asli Simon, dan Petrus atau Kefas yang berarti batu karang adalah nama yang diberikan Yesus. Ia dan Andreas adalah rasul pertama yang dipanggil oleh Yesus. Santo Petrus menulis 2 buah surat, yaitu Surat 1 Petrus dan Surat 2 Petrus yang termasuk dalam Perjanjian Baru di Alkitab.

Riwayat gereja ini mungkin dimulai pada 1 November 1930, saat Romo Nico Van Oers MSC yang sebelumnya tinggal di Tegal mulai menetap di Pekalongan. Buku baptis Pekalongan pun mulai mencatat nama Leonardus Fredy Maramis sebagai yang pertama, dan Maria Kustilah Lebdati sebagai yang kedua. Tanggal itu dijadikan sebagai patokan peresmian paroki pekalongan.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Sebuah ceruk di halaman samping Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan, dengan patung seorang wanita anggun dalam posisi berdiri dan bunga berwarna ungu dalam pot diletakkan di depannya. Tulisan di atas ceruk dan di bawah pot bunga berbunyi "Bunda Ratu Surga", gelar bagi Perawan Suci Maria yang diberikan khususnya oleh umat Katolik dan Ortodoks.

Di ruangan utama Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan terdapat deretan bangku panjang tempat duduk bagi umat yang tertata sangat rapi. Seperti pada umumnya gereja, langit-langit ruangan ini sangat tinggi. Di ujung sana adalah panti Imam atau sanctuarium, tempat diletakkannya kursi pemimpin, ambo (mimbar) dan meja altar.

Semula gereja ini hendak dibangun di Jalan Imam Bonjol (sekarang ruko) yang berbatasan dengan klinik gula (sekarang Kodim 0710), namun masyarakat keberatan. Pada 11 Januari 1933 Mgr BJJ Visser, prefektur Apostolik, melobi Bupati Pekalongan dan akhirnya mendapat tanah di sebelah Barat Daya Kali Loji dengan membayar fl 1.788,25 ke Kotapraja Pekalongan.

Patung Bunda Maria, bayi Yesus, dan Santo Yusuf berada di sisi kanan depan ruangan utama Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan. Ada sejumlah patung berukuran besar lainnya di area Panti Imam ini, serta ada pula ukiran kayu Perjamuan Terakhir. Kaca-kaca patri elok menghias banyak bagian atas dinding ruangan dengan lukisan, motif dan warna memikat.

Yang terlihat cukup unik, dan patut diapresiasi, di dalam ruangan utama gereja ini adalah adanya sebuah gong di sisi kiri depan, serta seperangkat gamelan lengkap yang ketika sedang tidak digunakan ditutupi dengan kain putih. Tak jelas pada kesempatan apa gamelan di ruangan itu dibunyikan, namun agama memang mestinya mendekatkan umat dengan budayanya.

Peletakan batu pertama pembangunan gereja dilakukan oleh Rm J Van Rooyen MSC pada 4 Agustus 1935. Kontraktor Fermon-Kuypers mulai membangun gedung dengan kapasitas 250 orang pada 6 Juni 1936 dengan biaya fl 25.800. Pemberkatan gedung dilakukan oleh Mgr BJJ Visser MSC pada 15 Desember 1935 dengan pemindahan sakramen mahakudus dari kapel susteran ke gereja. Misa mingguan di Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan diselenggarakan setiap Sabtu pukul 17.00, Minggu 07.00, dan Minggu Sore pada 17.00.

Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan

Alamat : Jl. Blimbing No. 1, Pekalongan Kota, Jawa Tengah. Telp 0285-421039. Lokasi GPS : -6.8799137, 109.6751082, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Gereja Katolik Santo Petrus

Pemandangan pada ruangan utama Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan, dengan deretan bangku panjang tempat duduk bagi umat yang tertata sangat rapi. Seperti pada umumnya gereja, langit-langit ruangan ini sangat tinggi. Di ujung sana adalah panti Imam atau sanctuarium, tempat diletakkannya kursi pemimpin, ambo (mimbar) dan meja altar.

