Waduk Darma Kuningan

June 25, 2019. Label:

Perjalanan menuju ke Waduk Darma Kuningan, Jawa Barat, terasa cukup lama, meskipun jarak yang kami tempuh hanya sekitar 12 km saja, dan jalanan aspalnya pun sangat mulus. Jarak sejauh itu adalah dari Paseban Tri Panca Tunggal. Jalan berkelok dan lalu lintas yang tidak begitu ramai serta pemandangan pepohonan di kiri kanan jalan yang agak monoton yang mungkin menjadi penyebabnya.

Waduk Darma terletak di arah barat daya Kota Kuningan, tepatnya berada di Desa Jagara, Kecamatan Darma, pada lintasan alternatif jalan provinsi Cirebon - Kuningan - Ciamis. Lokasinya menjadikan waduk ini cukup strategis sebagai tempat persinggahan yang menyenangkan bagi para pejalan dan pelancong sambil minum kopi di warung sekitar.

Sesampainya di kawasan waduk kami berbelok ke kiri dari jalan utama dan menyusur tepian Waduk Darma sejauh beberapa meter, sebelum mobil akhirnya berhenti diantara pepohonan. Kami pun turun dari mobil dan menuju ke sebuah warung di samping waduk untuk memesan makan dan minum, karena perut sudah terasa lapar dan tenggorokan juga perlu dibasahi.

waduk darma kuningan

Pemandangan pada sisi kiri Waduk Darma Kuningan, dengan sebuah sampan mengambang di atas permukaan air, tanpa penumpang, tanpa ada tukang perahunya pula. Di latar belakang adalah tanggul keliling Waduk Darma dengan beberapa rupiah berdiri di dekat tepiannya. Sejumlah perahu juga ditambat di tepian tanggul itu.

Dengan menggeser pandangan ke sebelah kanan akan terlihat sebuah pulau di tengah Waduk Darma yang bernama Munjul Goong. Pulau itu terlihat rimbun dengan pepohonan, setidaknya begitu yang saya lihat dari kejauhan. Ada pula 'pulau' lain berukuran lebih kecil di sebelahnya. Karamba-karamba ikan cukup banyak dijumpai di sekitar tempat itu.

Selain perahu wisata dan memancing, di tepian waduk terlihat ada menara Flying Fox dimana pengunjung akan meluncur diatas air. Pepohonan di tepian Waduk Darma cukup banyak dan rindang, yang sebagian menaungi area permainan untuk anak-anak. Meskipun area sekitar waduk terlihat cukup terawat, namun perbaikan sarana masih diperlukan di sana sini.

Deret warung berada di sisi kiri Waduk Darma. Dari mie rebus, mie bakso, nasi rames, serta menu lainnya bisa dipesan di sana. Kopi dan teh panas juga ada, selain minuman botol, kalengan, dan jajanan kecil lain. Antara warung dan danau ada jalur pejalan kaki dengan tempat duduk beratap di setiap jarak tertentu, serta warung tenda.

waduk darma kuningan

Pemandangan pada jalan raya yang sekaligus juga berfungsi sebagai tanggul Waduk Darma. Lalu lintas di atas jalan ini tidak lagi padat, karena telah dibangunnya jalur lingkar untuk meringankan beban tanggul waduk, serta memberi kesempatan lebih banyak bagi para pelancong untuk menikmati pemandangan Waduk Darma dari area ini.

Di kawasan Waduk Darma juga tersedia area berkemah, kolam renang anak, pondok penginapan, dan perahu wisata. Selain berfungsi sebagai penampungan air untuk irigasi dan budidaya perikanan, Waduk Darma juga dapat dijadikan sarana rekreasi dan kegiatan olahraga air.

Tidak banyak pengunjung yang datang pada sore hari itu, dan perahu yang biasa melayani pelancong untuk bertamasya di atas air Waduk Darma pun terlihat kosong mengambang tanpa penumpang. Angin yang berhembus dari pegunungan yang mengelilingi Waduk Darma terasa cukup kencang menerpa, sehingga ada rasa segan untuk menyewa perahu.

