Pasaman, Sumatera Barat, Tempat Wisata

Tempat Wisata di Pasaman

Di bawah ini adalah catatan awal tentang Tempat Wisata di Pasaman. Wilayah Pasaman berada di provinsi Sumatera Barat, dengan ibu kota di Lubuk Sikaping. Perang melawan kolonial Belanda di Pasaman dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol yang terkenal dengan sebutan Perang Paderi (1821-1830). Tuanku Imam Bonjol lahir di Desa Tanjung Bungo, Kecamatan Bonjol

Tulisan Tempat Wisata di Pasaman dan peta wisata Pasaman ini akan diperbarui ketika informasi yang lebih baru telah diperoleh, dan data GPS telah didapat. Anda bisa berbagi catatan perjalanan dan membantu memajukan wisata Indonesia dengan menulis Travelog tentang tempat-tempat wisata yang telah anda kunjungi.

Tempat Wisata di Pasaman


Air Panas Padang Baru

Kejorongan Padang Baru, yang muncul pada satuan batuan sedimen danau, dengan suhu 49.7°C, berair jernih, terdapat endapan air panas (sinter karbonat).

Benteng Bukit Tajadi

Merupakan benteng terakhir kaum paderi dibawah Tuanku Imam Bonjol ketika melawan tentara kolonial Belanda.

Cagar Alam Rimbo Panti

Jalan Lintas Sumatera, 30 km dari Kota Lubuk Sikaping, dengan banyak spesies tanaman pohon, sumber mata air panas , pemandian air panas, dan gedung herbarium.

Candi Tanjung Medan

Dusun Tanjungmedan, Kecamatan Panti, di pinggir Batang Sumpur, berupa dua candi peninggalan purbakala yang terbuat dari bata merah.

Ikan Banyak Lubuk Bunta

Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol, dengan ikan-ikan besar jenis Garing yang berkeliaran di air yang sangat dalam.

Masjid Tuanku Imam Bonjol

Kecamatan Bonjol, 200 m dari simpang tiga tugu Bonjol, yang pernah menjadi pusat dakwah dan perjuangan Tuanku Imam Bonjol.

Meriam Tuanku Imam Bonjol

Pasar Ganggo Hilir, sebuah meriam kuno berkaliber 10 pounder yang terbenam ke dalam tanah, hanya terlihat pucuknya.

Museum Tuanku Imam Bonjol

Kecamatan Bonjol, tepat pada garis lintang Khatulistiwa, yang menyimpan keris, pedang, dan buku perjuangan Tuanku Imam Bonjol sewaktu memimpin Perang Padri.

Tugu Equator

Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol, di depan Museum Tuanku Imam Bonjol, dimana antara 21 - 23 Maret dan 21 - 23 September terjadi titik kulminasi matahari.


Festival di Pasaman


Titik Kulminasi

Merupakan fenomena alam yang terjadi ketika Matahari berada pada posisi paralel dengan garis pusat Bumi (ekuator) dimana tidak akan terlihat bayangan orang selama beberapa waktu, terjadi sekitar bulan September.

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: Maret 16, 2018.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Baru©2021 IkutiLama »

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.