>gereja katolik santo petrus pekalongan

Patung Bunda Maria, bayi Yesus, dan Santo Yusuf yang berada di sisi kanan depan ruangan utama Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan. Ada sejumlah patung berukuran besar lainnya di area Panti Imam ini, serta ada pula ukiran kayu Perjamuan Terakhir. Kaca-kaca patri elok menghias banyak bagian atas dinding ruangan dengan lukisan, motif dan warna memikat.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Lukisan pada kaca patri yang sangat elok dan memikat, terutama pada komposisi warnanya yang terlihat mencorong dan menyegarkan mata dengan bantuan pancaran cahaya matahari yang kuat. Mestinya kaca patri ini bercerita tentang suatu kisah, hanya saja saya tak menanyakannya kepada petugas yang sempat menemani.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Sebuah patung di dalam ruangan utama gereja yang menggambarkan keadaan saat Perawan Maria memeluk Yesus Kristus yang meninggal setelah disalib. Ada patung karya yang dibuat oleh Michelangelo (1475-1564) dengan tema sama yang diberi nama Pieta, sebuah kata dalam bahasa Italia yang memiliki arti "turut merasakan penderitaan orang lain".

gereja katolik santo petrus pekalongan

Sebuah patung santo yang digambarkan berbaju putih dan mengenakan lilitan kain berwarna merah. Semula saya kira ini adalah patung Yesus, namun tampaknya bukan. Mungkin salah satu dari empat penginjil.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Penampakan pada bagian belakang patung Santo Petrus yang menghadap ke arah Jl Belimbing, di jalan yang sama dengan Kelenteng Po An Thian. Bagian belakang gereja hanya berjarak sekitar 30 m dari kelenteng, dipisahkan oleh sebuah rumah.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Prasati paling bawah menandai peletakan batu pertama renovasi bangunan gereja yang dilakukan pada 1 Juni 2003 oleh Uskup Keuskupan Purwokerto Mgr J Sunarka SJ dan disaksikan Purnomo Yusgiantoro yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Prasasti di atasnya menandai tanggal peresmian dan pemberkatan gereja.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Prasasti yang di atas menandai tanggal pemberkatan pada renovasi sebelumnya, yaitu pada 3 November 1990 oleh Mgr PS Hardjasoemarta MSc. Sedangkan di bawahnya merupakan prasasti yang berisi nama-nama Panitia Pembangunan Gereja Santo Petrus Pekalongan yang dilakukan pada tahun 2003.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Pemandangan pada bagian Panti Imam dimana terdapat mimbar (ambo), kursi pemimpin, dan meja altar. Tampak pula pada dinding patung Yesus yang tengah disalib. Di sisi kiri kanan, pada ceruk, ada patung yang mungkin adalah para rasul. Di bagian atas, pada dinding kiri kanan terdapat lukisan kaca patri.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Pintu kayu ini merupakan salah satu pintu masuk dan pintu keluar gereja, yang menghubungkan ruang utama dengan teras bangunan, dimana terdapat empat pilar besar. Struktur pintunya terlihat kokoh dan cukup tebal, dengan pegangan pelat baja pada badan pintu.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Sebuah lukisan kaca patri yang menggambarkan kedua tangan yang menangkup, sepertinya menandai bahwa yang empunya tangan tengah berdoa. Warna lukisan kaca patri ini terlihat cukup kalem.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Pandangan tegak pada lorong tengah yang menghubungan area panti umat dengan bangku-bangku panjangnya dengan panti imam yang ada di ujung ruangan. Furniture terpenting di area panti imam adalah tabernakel yang bentuknya mirip candi. Pada lemarinya terdapat ukiran yang indah.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Pandangan dari pojok ruangan utama Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan yang memperlihatkan deretan bangku panti umat serta kaca-kaca patri yang berada di atas jendela samping ruangan. Bagian samping ruangan biasanya digunakan untuk menggambarkan jalan Salib.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Sebuah relief pada sisi samping ruangan yang menggambarkan salah satu bagian rangkaian peristiwa menjelang, saat, dan setelah Yesus disalib di Bukit Golgota. Peristiwa itu kemudian diperingati oleh umat Katolik di setiap tahunnya, dengan prosesi yang mereplikasi peristiwa pada saat itu.