Di lembah di sebelah kanan jalan tanggul Waduk Darma Kuningan, terlihat sekelompok anak muda tengah bermain bola di atas lapangan rumput hijau yang cukup luas. Di sebelah kiri lapangan, ada saluran buangan air limpahan waduk, dan di sebelah kiri lagi ada gardu. Di latar belakang tampak deretan perbukitan dengan pepohonan hijau kebiruan.

Area di lembah sebelah kanan itu, dan juga yang ada di atas tanggul Waduk Darma, terlihat lumayan bersih dan rapi. Hanya terlihat beberapa pedagang kaki lima yang mangkal di ujung jalan, dan beberapa orang nongkrong. Dari atas jalan, saya bisa melihat tali Flying Fox menggantung, serta pemandangan perbukitan di ujung waduk.

Waduk Darma yang luasnya sekitar 425 ha ini pembangunannya dirintis oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1924 dan diperbaiki pada 1964, dengan kapasitas genangan air 39 juta m3. Beberapa tahun terakhir, terutama sejak 2004, daya tampung waduk terus menyusut dan selalu mengalami kekurangan dalam memasok air untuk keperluan irigasi pertanian. Setelah meninggalkan waduk, kami menuju ke Balong Keramat Darmaloka.

Waduk Darma Kuningan

Alamat : Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kuningan, Jawa Barat. Lokasi GPS : -6.854168,108.517456, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Harga tiket masuk : Rp. 4.000 (Libur: Rp. 5.000), Anak Rp. 2.000 (Libur: Rp. 3.000). Kendaraan roda 2 Rp. 1.000, roda 4 Rp. 2.500, bis Rp. 5.000.

Galeri Foto Waduk Darma

Di lembah di sebelah kanan jalan tanggul Waduk Darma, terlihat sekelompok anak muda tengah bermain bola di atas lapangan rumput hijau yang cukup luas. Di sebelah kiri lapangan, ada saluran buangan air limpahan waduk, dan di sebelah kiri lagi ada gardu. Di latar belakang tampak deretan perbukitan dengan pepohonan hijau kebiruan.

waduk darma kuningan

Berdiri di tepi jalan di tepian waduk sendirian, bersama kekasih, atau kawan, bisa menangkan pikiran. Pedagang bakso berjualan di ujung jalan sana, dengan tengara nama waduk pada tebing berumput di sebelah kirinya. Di atasnya adalah cottage dengan sebatang pohon randu menjulang tinggi diantara pepohonan lainnya.

waduk darma kuningan

Di latar depan adalah trap-trapan tanggul Waduk Darma, dengan saluran buangan air yang tampak kering. Di sebelahnya adalah gardu kontrol dan pintu-pintu air di sebelah kanannya. Pemandangan di latar belakang tampak indah dengan pepohonan hijau dan bukit yang kebiruan.

waduk darma kuningan

Sebuah perahu tengah sandar di tepi waktu, tanpa ditunggui tukang perahunya, meskipun mesin perahu tetap menempel di buritan. Selain ada ban dalam hitam, di dalam perahu juga disediakan jaket pelampung sebagai pengaman bagi penumpang. Sebuah indikasi yang bagus, karena pergerakan air di Waduk Darma ini memang terlihat cukup aktif, mungkin karena angin yang bertiup kencang.

waduk darma kuningan

Pipa besi yang panjang dan berkelok di ujungnya ini tak jelas untuk apa peruntukannya, namun menyerupai pipa buangan limbah. Pipa itu disangga dengan drum-drum kosong, sehingga bisa mengambang di atas air danau. Tali yang merentang di atasnya tampaknya adalah tali Flying Fox.

waduk darma kuningan

Sebuah sampan mengambang di atas permukaan Waduk Darma, dengan latar belakang tanggul Waduk Darma dengan jalan raya membentang di atasnya. Sejumlah pedagang kaki lima dengan rombongnya berjualan di tepi jalan itu, sementara orang-orang duduk atau bersender pada dinding temboknya. Sebuah kubah masjid bercat hijau tampak di kejauhan, menyembul diantara pepohonan.

waduk darma kuningan

Di tepian Waduk Darma terdapat jalur pejalan kaki tampak sudah mulai rusak, dengan tempat-tempat duduk beratap di setiap jarak tertentu, serta warung-warung tenda. Angin di sini terasa bertiup cukup kencang.