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Sebuah ukiran kayu cantik yang menggambarkan perjamuan terakhir, perjamuan malam atau the Last Supper, yang merupakan makan malam terakhir Yesus bersama keduabelas rasul sebelum hari kematiannya. Lukisan paling terkenal dari peristiwa ini dibuat oleh Leonardo da Vinci.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Sebuah patung yang berada di area Panti Imam, yang menilik bentuknya mungkin adalah patung Maria. Patung dengan tangan mengembang itu menggunakan jubah panjang, dan ada sebuah mahkota menempel di kepalanya. Rangkaian bunga warna-warni memberi kontras pada patung yang berwarna krem itu.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Saya tak yakin benar apakah patung yang berada di sisi yang berseberangan dengan patung sebelumnya itu adalah patung Santo Yusuf. Bisa juga merupakan patung dari salah satu rasul atau penginjil. Latar belakang langit biru yang berawan juga memberi kontras yang baik bagi patung ini.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Sebuah lukisan kaca patri yang indah, menggambarkan seorang pria membawa tongkat yang melengkung di bagian atasnya tengah menggembala sejumlah domba. Saya kira pria yang digambarkan dalam lukisan kaca patri itu adalah Yesus.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Lukisan kaca patri pria yang sama, yang saya kira adalah Yesus, namun tidak sedang menggembala domba. Ia menggenggam dua berkas sinar atau dua lembar kain warna-warni. Di belakang kepalanya ada bulatan matahari yang memancarkan berkas sinar ke segala arah.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Sebuah gong tampak diletakkan di sisi kiri depan ruang utama Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan. Pemandangan yang saya kira baru pertama kali ini saya jumpai. Akan mengejutkan saya juga, jika seandainya ada gong di sebuah masjid, selain bedug. Namun pendekatan budaya seringkali sangat efektif untuk mendekatkan ajaran dengan umatnya.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Inilah yang patut diapresiasi, yaitu adanya area gamelan di dalam ruangan utama gereja. Gamelan itu ditutup dengan kain putih saat sedang tidak digunakan. Rupanya selain organ, gamelan juga telah digunakan di sejumlah gereja Katolik untuk mengiringi perayaan misa.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Adanya jendela kaca patri di sisi kiri kanan ruangan gereja, selain memberi kesan artistik juga menjadi sumber penerangan pada saat siang hari. Kaca patri akan terlihat indah saat langit cerah dan matahari bersinar penuh. Pada bagian atas terlihat lukisan kaca patri berwujud pria.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Pada lorong yang menuju ke pintu untuk umat dan pintu untuk Romo itu terdapat sebuah patung Bunda Maria yang tengah menggendong bayi Yesus. Kelak ketika Yesus wafat setelah disalib, Maria pula yang memangku jenazahnya.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Sebuah tulisan timbul pada dinding lengkung menarik perhatian saya, meskipun saat itu saya tak tahu apa artinya. Petugas yang sebelumnya mengantarkan saya tengah sibuk dengan urusan lain. Ubi Petrus Ibi Christus itu berarti dimana Petrus berada di sana pula ada Yesus.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Sebuah lampu kristal gantung bertingkat tiga terlihat cukup indah dipandang mata. Apalagi di malam hari, saat semua lampunya menyala. Tentu jauh lebih indah. Sayang langit-langit di atasnya tidak mendukung.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Pandangan tepat dari arah depan dengan puncak bangunan gereja berupa tiang salib yang menjulang tinggi. Jika anda melihat tampak depan gereja ini sebelumnya, mungkin anda akan sama pendapatnya dengan saya, bahwa bangunan sebelumnya lebih sederhana namun lebih elok.

gereja katolik santo petrus pekalongan

Pandangan ruang utama gereja dengan menarik titik awal kamera mendekati pintu kayu, memperlihatkan patung orang suci, dan langit-langit gereja yang mengerucut ke atas. Bentuk ini sangat mengurangi biaya dibandingkan jika bentuk ruangannya berupa kotak segi empat.

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

gereja katolik santo petrus pekalongan

Info Pekalongan

Hotel di Pekalongan, Tempat Wisata di Pekalongan, Peta Wisata Pekalongan.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.