waduk darma kuningan

Warung-warung ini berada di dekat jalan masuk, di samping Waduk Darma. Dari mie rebus, mie bakso, nasi rames, serta menu lainnya bisa dipesan di sini. Kopi dan teh panas pun tersedia juga, selain tentunya bermacam minuman botol, kalengan, dan jajanan kecil lain.

waduk darma kuningan

Sebuah ‘pulau’ bernama Munjul Goong dengan pepohonan rimbun tampak di kejauhan, dengan ‘pulau’ lain yang ukurannya lebih kecil di sebelahnya. Karamba-karamba ikan cukup banyak dijumpai di sekitar tempat itu.

waduk darma kuningan

Dua orang pengunjung tampak duduk di tepian pantai di depan gazebo, memandang ke arah area waduk yang luas dan Munjul Goong. Di sebut Munjul Goong karena di tempat itu sering terdengar suara goong, dan menurut kepercayaan merupakan tempat Pangeran Gencay (putera Dalem Cageur atau Embah Satori) dan pengikutnya tenggelam. Awalnya konon Waduk Darma dibuat oleh Embah Satori sebagai tempat bermain bagi puteranya itu.

waduk darma kuningan

Adanya dahan yang meranggas di tepian waduk memberi kesan tersendiri ketika memandangi waduk dari tepiannya. Ada delapan desa yang ditenggelamkan ketika membuat waduk ini. Konon setiap tahun Waduk Darma selalu meminta korban, yang meninggal di waduk ini oleh karena berbagai sebab, bisa karena tenggelam, tersambar petir, atau sebab lainnya.

waduk darma kuningan

Jaring dan menara Flying Fox yang kabarnya tinggal kenangan karena tidak dioperasikan lagi. Demikian pula Kolam Renang Anak yang telah berubah fungsinya, Kereta Naga yang terlantar. Selain itu ada Kereta Motor, area bermain Anak, lapang bola di seberang waduk, area berkemah, perahu wisata, Warung, mesjid, dan puskesmas.

waduk darma kuningan

Pemandangan pada tepian waduk di seberang sana yang berada di kaki perbukitan dengan pepohonan yang cukup rimbun. Terlihat ada cukup banyak rumah-rumah kecil di atdias air tepian waduk, yang tampaknya merupakan rumah yang didirikan pada karamba-karamba pembudidayaan ikan.

waduk darma kuningan

Temapt duduk dan atap beton di pinggiran waduk yang sudah mulai terlihat kumuh dan memerlukan pembersihan serta perawatan. Bagaimana pun ini sudah lebih baik daripada tidak ada. Adanya pohon besar di sebelah kiri sangat membantu menjadi penahan angin dan peneduh.

waduk darma kuningan

Warung-warung kakilima sederhana juga ada di tepian waduk, yang bisa dipasangbongkar kapan saja. Cara yang memenuhi kebutuhan si pedagang dan pembeli, namun tidak membantu mempercantik kawasan waduk.

waduk darma kuningan

Ada cukup banyak kendaraan yang berhenti di tepian Waduk Darma, untuk sekadar beristirahat sambil menikmati pemandangan sekitar waduk. Ada pula yang sengaja berhenti di dekat pedagang kaki lima untuk memesan minuman panas penghilang kantuk, dan makanan pengisi perut.

waduk darma kuningan

Kondisi jalan di atas bendungan yang terlihat masih cukup baik, dengan lalu lintas kendaraan yang relatif sepi karena bukan pada jalur utama jalan antar kabupaten provinsi. Selain berfungsi sebagai penampungan air untuk irigasi dan budidaya perikanan, Waduk Darma juga dapat dijadikan sarana rekreasi dan kegiatan olahraga air.

waduk darma kuningan

Pemandangan cantik dari atas jalan bendungan. Waduk Darma yang luasnya sekitar 425 ha ini pembangunannya dirintis oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1924 dan diperbaiki pada 1964, dengan kapasitas genangan air 39 juta m3.

waduk darma kuningan

Waduk Darma yang luasnya sekitar 425 ha ini pembangunannya dirintis oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1924 dan diperbaiki pada 1964, dengan kapasitas genangan air 39 juta m3.

waduk darma kuningan

Info Kuningan

Hotel di Kuningan, Peta Wisata Kuningan, Tempat Wisata di Kuningan.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow This Blog !

Loading comments…

Baca Pula